Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menunggu paman Andre menciumnya


__ADS_3

Namun perasaan Andre tiba-tiba tak enak, bergegas dirinya mencari keberadaan Syifa dikamarnya. Namun saat pintu dibuka kamar itu kosong tak ada siapa-siapa dimana Syifa sebenarnya.


Andre lalu mengecek satu persatu ruangan yang ada dikamar ini, namun nihil tak ada Syifa, kosong dan tak ada tanda-tanda kalau ruangan ini ada orangnya. Anak itu menyusahkan saja disuruh pulang malah menghilang dan merajuk seperti ini kebiasaan. Awas saja nanti kalau sudah bertemu akan dirinya marahi habis-habisan karena membuatnya khawatir.


Segera Andre bergegas pergi keluar dan menaiki mobilnya untuk mencari keberadaan Syifa, sebelumnya Andre sudah mengecek handphonenya, ya dulu dia pernah memberi kalung pada Syifa saat ukang tahun Syifa yang ke 15 tahun dan didalam kalung itu ada sebuah jps yang segaja dirinya pasang tadinya cuman iseng namun sekarang berguna.


Ternyata anak itu masih menggunakan kalung pemberiannya padahal sudah lumayan lama kalung itu dan jpsnya masih berfungsi dengan baik ternyata.


Syifa masih ada disekitar kantor milik Liam, Andre segera membawa mobilnya kesana dengan mengebut tak memperdulikan pegendara lain yang memarahinya, karena ugal-ugalan dijalan yang terpeting sekarang adalah menyelamatkan Syifa dirinya sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan anak kecil itu..


Dia yang bertanggung jawab atas diri Syifa saat kedua orang tuanya tak ada dan dia baru saja melakukan hal bodoh membiarkan Syifa pergi sendirian dan tak mencarinya saat Syifa tak ada.


Karena sebuah pekerjaan dirinya bisa sampai melupakan anak kecil itu dan membiarkannya pergi saat waktu akan segera malam dan bodohnya lagi dirinya malah sempat-sempatnya makan dan melakukan hal yang lainnya terlebih dahulu.


Andre terus saja mempercepat laju mobilnya dan menerobos semua lampu merah yang ada. Tak memperdulikan keselamatannya sendiri yang bisa-bisa saja celaka.


***


Sedangkan Syifa sedang berlari dengan sekuat tenaga, pakainnya sudah combang cambing tak berbentuk lagi pakaian. Dirinya tadi menedang satu persatu ***** laki-laki mesum itu dan sedikit mengelabui mereka semua untungnya berhasil.


Dibelakang sana ketiga laki-laki itu masih mengejarnya mereka masih tak membiarkan dirinya untuk pergi, sekarang dirinya harus lari kemana lagi, sedangkan untuk menemukan jalan keluar saja dirinya tak tahu.

__ADS_1


Ya tuhan tolong aku, aku sudah tak sanggup lagi untuk berlari kakiku sudah sangat sakit dan lelah sekali sebentar lagi pasti aku akan tertangkap oleh ketiga laki-laki mesum ini dan hancur lah masa depannya ini.


Andre segera memarkiran mobilnya di depan gerbang kantor, berlari kearah jps yang ada dikalung Syifa, namun sekarang Syifa sudah pergi dari tempat itu dan Andre kesulitan untuk mencarinya.


Andre terus saja berlari memasuki gang-gang sempit serta kumuh, kenapa Syifa bisa sampai masuk kedalam gang ini. Dirinya saja baru tahu kalau didekat kantor ada gang kecil seperti ini.


Saat dipertigaan tiba-tiba Andre menabrak seseorang "Syifa " teriak Andre sambil membangunkan Syifa yang terjatuh karena menabraknya, Andre langsung memeluk Syifa dengan erat, tubuh Syifa mengigil karena ketakutan serta dekil.


"Paman aku takut " teriak Syifa sambil mempererat pelukannya kepada pamannya dan menangis sesegukan. Akhirnya dia bertemu dengan pamannya dia kira pamannya tak akan sudi untuk mencarinya sampai sejauh ini.


Ketiga laki-laki itu berhenti melihat pemandangan yang sedang berpelukan "wah wah ada pahlawan kesiangan ternyata " ucap salah satu laki-laki diantara mereka.


"Lepaskan perempuan itu dia adalah milik kami, kalau kau ingin berbagilah dengan kami " ucap laki-laki yang kedua sambil tertawa terbahak-bahak.


Baru saja beberapa langkah Andre maju Syifa sudah memegang tangan Andre dengan erat mengelengkan kepalannya agar pamanya tak usah menghajar preman itu. Biarkan saja mereka dan pergi saja dari sini, dirinya sudah sangat takut sekal.


Segera Andre menghampiri Syifa kembali dan mencium keningnya menatap mata Syifa dengan lekat seperti mengatakan semuanya akan baik-baik saja kau hanya diam menunggu aku disini.


"Wah kita malah jadi menonton drama teman-teman " ucap pria ketiga.


Andre yang sudah sangat marah sekali lalu berlari kearah mereka bertiga menendang laki-laki pertama dan menghajarnya dengan membabi buta, laki-laki kedua lalu membantu temannya yang sedang dihajar terjadilah perkelahian satu lawan tiga sekaligus.

__ADS_1


Andre berdiri dengan nafas tak beraturan menendang satu persatu laki-laki mesum itu "awas saja kalau kalian beradi menganggu adikku " teriak Andre.


Mereka bertiga kalah oleh Andre, untung saja dirinya ini pernah meminta tolong pada Liam untuk mengajarkannya bela diri dan sekarang ternyata berguna.


Segera Andre pergi dari sana meninggalkan laki-laki itu dengan banyak luka dan lebam. Dihampirinya Syifa lalu dipangkunya Syifa dengan refleks Syifa mengalungkan tangannya di leher paman Andre.


Syifa sangat senang, bisa sedekat ini kembali dengan paman Andre, untung saja paman Andre menolongnya kalau tidak sudah lah masa depannya akan hancur dan dirinya tak bisa mewujudkan mimpinya untuk menikah dengan paman Andre.


Namun tadi dirinya sangat kecewa saat paman Andre menyebutnya sebagai adiknya, dia kira paman Andre akan menyebutnya sebagai wanitanya pacarnya atau apalah.


Syifa yang galau segera menyenderkan kepalanya didada paman Andre yang hangat mencoba melupakan tentang kata-kata paman Andre yang menyebutnya hanyalah seorang adik saja.


Sebentar lagi kata itu akan berubah, sebentar lagi dirinya akan bisa membuat hati paman Andre luluh dengan segala bujuk rayunya. Dirinya tak akan menyerah sampai bisa mendapatkan paman Andre.


Akan berjuang sampai darah titik penghabisan, tak akan menyerah pokoknya dirinya tak akan kalah dengan perempuan-perempuan yang nantinya akan mendekati paman Andre, sebelum itu terjadi dirinya akan menghalangi perempuan-perempuan itu untuk mendekati pamannya. Jangan remehkan anak kecil ini. Kecil-kecil begini dirinya hebat kok.


Padahal tadi dirinya sudah baper karena paman Andre mencium keningnya, ini untuk yang pertama paman Andre menciumnya. Tak akan dia cuci ah keningnya ini agar terasa terus bibir paman Andre di keningnya. Tapi apa tak akan jerawatan ya nantinya.


Segera Andre dibantu oleh pak satpam untuk membantunya membuka pintu mobil lalu memasukan Syifa kedalamnya, setelah itu segera menutup pintunya dan berterimakasih kepada pak satpam karena telah membantunya.


Andre masuk kedalam mobil, ni anak sabuk pengaman belum dipakain dengan inisiatif Andre mendekati Syifa dan sekarang mereka berdua sedang saling tatap. Sampai-sampai Syifa bisa mengirup nafas paman Andre yang wangi.

__ADS_1


Syifa yang kaget hanya diam, menatap wajah paman Andre yang makin tampam saja. Syifa langsung memejamkan kedua matanya dan memanyunkan bibirnya menunggu paman Andre untuk menciumnya. Rasanya sudha tak sabar.


__ADS_2