
Sedangkan ditempat lain Lisa sedang marah marah pada suaminya.
"Yan bisa gak sih kamu gak selingkuh terus, apa kamu gak cape selama kita menikah 6 tahun kamu selingkuh aja apa gak cape, aku aja yany liatnya cape Yan aku cape kenapa sih kamu gak bisa setia sama aku, kamu gak sian sama anak kita Chelsea sana Dimas "
Riyan hanya diam saja sambil merokok, dia tak mendengarkan ucapan sang istri, Lisa dengan kesal merebur rokok itu dan membuangnya.
"Aku tuh lagi ngomong sama kamu ya Yan, kamu tuh jawab bukannya diem aja, aku lagi bicara sama kamu "
"Aku sudah pernah bilangkan sama kamu, fikir fikir dulu kalau mau nikah dengan ku, karena aku tak akan mungkin setia sama kamu, jadi fikir fikir ingat itu
"Kamu harus tanggunt jawab atas kehamilanku, sudah terbukti kan kalau Dimas adalah darah daging kamu memang anak kamu, saat dia lahir kamu langsungkan tes DNA, tapi kenapa kamu masih seperti ini Yan, aku ini istri kamu mana ada istri yang mau terus saja diselingkuhi "
"Ya aku tau Dimas anak ku, aku sudah meminta mu untuk memilih kan, aku akan bertanggung jawan atas dimas namun tanpa menikahi mu atau aku bertanggung jawab dan menikahimu tapi aku tak akan mau diatur oleh mu, kau memilih yang kedua kan makan ya sudah jangan sakit hati itu sudah pilihan mu "
"Apa salahku, apa kesalahan ku Yan kenapa kau seperti ini selingkuh aku bertanya pada mu itu kenapa kau selingkuh kenapa apa kekurangan ku apa "
"Kekurangan mu adalah membuat rumah tanggaku hancur dengan Jovanka kau membuat aku dan juga anak ku berpisah, kau telah menghancurkan semuanya Lisa, aku sudah meminta bantuan mu namun kau malah menghancurkan semuanya "
"Selalu saja Jovanka, dia sudah bukan istrimu aku istrimu, wajar aku tak membantumu sepenuhnya karena aku pun butuh pertanggung jawaban, anak ku butuh ayah kau tau itu "
"Jika kau sudah tak tahan dengan ku kau bercerai saja dengan ku, aku akan siap dan menerimanya tenang saja Dimas akan aku nafkahi, kau tak perlu takut bagaimana kalau kita bercerai "
Dengan marah Lisa langsung menggampar Riyan Namun Riyan sama sekali tak kesakitan, dia hanya tersenyum kecil saja "kenapa bukannya kau sudah tak tahan dengan ku, lalu kenapa kau malah marah dengan ku "
"Kau egois kau tidak mau bertahan dengan ku, kau tidak mau setia dengan ku, kau sungguh kurang ajar, aku selama ini mengabdi padamu, tapi kau sendiri sama sekali tak meperdulikan aku "
"Kau tak pernah menyuruhmu untuk mengabdi padaku "
Riyan langsung pergi meninggalkan Riyan, sedangkan Lisa dia menangis, hatinya begitu sakit selama menjalani rumah tangga dengan Riyan tak ada sama sekali kebahagian dirinya selalu saja selingkuh.
Parahnya Riyan selalu saja membawa perempuan perempuan itu kerumah, selalu saja begitu kenapa, apa salahnya kenapa suaminya begitu.
Sedangkan Chelsea dan juga Dimas hanya diam saja tak bisa menolong ibunya Chelsea sebagai sang kakak segera membawa adiknya dan menenangkannya.
"Kakak kenapa ayah dan mamih selalu saja bertengkar, kenapa mereka tak pernah aku, kenapa kakak "
Chelsea menghembuskan nafasnya,"tidak mereka tak bertengkar mereka hanya sedang berbicara biasa kau tak perlu memikirkan itu ya, biarkan saja kita hanya perlu fokus belajar saja ok "
__ADS_1
"Tapi kenapa setiap hari mamih menangis dan ayah juga pergi pergi terus kenapa begitu "
"Sudah kau tak perlu memikirkan itu ya sudah kakak bilang biarkan saja"
"Baiklah kak "
Chelsea mengusap kepala adiknya dan memikirkan bagaimana agar maminya dan ayahnya kembali akur, tidak bertengkar terus-menerus.
Kenapa selalu saja nama Jovanka yang disebut oleh maminya dan ayahnya, apa yang terjadi sebenarnya. Apakah perempuan itu yang sudah membuat ibunya menangis. Kalau iya dirinya akan mencarinya dan berbicara pada perempuan itu.
Agar tak menganggu rumah tangga ibunya serta ayahnya, dirinya ingin ibunya baik baik saja dan juga keluarganya baik baik juga.
**
"Line gak apa apa kan untuk hari ini aku titip dulu Katherine dan aku juga minta tolong sama kamu buat daftarin dia kesekolah barunya bisa gak Line "
"Tenang aja aku pasti jaga Katherine, dan untuk sekolahnya tadi mas Liam udah telfon sekolah dan daftarin Katherine besok tinggal ambil seragam, aku yang datang kesana, untuk besok pake seragamnya Daisy aja dia masih ada cadangan kok, kalau kamu ada pekerjaan bereskan saja dulu, dan Kat titipkan saja disini "
"Makasih ya Line aku beruntung banget punya kamu, perusahaan tiba tiba ada masalah, jadi aku yany harus turun tangan "
"Iya tenang saja Jo, aku mengerti kau tak perlu kawatir ya Kat pasti akan aman disini "
"Iya hati hati "
Jovanka langsung pergi karena tadi sudah berpamitan pada anaknya Katherine.
Zeline yang mengantar sampai luar rumah segera masuk lagi kedalam rumah dan masuk kekamar Daisy ternyata anak anak perempuan itu baru saja beres mandi.
"Mamih lihat Kat baguskan pakai pakaian ini "
"Tentu Kat bagus memakai gaun itu, jadi apakah mamih boleh membantu "
"Tidak mamih tak boleh membantu Daisy dan Kat bisa memakai pakaian sendirian "
"Iya tante tapi untuk rambut Kat minta tolong sama tante untuk mengepangnya "
"Tentu boleh "
__ADS_1
"Terimakasih tante "
"Sama sama sayang "
Mereka berdua sibuk memakai pakaiannya masing masing, setelah selesai Zeline mendandani satu satu anak kecil itu dan selesai.
"Sudah selesai kalian sudah cantik dikepang dua, sekarang sudah sore jadi jangan main tanah lagi ya "
"Baik mamih "
"Baik tante "
"Mamih dimana abang "
"Abang sedang belajar ayo kita turun, abang kan besok ada lomba jadi harus belajar "
"Abang itu selalu saja belajar mamih "
"Daisy dan juga Kat sama harus belajar jangan main terus "
Mereka hanya tersenyum saja, saat mereka sampai bawah ada Liam dan melihat anaknya Daisy sudah mandi "hemm anak papih udah mandi ya, sekarang udah ada temennya ya "
"Gendong dong papih "
Liam langsung mengendong Daisy dan Kat hanya diam dan melihatnya saja dengan wajah sedihnya Liam yang melihatnya langsung mengendong Kat juga mengunakan tangan kirinya.
Seketika Kat tersenyum pada Liam, Liam membawa kedua anak perempuannya itu keluar rumah "apa kalain mau jalan jalan kita beli eskrim mau tidak "
"Mau papih, Kat juga pasti mau kan, ya kan Kat "
Kat menganggukan kepalanya Liam melihat kearah istrinya "sayang ayo ikut "
"Lucas sedang belajar mas aku akan menemaninya saja, tak apa kan "
"Tentu sayang tak apa, nanti kami juga akan membelikan es krim untuk kalian berdua, aku pergi sayang "
"Iya mas hati hati "
__ADS_1
Liam tersenyum dan mengangguk, mereka bertiga segera masuk kedalam mobil dan pergi untuk membeli es krim.