
"Ngapain sih Line kita nonton yang kaya gini, kamu tau kan aku trauma buat liat yang kaya gini, liat orang yang melahirkan kenapa kamu malah liatin ke aku "
"Ya aku sengaja agar kau tau, bahwa melahirkan itu tak seperti apa yang kau lihat waktu itu memang teman kita waktu itu meninggal saat melahirkan, tapi tak semuanya begitu Jo, gak begitu "
"Ya tapi aku takut Line, takut aku harus bagaimana aku sadar bahwa Riyan melakukan ini gara gara aku yang tak bisa memenuhi keinginannya sebagai laki laki aku memang salah, tapi aku minta waktu pada dia untuk aku bisa yakin bahwa aku siap untuk memberikan semuanya pada Riyan '
"Iya aku tau makannya aku memberikanmu setiap hari fidio seperti ini agar kau tau bahwa tak semuanya wanita akan meninggal saat melahirkan lihat, aku baik baik saja kan aku selamat kau lihat aku sehat sehat saja kan lalu apa yang membuat mu ragu "
"Iya aku melihat mu baik baik saja Line, mari kita lihat fidio ini aku akan berusaha untuk bisa memberikan apa yang suamiku inginkan, tapi aku masih kecewa dengan dia yang malah nyeleweng selingkuh dengan perempuan lain "
"Iya aku tau, tapi sekarang kau harus sembuh dulu. Untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain, karena tak mau kerumah sakit untuk mengeceknya ya sudah kita tonton saja fidio seperti ini ya, banyak kan yang bisa kita tonton, aku akan membantu mu Jo "
"Terimakasih Line. Mari kita tonton semuanya, kau sudah tak sabar ingin normal dan ingin mempunyai anak seperti mu. Pasti aku akan bahagia bila mempunyai anak dan suamiku juga tak akan meninggalkan ku dengan perempuan lain nantinya "
Andre yang dari tadi mengintip segera pergi dari tempat persembunyiannya dirinya akan menemui seseorang, seseorang yang sangat penting dalam hidup Jo, dan dirinya yakin Jo sangat mencintai suaminya.
Andre bergegas masuk mobil dan pergi meninggalkan pekarangan rumah, dan sampai juga dikantor Riyan tanpa basa basi Andre langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Apakah seorang asisten perusahan terbesar di indonesia tak bisa mengetuk pintu terlebih dahulu, apakah bos mu tak mengajarkan mu sopan santun "
"Jangan membawa bawa pekerjaan ku serta membawa bawa Liam, dengankan penjelasan aku sekarang "
"Penjelasan apa yang ingin kau berikan padaku, apa penjelasanmu yang selingkuh dengan istri ku "
"Diam kau jangan asal nuduh atau ku hajar kau, kau seberapa mengenal Jo istrimu itu "
"Yang jelas aku sangat kenal dengan Jo "
"Contohnya apa yang kau ketahui tentang dia"
"Tak usah ku jabarkan, yang penting aku tau semua yang ada didiri Jo tak perlu bilang padamu, tak ada gunanya juga kan untuk apa "
"Sudah ku duga kau tak mengenal baik istrimu, kau tau Jo memiliki trauma "
"Trauma, trauma apa dia tak pernah bilang padaku, atau bercerita padaku "
"Tuh kan kau tak tau. Karena kalian kurang berkomunikasi dengan baik, seharusnya luangkan waktu berdua jangan sibuk dengan pekerjaan masing masing, ku tanya kalian sudah menikah berapa bulan "
"Ya aku terlalu mementingkan pekerjaan, kami baru menikah 6 bulan, "
"Ya baru sebentarkan baru seumur jagung, ada yang Jo takut katakan padamu, dia sangat takut bila kau tau kau akan meninggalkannnya "
"Kenapa seperti itu, aku tak ada sama sekali niatan untuk meninggalkan dia, aku akan selalu menerimanya apa pun itu, apa yang membuat dia trauma apa kau bisa menceritakan padaku, aku mohon aku memang salah telah masuk perangkap perempuan itu dan malah mengabaikan istriku "
"Baiklah akan aku ceritakan semuanya dan kau jangan menuduh aku lagi berselingkuh dengan Jo dari awal aku sudah bilangkan padamu malahan aku sudah izin padamu, kalau aku mau berteman dengan Jo bukan karena mencintainya aku hanya mengangapnya sebagai teman sebagai adik dan sebagai teman curhat itu saja tak lebih "
"Ya maafkan aku, aku terlalu takut kehilanga Jo, aku gak akan pernah siap untuk ditinggalkan Jo kembali "
"Sungguh aneh kau ini. Tak ingin ditinggalkan tapi kau berbuat ulah sendiri, apakah itu cara agar kau tak ditinggalkan "
"Tidak tidak, aku sungguh terjebak, aku tak mau dengannya waktu dia ajak kehotel aku menolaknya namun dia memojokan ku terus dan menganggapku sebagai laki laki loyo dan tak bisa menaklukan istriku sendiri dan aku malah menyetujuinya untuk membuktikan pada dia kalau aku tak seperti apa yang dia katakan, bahkan disaat aku sadar, seharusnya aku tak melakukan itu dan aku ingin kembali pada Jo, ingin mengakui semua apa yang aku lakukan padanya, namun entah kenapa Jo tiba tiba ada disana, aku dijebak oleh Chiko dan juga Dini "
__ADS_1
"Iya kau sadar diwaktu yang tak tepat, aku akan ceritakan semuanya, semuanya padamu, agar kau tau kalau Jo selama ini mati matian ingin membahagiakan mu tak bisa karena trauma masa lalu itu "
"Baiklah aku akan dengarkan semuanya, aku akan dengarkan tanpa memjedamu, atau memotong cerita dari mu, aku akan diam mendengarkan semuanya "
"Baiklah, Jo memeliki trauma karena membantu temannya yang melahirkan, mamun dia gagal untuk menyelamatkan anaknya mau pun ibunya, dia gagal Yan, dia tak bisa menyelamatkan mereka berdua, saat itu dia menyalahkan dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan mereka "
"Semua terekam jelas di kepalanya dan itu malah membuat dirinya menjadi trauma dan tak mau melahirkan atau pun melakukan sesuatu yang berhubungan dengan anak, jadi dia tak bisa memberikan hak mu, awalnya Jo tak mau menceritakannya padaku, namun aku mendesaknya dan mengalirlah semua cerita Jo, semua trauma yang diadakannya "
"Sekarang aku minta kau perbaiki hubungan kalian berdua, bantulah istrimu untuk menjadi wanita seutuhnya. jangan tinggalkan dia, janga menyerah untuk membuat dia yakin bahwa dia mampu menjadi seorang ibu dan seorang istri yang baik untukmu, jangan kau buat hatinya sakit lagi aku tak bisa melihat seorang Jo yang ceria menjadi seorang Jo yang pemurung"
"Kau jelaskan semuanya padanya, ingat pelan pelan tak usah dengan emosi, kau taukan perempuan itu jika dibentak akan gampang sakit hati dan akan lebih marah, jadi kau harus baik baik dengannya, aku tau itu semua jebakannya makannya aku ingin kalian berdua bersama lagi, bersama sama lagi "
"Maafkan aku Dre maafkan aku yang sudah menuduhmu yang tidak tidak, tolong maafkan aku ya, aku sungguh menyesal telah menuduh orang baik, seharusnya aku tak emosi dan mendengarkan dahulu cerita dari mu atau tidak dari Jo, maafkan aku sekali lagi "
"Ya aku mengerti, tapi ingat kau jangan gegabah kalau melakukan sesuatu, bisa saja itu akan menjadi bumerang untuk mu jadi hati hatilah, aku akan pergi, aku sudah selesai menceritakan apa yang perlu aku ceritakan padamu, tapi ingat pelan pelan jika ingin berbicara dengan Jo "
Andre segera pergi dari kantor Riyan dan berpapasan dengan Dini yang menatapnya dari bawah sampai atas, namun Andre hanya mendengus dan masuk kedalam mobil tanpa melihat kembali pada Dini yang terus menatapnya tanpa berkedip, apa tak perih itu matanya.
Setelah Andre benar benar pergi, baru Dini berjalan kembali dan masuk keruangan Riyan.
"Aku sudah mengusirmu dan juga mengusir atasanmu lalu ada perlu apa lagi kau Dini padaku "
"Apa kau yakin akan memilih istrimu "
"Kenapa memangnya, aku tak pernah bilang akan memilihmu, aku dari awal hanya menganggapmu teman kerja saja tak lebih, kau jangan berharap lebih, aku bodoh karena sudah terpancing oleh tipuan kalian berdua, aku sungguh bodoh dan aku akan selalu kembali pada istriku, jadi sekarang kau keluar dan jangan ganggu aku lagi apalagi sampai menganggu istriku "
"Dasar laki laki semuanya sama saja, kau dasar laki laki pengecut dan tak tau diri sudah bersenang senang denganku kau buang aku "
Dini yang marah langsung keluar sampai sampai membanting pintu ruangan Riyan.
**
Zeline segera menyimpan kopi dimeja kerja suaminya dna saat pergi, suaminya malah memegang tangannya, mau tak mau Zeline membalikan badannya dan berhadap hadapan langsung dengan sang suami
"Sayanf apakah kau masih marah denganku "
"Kenapa aku harus marah denganmu, memangnya apa yang kau lakukan sampai aku marah padamu mas "
"Tentang masalah kemarin malam, yang aku tiba tiba keluar dari kamar dan membuat Lucas menangis kembali, apakah kau lupa sayang "
"Jadi menurutmu, kau salah atau tidak melakukan tindakan seperti itu, apakah bagus menurutmu "
Liam dengan perlaham menarik istrinya lebih dekat kepadanya lalu memeluk perut sang istri dan menyandarkan kepalanya disana.
"Aku minta maaf sayang atas sikap ku yang kelabakan itu, aku sungguh menyesal aku tak bermaksud untuk membuat anak kita menangis atau membuat mu marah, aku entah kenapa tiba tiba saja emosi, jadi tolong maafkan suami mu ini yang egois dan tak mau mengerti posisi mu "
"Jadi bagaimana apakah kau memaafkan ku sayang, aku sungguh sungguh Minta maaf, kau jangan diam saja sayang, aku lebih baik kau yang marah marah padaku, dari pada kau yang diam saja seperti ini, aku tak mau didiamkan olehmu sayang, sungguh aku tak akan bisa "
"Aku tak sama sekali marah padamu mas, aku hanya kecewa dengan sikap yang kamu berikan apakah pantas kamu melakukan itu kenapa harus begitu mas, apakah kau tak bisa menutup pintu dengan pelan, kau taukan didalam ada anak kita yang sedang tidur jadi jangan sampai terganggu, tapi kenapa kamu dengan seenak jidat menutup pintu dengan keras tanpa memikirkan anak kita yang kaget dan terus menangis karena ulah mu mas "
"Iya aku menyesal sayang, sungguh aku menyesal maafkan aku, aku tak akan seperti itu lagi aku janji "
__ADS_1
"Aku tak perlu janji mas aku hanya perlu bukti, jika hanya janji janji saja untuk apa aku sama sekali tak butuh, Jika kau berjanji bisa saja kau tak menepatinya kan "
"Ya ya aku akan membuktikannya sayang, aku akan buktikan kalau aku tak akan seperti itu lagi padamu atau pun pada anak kita Lucas "
"Iya iya akan aku lihat perkembangannya sekarang lepaskan aku akan pergi kedapur dulu "
"Tapi benar ya kau maafkan aku sayang, kau tak marah lagi denganku "
"Aku sudah bilang mas aku tak marah, aku hanya kecewa padaku sudah itu saja, sungguh aku tak berbohong padamu "
"Baiklah berikan suami mu ini sebuah kecupan hangat "
"Baiklah lepaskan dulu "
Zeline segera menunduk mencium kening ,pipi kanan kiri, hidung mata dan yang terakhir bibir.
"Apakah sudah puas "
"Belum syaang, nantu teruskan lagi ya dikamar "
"Dasar kau mesum "
"Biarkan saja aku mesum pada istriku sendiri jadi itu tak masalah kan sayang "
"Entahlah "
Zeline segera pergi menutup pintu dan meninggalkan suaminya sendirian di ruangannya, mengerjakan semua tugasnya kembali, sekarang hati Liam sudah tenang dan tak ada fikiran lagi kalau tak akan diberi jatah oleh istrinya, istrinya sudah memaafkannya berarti nanti malam akan di beri jatah jadi harus segera cepat cepat mengerjakan tugasnya yang begitu menumpuk dan banyak sekali.
**
"Kakak habis pergi dari mana " tanya Jo yang kebetulan berpapasan dengan Andre.
"Biasa aku menemui Milla, ngobrol ngobrol ringanlah "
"Oh begitu apakah kakak sekarang akan membuka hati untuk perempuan itu "
"Antara iya dan tidak, entahlah aku masih pusing dan aku belum bisa melupakan Syifa dan mungkin aku tak akan pernah bisa melupakan Syifa sampai kapan pun Jo, aku tak akan bisa "
"Kalau kakak yakin ingin melupakan Syifa dan memulai dengan Mba Milla bisa asal kakaknya menang ada niatan berubah pasti semuanya akan baik baik saja dan berjalan dengan lancar aku jamin semuanya akan lancar kak "
"Iya Jo tapi niatan itu belum datang padaku, dan entah kapan akan datangnya sungguh aku masih ragu dan tak mau membuat hati perempuan lain sakit aku tak mau nantinya aku menganggap Milla sebagai pelampiasan saja. Aku akan membuka hati disaat aku sudah sepenuhnya pelukan Syifa Jo, semuanya tak ada yang tersisa didalam hatiku iini "
"Benar juga apa kata kakak, yang ada nanti kasian ya sama perempuannya, pokoknya kak harus semangat ya buat lupain Syifa kalau memang Syifa udah gak bisa kakak gapai lagi, jodoh gak akan kemana, kalau Syifa jodoh kakak pasti akan balik lagi deh sama kakak "
"Iya Jo, kakak sekarang hanya akan ikutin alurnya saja, kakak hanya akan menjalankannya saja, kakak bukannya lelah mengejar Syifa namun kakak ingin memberikan dia waktu untuk memperbaiki hatinya yang sudah kakak hancurkan sampai dia pergi ninggalin kakak "
"Mungkin ini pelajaran dari tuhan karena kakak sudah menyia nyiakan orang yang paling mencintai kakak dan menerima kakak apa adanya, kakak terima semua hukuman yang diberikan tuhan pada kakak ini "
"Baiklah kakz pokoknya semangat untuk mengapai hidup yang lebih baik ya "
"Iya kamu pun Jo, harus sama perbaikilah hubungan kalian berdua, kakak yakin ini hanya salah faham saja karena didalam kehancuran rumah tangga kalain ada dalangnya yang mempermainkan semua permainan gila ini, jadi kamu jangan terkecoh dan mengambil keputusan yang gegabah
__ADS_1