Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Bertemu pacar Jovanka


__ADS_3

Jovanka mencari Zeline kemana-mana ga ada, padahal kan dia tadi sama-sama saat melihat kejadian perempuan itu terbunuh, sudah dicari kemana-mana tak ada, dikelas pun sama , yang ada hanya tasnya saja, masa sih dia pulang tanpa pamitan dan ga dibawa tasnya masa iya lupa anehkan. Yasudah lah aku bawa saja tasnya.


Hari ini Jovanka dijemput oleh pacar kesayangannya yeyy senang sekali, Jovanka celigak-celiguk mencari mobil pacarnya ko ga ada ya apa ga jadi jemput ya huhh kesel deh, tapi tiba-tiba ada yang memeluknya dari belakang dengan refleks Jovanka menonjoknya menendangnya dan dia pukul dengan tas Zeline " hey lelaki mesum berani-berani ya lo peluk gue rasain nih rasain"


"Aduh-aduh sayang ini aku Riyan pacar kamu kesayangan kamu ih " kesal Riyan yang dipukuli.


" Kamu sih tiba-tiba peluk aku ya kan jadi aku pukuli" jawab Jo membela dirinya.


"Sakit tau liat ni liat wajah tampan aku jadi jelek kan sekarang liat-liat" Jovanka yang melihatnya merasa jengah padahal kan tidak apa-apa dasar lebay tapi gapapa deh kan sayang hehehe.


"Ulu-ulu mana yang sakit mana sini biar bebeb obatin mana cini-cini" ucan jovanka


"ini cayang yang sakit ini" sambil menunjuk semua wajah tangan,punggung dan perutnya.


Dielusnya tangan dan perut pacarnya itu dan dikecupnya seluruh wajah nya kecuali bibirnya ya, karna mereka berdua sudah membuat janji jangan sampai melewati batas.


Sesudah beres drama mereka itu, merekan pun pulang dan Jovanka dari tadi sibuk terus dengan handphonenya, Jo sangat kwatir dengan Zeline dari tadi ditelfon ga diangkat padahalkan berdering kemana sih dia. Riyan yang hanya menegok sekilas lalu bertanya kepada Jo "sayang kenapa sih dari tadi kamu fokus terus sama handphone kamu itu, ada apa sih disana ".


"Ih ini loh sayangku Zeline tuh ngilang tau ga, padahal daritadi sama aku, dikelas tinggal tasnya aja terus aku telfonin juga ga diangkat aku takut terjadi apa apa sama dia"

__ADS_1


"Mungkin dia pulang terlebih dahulu sayang, mungkin ada keperluan atau apa gitu dan dia ga sempat kasih tau kamu" ucap Riyan tanpa menoleh.


"Iya aku tau tapi ga biasanya Zeline kaya gini yang. Kamu tau sendirikan Zeline pasti kalau kemana-mana bilang kalau mau pergi kalau lagi sama aku " makin kwatirnya Jo. Riyan pun tak menjawab lagi dia fokus saja nyetir deh.


Dicobanya ditelfon sekali lagi tapi ga ada respon, kemana sih Zeline namun tiba-tiba ada wa masuk cepat-cepat di buka oleh Jo dan ternyata Zeline.


Zeline my bestie


Jo maaf aku ga bilang pulang sama kamu tadi, aku buru-buru Jo aku juga sampai lupa tas aku ketinggalan di kelas.


Me


Nanti jangan kaya gitu lagi ya Line, aku tuh kwatir tau sama kamu, tas kamu tenang aja udah aku bawa ko.


Dilain sisi ternyata yang mengirim pesan itu bukan Zeline yang mengirim Liam karna dia sangat terganggu dengan suara bising yang dihasilkan oleh handphone Zeline .


Zeline masih nyenyak tak terganggu sama sekali, Liam sedang fokus menyelesaikan pekerjaanya yang tertunda gara-gara wanita sialan itu.


***

__ADS_1


Untuk kasus yang terjadi tadi tidak diselidiki lebih lanjut karna kekuasaan Liam, Liam memanfaatkannya, agar ditutup kasusnya itu. Baginya itu mudah.


Akhirnya pekrjaanya selesai juga, Loam tidak tega jika harus membangunkan wanitanya itu, digendongnya Zeline dibawa kemobilnya yang tidak jauh dari ruangannya.


Sampai dijalankan mobil pun Zeline tak bangun dasar ya anak ini bagaimana jika dengan laki-laki lain pasti sudah di apa-apa in. Liam pun dengan fokus menjalankan mobilnya kerumah Zeline .


Akhirnya sampai, pelan-pelan ditepuk-tepuknya wajah Zeline agar tidak kaget saat bangun " sayang bangun hey ini udah sampai rumah kamu"


Zeline yang merasa ada yang menepuk-nepuk pipinya lalu seketi bangun saat matanya itu bertatapan dengan mata Liam dia kaget dan memelototkan matanya, kenapa dia bisa bersama lelaki ini Zeline ingat-ingat lagi sambil mengerutkan dahinya dan dia ingat tentang kejadian tadi, buru buru Zeline ingin membuka pintu tapi dikunci.


"Tolong buka pintunya aku ingin masuk kerumah, pasti orang tuaku sudah menunggu " cicit Zeline dengan ketakukan.


Liam hanya terkekeh dan klik terbuka. Zeline buru-buru kabur dia takut diapa apain sama lelaki psikopat itu, Zeline tidak mau menjadi korban selanjutnya, Liam membiarkan Zeline keluar dengan tidak menahan nahannya biar lah Liam pun sudah lelah ingin cepat cepat pulang.


****


Saat Zeline membuka pintu rumahnya ternyata tidak terkuci dan ada ibunya yang setia menunggunya sedang duduk diatas shofa dengan cemas dan saat melihat ada yang membuka pintu dia sangat lega ternyata itu anaknya "Zeline kamu kemana aja ibu telfonin ga diangkat ini udah hampir jam 10 na kamu kemana"risau ibu nya Zeline.


Zeline pun merasa bersalah atas kejadian ini, didekatinya sang ibu dan dipeluknya sang ibu sambil berkata"maaf kan aku bu, tadi ada belajar tambahan bu dikampus dan aku lupa mengabari ibu" bohong Zeline, Zeline tidak mau kalau ibunya tau perilah Liam.

__ADS_1


"Yasudah na sekarang kamu masuk kamar dan istirahat ya " ucap ibu Zeline sambil mengelus kepala Zeline dengan sayang.


Zeline hanya menganggukan kepalanya dan pergi kekamarnya itu. Cepat-cepat dia membersihkan diri dan sudah selesai, cepat- cepat membaringan dirinya dikasur yang empuknya itu, Zeline sampai sekarang masih memikirkan bagaimana nasibnya ini kenapa dia harus bertemu dengan lelaki itu kenapa disaat cintanya pergi laki-laki ini datang kembali dan harus pergi kemana lagi Zeline.


__ADS_2