
Jovanka yang baru saja pulang melihat seorang laki-laki sedang berdiri membelakangi nya, Jovanka yang penasaran segera mendekatinya karena dirinya sangat tahu itu perawatan badan siapa.
"Papih "
Laki-laki itu berbalik dan ternyata memang benar itu Papinya akhirnya Papinya datang juga, Jovanka langsung memeluk Papinya dengan begitu erat "sayang kamu baik-baik saja kan, wajahmu sembab sekali kenapa kau harus menangisi laki-laki Brengsek itu , papih akan memberikan pelajaran padanya agar dia tahu kalau Papi tidak rela anak Papi diperlakukan seperti ini"
"Jangan pih jangan melakukan itu, Jovanka tidak mau papi mengotori tangan papih, lebih baik kita pulang saja ke inggris Jovanka juga tidak mau berurusan lagi dengan Riyan, sudah semuanya sudah berakhir Jovanka dan Riyan sudah bercerai itu sudah cukup , papih tidak usah melukainya papih tidak usah melakukan itu ya kita pulang saja"
"Tapi dia belum menandatangani surat perceraian itu kan, papih sendiri yang akan datang ke sana dan papi akan mendapatkan tanda tangan pria brengsek itu, kau tenang saja ya papi datang kesini untuk membantumu lepas dari laki-laki tidak berguna itu , papih dari dulu sudah bilang kan kalau dia tidak akan cocok denganmu,karena kau memang mencintainya papih membiarkan mu untuk menikah dengannya dan lihat apa firasat Papih dia memang bukan laki-laki baik untukmu, dia malah berselingkuh dan menghamili perempuan lain kalau kau tidak melarang Papi untuk melukainya mungkin sekarang dia sudah mati oleh Papi, karena Papi tidak akan pernah rela anak perempuan papih satu-satunya diperlakukan seperti ini"
"Papih tahu dari mana apakah mami memberitahunya, memberitahu semuanya pada Papi kalau Riyan melakukan itu semua Jovanka kan hanya bilang kalau Riyan berselingkuh"
Papih Jovanka segera melepaskan pelukannya "memangnya selama di sana selama papi bekerja papi tidak mengawasi anak papi, papih mengawasi semua gerak-gerik suamimu sebelum kau tahu suamimu selingkuh, papi sudah tahu terlebih dahulu tapi papi tidak mau berbicara padamu, sebelum kau yang tahu sendiri karena Papi tidak mau nanti kalau kau malah membenci Papi karena Papi sudah mengatakan kalau suamimu sudah selingkuh dan malahan menghamili seorang perempuan"
Jovanka hanya tersenyum saja " Baiklah dari pada Papi marah-marah dari tadi mending kita makan aja ya , kita makan Jovanka juga udah baik-baik aja kok. Masa sih ada Papi Jovanka nangis-nangis nggak mungkin kan udah yuk kita makan"
"Ayo sayamg papih juga sangat rindu makan bersama mu "
Mereka berdua bergandengan tangan dan pergi kearah meja makan, sedangkan ibu Jovanka senang melihat anaknya kembali tersenyum, untung saja suaminya datang kesini, kalau tidak sudahlah tak akana ada senyum lagi di bibir sang anak.
Ibu Jovanka segera menyusul anak dan suaminya, dirinya akan bergabung dan menghibur anak kesayangannya itu.
**
Tora sudah ada didalam rumah panti jompo Jill, hebat kan dirinya sudah ada disini lagi, sekarang sudah jam 12:00 malam yag pasti semua orang sudah tertidur tak mungkin kan masih ada yang bangun.
Tora sudah menyemprotkan cairan yang bisa membuat mereka yanga ada disini pingsan dan tak sadarkan diri, Tora masuk dengan tenang kesatu persatu kamar, sambil menyemprotkan cairan itu.
Saat masuk kamar terakhir dia melihat ada bu Wati yang sedang tertidur dan pastinya sudah pingsan, Tora berjongkok dan menatap bu Wati.
"Maafkan aku bukannya aku jahat padamu, tapi kau akan menjadi bumerang untuk tuanku. Jadi kau juga harus mati kukira kau tidak akan mati juga seperti anak-anakmu, tapi ternyata Tuan menyuruhku untuk membunuhmu juga, karena kau berbahaya. Kau bisa membuka topeng tuanku dan juga diriku kau bisa menghancurkan kami berdua, jadi kau harus mati menyusul anak-anakmu. Kau pasti akan senang kan jika menyusul mereka aku yakin kau akan senang sekali dan sekarang aku akan membantumu untuk bertemu dengan anak-anakmu itu. Kau pasti akan bahagia sekali"
Tora pergi ke arah kamar mandi dan membuat tali untuk menggantung ibu Wati, jadi seolah-olah bu Wati memang gantung diri bukan karena ada yang membunuh. Tora dengan cepat mengangkat Bu Wari dengan hati-hati dan menggantungkan kepalanya beserta tubuhnya juga lalu membiarkannya saja.
__ADS_1
Karena dirinya tidak mau gagal dirinya duduk menunggu sampai bu Wati memang benar-benar mati tergantung, ya takutnya dirinya pergi eh malah bu Wati tersadar dan turun lagi nggak jadi matikan bisa-bisa dipecat.
Tora mengambil kursi dan disejajarkan kursi itu dengan bu Wati dan membuatnya terguling agar seolah-olah memang benar bunuh diri, setelah mengecek kalau bu Wati benar benar mati Tora langsung keluar dari sana dan pergi begitu saja.
Misinya sudah selesai dan dirinya bisa istirahat dirumah dengan sang istri, istri yang selalu menunggunya, sudah lama dirinya dan juga sang istri tak menemui ibu, apakah dia baik baik saja.
Nanti coba saja lihat semoga saja dia baik baik saja dan sadar tak jahat kembali, ya semoga saja ya itu pun. Kalau masih ya sudah biarkan saja dia disana sendirian lagi.
**
Riyan terbangun melihat ada seorang laki laki yang duduk, Riyan lebih membuka matanya dan menatap kearah laki laki itu "papih "
"Sudah bangun juga aku dari tadi menunggumu sampai sekarang sudah hampir jam 01.00 malam, aku menunggumu bangun tapi tidak bangun bangun"
"Papih maafkan Riyan. sungguh aku tidak bermaksud untuk menyelingkuhi Jovanka , Riyan sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan itu tolong maafkan Riyan pih. Riyan menyesal Riyan tidak akan pernah melakukan itu lagi, aku berjanji sama papih kalau Riyan nggak akan pernah lakuin itu lagi tolong pih, tolong Riyan yah "
"Sampai kapan aku harus memaafkanmu dengan kelakuan mu yang tak pernah berubah, sampai kapan anakku harus bertahan dan kau sakiti, apa harus sampai dia mati Iya kau ingin seperti itu. Sampai anakku mati baru kau akan berhenti menyakitinya, tidak sudi aku, aku datang kemari bukan untuk memberimu sebuah kelonggaran tapi aku ingin kau menandatangani surat ini, surat perceraian kalian karena aku tidak akan sudi memberikan anakku kembali padamu kau itu bukan laki-laki baik untuk anakku sudah mempermainkannya berkali-kali, aku waktu itu masih sabar tapi sekarang tidak"
"Tolong maafkan aku Pih aku berjanji aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi asal Papi memaafkan aku, aku akan merubah semua sikapku. Aku tidak akan pernah menghianati lagi Jovanka asalkan Mami tidak ikut campur lagi tentang Rumah tanggaku. Aku tidak mau Rumah tanggaku diusik. Aku ingin Rumah tanggaku hanya aku dan Jovanka uang mengurusnya saja tidak ada yang merecokinya pih "
"Tapi tolong Riyan, Riyan bisa buktikan kalau anak yang ada di perut Lisa itu bukan anak Riyan, Riyan bisa buktikan itu bukan anak Riyan. Riya minta tolong sama papi untuk buat Riyan balik lagi sama Jovanka, beneran Riyan tidak akan ngulangin apa yang pernah Riyan lakuin lagi, kasih Riyan kesempatan lagi"
"Sudah aku bilang aku tidak akan pernah memberikanmu kesempatan lagi tidak akan memberikan kesempatan kedua ketiga keempat kelima keenam atau ketujuh, aku tidak sudi memberikan anakku lagi padamu dari awal aku sudah memberikan jawaban, kalau kau bukan laki-laki baik dan kau akan menghianatinya dan benar saja kan jadi lebih baik sekarang kau tandatangani surat ini atau aku akan bertindak kasar padamu. Sekarang atau tidak sama sekali atau nyawamu yang melayang nantinya"
"Tolong jangan seperti ini aku ini menantumu "
"Itu dulu kau dulu menantuku tapi sekarang bukan kau bukan siapa-siapa , kau hanya ayah dari anak yang ada di perut Jovanka tidak lebih, kau bukan siapa-siapa kau bukan anggota keluarga kami jadi cepat kau tanda tangani ini atau nyawamu yang melayang. Aku tidak pernah main-main dengan perkataanku, aku sudah turun tangan berarti aku akan menyelesaikan semuanya dengan kekerasan atau tanpa kekerasan."
Riyan dengan pasrah mengambil kertas yang diasongkan oleh Papinya Jovanka dia menandatangani surat perceraian itu, dirinya dengan terpaksan melakukan itu, sebenarnya sangat berat namun bagaimana lagi nyawanya taruhannya.
Dirinya tidak mau mati sekarang dirinya harus mengejar Jovanka dan bisa kembali lagi padanya dirinya tidak mau menyia-nyiakan myawanya begitu saja
"Bukannya dari tadi kau tandatangani surat ini, saat anakku datang bukannya saat aku ke sini, kau baru melakukannya Ingat jangan pernah ganggu anakku lagi, jika kau ingin bertemu dengan cucuku hadapi aku baru kau bisa ketemu dengan cucu ku, mungkin Jovanka berbicara kalau kau boleh bebas menemui cucuku tapi aku yang akan mengaturnya. Sekarang aku tidak akan pernah membiarkan itu cucu ku bertemu dengan ayahnya yang brengsek sampai kapanpun"
__ADS_1
"Tidak bisa begitu Pih aku ini Ayahnya lm Kenapa Papi egois aku ini ayahnya kenapa harus begini caranya, Jovanka kan sudah bilang kalau aku boleh ketemu dengan anak ku "
"Kalau kau memang menyayangi anakmu. Kau pasti tidak akan membuat ibunya sakit hati, kau sudah membuat aku marah kalau saja Jovanka tidak melarangku untuk melukaimu pasti sudah ku bunuh kau dan juga membuat karirmu hancur berkeping-keping tapi karena anakku terlalu baik padamu dia tidak mau aku melakukan itu,"
Setelah mengatakan itu ayahnya Jovanka langsung pergi dari ruangan itu dirinya sudah menunggu beberapa jam hanya untuk menunggu Riyan bangun.
Tadinya ingin langsung membangunnya tapi kalau dipikir-pikir tunggu aja dia bangun, karena dirinya harus menyusun kata kata untuk laki laki brengsek ini.
**
Tora yang sudah ada di dalam mobil segera membuka bekal dari sang istri ada telur ceplok daging serundeng sambal tahu tempe dan nasi segunung
Istrinya ini seperti akan memberi makan apa saja, banyak sekali sampai-sampai dua misting diberikan istrinya "apa dia tidak salah memberiku makanan sebanyak ini, memangnya aku ini apa sampai-sampai harus memakan makanan sebanyak ini, dasar kau Airin kau menganggapku laki-laki rakus sampai-sampai memberikan bekal sebanyak ini"
Tora segera memakan bekalnya sambil melihat keadaan panti jompo Jill yang masih sepi, ternyata masih tidak ada yang menyadari kalau ada seseorang yang dibunuh di dalam sana.
Tora memang akan diam di sana untuk melihat bagaimana kesedihan mereka semua, melihat rekan mereka ada yang mati ya takutnya nanti kan perempuan itu hidup lagi.
Takutnya nyawanya banyak jadi kita tunggu saja sampai pagi. Mobilnya juga terparkir jauh cukup jauh dan tidak terlalu mencolok jadi tidak akan ada yang curiga dengan keadaan ini.
Tiba-tiba ponselnya berdering ternyata itu dari tuannya Tora segera mengangkatnya "Hallo tuan "
"Bagaimana apakah kau sudah selesai melakukan misiku hari ini"
"Sudah Tuan aku sudah melaksanakannya dengan sangat rapi dan aku yakin tidak akan ada yang tahu kalau ibu Gavin memang dibunuh, aku sudah menggantungnya seperti rencana kita tadi sore dan aku juga masih ada di sini untuk mengawasi keadaan di Panti Jompo ini "
"Baiklah kau awasi saja dulu di sana. Jika kau memang berhasil membunuh ibunya Gavin, aku akan memberikanmu cuti selama 2 minggu. Kau boleh jalan-jalan bersama istrimu aku akan memberikan cuti padamu jika kau berhasil membunuhnya, kalau kau gagal siap-siap kau akan aku pecat dari sini "
"Baik Tuan aku yakin aku sudah berhasil membunuh ibu Gavin, karena aku sudah memastikannya kalau dia mati tidak mungkin orang yang sudah aku bunuh hidup kembali, dia pasti mati Tuan percayalah padaku aku tidak akan pernah mengecewakanmu, kerja ku selalu bagus aku selalu membuatmu senang kan jadi untuk pekerjaan ini aku pasti tidak akan mengecewakan "
"Ya aku tahu tapi kau harus terus mengawasi di sana jangan sampai Jill melaporkan ke kantor polisi. Jika dia tiba-tiba menelpon padaku kau yang datang ke sana dan seolah-olah kau tidak tahu apa-apa dan merasa sedih atas kehilangan Bu Wati , jangan sampai dia mengetahui gerak-gerikmu dia cukup pintar untuk membaca raut wajah seseorang jadi kau harus hati-hati dengannya, jangan kau pasang wajah datar mu itu cobalah untuk sedikit menangis saat dia berbicara "
"Akan saya coba tuan"
__ADS_1
"Baiklah saya matikan"
Sambungan pun langsung dimatikan oleh Liam dan Tora melanjutkan lagi makannya yang belum beres dirinya masih lapar sangat lapar.