
Tora sudah ada dirumah sakit dia langsung saja masuk tanpa menghiraukan Riyan dan Willy yang ada di luar tanda "Hey siapa itu yang tiba-tiba saja masuk, aku belum melarangnya, ayo lebih baik kita masuk juga, ayo ayo "
"Dari tadi napa " gerutu Riyan
Riyan langsung menghampiri sang istri dan memeluknya " sayang apa kau baik-baik saja"
"Aku baik baik saja baby, lihat Zeline yang parah "
"Iya tapi kalian harus bersyukur karena kalian selamat. Apakah benar Liam selingkuh " bisik Riyan
"Tidak itu tidak benar hanya salah Faham saja " bisik Jo kembali.
"Airin " teriak ibunya
Airin langsung memeluk sang anak dengan erat tak mau sampai kehilangan Airim kembali.
"Tuan nyonya maafkan saya karena telah membuat kalian berdua malah menjadi salah sangka terutama pada nyonya saya sungguh minta maaf karena membuat nyonya malah berpikiran yang tidak-tidak tentang tuan, saya berkata jujur ini bukan istri tuan ini istri saya, tuan tidak selingkuh dengan siapa-siapa Nyonya jadi tolong maafkan saya maafkan Airin dan juga maafkan kelalaian saya"
"Untuk sekarang istri saya tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa, silakan kamu bawa istri kamu ini dan jika kamu melakukan kesalahan satu Kali saja, aku tidak akan memaafkan mu, untuk kali ini aku akan memaafkanmu tapi untuk kesalahan yang lain aku tidak akan memafkan mu "
"Terima kasih tuan atas kemurahan hatimu. Saya permisi dulu untuk mengantar Airin dan ibunya pulang"
Liam tak menjawab hanya fokus menatap istrinya, lalu Tora berpamitan pada yang lainnya dan pergi.
"Aku ingin pulang "
"Tapi kok belum sembuh sayang"
"Aku bilang aku mau pulang mas ada Lucas yang menunggu aku"
" Baiklah aku akan berbicara dulu pada dokter kau tunggu di sini"
Zeline tak menjawab membelangi Jo dan yang lainnya, Riyan dan Willy keluar, lalu Jo berjalan kearah sahabatnya " Lebih baik kau dirawat dulu saja di sini, kau belum baik-baik saja"
"Tidak bisa Jo pasti Lucas mencariku dia pasti menangis mencari keberadaanku, jadi aku tidak bisa diam di sini terus menerus lebih baik aku di rawat jalan saja .Apakah kau akan pulang sekarang"
__ADS_1
"Iya aku pulang sekarang apakah kau tidak apa-apa aku lebih dulu pulang"
"Tidak apa Jo, maafkan aku yang telah membawa-bawa mu dan malah membuat dirimu celaka. Aku sungguh minta maaf kalau saja aku tidak memaksakan untuk menyetir semua ini tidak akan pernah terjadi kecelakaan ini tidak akan terjadi, dan aku yang tidak curiga pada suamiku sendiri"
"Jangan meminta maaf seperti itu, aku akan selalu ada di sampingmu aku akan selalu bembantu, mau kau salah atau tidak, wajar kau seperti itu karena suami mu berubah dengan cepat dan tanpa alasan, aku mengerti semuanya, kau jangan menyalahkan diri sendiri, aku pulang dan besok aku akan menemui kembali "
"Hati-hati Jo dijalannya "
"Iya Line "
Setelah Jovanka pergi ruangannya langsung hening hanya ada dirinya seorang diri, Zeline masih melamun dan memikirkan tentang kejadian tadi saat suaminya membawa perempuan itu.
"Sayangg "
Zeline langsung mengalihkan pandangannya dan menatap suaminya " kamu sudah boleh pulang tapi harus rawat jalan apa tidak apa-apa"
"Itu tidak masalah yang terpenting aku bisa bertemu dengan anak ku "
Liam mengangguk dan memangku istrinya membawannya keluar dari rumah sakit dan pergi begitu saja tanpa ingat Willy.
**
"Mereka tidak marah pada kalian, mereka marah padaku karena telah menyembunyikan kalian dan menikah begitu saja dan akhirnya membuat Nyonya salah sangka dan menuduh Tuan selingkuh di belakangnya"
"Sepertinya aku dan ibu kembali saja ke rumah dulu ke rumah Ibu dulu , aku tidak mau ada perselisihan lagi aku tidak mau istri dari Tuanmu itu malah mendatangiku lagi dan marah-marah padaku"
"Itu tidak akan pernah terjadi Nyonya sudah tahu kebenarannya dia tidak akan mendatangimu lagi. Jadi kau tenang saja diamlah di sana tak usah banyak bicara aku yang akan mengatur semuanya jika harus pindah nanti aku yang mengurus semuanya, kalain hanya perlu diam saja, tak usah banyak tingkah "
Airin langsung diam tak mau berdebat dengan Tora selama ini dirinya selalu saja berdebat kalau saja dia tak mengandung anak Tora tidak akan seperti ini dan dirinya juga takkan bertahan dan menikah Siri dengan dia.
**
Zeline dan Liam sudah sampai dirumah, bahkan Zeline sudah ada didalam kamarnya dengan Bi Sari yang menemaninya sedangkan Liam pergi mengambil sang anak.
"Nyonya kenapa bisa jatuh, apa yang sakit nyonya "
__ADS_1
"Tidak apa apa bi, aku baik baik saja hanya luka kecil saja bi, untung saja aku masih selamat "
"Pantesan den Lucas nangis terus, bantinnya terkontak sama nyonya, makannya saat nyonya pergi den Lucas tak mengizinkannya mungkin dia sudah mempunyai firasat nyonya "
"Iya mungkin bi, apakah bibi mau mengambilkan aku minum "
"Tentu saja Nyonya aku akan mengambilkannya "
Bi sari segera pergi kedapur untuk mengambil minum, sedangkan Zeline kembali melamun, memikirkan semua apa yang terjadi pada dirinya, dirinya sudah salah pada sang suami.
Menuduhnya dan juga menghina orang lain, kata katanya sungguh tak pantas, seharusnya dirinya tak usah gegabah seperti itu, langsung pergi dan melabrak orang lain serta menghinanya.
**
"Maafkan aku menganggu kau malam malam seperti ini, aku ingin mengambil Lucas terimakasih telah membantu ku untuk menjaga Lucas Andre "
"Tidak usah sungkan, bagaimana dengan Zeline apa dia baik baik saja "
"Tentu dia luka luka dan seharusnya dia masih dirawat dirumah sakit tapi dia ingin pulang ingin bertemu dengan Lucas, jadi aku membiarkannya dan biar nanti aku menyuruh dokter datang kerumah dan mengurusnya disini, sungguh sulit sekali membujuknya untuk diam dirumah sakit, apa lagi sedang marah begini "
"Baiklah rawat istrimu dengan baik, jangan ada yang disembunyikan, aku tau kau ingin memberikan kejutan tapi sewajarnya saja jangan sampai pulang malam dan membuat istrimu curiga "
"Iya aku salah karena melakukan itu, aku akan mencoba untuk memperbaiki semuanya, apakah Lucas tidur "
"Iya tadi dia terbangun ingin makan lalu kembali tidur, tunggu sebentar aku akan mengambilnya dulu ya "
"Baiklah "
Andre pergi kedalam kamar dan tak lama kemudian datang bersama Andre dan masih tertidur, Liam dengan perlahan mengambilnya "aku pulang terimakasih "
"Iya Liam sama sama nanti aku dan Syifa akan menengok keadaan Zeline, ingat jangan gegabah lagi, jangan membuat istrimu curiga "
"Iya pak guru, aku akan pulang dulu "
"Baiklah baiklah sana sana pulang "
__ADS_1
Liam langsung melengos dan pergi dari rumah Andre untuk menemui sang istri.