Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Masih pertengkaran yang sama


__ADS_3

Zeline segera membuka pintu ternyata itu Jo "Jo kamu kenapa ada apa "


Jo langsung memeluk Zeline dan mengangis, dia tak tau harus pergi kemana lagi selain pergi kerumah sahabaynya, dia tak tau harus pergi kemana lagi.


"Udah ayo masuk dulu yu, ayo masuk "


Jo segera melepaskan pelukannya dan langsung masuk kedalam rumah, Zeline segera menutup kembali pintu rumahnya, Bi Sari yang juga terbangun segera pergi kedapur dan membawa minuman serta cemilan.


"Kenapa ayo cerita ada apa sebenernya "


"Aku binggung "


"Kenapa binggung kenapa, apa yang terjadi "


"Mamih aku, mamih "


"Kenapa sama mamih kamu, "


"Dia berantem sama Riyan dan beginilah akhirnya "

__ADS_1


"Hah kok bisa sih coba kamu ceritain "


Flasback on


Jo yang baru pulang bekerja tak langsung masuk, dia melihat sang suami yang sedang berseteru dengan sang ibu.


"Riyan ini baru pulang mih kenapa sih mami selalu aja pojokin Riyan supaya Jo gak kerja, dia yang mau kerja sendiri masa Riyan harus larang-larang dia terus kurung Jo d dalam rumah gak mungkin kan yang ada Jo malah setres. Riyan mau kebebasan buat Jo agar dia nyaman Riyan tahu Jo lagi hamil tapi kan dia juga bisa jaga kandungannya dan Riyan juga selalu awasi dia kok, Riyan selalu telepon dia tanyain keadaannya gimana, kerjaannya Riyan gak lepas tanggung jawab gitu aja Mih "


"Ya tetep aja kamu salah seharusnya kamu tuh sebagai suami bisa atur istri kamu supaya dia gak kerja, emang kamu kasih istri kamu berapa sih sampai-sampai dia harus kerja gak cukup ya uang yang kamu beri sama dia sampai-sampai anak saya harus kerja, dia tuh lagi hamil kalau dari dulu tahunya gini anak saya bakal kerja lebih baik saya tidak menikahkan kamu dengan Jovanka lebih baik dia menikah dengan laki-laki yang lebih kaya lagi dari kamu"


"Saya tahu mih kalau saya tidak sekaya Mamih, kayak keluarga Mami tapi setidaknya saya mampu menafkahi Jovanka saya membebaskan Jovanka agar dia nyaman hidup bersama saya tidak terkekang sama sekali, kenapa saya membiarkan dia bekerja agar dia tidak jenuh di rumah terus, dia juga tahu batasannya dia juga bisa jaga kandungannya mih, kerjaannya pun gak bolak-balik naik tangga kok dia duduk mih, nanti juga setelah kandungannya besar Jovanka akan keluar dari pekerjaannya, bisa tidak mih sekali jangan ikut campur rumah tangga saya dan juga Jovanka "


"Kamu ingin membuat istri kamu nyaman tidak salah dengar saya. Jika kamu ingin membuat istri kamu nyaman kamu tidak usah mengizinkan dia bekerja beri saja dia uang yang banyak dia pasti akan belanja kesana kemari dan dia akan merasa nyaman, saya wajar ikut campur karena saya orang tuanya Jovanka kalau saya orang lain baru saya tidak wajar ikut campur urusan rumah tangga kalian"


"Ya maka dari itu saya tau bagaimana anak saya, kamu jangan sok tau ya tentang apa yang Jovanka mau, kamu tidak tidak tau apa apa, kenapa saya ikut campur karena saya mau anak saya bahagia tidak seperti ini, tidak seperti bersama mu yang malah kesusahan dia bekerja, bekerja muak saya memberitahu kamu "


Riyan menghembuskan nafasnya dan langsung pergi keluar rumah, Jo langsung memegang suaminya, Riyan langsung menatap Jo.


"Aku mau tenangin dulu diri dulu Jo, kamu di sini aja sama ibu kamu biar dia gak repot cari-cari kamu nanti , aku gak mau kelepasan nantinya, lebih baik aku pergi aja kamu ikutin apa kata-kata ibu kamu, aku udah tahan-tahan biar gak emosi tapi tetep aja dari kata-kata ibu kamu yang kayak gitu aku gak bisa tahan, aku juga punya harga diri kamu di sini aja sama ibu kamu ya. Nanti dia marah-marah lagi kalau aku bawa kamu"

__ADS_1


"Enggak aku mau ikut kamu aja, kamu itu suami aku kenapa aku harus tetep di sini, sekarang tanggung jawab aku tuh udah jatuh sama kamu Riyan kenapa kamu tiba-tiba tinggalin aku. Aku ini istri kamu loh"


"Iya aku tahu kamu istri aku, aku bertanggung jawab atas kamu tapi Ibu kamu sekarang ikut campur tentang rumah tangga kita , dia pasti akan marah saat aku membawa kamu pergi begitu saja , jadi lebih baik kamu diam saja di sini bersama ibumu jangan ikut aku karena yang ada nanti aku akan makin marah dan makin emosi aku ingin menenangkan diriku dulu Jo kamu mengerti ya"


Riyan langsung melepaskan tangan sang istri dan mengecup keningnya, Jo yang kesal menghampiri ibunya "kenapa mih harus kayak gini "


"Apa yang kayak gini "


"Kenapa mamih harus bilang kayak gitu sama Riyan, kenapa sih mih udah dong mih, ini malah bikin aku stres lo, aku makin stres mih kalau gini terus, mamih tolong biarin aku sama Riyan atur rumah tangga kita , aku nyaman hidup seperti ini, aku nyaman bekerja dan Riyan sama sekali gak suruh aku bekerja, aku yang pingin mih, Riyan juga kasih uang banyak sama aku, aku sama sekali gak kekurangan uang mih, setelah Riyan pergi kayak gini gimana "


"Ya udah dia pergi ya udah biarin aja kalau dia emang pedulu sama kamu, dia bakal balik lagi sama kamu, dan kamu jangan cari dia, lebih baik kamu istirahat dan jaga kandungan kamu dengan baik, jangan memikirkan lelaki tak tau diri itu dan tak bertanggung jawab "


"Iya semua itu terjadi karena mamih, lebih baik aku cari suami aku dari pada sama mamih disini "


Jo langsung pergi meninggalkan mamihnya, bahkan sang mamih sudah berteriak teriak namun Jo sama sekali tak mendengarkannya dia berjalan terus meninggalkan mamihnya.


flasback off


"Gini Line ceritannya, bahkan Riyan aku telfonin gak diangkat aku khawatir takut dia kenapa napa "

__ADS_1


"Kamu lebih baik istirahat ingat kamu lagi mengandung, aku jamin kok, kak Yan pasti akan kembali lagi sama kamu, ayo aku temenin kekamar ya, biar kita bicarain lagi besok "


Jo mengangguk dan Zeline segera memapah Jo untuk pergi kekamar yang sering dia gunakan.


__ADS_2