Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Makan malam yang sangat menyenangkan


__ADS_3

Kembali lagi kerumah Zeline, sekarang Jo sedang menunggu pengantin baru yang dari tadi belum keluar juga dari kamar. Dia sudah lelah menunggunya cacing-cacing diperutnya sudah demo ingin segera diberi makan tapi ini sang tuan rumah tak ada sama sekali batang hitungnya.


Masa iya dirinya langsung makan duluan, itu sangat tidak sopan meskipun Zeline sahabat terdekatnya tapi tetap saja harus selalu sopan, apalagi sekarangkan Zeline sudah menikah jadi sudah makin berbeda saja.


Apa sih sebenarnya yang sedang mereka lakukan dikamar sampai lama kaya gini, bisa bisa dirinya menunggu sampai 1000 abad atau mungkin bisa jadi sampai dirinya mati kelaparan bisa jadikan, au ahhh udah kaya zombie nie. Bisa-bisa nanti dirinya memakan Nina s calon pelakor.


Dikamar Zeline dan suaminya baru selesai melakukan kegiatan panas tadi segera mereka berdua bergegas memakai pakaian, sudah sangat lapar sekali mereka ini gara-gara melakukan kegiatan panas ini jadi lupa makan.


Sebelum keluar kamar Liam tak lupa mengecup dahulu bibir istrinya cukup lama"mas udah nanti mulai lagi, aku lapar "


"Hehehe maaf sayang maaf yaudah ayo ayoo " segera Liam mengandeng tangan istrinya untuk segera turun kebawah. Dari kejauhan Zeline sudah melihat sahabatnya yang tepar karena kelaparan.


"Mas lihat itu Jo lagi kelapan pengen getok kepalanya deh "


"Eh jangan gitu dong sayang, masa kaya gitu sama sahabatnya dia kan lagi sedih seharusnya kamu hibur"


"Hibur gimana mas, aku harus joget joget gitu didepannya "


"Ya ga gitu juga lah yang, kamu tuh yah mau aku kurung dikamar" dengan wajah yang cemberut enak aja joget didepannya saja istrinya ini tak pernah melakukan itu.


Zeline hanya nyengir saja dan segera cepat-cepat mengajak suaminya untuk segera turun, takutnya nanti cacing-cacing diperutnya mati bagaimana.


"Hallo Jo sayang udah lama nih " ucap Zeline basa basi sambil duduk dipinggir sahabatnya.

__ADS_1


"Auah lama bet Line hampir bulukan aku diem disin nunguin PENGANTIN BARU " jawab Jo menekankan kata pengantin baru dihadapan Nina yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


Nina yang tak peduli segera maju dan membantu membuka-bukakan piring lalu, Jo menyodorkan piringnya dengan wajah menyebalkannya...


"Isikan nasi beserta lau pauknya ya. Jangan menganggu pengantin baru kau hanya melayaniku saja ya untuk selamanya. Kalau pak dosen sudah ada istri cantiknya yang mengurus kau hanya perlu menyajikannya dimeja saja tak perlu sampai mengambilkan sampai kepiring-piringnya ya pelayan, kau dengarkan ucapanku itu telinggamu berfungsikan" ucap Jo panjang lebar.


Namun bukannya menjawab Nina malah diam saja tak mengambil sama sekali piring yang disodorkan oleh Jo. Jo yang kesal dengan kelakuan pelayan itu.


Segera merapihkan semua makanan kepingirnya setelah selesai segera Jo naik keatas meja, melipat pakainnya "Hiyaaaaa" teriak Jo dan menerjang pelayan itu sampai mereka berdua terjatuh.


Bahkan Zeline dan Liam yang melihatnya sampai melotot, teman istrinya sungguh barbar sekali bahkan Liam tak ada niat untuk memisahkan mereka berdua lumayankan melihat atraksi.


Dirinya juga sudah kesal dengan kelakuan Nina yang seperti tuan rumah, dia hanya ingin melayaninya saja. Enak saja dirinya pekerjakan Nina untuk melayani istrinya. Ibunya ini kalau kirim orang selalu asal saja deh.


"Sudah Jo sudah " teriak Zeline yang tak mau ada kekeras seperti ini.


"Diam saja kamu Line, aku sudah sangat muak dengan kelakuan pelayan satu ini dia terlaru seenaknya padamu. Aku sebagai sahabatmu tak terima harus dihabisi wanita seperti ini kalau tidak buang kelaut kasih kebuaya darat " ucap Jo kembali yang sekarang sedang menguyel-nyuyel rambut Nina.


Nina yang sudah bisa melawan segera menarik rambut Jo tak mau kalah, akhirnya mereka berdua bertengkar hebat sampai pelayan-pelayan yang lain datang soalnya teriakan mereka berdua terdengar sampai belakang.


"Jo sudah bangun sudah cukup " ucap Liam


Segera Jo menurut dan segera bangkit dari tubuh wanita itu,dengan sombong Jo segera berjalan kekursinya lagi lalu duduk sambil merapihkan rambutnya yang berantakan gara-gara jambakan Nina. Padahalkan dirinya belum puas tapikan ini perintah dosennya kalau dirinya tak melaksanakannya bisa- bisa nanti nilainya jelek lagi.

__ADS_1


Nina segera bangkit dengan wajah yang merah dan rambut berantakannya. Kalau saja bukan suara pujaan hatinya engan sekali dirinya untuk mengampuni bocah bar bar ini. "besok segera lah pergi dari rumahku kau dipecat karena sudah keterlaluan pada istriku serta temannya kau tak sopan padanya jadi kau pulang saja "


"Tapi pak " brottt tiba tiba ada suara kentut. Liam dengan refleks menutup hidungnya sedangkan Zeline dan Jo tertawa terpingkal-pingkal. Nina segera pergi sambil memegang pantanya takut-takut dia mengeluarkan isinya juga disini.


"Hahahahah ga kuat aku Line ahhhhh ya alloh kenapa lucu sekali rasanya ingin guling-guling ditanah " ucap Jo dengan memukul-mukul meja.


"Jo sudah-sudah nanti kamu gila " timpal Liam.


Dengan seketika Jo diam, dirinya segera merapihkan pakainnya dan mengontrol wajahnya agar kembali cantik dan menawan kembali. Dengan baik hatinya Jo merapihkan kembali makanan tadi. Dan segera mengambil makanan untuk dirinya sendiri lalu memakannya dengan lahap.


Zeline hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan temannya yang diluar nalar, selalu saja sahabatnya ini melindunginya dari marabahaya yang mengintai dirinya. Beruntung sekali memeliki sahabat seperti Jo yang peka dengan setiap keadaan bahkan dirinya tak segan untuk membalas orang itu.


Segera dirinya mengambilkan makanan untuk suaminya, lalu memakannya bersama-sama, hening tanpa ada pembicaraan lagi. Hanya dentingan sendok yang menemani mereka.


Sesekali Liam menyuapi istri kesayangannya dan membuat Jo jadi mau disuapi juga, tapi sama siapa coba tak akan ada yang mau menyuapinya. Pacarnya aja udah ga peduli. Besok dirinya akan menemui pacarnya dan memutuskan hubungan mereka berdua.


Agar dirinya bisa segera move on dan mencari yang baru, semoga saja bisa mendapatkan sama seperti yang Zeline punya. Perhatian, sangat menyayangi yang terpeting tak selingkuh.


Dalam sebuah hubungan yang paling fatal adalah perselingkuhan yang tak akan bisa dimaafkan sampai kapan pun. Meskipun bisa memafkan tak akan kembali cinta itu utuh dan pasti yang ada kecurigaan saja dari pasanganmu.


Dalam hubungan harus ada kepercayaan dan kesetian , jangan sampai kau membohongi pacarmu dan semua terbongkar oleh dia. dan pada akhirnya sebuah kepercayaan yang sudah dijunjung tinggi akan hilang begitu saja.


Dan nantinya jika kau jujur tetep saja pacarmu itu akan menganggapnya berbohong karena sudah ada trauma yang dia rasakan dahulu saat kau membohonginya.

__ADS_1


Cintailah dan sayangi pasanganmu dengan sepenuh hati, jangan sampai kau melukainya. Jangan selalu berbohong pada pasanganmu. Sekecil apapun kau berbohong lama kelaman kebohongan itu akan semakin besar dan menghancurkan semuanya.


__ADS_2