Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Malah berangkat bekerja


__ADS_3

Liam yang sudah diberi tantanngan harus melakukan tantangan itu agar istrinya bisa memaafkannya dan baik lagi seperti semula.


Liam sudah siaap dengan bumbu dan berapa toping yang dirinya siapkan dan sekarang tinggal mengorengnyaa saja.


"Tuan kenapa tuan yang memasak, maafka saya telah telah bangun, tuan biar saya saja, tuan istirahat saja " ucap bi sari yang tiba tiba saja muncul.


"Tidah bi, untuk pagi ini aku yang menyiapkan sarapan, bibi kembalilah kekamar Lucas, aku sekarang yang akan memasak "


"Tapi tuan "


"Tidak apa apa bi, saya memang di minta istri saya untuk memasak pada pagi hari ini, jadi bibi tenang tak usah takut ya bi"


"Oh begitu tuan baiklah tuan "


Bi Sari segera kembali lagi, pergi kekamar Lucas sesuai perintah dari Liam.


Dan Liam kembali lagi fokus untuk memasak dan sesekali bernyanyi untuk menghilangkan rasa bosannya. Liam sangat pede dengan makanannya.


Saat sudah matang dengan pedenya menyiapkannya dimejaa makan tanpa nencicipinya terlebih dahulu.


"Akhirnya jadi juga, kamu nasi goreng harus enak, agar istriku mememafkan ku ya " setelah berbicara dengan nasi goreng buatannya Liam naik kelantai atas dan kembali lagi ketempat tidur.


**


Jo yang sudah bangun pagi pagi buta seperti ini sudah rapi memakai pakaiannya kantornya segera melongok suaminya yang masih tertidur. Dengan mengendap endap Jo pergi meninggalkan Rumah.


Dia akan pergi kerumah Zeline kerumah pak dosen, untuk menghindar dari suami tercinta, Jo melongkok terlebih dahulu keadaan Riyan yang tertidur.


Dengan perlahan dirinya mundur dan berjalan dengan mengedap endap dan menutup pintunya kembali dengan sangat pelan dan hati hati.


"Huff untung saja Riyan tak bangun, kalau sampai bangun bisa gawat, pasti aku akan berlarian lagi seperti semalam"


Dengan tergesa gesa Jo masuk kedalam mobilnya dan melajukannya dengan perlahan kearah rumah Zeline.


"Maafkan aku Yan, bukannya aku gak mau, aku takut dan trauma, aku juga takut buat ceritain semua ini sama kamu, aku takut kamu gak terima aku, terus kamu menyesal telah menikah denganku nantinya "


**


"Sayang cepat bangun dan segeralah lihat, aku sudah menyiapkan semuanya, aku sudah memasak dan pasti kau akan menyukainya "


"Hemmm aku masih mengantuk "


"Ayolah sayang, lihat bahkan aku sudah siap tanpa kamu harus marah marah dulu padaku, "


Zeline dengan malas segera membuka kedua matanya dan menatap suaminya, benar dia sudah siap, sudah tampan dengan senyum merekah Zeline bangkit dan memeluk suaminya.


"Wah udah wangi banget suaminya aku "


"Iya dong, ayo sekarang kamu cepet mandi, aku tunggu di bawah ya takut nanti makanannya habis oleh Andre "


"Iya sayang, aku mandi dulu ya " dengan semangat Zeline masuk kedalam kamar mandi dan Liam sudah keluar dari kamar juga.


Liam yang sudah dibawah segera menata semua piring sendok dan juga menyajikan nasinya di piring, agar nanti tinggal makan saja.


Sungguh bangga dirinya ini, bisa memasak kembali, sudah lama gak masak, jadi bagaimana ya rasanya. Semoga saja enak.


Andre yang baru keluar dari kamarnya , mengernyitkan keningnya. Berjalan kearah sana dan menepuk bahu Liam.


"Liam lo sekarang berubah jadi pelayan kah "


"Hah engga kok, kemarin istri gue marah dan kalau gue mau dia maafin gue harus masak, dan akhirnya ya begini gue masak "


"Oh pantesan ribet gak sih punya istri "


"Ya enggalah yang ada enak, ada yang ngurus ada yang perhatiin, ada temen juga. Ya kita disini jadi teman hidup Dre "


"Hem gitu ya, gue kapan ya kaya lo Liam "


"Tenang lo pasti akan mempunyai istri yang baik dan menyayangimu "


"Iya amin, aku boleh makan ya "


"Gak nanti dulu tunggy istri gue dulu "


Baru juga dibicarakan Zeline sudah datang berjalan kearah mereka berdua dengan senyum yang merekah, dan saat sudah ada dihadapan suaminya, Zeline mencium pipinya.


"Yaelah jangan depan gue juga kali, ni hati gue menjerit jerit "


"Ya kakak suruh diam aja hatinya "


"Gak bisa ah "


"Udah ayo makan, ayo coba coba "


Andre dengan senang segera duduk dan melahap satu sendok nasi goreng itu namun wajahnya aneh seperti menahan sesuatu, Zeline yang melihat ekspresi kak Andre segera memakanannya juga.


Dan rasanya asin sekali, Zeline mengelengkan kepalannya kearah kak Andre agar tak berbicara apa apa. Andre yang mengerti mengangguk dan menelan nasi goreng itu.


"Bagaimana enak gak "tanya Liam dengan menampilkan wajah senangnya

__ADS_1


"Iya sayang enak "


"Iya bener enak enak ko, lo emang hebat ya "


"Assalamualaikum "


"Walaikumsalam, Jo loh kok pagi pagi udah kesini ada apa Jo " tanya Zeline dengan khawatir


"Iya lo kenapa pagi pagi kesini, dengan setelan kantor seharusnya lo lagi dikamar sama suami lo, bukannya disini"


"Emm gue mau kerja kak, iya kerja ajah, mau makan dong "


Jo segera menyiduk makanannya dan langsung melahapnya namun byurr, Jo menyemburkan nasi itu keluar dari mulutnya, Zeline dan Andre saling pandang lalu menatap Liam dan menyengir.


Liam yang penasaran dengan nasi gorengnya segera memakaknya "ih asin banget, kenapa kamu sayang sama Andre bilang enak "


"Engga kok Liam, beneran enak nih gue makan lagi. Line, Jo ayo makan lagi cepet " Andre memberi kode dengan pelotan manjanya.


Dan pada akhirnya mereka semua memakan, makanan yang dibuat Liam, untuk menghargai kalau tidak nanti metongg..


***


Riyan yang baru bangun segera mengecek kekamar mandi, namun Jo tak ada didalam saja "Jo kamu dimana sayang " teriak Riyan sambil keluar dari kamar, namun rumah sangat sepi sekali


"Sayang kamu dimana " namun tetap saja tak ada sahutan sama sekali.


Riyan segera kembali kekamar dan mengambil ponselnya. Menelfon sang istri yang tak ada dirumah kan khawatir.


Jo yang melihat ada telfon dari suaminya menjadi ragu sekali, Andre yang memang ada disebelah Jo menatapnya "kenapa gak diangkat, angkat aja kasian suami kamu "


Jo dan Andre satu mobil, karena Liam yang menyuruhnya untuk menemani Jo, Jo hanya mengangguk saja dan mengangkat telfonnya itu.


"Hallo Baby kenapa "


"Kamu dimana Jo sayang, aku cari kamu, pagi pagi udah gak ada dirumah "


"Maaf aku pergi kerja dulu baby, kamu juga segeralah siap siap untuk bekerja "


"Hah bekerja, kenapa bekerja coba, seharusnya kamu tuh disini sama aku habisin waktu sama sama, kamu juga gak izin sama aku kenapa "


"Iya tadi liat kamu nyenyak banget tidurnya jadi aku tak tega untuk membangunkanmu, "


"Hemm ya sudah aku akan siap siap dulu untuk bekerja "


Sambungan diputuskan dengan seketika, Jo segera menyimpan ponselnya kembali.


"Engga tau kak, aku cuman pengen kerja aja "


"Jangan bohong sama gue "


"Maaf kak, aku belum bisa ceritain sama kakak "


"Ok deh, gue tunggu cerita lo, awas aja gak cerita nanti "


"Iya kakak bawel aku akan cerita nanti "


Andre kembali lagi fokus kejalanan, dan hanya hening saja yang menemani mereka berdua.


**


Riyan yang kesal segera masuk kekamar mandi dan bergegas membersihkan dirinya, setelah semua rutinitasnya beres, Riyan memakai pakaian kantornya dan pergi tanpa sarapan sama sekali.


Selama perjalan kekantor Riyan hanya cemberut saja dan saat sudah ada didalam kantor pun sama cemberut. Namun saat akan masuk kedalam ruannya ada Chiko temamnya.


Dengan senyum mengembang Riyan membercepat jalannya dan menghampiri Chiko yang sedang berdiri dengan sorang perempuan.


"Chiko apa kabar "


"Baik gue Yan, sorry ya gue gak bisa dateng kepernikahan lo, kenapa lo udah masuk aja seharusnya lo lagi main gitu gitu sama istri lo "


"Iya gak apa apa, tenang aja, gimana mau lakuin malam pertama kalaudianya kabur "


"Hah maksudnya kabur gimana "


"Ya dianya malah kabur "


"Jadi sampai sekarang dia masih perawan dong Yan "


"Ya iyalah gue gak sentuh sama sekali, ya pasti masih perawan la "


"Yang sabar mungkin dia gerogi, kenalin ini asisten gue namanya Dini "


Dini dengan senang segera mengulurkan tangannya untuk bersalam dengan Riyan dan Riyan pun sama mengelurkan tangannya dan segera melepaskannya.


"Jadi gimana lo sama Lala baik baik aja kan, kapan punya anak kalian kan udah nikah lama "


"Ya baik baik aja, gitu lah gue masih gak sudi buat nyentuh perempuan yang udah kasih keperawanannya ke laki laki lain, sedangkan gue suaminya dikasih bekas "


"Ya jangan gitu lah kasian diakan manusia juga kali, gak ada manusia yang gak buat salah, semuanya juga pasti pernah lakuin, dia punya hati bro, jangan lo sia siain perempuan kaya Lala, yang mau bertahan sama lo dan setia diam di sisi lo, meski lo selalu menyakitinya "

__ADS_1


"Iya tapi gue gak pernah meminta untuk Lala bertahan sama gue, gue gak bisa Yan jalanin rumah tangga sama dia, gue tuh berfikir gue hanya dikasih bekasnya aja, andai aja waktu pertama gue tau dia gitu, mungkin gue gak akan nikahin dia "


"Ya tapi jangan gitu juga Chiko, udah baguskan Lala mau jujur sama lo, jaman sekarang susah dapetin cewe yang bisa jujur kaya Lala gitu loh "


"Udah ah jangan bahas s Lala lagi, gue enek denger namanya juga, jadi gimana nih tentang proyek kita "


"Yaudah masuk dulu yu keruangan gue "


Mereka bertiga segera masuk dan segera mengobrol tentang proyeknya yang tadi terpotong.


"Jadi kita bakal buat hotel ditengah kota yang ada taman nya itu loh, gue udah survei kesana dan tempatnya bagus strategis kok, jadi gimana setujukan "


"Boleh aja sih, nanti juga gue mau kesana ya cek, ya mau pastiin aja "


"Ya tentu lo boleh kesana lihat lihat dulu tempatnya pasti lo suka deh "


Dini dari tadi terus saja menatap Riyan, setiap Riyan bicara dia akan selalu menatap Riyan dengan sangat intens, namun hati hati juga takut ketahuan oleh Riyan.


"Oke deh kalau gitu, nanti kita makan siang bareng ya, kayanya ada yang ingin lebih dalem ngenal lo deh Yan "


"Hah siapa"


"Itu tuh Dini, asisten gue, dia dari tadi natap lo aja "


Riyan segera mengacungkan tangannya yang ada cincinnya kearah mereka berdua.


"Iya iya yang udah punya istri nih " ledek Chiko


**


Syifa yang baru bangun celingak celinguk mencari keberadaan Nabil namun tak ada, lalu mecari keluar dan melihat Nabil senang memakai sepatu sambil menoton film kartun larva.


Syifa dengan manja segera memeluk Nabil dari samping "eh putri tidur udah bangun, gih sana cuci muka terus makan "


"Gak mau, aku mau gini aja, mau peluk kamu "


"Tapi aku harus pergi sayang, aku harus pergi kuliah, kamukan sekarang gak ada jadwal, jadi dirumah aja ya"


'Iya tapi aku pengen peluk kamu Nabil, aku pengen gini terus"


"Nanti pas pulang kuliah ya, aku kan harus pergi kuliah dulu Syifa gak akan lama kok, kamu tunggu aku "


"Gak mau "


"Syifa jangan kaya gini " Nabil dengan perlahan melepaskan pelukan itu dan bangkit namun Syifa memegang ujung pakaiannya sambil menangis.


"Hey hey kenapa jadi menangis seperti ini " Nabil dengan cepat menghampiri Syifa dan Syifa langsung memeluknya dengan erat.


"Aku gak mau ditingalin sama kamu "


"Tapikan aku cuman kuliah aja Syifa gak kemana mana lagi"


Syifa segera mendongakan kepalannya dan Nabil dengan sayang langsung mengusap air mata itu.


Nabil dengan sabar melepaskan pelukan itu dan duduk disebelah Syifa, dan memeluknya tak apalah tak masuk satu hari daripada Syifa nangis kan, lebih baik tak masuk saja.


"Sebentar aku akan mengabari dulu temanku ya "


Nabil mengambil ponselnya dan memberikan pesan kalau dirinya tak bisa masuk dulu dan minta di izinkan pada dosennya. Setelah selesai Nabil menyimpan kembali ponselnya.


"Kamu ada apa, kamu kok dari kemarin pengen peluk aku terus "


"Gak tau enak aja gitu peluk kamu dan di peluk kamu hangat banget, aku tuh seperti terlindungi aja kalau sama kamu dan kamu gak pernah bentak aku "


"Kalau dipeluk sama om om itu gimana sama gak, atau nyaman gak "


"Ist kamu kenapa bawa bawa paman Andre coba, aku kan gak lagi pengen bicarain dia tau, kamu malah bicarain dia "


"Kan aku tanya syaang, aku cuman nanya "


"Jarang aku dipeluk sama dia bahkan harus dipaksa dulu dan sulit sekali, aku tuh harus yang selalu duluan dalam hal apa pun, dia itu gak punya inisiatif banget jadi laki laki"


Nabil tak menjawabnnya namun memepererat pelukan itu dan menciumi kening Syifa dengan sayang.


**


Sedangkan Andre yang sedang bekerja tiba tiba saja keselek "siapa yang ngomongin gue nih " gumam Andre


"Kenapa lo Dre, gak ada angin gak ada badai tiba tiba keselek gitu "


"Gak tau nih Liam, kayanya ada yang ngomongin gue deh, yakin nih gue, malahan yakin 10000%, kira kira siapa ya yang gibahin gue "


"Geer banget lo, emang lo artis sampai di gibahin, buat apa coba orang orang omongin lo gak ada gunanya "


"Sialan lo Liam, tau ah gue gak mau bicara lagi sana lo "


"Yaelah kok marah sih kaya cewe aja lo, gak asik ah "


Namun Andre sama sekali tak mengubrisnya diam fokus mengerjakan kembali pekerjaannya. Kalau meladeni Liam tak akan ada ujungnya dan pada akhirnya akan bertengkar.

__ADS_1


__ADS_2