
"Silahkan tuan Tora duduk "
"Panggil aku Tora saja bu "
"Baiklah Tora, tunggu sebentar ya ibu akan mengambilkan minum untukmu"
" Iya Bu"
Tora yang memang penasaran dia bangkit dan berkeliling di sekitar rumah ibunya Airin, dia melihat lihat foto masa kecil Airin bersama ibunya ayahnya mungkin laki-laki yang di samping Airin yang sangat manis.
"Airin anak ibu satu satunya " ucap ibu Airin yang tiba tiba sudah ada disamping Tora.
"Terus ayahnya Airin kemana bu "
"Ayah Airin sudah lama meninggal Tora, Ibu hanya tinggal bersama Airin dan sekarang Airin malah menghilang begitu saja. Ibu sudah pusing harus mencari Airin kemana, ibu sudah mencari kemana mana namun tak kunjung ketemu "
Tora yang merasa bersalah hanya diam saja, apakah harus dia lepaskan Airin, tapi dirinya tak bisa melepaskan Airin begitu saja, benar benar tak bisa sungguh.
"Tora kenapa melamun, ayo duduk lagi dan minum dulu "
Tora mengangguk saja duduk dan meminum, minuman yang sudah dibawa oleh ibunya Airin, lalu mengoborol ngobrol ringan.
**
"Gila Syifa main siram siram aja, awas aja aku tak terima dengan apa yang dia lakukan. kalau aja tadi pembantunya tidak menghalangiku, sudah aku cakat itu perempuan "
"Nyonya maaf kita akan kemana sekarang "
"Jemput saja anak manja itu "
"Baik Nyonyaa "
Selama perjalan Milla membersihkan pakainnya dan menahan marahnya, sungguh sangat kesal sekali dirinya ini.
"Awas aja Syifa suatu saat aku akan membuatmu kecewa pada Andre, lihat saja aku tak akan main main dengan semua itu, aku berjanji akan menghancurkan mu dan anak mu itu "
Pintu terbuka dan anaknya Naura naik dengan senyum senangnya "mamah akhirnya mamah sampai juga "
"Hemm "
"Mamah untung aja tadi aku nggak di hukum sama ibu guru, dia langsung bolehin aku masuk, tapi kata ibu guru aku nggak boleh telat telat lagi nanti kita besok berangkatnya agak pagian ya mamah biar aku nggak telat lagi, dan bu guru juga nggak bilang-bilang aku lagi buat pergi pagi-pagi"
" Ya udah sih masih lama kan besok, nanti kamu berangkat jam 5 aja sendirian kesekolah"
"Terlalu pagi mamah kita berangkat saja jam 7 karena besok aku masuk jam 8"
"Baiklah baiklah terserah kau saja"
"Mamah habis dari mana kenapa pakaiannya basah "
"Kamu bisa diam gak sih jangan banyak ngomong, mau baju mamah basah mau mamah gimana diem, untung mamah masih mau jemput kamu, ternyata masih aja kamu jadi anak nakal kalau kamu masih tanya tanya mamah mulai besok mamag enggak akan pernah antar kamu ataupun jemput kamu lagi"
"Jangan mah aku akan jadi anak yang baik, aku tidak akan bertanya lagi pada mamah, aku akan diam jangan lakukan itu aku ingin selalu ada di dekat mamah "
"Ya sudah makanya diam dan tutup mulutmu itu, jika ingin Mamah selalu ada di sampingmu, maka jadilah anak yang baik jangan jadi anak pembangkang dan banyak bicara tetap diam dan jadilah anak baik"
Naura mengangguk dan mengalihkan padangannya keluar, melihat orang orang yang bercanda dengan ibunya, Naura hanya bisa diam menatap mereka dan sesekali tersenyum dan membayangkan kalau dirinya dan ibunya bisa seperti itu.
__ADS_1
**
Zeline yang baru saja bangun tidur menyalakan Tv dan mencari cari film yang seru namun tak ada, tapi ada satu yang membuatnya penasan berita tentang hilangnya 2 orang wanita.
Zeline mendengarkan dengan seksama, nama orang yang hilang adalah Bulan dan Lia, Saat melihat fotonya ternyata yang hilang adalah Bulan perempuan yang selalu menganggu suaminya.
Kebetulan sekali suaminya datang dan duduk disamping sang istri "mas Bulan hilang "
" Bulan siapa sayang, siapa yang kau maksud "
"Bulan perempuan yang selalu menghubungimu baru saja Ini diberitakan kalau dia hilang bersama temannya. Apakah mas terlibat dalam hilangnya Bulan "
"Bulan entahlah mas tidak tau sayang, Mas juga nggak tahu kalau dia hilang. Gimana mas bisa terlibat sayang sedangkan mas di sini sama kamu, sedangkan Bulan di Jakarta dia kan bukan perempuan baik-baik. Mungkin aja ada seseorang yang nyulik atau bunuh dia kan kita nggak tahu soalnya kan sekarang udah ada yang gantiin Bulan buat proyek sama aku"
"Dan kamu nggak tanya emang sama bosnya Kenapa bisa diganti"
"Buat apa aku tanya tentang dia apa gunanya buat aku sayang, aku nggak masalah mau dia diganti mau enggak itu bukan masalah besar buat aku, yang terpenting rumah tangga kita sekarang baik-baik aja kan gak ada yang telepon telepon aku lagi dan buat kamu curiga lagi sama aku dan kamu Takan khawatir lagi sayang "
"Tapi benarkan kamu tidak terlibat sama sekali atas kehilangan Bulan dan temannya "
"Iya aku berkata jujur kenapa aku harus berbohong padamu sayang, aku sudah jujur, ayo mending kita menyiapkan bakaran buat nanti malam, kita kan mau bakar ayam sama sosis, tak usah memikirkan kasusnya Bulan, biarkan saja nanti juga akan ketemu dia "
"Yaudah mas ayo, aku sampai lupa kita siapin semuanya sekarang ya, jadi nanti malam tinggal dimulai saja"
"Iya sayang Lucas masih tidur tapi sudah aku beri bantal untuk menghalanginya agar tak jatuh "
"Iya mas "
Liam mematikan tvnya dan nanti saat ada waktu, dirinya akan menghubungi Tora, supa waspada jangan sampai semuanya terbongkar.
**
"Sudah gak apa apa bi, aku baik baik saja, jangan sampai paman Andre tau tentang kejadian tadi, kalau perempuan itu datang lagi, tolong bibi langsung usir saja ya, dia itu bukan perempuan baik baik dan bermulut pedas serta seenaknya, jika ada langsung saja siram bi, "
"Baik nyonya saya akan melakukan apa yang nyonya mau, apakah nyonya tidak apa apa bibi tinggalkan "
"Iya gak apa apa bi, saya disini sama Nabil, nanti kalau ada apa apa saya teriak sama bibi ya "
"Iya siap nyonya siap "
Syifa membaringkan badannya bersama sang anak "Nabil sayang tumbuhlah menjadi laki laki seperti ayahmu, bunda ingin kamu menjadi laki laki baik, bertanggung jawab dan selalu menghormati orang lain, "
"Suatu saat bunda akan memberitahu siapa ayahmu sebenarnya, jika waktunya sudah pas bunda akan memberitahunya, untuk sekarang kau hanya tahu Paman Andre adalah ayahmu semoga saat kau tahu bahwa kau bukanlah anak paman Andre kau bisa menerimanya Nabil"
Syifa memeluk anaknya dan menciumi pipi gembulnya. baru juga akan menutup matanya ponselnya berdering ternyata dari sang suami.
"Hallo paman Andre "
"Sayang apakah kau baik baik saja "
"Aku baik-baik saja paman kami tidak sedang dalam masalah besar kami baik-baik saja"
"Baiklah entah kenapa tiba-tiba saja paman jadi khawatir pada kalian berdua takut takut terjadi apa-apa pokoknya Paman akan selalu mengingatkan ini kamu kalau ada apa-apa selalu hubungi Paman ya "
"Iya paman aku mengerti aku akan menuruti apa yang paman katakan, aku akan selalu berbicara pada paman kalau terjadi sesuatu "
"Segeralah makan dan istirahat yang cukup yah paman sebentar lagi akan pulang ke rumah rasanya Paman lebih baik mengerjakan pekerjaan di rumah saja, agar Paman bisa selalu memantau kalian berdua"
__ADS_1
"Baiklah paman, hati hati dijalannya ya, kabari aku selalu "
"Pasti sayang "
Sambungan pun terputus, Syifa kembali lagi menatap anaknya dan membelai pipi gembulnya. Rasanya tak menyangka di umur semuda ini dirinya bisa mempunyai anak.
**
"Berita bu Bulan sudah ada di tv ke mana sih dia sebenarnya Gavin, aku menjadi takut, takut ada seorang membunu disini "
"Entahlah aku pun tidak tahu mungkin keluarganya memang melaporkannya ke kantor polisi, ini kan sudah seminggu Bulan menghilang dengan Lia, makanya keluarganya sangat khawatir aku tak menyangka perempuan secantik mereka bisa hilang begitu saja"
"Secantik mereka ? , apakah kau menyukai salah datu dari mereka "
"Aku dulu pernah berpacaran dengan Bulan hanya beberapa minggu sih "
"Kenapa sangat sebentar "
"Karena aku baru tahu kalau aku selama ini hanya dimanfaatkan oleh dia, dan dia juga menyelingkuhi dengan seorang om-om yang sudah mempunyai istri, saat aku tanya kenapa dia lakukan itu katanya kalau berpacaran dengan om-om yang mempunyai istri itu lebih menantang dan lebih banyak uangnya dari pada aku"
"Tapi untungnya kau sudah tak berpacaran lagi kan dengan dia, Tuhan baik memberitahumu lebih awal kalau Bulan bukanlah perempuan baik-baik, dia juga selalu menggoda bosku tapi untungnya bosku itu hanya bisa dirayu oleh Zeline saja oleh istrinya"
"Benarkah begitu ada laki laki yang tahan oleh Bulan "
"Ada buktinya bosku dia tahan tahan saja, dia itu sangat mencintai Zeline jadi tak akan mungkin dia menyia nyiakan Zeline "
"Ya karena dia tua, makannya tak bisa melepaskan Zeline "
"Kau ini belum lihat orangnya udah di nyiyirin aja, kamu kalau udah liat pasti akan nyesel udah bicara kaya gitu deh "
"Makin penasaran nih, suami kamu gak akan marah kamu sama aku "
"Gak akan aku udah bilang kok sama dia "
"Yaudah bagus deh, aku gak mau rusak hubungan kalian, kapan pulang bandung lagi "
"Gak tau mungkin aku tak akan pulang pulang kebandung deh, kita mau makan dimana sih sebenernya "
"Direstoran jepang kamu suka kan "
"Emm lumayan sih, boleh lah "
"Ok deh kalau kamu suka, entah kenapa aku pengen banget makan, makanan jepang udah lama gak makan "
"Kaya yang lagi ngidam aja kamu Vin "
"Gila aja punya istri aja engga masa iya ngidam "
"Kan aku gak bilang kamu hamil, aku bilang kamu kaya yang lagi ngidam "
"Iya iya udah nyampe ayo turun "
Jo mengangguk dan berjalan bersisian dengan Gavin, saat Gavin sibuk mencari tempat duduk dia malah melihat suaminya sedang duduk bersama perempuan.
Jo mengecuk kedua bola matanya takut dirinya salah liat, tapi memang bener itu suaminya, dengan kesal Jo berjalan kearah mereka.
"Jo kamu mau kemana " teriak Gavin namun sama sekali tak membuat Jo berhenti.
__ADS_1
"Riyann "
Riyan mendongakan kepalanya dan bertatapan langsung dengan istrinya, tiba tiba saja Riyan menjadi serba salah.