Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Membiarkannya


__ADS_3

Tora segera membuka tali yany mengikat Bulan dan juga Lia, namun ternyata Bulan masih hidup dia sekarat.


"Bagaimana berhubungan dengan bos ku apakah menyenangkan, terimakasih atas tubuh mu yang kau berikan secara gratis padaku, tapi aku sama sekali tak puas, aku kira kau berpengalaman ternyata tidak "


Tora menjatuhkan Bulan dan mengambil kapak didalam lemari memenggal kepala Bulan sekaligus.


"Kau cantik Bulan tapi murahan, aku pun tak sudi memiliki kekasih seperti mu apalagi tuan ku, kau baru kenal beberapa minggu saja bersama tuan ku sudah mati"


Tora memotong motong badan Bulan, lalu setelah selesai sekarang tingggal Lia dan sudah selesai.


Tora pergi kedapur dan menyalakan kompor diatasnya sudah ada kuali besar, kembali lagi keruangan tadi dan membawa daging daging itu memasukan kesalam kuali.


"Sepertinya akan lama apa yang harus aku lakukan ya, oh iya lupa mobilnya harus di buang "


Tora bergegas keluar rumah menjalankan mobil bulan sedikit jauh dari rumah dan membuangnya kedalam danau besar yang ada didaerah sana.


"Aman pasti aman tak akan mungkin ada orang tau, "


Baru juga Tora akan berbalik dia malah seorang perempuan yang sedang menatao Tora dengan takut, perempuan itu langsung lari menghindari Tora.


Namun Tora segera mengejar perempuan itu, masuk kedalam hutan. "Jangan lari kau "


Tora mengambil batu besar dan melemparkannya kearah perempuan itu, kena, Tora dengan senang menghampirinya dan memegang dagu perempuan itu.


"Berani sekali kau mengintip ku "


"Aku tak mengintip mu hanya kebetulan lewat saja lepaskan aku, aku tak akan memberitahu siapa pun tentang kau yang membuang mobil "


"Benarkah, apakah kau tak akan membocorkannya, tapi aku tak percaya "


Tora membopong perempuan itu dan membawannya kerumah tuannya "lepaskan aku ," sambil memukul mukul punggung Tora.


Namun Tora malah memukul pantatnya "heyy kau tidak sopan, aku gila "


"Hahaha diamlah "


Tora menutup pintunya dan memasukan perempuan itu kedalam kamar, mengambil borgol dan memasangkannya ditangan perempuan itu.


"Diam disini jangan kemana mana, sampai kau kabur dari sini nyawamu adalah taruhannya, jadilah perempuan baik jangan membantah apa yang aku katakan "


Tora keluar dan mengecek daging yang sedang dirinya rebus "sepertinya matang "


Tora mengeluarkan daging daging itu lalu memisahkan daging dan tulangnya, "untuk nu Bulan tengkorak mu tak akan aku hancurkan akan aku simpan untuk kenang kenangan bahwa kau adalah perempuan yang pertama ku pakai dengan kasar "


Segera Tora menguliti kepala itu, memisahkan semuanya dan menyimpannya disalah satu meja , mengambul alat tumbukan dan menumbuk satu persatu tulang itu.

__ADS_1


Memang ini melelahkan tapi dirinya sangat suka, seperti sedang membuat rujak. enak kali ya malam malam begini makan rujak.


Setelah semua tulang itu beres ditumbuk Tora keluar rumah dan menaburkannya kedaerah bunga yang sudah titanam tuannya.


Kembali lagi kedapur memotong daging yang tadi, menyiapkan bumbu bumbu dan memasaknya seperti memasak daging sapi saja Tora.


Setelah semuanya siap, disanjikannnya makanan itu dan membawannya kemeja makan, namun Tora baru ingat dia masih mempunyai mangsa yang belum dia bunuh.


Bergegas Tora membawa pisau dan masuk kedalam kamar perempuan itu. Mereka saling tatap, Tora seperti terhipnotis dengan tatapannya.


Tora menyimpan kembali pisaunnya kebelakang pungungnya dan menghampiri perempuan itu "ayo makan "


"Tidak lepaskan aku, kenapa kau tiba tiba menangkap ku, aku hanya melihat mu membuang mobil lalu apa salahnya kalau aku melihat mu membuang mobil"


"Ya aku takut kau mengikuti ku kedalam rumah dan mengetahui semuanya "


"Mengetahui apa "


"Tidak usah tau ayo cepat, jangan banyak bertanya, aku sudah memasakan mu makanan, sekarang waktunya makan "


"Tidak aku tak mau "


"Baiklah jika kau tak mau aku akan membunuh mu disini juga dan aku tak akan memberikan mu ampun sedikit pun "


Perempuan itu dengan kesal mengasongkan tangannya minta dibukakan borgolannya namun Tora malah menariknya cukup kasar dan menundukannya dengan kasar juga.


Namun Tora tak menjawab dia melepaskan borgol itu dan memberikan nasi serta daging yang sudah tadi dirinya masak.


"Makanlah "


Dengan patuh perempuan itu memakannya tanpa tau apa yang dirinya makan, dia mengangguk anggukan kepalannya. lalu menatap kearah Tora.


"Apa"


"Kau yang memasaknya "


"Tentu kenapa "


"Tidak aku hanya bertanya, daging apa ini rasanya sangat aneh "


"Tapi enak kan "


"Enak tapi aneh aja "


"Yaudah makan aja " sambil menahan tawannya.

__ADS_1


Perempuan ini sangat polos tapi dirinya suka, ahh kok tiba tiba suka sih, seharusnya dibunuh perempuan ini olehnya, kalau tidak nanti tuannya marah lagi.


Tapi biarkan dulu saja disini, saat Tora sedang asyik asyiknya makan malah dirinya mendapatkan telfon dari tuannya. Tora bergegas pergi meninggalkan perempuan itu sendiri.


"Hallo Tuan "


"Bagaimana apakah semuanya sudah beres "


"Sudah tuan, semuanya aman terkendali tak ada hambatan, aku pun sudah membuang mobil Bulan "


"Baiklah bagus, awas jangan sampai ada yang melihat kalau tidak kau akan habis "


"Tenang tuan tak akan ada yang tau "


"Baiklah "


Sedangkan perempuan itu melihat ada situasi untuk kabur berlari kepintu depan, namun rumah ini sangat banyak pintu jadi bingungkan harus masuk yang mana.


"Ini rumah atau hotel sih pintu semua "


"Pilih yang mana ya,bingung, udahlah yang itu aja nanti orang gila tadi datang lagi "


Dia segera masuk kedalam pintu dan saat pintu ditutup malah melihat daging yang banyak, karena perempuan itu yang kepo dan penasaran memegang daging ini namun tak sengaja malah memegang jari.


"Ada jari, ini kan jari manusia dan ini ada kuku yang dicat, ini kuku beneran kan "


Lalu beralih kerak lain, dia melihat ada tengkorak kepala masih ada lidahnya "apakah yang aku makan adalah daging manusia "


Tiba tiba saja perutnya seperti diaduk aduk dan dia memuntahkan apa yang tadi dia makan.


Tora yang baru selesai menelfon dan melakukan urusan yang lain kembali lagi kemeja makan namun tidak ada siapa siapa "berani beraninya dia kabur "


Tora lantas bergegas mencari perempuan itu kesetiap ruangan karena tidak mungkin akan kabur, pintu semuanya dikunci.


Namun Tora samar samar mendengar suara orang sedang muntah diarah dapur, Tora membuka pintu dapur dan benar ada disini.


"Sedang apa kau disini apakah kau ingin makan daging lagi "


Saat mendengar suara Tora perempuan itu mengalihkan pandanganya dan menerjang Tora, namun Tora sama sekali tak jatuh malah perempuan itu yang menubruk tubuh Tora yang besar.


"Apa yang kau berikan padaku, apakah kau memasak daging ini "


Tentu memangnya kenapa enak kan, suka kan dirimu dengan rasannya, apa ingin aku masakan lagi dengan resep yang berbeda "


" Cwih kau saja "

__ADS_1


Tora yang marah karena diludahi mengusur perempuan itu dan memasukannya kedalam kamar, mendorongnya dengan kasar dan mengunci pintunya.


"Membusuklah kau didalam sana "


__ADS_2