
Liam tak mau menyerah sama sekali segera Liam menyelam mencari keberadaan istrinya.
Semakin kedalam aku berenang, aku tak mau sampai harus kehilangan istriku. Mungkin kalau sampai itu terjadi aku bisa gila dibuatnya.
Dengan sekuat tenaga menahan nafasnya didalam air, sekarang aku sudah mulai kehabisan nafas namun aku tak akan naik kepermukaan sebelum menemukan istriku.
Itu,itu tubuh istrinya dengan sekuat tenaga Liam menyelam makin kedalam melawan air dan menangkap pinggang istrinya.
Zeline yang tadinya akan menutup matanya karena memang sudah tak kuat tiba-tiba terbuka kembali.
Saat merasakan ada bibir yang menyentuh bibirnya dan memberinya kekuatan untuk tetap hidup.
Zeline yang mengetahui itu suaminya segera memeluk leher suaminya dengan erat tak mau sampai terpisah kembali dan meninggalkan suaminya.
Dengan perlahan Liam berenang keatas, menyelamatkan istrinya ini. Sampai juga di tepi, segera Liam mengatur nafasnya yang sudah tak beraturan.
Segera Liam mengangkatnya lalu membaringkan Zeline dipasir cukup jauh dari air, ombak sedang besar-besarnya.
Liam segera memberi nafas buatan untuk istrinya dia tak mau sampai hal ini terjadi kembali.
Dan syukurnya air sudah keluar dari mulut istrinya.
Zeline terbatuk-batuk mengeluarkan air yang sudah ditelannya tadi Liam segera membantu istrinya untuk duduk dan menepuk-nepuk punggungnya dengan perlahan-lahan.
"Sayang jangan tinggalkan aku " ucap Liam sambil memeluk Zeline dan menitihkan air mata saking takutnya kehilangan istrinya cintanya ini.
Liam memeluk Zeline dengan sangat erat tak mau sampai istrinya ini menghilang seperti tadi.
Yatuhan kalau saja tadi sampai tak ketemu sungguh aku mungkin tak akan bisa hidup tanpanya dan lebih baik aku pergi saja mengikuti istriku.
"Sesak kak" sambil menepuk punggung suaminya.
"Maafkan aku, sayang mana yang sakit hah " dengan muka paniknya langsung melepaskan pelukannya pada Zeline dan mengecek seluruh tubuh istrinya.
"Aku tak apa sayang " sambil memegang tangan Liam untuk memberhentikan kegiatannya itu.
Segera Liam mencium tangan Zeline dan tiba-tiba saja menangis sambil menundukan kepalanya bersyukur tuhan masih baik dengan dirinya yang penuh dosa ini.
"Sayang jangan menangis " ucap Zeline dan tiba-tiba saja air matanya ikut keluar.
"Tidak sayang, aku menangis karena bahagia kau selamat "
__ADS_1
Yatuhan ini laki-laki yang dulu akan aku sia siakan ternyata rasa cinta serta sayangnya sangat besar padaku.
Terimakasih tuhan sudah memberiku hidup kembali aku tak akan menyia-nyikan waktu yang engkau berikan untuk ku ini.
Segera Zeline memeluk tubuh Liam dan setelahnya melepaskan pelukan itu menghapus air matanya suaminya "aku baik-baik saja syaang "
"Jangan tinggalkan aku sayang, aku tak akan bisa hidup tanpa dirimu " dengan raut wajah yang takut serta gelisah.
"Aku tak akan meninggalkan mu sayang, lihat aku ada dihadapanmu "
Liam hanya mengangguk dan langsung mengangkat tubuh istrinya, Zeline yang memang lelah segera menyenderkan kepalanya kebahu Liam.
Segera Liam membawa kekamar mereka dan membawa istrinya kekamar mandi dan mandi bersama tanpa melakukan apa-apa dengan telaten Liam memandikan istrinya.
Sesekali Liam mencium kening istrinya, Zeline hanya diam sambil menatap wajah suaminya.
Tak akan aku meragukan cintamu lagi mas, sampai kapanpun cintaku hanya untukmu mas tak akan terganti oleh siapa pun.
Segera Liam menyudahi mandinya itu lantas memakaikan pakainya istrinya terakhir pakainnya, Liam mengendong kembali istrinya dan menidurkannya.
Segera Liam ikut tidur dan memeluk tubuh istrinya untuk tidur dan istirahat"sayang jika ada yang sakit kau harus bilang ya "
"Iya mas aku akan bilang " sambil menyembunyikan wajahnya di dada Liam.
"Iya mas, apa kakak tak menyukainya "
"Tidak sayang aku sangat menyukainya " sambil mempererat pelukannya dan menciumi rambut istrinya.
Segera Liam menepuk-nepuk pantat istrinya, ya ini sekarang kebiasannya kalau tak ditepuk-tepuk akan susah tidurnya.
Akhirnya tertidur juga istrinya, Liam yang memang sudah lelah mengikuti istrinya dan menyusul istrinya untuk bermimpi indah.
***
Zeline yang lapar segera melepaskan pelukan suminya lalu pergi kedapur untuk makan, dia sungguh tak tega kalau harus membangunkan suami tersayangnya itu.
Setelah selesai Zeline segera pergi lagi kekamar takut suaminya mencarinya lalu panik lagi kasihan dia
Liam yang menyadari istrinya tak ada disampingnya, segera bangun namun saat akan bangun dia melihat istrinya yang sedang berdiri didekat pintu.
Dan berpose seperti model sambil megangkat satu persatu halisnya untuk mengodanya bukanya tergoda Liam yang melihatnya malah tertawa sambil menutup wajahnya dengan selimbut.
__ADS_1
Zeline tadi sudah menganti pakainya dengan dres transparan yang ada didalam kopernya dengan tali spageti dan tak lupa pendek.
Segera Zeline menghampiri suaminya dengan berlengak-lenggok seperti sedang dipanggung catwalk lalu naik keatas kasur dan duduk dipangkuan suaminya.
Dengan berani Zeline membuka pakaian suaminya dan menatapnya dan mengedipkan sebelah matanya.
Liam yang melihatnya malah tertawa terbahak-bahak sangat lucu sekali istrinya ini.
Zeline segera mendorong tubuh suaminya sampai tertidur dan Liam yang kaget langsung memberhentikan tawanya dan menatap tubuh istrinya.
Sekarang istrinya ternyata sudah berani memakai pakaian yang lebih tipis dan tak seperti biasanya.
"Mas hanya perlu diam dan menikmatinya" sambil membuka pakaiannya serta membuka bra serta cdnya.
"Ini hadiah dariku untuk mu mas " lanjut Zeline
Liam hanya menatap saja keberanian istrinya, tanpa membantahnya sama sekali.
Zeline segera turun dan membuka celana suaminya serta ********** terpampang juga tongkat suaminya.
Dia tak mau memanggilnya burung, karena tak bersuara, suaminya bilang ini burung tapi tak ada suaranya. Jadi mending diganti saja namanya jadi tongkat ajaib yang bisa membuat anak hebatkan.
Dengan berani Zeline lalu memainkannya dan memasukannya kedalam mulutnya.
Liam yang mendapatkannya sampai megerang nikmat istrinya ini tahu dari mana. Padahal aku tak pernah mengajarinya sama sekali.
Setelah Zeline lama memainkan tongkat ajaib itu keluarlah cairan putih.
Zeline hanya menatapnya saja karena binggung apa yang harus dilakukan.
Setelah puas dengan tongkat suaminya Zeline naik ketas sambil mencium perut dan meninggalkan sedikit tanda-tanda merah.
Lalu perpindah pada kedua gunung suaminya yang rata dan mengemutnya dengan perlahan dan perpindah keleher suaminya yang mulus. Tanpa ada sedikit cacat.
Sudah sampai dimulut suaminya namun Zeline malah diam sambil menatap suaminya.
Liam juga sama malah dia menatap istrinya juga yang sama binggungnya. "kenapa sayang berhenti " tanya Liam.
"Aku binggung mas, apa lagi yang harus aku lakukan " sambil menyengir.
Liam menggangga melihat tingkah istrinya Liam segera membalikan tubuh mereka dan sekarang yang dibawa Zeline dan menuntaskan kembali kegiatan mereka.
__ADS_1
Sekarang Liam yang mengendalikannya dan Zeline dibawah hanya bisa menggerang dan menikmatinya setiap sentuhan suaminya selalu memabukannya.
Seterusnya hanya mereka saja yang tahu apa yang dilakukan kembali.