
Liam dan juga kedua anak perempuan itu sudah ada didekat kedai es krim, Liam mengandeng mereka dikanan dan dikirinya.
"Papih kenapa kita tidak memarkirkan mobilnya dekat kedai "
"Kau lihat disana begitu macet jadi kita berjalan kaki saja, sekalian olahraga juga kan "
"Hemm begitu ya papih "
Saat mereka akan masuk kedalam kedai tiba tiba ada yang memanggil Liam, Liam segera mengalihkan pandangannya dan ternyata itu Riyan, sejak kejadian Jo yang pergi itu dirinya baru bertemu lagi hari ini.
Pandangan Riyan tertuju pada Daisy dan juga Kat, namun Riyan lebih dominan terus saja melihat Kat, dia berjongkok dihadapan Kat dan mengusap pipinya, namun Kat langsung mengumpat dibelakang Liam.
Liam yang tau kalau Kat takut segera memangkunya dengan Daisy yang masih memegang tangannya "Hai Riyan baru ketemu lagi kita "
"Ya apa kabar " masih dengan menatap Kat
"Baik sekali, kami semua baik sekali "
"Ini anak siapa Liam "
"Mereka berdua anak ku, Daisy dan juga Katherine "
Riyan langsung mengalihkan pandangannya pada Liam dan menganggukan kepala "mungkin kalau Jo disini dan anak ku disini akan seumuran dengan anak mu Daisy dan juga Katherine apa mereka kembar "
"Iya tapi sayangnya Jo tak ada disini, apakah kau tak pernah menengok mereka, atau hanya sekedar menanyakan keadaan anak mu pada Jo, iya mereka kembar namun wajahnya tak begitu mirip, "
"Hemm tidak aku tidak pernah menanyakan itu aku masih takut, takut Jo akan menolaku, begitu ya kembar namun tak mirip ya "
"Ya tak semua orang kembar mirip kan, "
"Iya juga ya, yasudah aku permisi dulu ya terimakasih kau sudah mau berbicara dengan ku dan menjawab pertanyaanku dengan baik "
"Tenang saja aku tak akan mungkin kasar padamu karena hanya sekedar bertanya saja, ya sudah aku masuk dulu "
"Ya baik silahkan "
Liam dan juga anak anak segera masuk kedalam kedai dan Riyan masih saja diam disana melihat Katherine entah kenapa dirinya seperti mempunyai ikatan batin dengan anak kecil itu.
Tatapan mata anak kecil itu mengigatkannya pada Jovanka, dan juga rambutnya begitu mirip dengan Jovanka, apakah anaknya berama Jo lahir dengan selamat, apakah anaknya perempuan atau laki laki ?
Riyan menghembuskan nafasnya dan kembali berjalan, tak mungkin dirinya terus menerus diam disini menatap anak kecil itu yang ada dirinya akan diteriaki penculik lagi.
__ADS_1
Semoga saja dirinya bisa kembali melihat Katherine lagi, ya semoga saja mereka bertemu dan bisa mengobrol lagi.
Sedangkan Liam dan juga anak anak yang sedang memakain es krim sibuk dengan Daisy yang bertanya.
"Aku dan Kat kembar papih "
"Emm boleh papih hanya saja ingin kalian seperti soudara kau Daisy harus menganggap Kat seperti kakakmu, memang kalian hanya selisih beberapa bulan tetap saja Kat lebih dulu ada didunia ini, jadi mulai sekarang kau anggap Kat seperti kakak mu dan Kat kau boleh menganggapku sebagai ayahmu dan juga ibunya Daisy sebagai ibu kedua mu "
Kat langsung menatap Liam dan tersenyum "benarkah aku sudah lama ingin mempunyai ayah tapi kata mamah ayah ku tak ada ayahku sudah menghilang, hanya paman Choki yang selalu menemaniku sekarang om mau ku panggil ayah "
"Tentu kau boleh mengangapku sebagai ayahmu, jadi panggil aku dan ibunya Daisy sama seperti Daisy dan Lucas memanggil kami "
Kat mengangguk dan begitu senang sampai sampai memeluk tangan Liam, sedangkan Liam begitu terharu dengan anaknya Jovanka, seharusnya diumurnya yang masih kecil ini Kat bisa merakasan kasih sayang seorang ayah.
Namun karena ayahnya tidak bertanggung jawab dan malah selingkuh pada akhirnya anak kan yang jadi korbannya, kalau saja Riyan tidak mengkhianti Jovanka mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.
**
"Mamih kemana Kat, Daisy dan juga papih "
Zeline segera mengalihkan pandangannya pada sang anak yang masih fokus belajar " mereka sedang membeli es krim, tadinya mau mengajak abang tapi abang sedang belajar "
"Ya kan Kat akan sekolah dengan kalian, papih sudah mendaftarkannya nanti mamih besok akan mengantarkannya kesekolah "
Lucas yang sedang belajar langsung mengalihkan pandangannya "benarkah mamih tak bohongkan "
"Tentu mamih tak bohong Kat akan sekolah bersama kalian dan tante Jo juga akan pindah dan tinggal di indonesia "
"Rumahnya mamih dimana "
"Tak jauh dari rumah kita hanya terhalang 2 rumah saja "
Lucas hanya tersenyum saja dan kembali mengerjakan tugasnnya "kenapa kau begitu bahagia, ada apa sayang "
"Entahlah mamih aku rasannya sangat senang sekali melihat Kat, dia cantik "
Zeline hanya mengelengkan kepalanya saja "kau ini ya sudah tau mana yang cantik , tapi ingat semua perempuan itu cantik tak ada yang tak cantik, kau harus menghormati semua perempuan ya, ingat jangan pernah membuat hati perempuan sakit "
"Iya mamih abang tau semua perempuan itu cantik, bahkan Daisy begitu cantik seperti mamih tapi entahlah Kat cantik sekali "
"Sudah sudah mending sekarang abang fokus belajar mesokan mau lomba "
__ADS_1
"Emm iya mamih, tapi mamih aku ingin sekali menjaga Kat seperti aku menjaga Daisy, Nabil dan juga Aruna apakah boleh "
"Tentu boleh kenapa tidak Kat sama adik mu, Abang harus menjaga mereka semua "
"Baiklah mamih abang akan menjagannya "
"Mamih senang mendengarnya abang ternyata sudah sangat dewasa ya "
"Tentu abang harus dewasa agar adik adik abang juga jadi dewasa dan abang bisa menjaga mereka semua "
Zeline mengusap rambut anaknya dan membiarkan anaknya kembali untuk belajar.
**
Malam malam sekali Kat keluar dari kamar Daisy, dia begitu haus namun saat melihat kelantai bawah begitu gelap, "kenapa begitu gelap aku takut bila harus turun begini "
Kat kembali lagi kekamar Daisy dia menahan rasa hausnya namun saat akan kembali lagi ada Lucas yang berdiri dipintu kamarnya, kamar Daisy dan juga Lucas sebelahan.
Lucas berjalan kearah Kat "kenapa kau keluar dari kamar ada apa "
"Aku haus ingin minum "sambil menundukan kepalanya
Lalu kenapa tak turun kebawah ada apa, apakah kau takut kegelapan "
Kat menganggukan kepalanya, Lucas langsung menarik tangan Kat kebawah, dan Kat yang takut memegang erat tangan Lucas.
Saat samapi dibawah Lucas langsung menyalakan lampunya "sudah terang kau tak takut lagi kan "
"Em aku takut lagi terimakasih abang " dengan senyum senangnya
"Sama sama " sambil mencubit pipi Kat
Sedangkan Kat langsung berlari kearah tempat minum dan mengambil air munumnya menegaknya cukup banyak dan membawa pula air minum untuk dikamar.
"Sudah tak ada lagi,"
"Sudah tak ada "
"Baiklah ayo kita kembali lagi dan tidur ya "
Lucas mengambil air minum itu dan menuntun tangan Kat lagi dan mematikan lampunya kembali.
__ADS_1