
Liam yang sudah selesai dengan kegiatannga segera pulang tanpa membersihkan dirinya terlebih dahulu, karena memang sudah terlalu lelah untuk melakukannya, dan ingin segera pulang menemui sang istri.
Selama perjalana Liam hanya fokus saja kearah jalan dan tak melihat kemana mana lagi, padahal wajahnya penuh dengan cipratan darah.
Diparkirkannya mobilnya itu, lalu dengan tergesa gesa masuk kedalam rumah. Dan pergi kekamarnya ternyata sang istri belum tidur.
"Mas kamu kenapa darah semua, ada apa sama kamu, wajah kamu penuh sana darah dan juga pakian kamu juga " tanya Zeline yang khawatir.
"Hah darah, darah sayang"
Liam segera pergi kearah cermin dan melihat wajahnya yang memang penuh dengan cipratan darah dasar teledor. Kenapa bisa begini.?
"Kok kamu kaya yang kaget gitu mas, apa bener dugaan aku kamu bunuh orang lagi dan minta kak Andre buat bohonh sama aku mas, apa bener omongan aku"
"Ini aku, syaang ini tuh aku darah dari "
"Jujur mas, aku gak mau ada kebohongan baru lagi, aku udah bilang aku gak suka kamu bohong sama aku, karena dari kebohongan itu bisa membuat kebohongan baru lagi"
"Iya aku membunuh orang lagi, maafin aku sayang aku gak ada maksud buat bunuh orang " dengan wajah memelasknya
"Tapi kamu udah buat kak Andre bohong sama aku, berarti kamu udah merencanakan pembunuhan ini kan, bukan gak ada maksud gak akan bunuh orang, tapi ini udah terencana "
"Ya karena aku gak mau kamu tau sayangg. Aku sama sekali gak ada maksud buat bohongin kamu, aku bunuh dia juga ada alasannya , aku gak rencanain ini sama sekali sayang gak sedikit pun , "
"Alasan apa mas, alasan apa lagi yang harus aku dengar "
"Dia udah rayu aku dan dia juga mau hancurin rumah tangga kita, aku gak mau nantinya malah ada salah faham diantara kita, sama kaya Jo dan juga Riyan. Aku gak mau, karena perempuan itu sama dengan yang merayu Riyan. Makannya aku bunuh aja dia dari pada ganggu aku dan nantinya bikin kau salah faham, dia itu perempuan licik dan gak panten hidup"
"Udahlah mas kamu bersihin aja darah darah ini, setelah itu tidur, aku tau kamu cape kok, pasti pengen cepet cepet istirahat, makannya lupa bersih bersih dulu"
"Sayangg"sambil memeluk istrinya.
__ADS_1
"Lepasin mas, ini tuh bau anyir, kamu udah sana mandi aja dulu "
"Kamu marah sama aku sayang "
"Menurut kamu aku marah gak ? "
"Maafin aku, aku gak bermaksud kok sayang, aku cuman pengen jaga rumah tangga kita tanpa ada gangguan sedikit pun, aku mau kita selalu bersama sama itu aja gak lebih kok"
Liam dengan lesu segera melepaskan pelukannya, dan pergi kekamar mandi, sedangkan Zeline binggung harus melakukan apa, karena memang ya sudah binggung harus apa, suaminya tak pernah bisa berubah tentang yang satu itu, lalu dirinya harus apa, menerimannya atau mengubah suaminya dan mengekang suaminya ?
Zeline segera menyiapkan pakaian suaminya, lalu pergi untuk tidur, untuk memikirkan pilihannya, apa yang harus dirinya lakukan.
Liam yang sudah selesai dengan kegiatannya segera keluar dari kamar mandi. Memakai pakaian dari istrinya yang sudah disiapkan tadi, dengan perlahan ia mendekati Zeline dan hanya mengusap rambutnya sebentar lalu pergi keluar dari kamar meninggalkan sang istri sendirian.
Liam sekarang duduk sendirian di taman, menyalakan rokoknya dan merenung tentang kesalahannya. Selalu saja Ini masalahnya tentang kepribadiannya yang selalu ingin membunuh.
Karena ya memang dirinya melakukan ini untuk melindungi rumah tangganya. Memang awalnya tidak ingin membunuh orang lagi, akan berubah, tapi rntahlah selalu saja tergiur jika ada orang yang menggodanya.
Zeline tiba tiba saja terbangun, ingat pada suaminya, melihat ke samping tapi suaminya tak ada, segera bangkit dan melihat keluar jendela ternyata suaminya di taman.
Seharusnya dirinya tahu dan mengerti mungkin saja suaminya sulit untuk menghilangkan itu, dia kan sudah janji akan menerima kekurangan dan kelebihan suaminya.
Tapi kenapa malah jadi gini sekarang, dia jadi egois ingin merubah semua yang ada dalam diri suaminya. Tapi itu demi kebaikannya juga kan, bukan untuk orang lain.
Dengan tergesa-gesa Zeline segera turun dan menghampiri suaminya yang masih melamun, sambil menghisap rokoknya. Zeline duduk dan membuang rokok itu.
"Sayang kenapa kamu di sini, kenapa kamu nggak tidur" Zeline segera menyenderkan kepalanya dan memeluk tangan suaminya.
"Aku egois ya Mas, karena membuat kamu berat dengan aku yang nggak suka dengan kamu yang suka bunuh orang "
"Nggak kok kamu nggak egois, seharusnya aku berubah kan. Aku udah berumah tangga, aku udah punya anak. Seharusnya aku berubah kan sayang "
__ADS_1
"Tapi aku terlalu mengekang mas untuk berubah menjadi yang aku mau . Aku mau bertanya apakah mas mau berubah menjadi apa yang aku mau ?. Kalau mas belum siap aku tak akan memaksanya karena aku tak mau mas terbebani dengan apa yang aku mau. Mulai sekarang aku ingin mas jadi diri sendiri. Tapi ingat jangan terlalu bebas untuk membunuh orang karena itu dosa kan mas tahu kan itu dosa, tapi aku pun tak mau membuat mu menjadi takut dan malah berbohong jadinya sama aku"
"Iya sayang memang sulit untuk berubah apa yang kamu mau, tapi mas akan berusaha, sungguh sulit merubah yang satu itu, karena sudah mendarah daging dari dulu sayang, aku tak bisa merubahnya dengan sekejap aku perlu waktu. "
"Iya aku tahu mas perlu waktu, dan itu tak sebentar kan tapi aku tak suka mas berbohong padaku. Aku nggak suka kalau kamu bohong. Aku akan selalu menunggu mas berubah menjadi orang yang lebih baik. Dan bisa menghilangkan ketertarikan Mas untuk membunuh. Aku tak akan membuat Mas terkekang kembali karena kemauan ku yang ingin ma langsung berubah menjadi lebih baik. Jadi maafkan aku ya Mas aku egois mau menang sendiri. "
"Aku juga minta maaf sama kamu sayang, karena aku nggak bisa langsung berubah dengan apa yang kamu mau, tapi aku janji aku akan berubah untuk diri aku sendiri, untuk kamu dan untuk anak-anak kita nantinya. Akupun tak akan berbohong lagi padamu aku sungguh minta maaf"
"Ya mas, aku akan tunggu perubahan kamu sampai kapan pun dan aku akan selalu setia ada di samping kamu "
"Makasih sayang aku ngelakuin ini pun untuk menjaga keutuhan rumah tangga kita. Aku tak mau rumah tangga kita rusak oleh orang lain. Aku nggak mau kamu tinggalin aku dan aku nggak suka perempuan yang menggoda ku, "
" Iya Mas aku tahu, kamu nggak mau bikin aku sakit hati. Aku memang nggak salah pilih kamu buat jadi suami aku "
" Makasih Sayang, tadinya aku berpikir kalau aku seharusnya gak nikah aja dan gak bikin beban buat kamu"
"Kenapa mas mikir ke situ kalau mas gak nikah aku kan nggak nikah dong"
" Kenapa Kan di luar sana banyak yang suka sama kamu "
" Iya aku tahu, tapi aku nggak akan bisa sebahagia ini jika bukan dengan kamu, Kamu adalah pilihan aku mas dan sampai kapanpun kamu akan selalu menjadi pilihan aku "
"Aku beruntung ya dapat kamu, terimakasih buat semua yang udah kamu berikan sama aku dan makasih untuk kamu yang sudah mau terima aku meskipun itu berat"
"Gak kok nggak berat kan aku nggak pangku mas "
"Heehehe kamu ini suka bisa aja deh, kalau becanda "
" Aku mau gak bercanda mas, ayo kita masuk yu mas dingin nihh"
" Ya udah ya udah ya Sayang kalau kamu enggak mau ngaku udah ayo kita masuk aja "
__ADS_1
Liam segera mengandeng istrinya dan menutup pintunya menguncinya.