
Dengan riang sambil meloncat-loncat Syifa pergi kekamar Paman Andre dan mengambil selimbut serta bantal agar lebih enak saja paman kesayangannya itu tidur.
Nanti kalau bangun dan sakit-sakit badannya kan kasihan paman Andre tak bisa mengendongnya lagi seperti tadi.
Setelah mengambil kebutuhannya dikamar Andre dan menutup kembali pintu kamarnya dengan rapat, Syifa segera berlari lagi kearah paman Andre kesayangannya itu.
Segera diselimutinya badan paman Andre dan diberikan bantalnya pula, dengan perlahan diangkatnya kepala paman Andre dan meletakannya lagi dengan sangat perlahan juga.
Aku sangat suka sekali dengan mu paman. Kapan kamu bisa membalas rasa cintaku ini. Apakah aku salah mencintai paman sampai-sampai paman tak mempercai aku ini.
Ditatapnya wajah Andre yang sedang tertidur nyenyak wajahnya seperti bayi imut sekali. Ingin sekali aku mencubiti pipi paman Andre yang mulus itu.
Aku menatapnya terus menerus rasanya aku tak lelah menatapnya sampai seumur hidupku pun aku siap hehehe lebay ga sih aku. Tapi beneran aku siap kok.
Paman Andre ini harus dengan cara apa agar dia mempercaiku bahwa aku sangat menyayanginya meskipun aku masih kecil tapi aku sangat menyayanginya. Umurku sudah 17 tahun dan sudah dewasa. Aku bukan anak kecil lagi.
Harusnya paman Andre bisa mencintaiku bukannya terus menerus mengagapku sebagai anak kecil. Tubuhku saja sudah bertumbuh dengan sehat dan bohay masa iya paman Andre ga tertarik sih dengan badan ku yang bohay ini, padahal teman laki-laki disekolahku banyak yang menyukai body ku ini.
Mulai aku mencintai paman Andre saat aku masih smp loh. Sebelumnya aku tak menyukai paman Andre hanya menganggapnya sebagai paman pada umumnya. Namun aku yang selalu memperhatikannya tiba-tiba saja jantungku selalu berdetak takaruan saat didekat paman Andre saja loh itu.
Saat aku menanyakan pada temanku yang sudah mempunyai pacar dan berpengalam , kalau hal itu wajar kalau kita mencintai seseorang akan seperti itu. Katanya dia juga seperti itu sama.
Jadi mulai dari sana aku mencintai dan menyayangi paman Andre sampai kapan pun aku akan menyayanginya. Aku bahkan tak masalah dengan usia paman Andre yang sudah tua.
Yang pentingkan aku bisa menghabiskan hidupku bersama orang yang aku cintai dan tak akan terpaksa melakukannya.
Tak akan ada yang bisa mengantikan paman Andre dihatiku ini, biarlah aku yang berjuang untuk membuat paman Andre mencintaiku dan menikahiku.
Rasanya tak sabar melihat paman Andre yang mencintaiku kelaknya, kira-kira akan seperti apa ya pasti akan swit dan romantis sekali.
__ADS_1
Sekarang karena memang benar orang tua ku sedang tak ada aku jadi leluasa untuk mengambil hati paman Andreku ini. Biasalah memanfaatkan waktu yang ada teman-teman.
Akan aku manfaatkan setiap waktu yang aku punya ini siapa tau kan dengan cepat paman Andre bisa mencintaiku, jadi cintaku ini tidak bertepuk sebelah tangan.
Aku memang dari kecil selalu dititipkan kepada paman Andre jadi aku sudah terbiasa denganya, meskipun sibuk dia tak pernah menolak saat ibuku menitipkanku padanya.
Ibuku juga memang sudah kenal dengan kedua orang tua paman Andre ya jadi tak takut jika menitipkan ku pada paman Andre.
Kalau nanti aku punya anak bersama paman Andre pasti akan bahagia, pasti dia akan menjaganya dengan telaten, menjaga aku saja dia sangat sabar dan tak pernah memarahiku.
Oh iya kita belum kenalan ya temen-temen hallo semuanya perkenalkan nama aku Syifa Anindira.
Aku anak satu-satunya, hobiku menganggu paman Andre
cita-citaku menjadi istri yang baik untuk paman Andre kelak.
Tinggi tubuhku 160 dan berat badanku 55 kg saja dan tubuhku sedikit berisi, bisa dibilang tubuhku ini bohay temen-temen.
Eh tapi sebentar lagi aku lulus deh, jadi bisa secepatnya nanti aku jadi istrinya paman Andre.
Kalau nanti ditunda-tunda lagi paman Andrenya akan lebih tua lagi aku tak mau sampai itu terjadi.
Dan satu lagi aku sampai tak mau nanti paman Andre mempunyai pacar dan memilih pacarnya jadi aku harus gerak cepat.
Aku belum mengantuk tapi paman Andre sudah tidur apa ya yang harus aku lakukan. Tak ada yang bisa aku lakukan deh.
Menonton tv juga, nonton apa tak ada yang menarik selain paman Andre yang selalu menarik dalam penglihatanku dan hatiku ini.
Lebih baik menonton paman Andre tidur saja deh lebih adem kan kalau natap terus calon suaminya aku, lebih menyenangkan dan tak bosan sama sekali.
__ADS_1
Selama menatap wajah Andre, Syifa tersenyum-senyum sendiri pasti nanti kalau sampai ada yang melihat kelakuan Syifa akan mengira kalau Syifa ini gila.
Tapi mana ada yang menatap aku. Aku kan sedang didalam rumah dengan paman Andre berdua saja loh kita ini. Jadi tak akan mungkin.
Sebentar aku akan menggamparkan dulu kasur lantai dibawah agar tidurku tak terlalu sakit.
Tadinya aku ingin membangunkan paman Andre untuk pindah kedalam kamar namun aku kasihan kepadanya, dia sudah tertidur dengan nyenyak.
Mana tega kan aku melakukan semua itu, biarlah seperti ini dulu selagi masih bisa aku menatap paman Andre sedekat ini.
Kalau paman Andre bangun dan melihatnya menatapnya seperti ini pasti kepalaku ini akan dijauhkan dari wajah paman Andre.
Nanti dia bilang kalau kepalanya aku ini sangat menghalanginya dan merusak pemandangan.
Padahal kan aku ini cantik, masa iya paman Andre tak sama sekali tertarik padaku ini. Apa coba kurangnya aku ini.
Menurutku aku sudah sempurna deh sebagai perempuan, hanya umur saja kan yang beda selain itu apa lagi coba.
Suka aneh deh sama paman Andre, apa paman Andre suka sama sesama jenis ya, aku lihat dari dulu paman Andre ga pernah bawa perempuan.
Tapi hets beruntung dong kalau paman Andre tak pernah membawa perempuan berarti aku satu-satunya yang selalu ada disamping paman Andre.
Dan akan seperti itu aku akan selalu menjadi satu-satunya perempuam dihidup paman Andre tak akan ada yang mengantikannya.
Aku yang sudah mengantuk segera mengambil selimbut dan menyelimuti badan bohay ku ini agar tak kedinginan. dan nyamuk-nyamuk tak mengigit aku.
"Paman kau sangat tampan sekali ya " sambil mengusap perlahan wajah Andre dan mengecup bibir Andre sekali lagi. Namun karena ketagihan dikecupnya lagi bibir Andre.
"Selamat tidur paman kesayaganku, calon suamiku i love you "
__ADS_1
Segera Syira membaringkan kepalanya di dekat kepala Andre, tubuhnya bersender di kursi sambil duduk lalu segera tidur sambil menggenggam tangan paman Andre. Angar tak kabur paman Andrenya.