Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Akhir yang bahagia


__ADS_3

Tak lama anak mereka berdua menangis kencang Zeline sampai kaget namun bahagia, melihat anaknya lahir kedunia ini. Hidupnya sekarang akan menjadi lengkap namun satu hal yang belum mereka raih adalah maaf dari kedua orang tuanya.


Suster segera mengambil anak mereka berdua. "Mari pak di adzanin dulu "


Liam segera bangkit dan dibantu oleh susternya untuk mengais anaknya secara benar. Liam segera mengarah kekiblat lantas mengumbandangakan Adzan pada telinga anaknya dengan lembut.


Allahuakbar, Allahuakbar


Allahuakbar, Allahuakbar


Asyhadu allaa illaaha illallaah


Asyhadu allaa illaaha illallaah


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah


Hayya ‘alashshalaah


Hayya ‘alashshalaah

__ADS_1


Hayya ‘alalfalaah


Hayya ‘alalfalaah


Allahuakbar Allahuakbar


Laa ilaaha illallaah


Saat mengumandangkannya Liam sampai menangis haru, dirinya bisa mempunyai keluarga. Tak menyangka hidupnya akan sebahagia ini.


Liam langsung memeluk anaknya setelah selesai di adzanni, lalu suster mengambilnya karena akan dibersihkan "maaf pak, saya akan memberihkan dahulu anak bapak dan istri bapak bisa tolong tunggu diluar pak "


Mengusap air mata istrinya "aku tunggu diluar ya sayang " lalu mencium kening istrinya cukup lama.


Liam segera berjalam keluar, menutup pintunya. Diluar sudah ada ibunya, ayahnya, Syifa dan juga Andre sahabatnya.


"Bagaimana , Zeline dan anakmu baik baik saja kan na "tanya ibunya dengan senang.


Liam langsung saja memeluk ibunya dan menangis dibahu ibunya "mereka baik bu, mereka sehat. Liam beneran punya anak kan bu, Liam sangat sangat senang bu. Allah mempercayakan Liam dan Zeline untuk mempunyai anak. Anak kami laki-laki bu"


"Alhamdullilah sayangg, ibu sangat senang, benar kamu mempunyai anak sayang. Jadi mulai sekarang kamu harus belajar menjadi ayah yang baik dan suami yang baik pula. Kamu harus membimbing mereka berdua. Ibu yakin kamu bisa "

__ADS_1


"Iya bu, iya Liam sangat bersyukur tuhan menitipkan anak laki-laki yang kelak akan membangakan kita semua. Menjadi laki-laki soleh"


Andre yang diam dipojokan ikut menangis, sahabatnya sekarang sangat bahagai. Dirinya sangat berterimakasih kenapa tuhan karena sudah mendatangkan Zeline untuk sahabatnya, dan sekarang ditambah lagi kebahagiannya dengan kedatangn seorang anak.


Syifa yang ada didekat Andre segera mengenggam tangan Andre "paman, bahagia banget ya paman Liam sama kak Zeline. Kita kapan paman punya anak " tanya Syifa tiba-tiba sambil menitihkan air mata harunya.


"Kamu ini ya, belum juga menikah udah mikir kesana. Kamu tuh masih kecil udah sekarang fikirinnya sekolah bukannya anak" sambil menoyor kepala Syifa.


"Ye, gapapa dong yang penting itu niatnya aja dulu, niat buat punya anak. Paman ini kenapa sih nyebelin tau "


"Udah sana hus hus anak kecil jangan deket-deket " usir Andre sambil melepaskan genggaman tangan mereka.


Liam segera melepas pelukannya pada ibunya, lalu beralih pada ayahnya yang sudah berkaca-kaca melihat kebahagian anaknya.


Liam segera memeluk ayahnya " selamat ya nak, mulai sekarang tanggung jawabmu bertambah. Jadilah kepala keluarga yang baik serta adil. Ayah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagian keluarga kecilmu. Terimakasih telah memberikan kebahagian yang amat sangat besar untuk kami semua nak. Ayah sangat bangga pada mu "


Liam tak bisa berkata-kata apa-apa lagi hanya bisa menangis serta memeluk ayahnya. Untuk pertama kalinya Liam menangis. Menangis bahagia karena kehadiran anaknya serta istrinya juga.


Hidupnya yang dulu hanya fokus membunuh, memenuhi hasratnya sekarang berubah menjadi normal seperti orang lain. Dulu dirinya berfikir dia tak akan menikah dan mempunyai anak.


Hidupnya akan selalu sendiri. Membunuh, tak punya perasaan akan seperti itu terus. Namun tuhan baik. Memberikannya kesempetan untuk lebih bahagia lagi dengan orang yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2