
Tora yang sudah setengah perjalanan segera memberhentikan laju mobilnya "bagaimana kalau kita makan dulu apa kalian lapar "
"Tidak kami ingin cepat cepat bertemu dengan kakak ku Gavin, apakah kau bisa mempercepat laju mobil mu yang lambat ini, kami ingin segera sampai di jakarta dan kau jangan membuang buang waktu kami, jadi cepat antarkan kami sekarang juga ke jakarta "
"Riri kamu gak boleh kayak gitu, Tora kan nawarin baik baik, tapi kenapa kamu sewot kayak gitu, ibu gak pernah ya ajarin kamu bicara kayak gitu sama orang lain, kalau aja kakak kamu tau pasti dia akan marah banget kamu bicara kayak gitu sama Tora "
"Tidak apa apa bu, mungkin Riri masih tak percaya pada saya dan dia takut kalau saya berbuat macam macam, saya tidak masalah kok, tenang saja bu, saya baik baik saja, saya tak akan marah pada Riri, jadi bagaimana apakah ibu dan Riri mau makan terlebih dahulu atau mau nanti saja "
"Ibu ingin makan jadi kita makan ya Ri, kita makan sama sama, kamu juga pasti laperkan, ayo kita turun aja nak, yu kita makan "
"Gak mau Riri gak mau makan bu, Riri pengen cepet sampai jakarta aja, Riri gak mau makan pokoknya "
"Jangan kayak anak kecil Riri ayo ayo turun "
Ibunya langsung mengandeng Riri keluar dari dalam mobil, dan mau tidak mau akhirnya Riri megikuti ibunya sambil sesekali melirik kearah Tora, sedangkan Tora sendiri acuh tak acuh, biarkan saja dia mau curiga atau bagaimana pun tak peduli.
"Kalian duduk ya, biar aku pesankan terlebih dahulu, kalian mau apa "
"Tidak usah biar Riri saja yang pesan makanan ibu dan Riri "
"Baiklah silahkan "
Riri langsung pergi sedangkan sang ibu langsung duduk, Tora menyusul Riri dan memesan makan untuk dirinya sendiri, ya sudah kalau mereka mau mandiri tak masalah untuknya.
Setelah selesai memesan Tora kembali duduk dan mengecek ponselnya ternyata ada beberapa panggilan dari istrinya, Tora langsung menghubunginya kembali dan langsung diangkat.
"Hallo Airin ada apa, apakah kau baik baik saja "
__ADS_1
"Tentu aku baik baik saja, kau masih dimana apakah masih lama "
"Tidak sebentar lagi aku pulang ini kami sedang makan dulu kau tidak apa-apa kan di rumah benar kan tidak terjadi sesuatu kau baik-baik saja kan disana bersama anak kita,"
"Yah aku baik-baik saja selalu ingat kata-kata ku ya jangan sampai kamu lakukan sesuatu pada orang itu, kau hanya disuruh untuk menjemputnya saja kan tidak untuk melakukan apa-apa kan oleh tuan "
"Tentu tidak aku hanya menjemputnya saja. Ya sudah aku sudahi dulu ya, aku akan makan dulu kau pun segera makan kalau ingin ke mana-mana minta antar temanku di sana, jangan sungkan mereka pasti akan mengantarmu asalkan jangan pergi ke rumah itu ya. Aku tidak akan mengizinkannya"
"Baiklah hati hati dijalan "
"Ya aku pasti akan hati hati "
Setelah mematikan sambungannya Tora langsung menyimpan ponselnya dan langsung melahap makanannya.
"Itu istrimu " tanya ibunya Gavin.
Tora segera mendongakan kepalanya dan menganggukan kepalanya" iya dia istriku, dia hanya ingin tahu sekarang aku sedang dimana, namun tadi aku tak sempat untuk mengangkatnya karena tadi tidak kedengaran dan aku juga tidak mau mengangkat telepon saat sedang menyetir"
"Tentu sudah bu, anak ku baru 8 bulan baru saja istriku melahirkan anak pertama kami "
"Wahh selamat ya, nanti kapan kapan ibu boleh melihatnya "
Tora diam tak menjawab, dia binggung karena sebentar lagi ibu dan anak ini akan jatuh ketangan tuannya, yang pasti mereka tak akan hidup dan akan mati, "baik bu boleh " akhirnya Tora menjawab itu saja dari pada mereka curigakan.
Ibu Gavin mengangguk senang "ibu sudah menunggu seorang cucu, tapi bagaimana lagi Gavin belum mau menikah, dia ingin mencari perempuan yang sempurna katanya, padahalkan tak ada yang sempurna kan di dunia ini, namun anak itu kekeh dan akan terus mencari perempuan itu katanya ya, ibu tuh pengen dia nikah dan berumah tangga agar dia tak sendirian lagi kasian kan "
"Begitu ya bu, mungkin benar di dunia ini tidak ada yang sempurna namun menurut pak Gavin kata sempurna itu untuk perempuan idealnya ya seperti itu mungkin ya bu "
__ADS_1
"Mungkin saja Tora "
"Ibu kalau makan tuh jangan sambil ngobrol dong kalau makan ya makan, ngobrol ya ngobrol udah abisin makanannya kita harus cepat-cepat ketemu sama Kak Gavin, kita nggak mungkin terus-terusan di sini dan lama di perjalanan cepat Ibu habiskan makanannya"
"Iya iya kamu bawel banget ya, sekarang juga akan ibu habiskan, maaf ya Tora Riri ini memang seperti ini maaf ya "
"Gak apa apa bu, memang benar kata Riri makan jangan sambil bicara "
Riri yang mendengar jawaban Tora mendelikan matannya dan langsung fokus memakan makanannya, sedangkan Tora sendiri dia sudah sangat geram sekali dengan anak tenggil ini rasannya ingin memukul kepalanya dan melemparkannya kedalam hutan agar dia dimana oleh srigala atau hewan buas lainnya.
Menyebalkan sekali dia, melebihi istrinya yang suka membuatnya kesal, ini dari bicarannya dari tatapannya menyebalkan, awas saja nanti dirinya akan meminta pada bosnya agar dirinya saja yang menghabisi perempuan ini lihat saja.
**
Mereka bertiga sudah ada didalam mobil, Tora memberikan dua botol Akua dan diterima oleh ibunya Gavin "makasih Tora"
"Sama sama bu "
Ibu Gavin segera meminumnya dan memberikannya pada Riri namun Riri menolaknya " minum Ri, bukannya tadi kamu nggak minum air putih ya, ayo cepet minum apakah kamu masih gak percaya sama Tora ayo cepetan minum, jangan nolak lagi loh gak baik ayo cepetan minum "
Akhirnya mau tidak mau Riri meminunnya dan langsung memberikannya kembali pada sang ibu.
Tora segera mempercepat laju mobilnya, pasti sebentar lagi obat tidurnya bakal berguna, kita lihat aja pasti mereka akan pingsan dan tak sadarkan diri.
"Bukan dari tadi kek ngebut, kenapa baru sekarang coba "
"Karena saya ingin cepat cepat ketemu dengan istri saya, kamu tak usah banyak bicara saya kan yang membawa mobilnya bukan kamu, jadi diam saya tidak suka dengan perempuan cerewet dan tak sopan seperti kamu ".
__ADS_1
Tora melihat sekilas kearah ibunya Gavin dia sudah tertidur, Riri yang melihat ibunya tertidur dengan cepat segera membangunkannya namun sama sekali tak bangun "kau memasukan apa "
Namun tiba tiba Riri pun malah tertidur sebelum menyelesaikan perkataannya yang pasti akan menyebalkan itu. Tora hanya tersenyum senang rencananya berhasil.