
Liam yang tidak jadi pergi bersama istrinya akhirnya kembali lagi mengerjakan tugasnya, ya pekerjaannya karena tadi bilang istrinya ingin bersama Lucas saja di rumah itu tidak apa-apa kan dirinya juga tidak masalah.
Yang terpenting dirinya sudah mengajak istrinya untuk jalan-jalan tapi dianya yang gak mau, ya udah lanjut kerja lagi sendirinya , dirinya juga akan memberikan tugas pada Tora.
Pintu ruangan Liam diketuk oleh Tora. setelah Liam membolehkan masuk Tora langsung masuk, menunggu Liam mengatakan sesuatu" sepertinya kita salah membiarkan ibunya Gavin masih hidup, ternyata dia akan membuat kita mempunyai masalah"
"Lalu apa yang harus kita lakukan Tuan apakah saya harus membunuhnya juga agar semua jejak yang kita lakukan tidak terbongkar oleh siapa-siapa, agar kita aman juga karena bisa saja ibunya Gavin berbicara pada Jil kan, "
"Itu akan lebih bagus kau bunuh saja dia dari pada nanti menjadi masalah bahkan Jill saja sepertinya sudah curiga, karena istriku datang ke panti jompo Jil dan ibu Gavin melihat wajah anakku dan dia histeris karena wajahnya sangat mirip denganku, kau bunuh saja dia aku tidak mau tahu malam ini harus mati. Tapi jangan pernah kelihatan seperti dia habis dibunuh kau buat seolah-olah itu hanya kecelakaan atau bunuh diri saja "
"Tentu saya bisa melakukannya Tuan saya akan melakukannya dengan serapih mungkin tanpa ada jejak sedikitpun dan orang-orang akan tahu kalau ibu Wati meninggal karena bunuh diri, bukan dibunuh oleh siapa-siapa. Saya akan melakukan tugas ini dengan sangat rapi sekali tuan, tidak akan ada yang mengetahuinya kalau itu adalah pembunuhan"
"Baik kau laksanakan malam ini aku tidak mau ke menunda-nundanya lagi, sebelum Jil tahu jangan sampai ada lagi korban selain ibu Wati, aku tidak mau Jill juga yang menjadi korbannya l, nanti istriku malah makin curiga karena Jil itu bukan perempuan sembarangan orang tuanya mempunyai koneksi yang banyak dan bisa saja dia menemukan kita jadi kau dengan secepatnya harus membunuh ibunya Gavin"
"Baik Tuan akan saya laksanakan, saya akan membunuhnya sekarang juga malam ini, Tuan hanya perlu terima beresnya saja semuanya akan baik-baik saja"
"Siapa yang dibunuh, siapa yang akan kalian bunuh. Sebenarnya apa yang kalian sedang bicarakan, siapa lagi yang akan menjadi mangsa mu mas, kenapa kau kembali lagi kenapa mas "
Liam melihat kearah pintu ternyata itu adalah Istrinya. kenapa tadi tidak mengunci pintunya dulu, "Tora kau keluar saja, biar aku yang berbicara dengan istriku "
Tora langsung menganggukan kepalanya dan langsung saja pergi meninggalkan ruangan tuannya, sedangkan Zeline mendekati suaminya "Siapa yang dibunuh kau akan membunuh siapa lagi mas "
"Kemarilah sayang kau salah dengar memangnya siapa yang akan aku bunuh, aku kan sudah berjanji padamu kalau aku tidak akan pernah membunuh siapa-siapa lagi "
Zeline masih belum mendekati suaminya dia masih berdiri dengan batas meja ruang kerja suaminya "aku tidak tuli mas aku mendengar perkataanmu dan juga Tora kalau kau akan membunuh seseorang, siapa sebenarnya yang akan kau bunuh. Kenapa kau tidak mau jujur saja padaku kalau kau akan membunuh seseorang siapa Mas katakan motifnya apa sampai-sampai kau harus membunuh orang itu, kau sudah janji kan tidak akan membunuh lagi"
"Iya aku sudah janji padamu. Aku tidak akan mungkin membunuh orang, aku sama sekali tidak akan membunuh orang, tadi aku menyuruh Tora untuk membunuh semut-semut yang ada di taman mu taman belakang yang banyak bunga mawarnya, banyak sekali semut di sana memangnya kau mau tanaman itu hancur rusak"
"Benarkah banyak semut kau berkata jujur kan tidak bohong padaku mas, aku tak mau ya kalau kau bohong padaku"
__ADS_1
"Untuk apa aku berbohong padamu sayang, aku tidak berbohong aku berkata jujur kalau di tanamanmu itu sangat banyak semut makanya aku menyuruh Tora membersihkannya agar tidak ada semut lagi, aku benar-benar berkata jujur padamu untuk apa aku berbohong Sayang. Apa gunanya aku berbohong aku benar-benar berkata jujur di sana banyak semut makanya aku mau menyuruh Tora untuk membersihkan semuanya, agar tanamanmu selalu cantik seperti yang punya, masa yang punya cantik tapi tanamannya bolong bolong coba"
Liam segera mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang, dirinya kembali berbohong pada istrinya tapi ini untuk kebaikannya.
Untuk kebaikan keluarganya dan untuk kebaikan istrinya juga, agar sang istri tidak meninggalkannya, kalau sampai istrinya tahu kalau dirinya kembali membunuh orang mungkin saja dirinya sudah ditinggalkan oleh istrinya.
Tidak itu jangan sampai terjadi dirinya tidak mau ditinggalkan oleh sang istri, yang ada dirinya tak akan bisa hidup tanpa istri dan anaknya juga.
Istirnya begitu berharga namun dirinya tak bisa dengan cepat menghilangkan rasa ketergantunganya dengan darah, sudah bertahun tahun dirinya menjadi seorang pembunuh namun tidak akan bisa sekejap saja hilang akan butuh waktu bertahun tahun.
**
"Mungkin malam ini aku tidak akan pulang Airin kau jangan menungguku ya, kau tidur saja duluan, aku pasti akan pulang pagi pagi sekali, aku tak mau kau kekurangan tidur, jadi jangan menungguku ya sayang ku "
"Kau mau ke mana lagi Tora kau selalu pergi saja setiap malam, apa sih yang kau lakukan sebenarnya di luar sana. Apakah pekerjaanmu tidak bisa siang hari saja harus malam hari juga kau hampir kerja 24 jam Tora, aku juga dengan anak ku ingin menghabiskan waktu dengan mu, ?memangnya tidak ada waktu untuk kau istirahat saja kau juga hanya tidur beberapa jam seharusnya itu tidak boleh, kenapa pekerjaanmu sangat begini"
"Iya tapi kan aku istrimu aku harus tahu pekerjaanmu apa, tapi kau tidak macam-macam kan pekerjaanmu bukan membunuh orang kan, kau hanya bekerja biasakan dan tak membuat orang lain menjadi korbanya, kau tak jahat seperti dulu kan saat bertemu dengan ku, kau sudah berubahkan tidak seperti itu lagi "
Tora Diam tidak menjawab bagaimana ini harus jujur atau tidak lebih baik berbohong dari pada nanti menjadi masalah dan malah bertengkar, Airin pasti akan terus mengajaknya bertengkar setiap hari kalau mengetahui semuanya.
Rumah tangganya sudah tenang tak akan mungkin kan kalau hancur gara gara masalah pekerjaan yang sudah dirinya geluti sejak lama.
"Tidak mungkin aku tidak mungkin membunuh orang memang aku jahat dulu padamu aku hanya ya begitulah mengerjakan tugas-tugas tuanku yang belum selesai di kantor, menjaga kantor juga supaya tidak ada pencuri begitu. Tenang saja aku tidak akan melakukan pembunuhan, kau tau sendiri kan setelah kita waktu itu menikah secara agama dan juga negara aku berjanji padamu tidak akan membunuh lagi. Jadi kau tenang saja ayo ayo cepat temani aku tidur siang, aku kan malam-malam akan pergi bekerja kau tidak akan membekali ku makanan memang, bagaimana kau mau kan memasak kan untuk ku, aku ingin sekali dibekali oleh mu, sudah lama aku tak dibekali oleh mu "
Airin hanya mengaggukan kepalanya saja, mencoba untuk percaya pada sang suaminya semoga saja kata-kata suaminya ini benar, kalau dia tidak bekerja untuk membunuh orang semoga saja, semoga saja perkataannya benar, awas saja kalau dia berbohong padannya, dirinya tak akan segan segan marah pada sang suami.
Tora dengan cepat segera membawa istrinya ke dalam kamar dan menutup pintunya, jangan sampai istrinya bertanya-tanya lagi lebih baik diajak tidur dari pada nanti bertanya kemana-mana dan akhirnya nanti jadinya keceplosan dan mengatakan kerjaannya yang sebenarnya kalau dirinya akan membunuh akan membunuh seseorang
Tora membaringkan istrinya dan memeluknya dari belakang kalau dari depan nanti dia bakal bertanya-tanya lagi, dan terus saja bertanya sampai dirinya jujur semuanya.
__ADS_1
**
"Bu Wati dokter sudah ada di sini untuk memeriksamu, apakah kau yakin tidak mau diperiksa hanya sebentar aku akan ada di sini, aku tidak akan pergi kemana-mana aku akan menunggumu bagaimana"
"Tidak sudah aku bilang aku tidak mau diperiksa. Aku tidak mau melakukan tes apapun aku tidak mau melakukan apapun. Kenapa kau begitu keras kepala aku sudah bilang kan jangan bawa dokter ke sini, aku sama sekali tidak mau diperiksa. Aku ingin seperti ini saja. Tolong jangan membawa orang asing ke hadapanku, aku takut aku takut aku tidak mau "
"Tapi ini demi kesehatanmu dokter akan memeriksamu dulu ya, dia bukan orang asing dia dokter kepercayaanku jadi dia tidak akan pernah melakukan apa-apa dia baik sekali ya, kita periksa sebentar saja aku akan ada di sini menemanimu, aku janji aku tidak akan pergi kemana-mana kau jangan takut ada aku di sampingmu ya mau kan"
"Tidak sudah aku bilang aku tidak mau aku tidak mau diperiksa oleh siapa-siapa. Kenapa kau begitu keras kepala aku sudah bilang kan padamu Aku tidak mau diperiksa dan aku tidak mau bertemu dengan orang asing siapapun itu. Tolonglah mengerti dengan keadaanku. Aku tidak mau aku sangat takut aku hanya percaya dirimu saja aku tidak mau percaya lagi pada siapapun itu tolong aku sangat takut"
Jil langsung keluar dari kamar bu Wati dan menghampiri dokter " sepertinya Bu Wati belum siap untuk diperiksa mungkin besok kau bisa ke sini lagi apa tidak. Dia sungguh tidak mau ditemui oleh siapa-siapa, dia sangat ketakutan sekali sepertinya ada trauma. Sepertinya telah terjadi sesuatu padanya, namun aku tidak tahu apa yang terjadi karena dia pun tidak mau bercerita padaku"
"Ya sudah nanti aku besok akan kemari lagi kau jangan memaksanya untuk bercerita apa-apa. Biarkan saja dia yang bercerita apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya, kau harus pelan-pelan jangan ada emosi ya kau jangan marah-marah padanya. Coba kau bujuk dengan perlahan saja dia juga pasti akan mengerti nantinya kau bisa melakukan itu"
"Baiklah dokter akan aku coba siapa tahu nanti setelah dia lebih percaya lagi padaku dia mau bercerita semuanya tentang apa yang terjadi padanya setelah itu, setelah aku mendapatkan semuanya aku akan memberitahumu tapi semoga saja besok saat ditemui olehmu dia bisa bercerita ya semuanya tentang apa yang terjadi padanya, karena aku begitu khawatir dengan keadaannya bahkan dengan orang tua yang di sini saja dia tidak mau berbaur karena alasannya takut, padahal mereka baik "
"Ya sudah kau tenang saja pasti perlahan dia juga akan lebih percaya lagi padamu, seperti apa yang kukatakan kau harus sabar menghadap dia, karena kalau kau sampai berkata tidak enak di hatinya dia tidak akan percaya lagi padamu dan dia tidak akan mau bercerita lagi padamu. jadi kau harus hati-hati dalam berbicara dengan Bu Wati "
"Baiklah aku mengerti dokter aku mengerti semua ucapanmu, aku akan lebih berhati-hati lagi berbicara dengan Bu Wati. Ya sudah aku antarkan ke depan ya dokter. Maafkan aku yang telah merepotkanmu untuk datang ke sini tapi ternyata bu watinya tidak mau diperiksa"
"Tenang itu sudah pekerja ku. kau tidak usah minta maaf padaku seperti itu, ya sudah aku pulang ya kau jaga semua orang yang ada di sini aku yakin kau bisa kau hebat umurmu yang masih muda tapi pikiranmu sudah dewasa dan mau mengurus mereka semua disini aku sangat senang dan bangga padamu "
"Terima kasih dokter atas pujiannya kalau tidak aku siapa lagi, mereka itu butuh kasih sayang makannya aku membuka panti jompo ini untuk mereka semua bisa merasakan kasih sayang dari keluarga, aku juga memang suka mengurus mereka dan mengobrol-ngobrol dengan mereka aku seperti mempunyai teman saja, tapi teman yang lebih dewasa dariku dan itu bisa membuat pengalamanku lebih luas dengan cerita-cerita kehidupan mereka yang sangat inspirasi sekali untukku "
"Baiklah selalu semangat aku pergi ke rumah sakit dulu ya, kalau ada apa-apa kau bisa langsung hubungi aku dan aku akan datang ke sini kapanpun kau butuh, jadi tidak usah sungkan-sungkan aku pulang"
"Iya baik dok hati hati "
Setelah dokter pergi Jil masuk dan melihat bu Wati yang masih saja melamun dan matanya masih kosong, pandangannya hanya menatap ke satu arah saja, dirinya ingin menghampirinya tapi takutnya dia kaget lebih baik diamkan saja dulu dia seperti itu. Takutnya memang dia ingin sendiri dulu dan tidak mau diganggu oleh siapa-siapa, makin hari keadaannya makin parah dia selalu melamun makan pun tidak benar ditemani saja tidak mau, malah marah-marah.
__ADS_1