Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Lihat saja


__ADS_3

"Sayang aku pergi dulu ya sama Andre kita cuman mau jalan jalan aja, kami tidur aja duluan jangan tunggu aku ya "


"Tapi cuman buat jalan-jalan aja kan gak kemana-mana lagi gak buat yang aneh-aneh kan. Awas aja kalau misalnya kamu buat aneh-aneh atau malah main ke club awas aja aku bakal marah banget loh "


"Engga sayang aku gak akan gitu kok, aku cuman mau nongkrong nongkrong aja sama Andre aku gak akan lakuin apa apa kamu tenang aja ya sayang "


"Jangan lama lama ya mas, "


"Iya sayang aku gak akan lama tuh liat Andre udah nelfon, aku pergi ya sayang " Liam langsung mencium kening sang istri dan pergi dari kamar.


Liam langsung menggangkat telfon dari Andre "Sebentar Dre gue tadi izin dulu sama istri gue. Lo tunggu duju aja dikamar tamu "


"Loh mau ngapain di kamar tamu, gue gak mau ya lo macem macem "


"Elah tenang aja, gue gak mau macem macem gue punya istri dan gue masih normal, jadi udah kekamar tamu aja "


"Hem iya iya gue masuk kedalam kamar deh "


Liam langsung mematikan sambungannya dan masuk kedalam kamar tamu, ternyata Andre cepat juga sudah ada disana "jadi apa yang harus gue lakuin nih, jangan yang aneh aneh ah "


"Gak akan, pakai pakaian ini "


"Kok gak enak hati ya, lo kenapa suruh gue pake baju ini, rasannya ini bukan baju laki laki deh "


"Udah sana pake, kalau lo gak mau ikut ikutan buat bunub ya udah lo pake baju ini "


"Oke "


Andre langsung masuk kedalam kamar mandi dan keluar kembali dengan wajah kesalnya "Liam yang bener aja Lo suruh gue pake baju ini, gila ya lo "

__ADS_1


"Ini rambutnya "


"Liam jawab gue, bukannya kasih rambut palsu gini " sambil membuang rambut itu


"Iya gimana lagi lo mau kerjaan yang gampang kan yaudah itu aja, itu yang paling gampang cepetan nanti kita telat jangan banyak drama deh "


"Gue jadi tumbal terus ya, sekarang kayak yang mau mangkal "sambil mengambil rambut itu dan memakainya dengan asal.


"Oh lo pernah mangkal ya, gue baru tau, gue kasih tau Syifa ah "


"Ehh engga apa apaan sih, lo mah parah ah, gue gak pernah ya kayak gini, udah ayo berangkat katanya takut terlambat "


Andre mengambil tas dan juga memakai jaketnya, lalu berjalan terlebih dahulu mendahului Liam dengan wajah jemberutnya dia susah payah memakai hils untung kan sedikit sedikit bisa.


Anak buah Liam menatap Andre dan akan tertawa namun ditahan "apa lo, awas aja kalau ketawa gue pecat ya, awas aja lo "


Liam dengan cepat segera membukakan pintu "silahkan masuk istri kedua ku "


Andre langsung melotot dan masuk kedalam mobil, kenapa tak ditanya dulu coba dirinya akan menjadi apa, malah iya iya saja dan akhirnya seperti ini kan tidak bisa mundur lagi.


**


Sedangkan ibu Airin sedang mengendap endap keluar dari paviliun dan akan pergi kerumah ibunya Liam, namun baru juga keluar dirinya sudah dikagetkan dengan anak buah Liam yang tadi sore.


"Ya ampun kau membuatku kaget saja, kenapa kau ada disini mau apa, apa kau mau mengintip anak ku, iya dasar kau kurang ajar ya "


Namun orang itu sama sekali tak bergeming dia hanya diam lalu beralih menatap ibunya Airin "saya hanya ingin mengawasi anda sesuai perintah tuan, anda tidak boleh keluar kemana mana, kawasan anda hanya disini saja, saya akan ada 24 jam disini jadi anda jangan kaget lagi kalau melihat saya, lebih baik anda sekarang tidur lagi saja, masuk kedalam sana ini sudah malam "


"Ya ampun rasannya aku dipenjara disini, kenapa aku tak boleh kemana mana, aku hanya ingin jalan jalan saja aku tak akan macam macam jadi tolong lepaskan saya, saya mau jalan jalan tenang saja saya tak akan macam macam "

__ADS_1


"Tidak bisa silahkan anda masuk kembali kedalam rumah, saya tak akan mengizinkan anda pergi kemana mana, jadi silahkan masuk lagi, jangan membuat keributan disini, anda hanya tamu jadi bersikap lah seperti tamu, bukan seperti nyonya rumah "


"Heyy kau berani berkata seperti itu padaku, kau sungguh tak sopan kami ini tamu spesial jadi jangan macam macam kalau sampai aku melaporkan mu kau akan dipecat tau tidak, hormati aku, jangan seperti itu angkuh sekali kau ini, hanya penjaga saja tapi angkuh "


"Ada apa ini kenapa berisik sekali " tanya Tora keluar rumah dan menatap pertengkaran ibu mertuanya dan temannya.


"Ada apa" tanya Tora sekali lagi


"Aku hanya mengikuti apa yang tuan suruh Tora, aku harus selalu mengawasi ibu mertuamu maafkan aku ya, aku hanya mengikuti perintah saja Tora aku kan bekerja disini dan harus mengikuti apa yang dikatakan tuan "


"Iya aku tau, kau laksanakan saja apa yang tuan suruh ya, jangan kecewakan dia, kau boleh memasang gps di badan ibu mertuaku agar memudahkan mu bagaimana apakah kau mau "


"Tidak usah aku masih bisa mengawasinya "


"Baiklah kami masuk dulu ya, kau berjagalah lagi "


"Baik Tora "


Tora segera membawa ibu mertuanya masuk, namun dengan cepat ibu mertuanya langsung menghempaskan tangan Tora.


"Kenapa kau malah membelanya harusnya kau membela ibu bukannya seperti itu, apakah kau tak menyayangi ibu, kenapa kau malah seperti itu, kau harusnya membela ibu, Tora yang ibu kenal sudah berbeda dan ibu sudah tak mengenalnya lagi "


"Ini adalah hukuman untuk ibu, untung saja ibu tak di penjara bagaimana kalau sampai di penjara akan lebih sengsara lagi, jadi jangan banyak menuntut lah bu, kita disini numpang dan jangan selalu seperti tuan rumah, aku pun sepertinya sudah tak mengenal ibu mertuaku, rasannya yang ini beda sekali, yang pertama aku kenal bijak dan tak keras kepala seperti ini "


Tora langsung pergi meninggalkan Ibu mertuanya "kenapa semuanya berkata kalau aku berbeda, padahal aku sama sekali tak berbeda aku sama tak ada perubah dasar orang orang ini, mencari alasan saja, padahal aku masih sama dan tak ada perubahan sedikit pun, awas saja kalian semua ya kalau rencanaku sudah berhasil jangan menyalahkan ku lagi "


Ibu Airin segera masuk kamar dan membuka jendela menatap rumah sebelahnya "hari ini aku gagal tapi nanti aku tak akan gagal awas saja kau akan habis ditanganku, aku tak akan main main dengan setiap kata kataku "


"Siapa yang akan ibu habiskan siapa bu, apa rencana ibu "

__ADS_1


__ADS_2