
"Sayang aku pergi dulu ya " pamit Liam sambil mencium kening Inara yanh sedang melakukam Yoga pagi.
"Iya mas, maaf ya aku gak bisa antar kamu sampai depan aku lagi yoga "
"Iya gak apa apa sayang, aku pergi ya kamu sama Lucas hati hati dirumah nya "
"Iya mas, kamu juga jangan macem macem, meskipun aku dirumah tapi ikatan batin suami istri itu kuat lo mas "
"Iya sayang, aku gak pernah macem macem sama kamu, aku dikantor dan aku gak lakuin apa apa "
"Yaudah mas hati hati ya "
"Siap sayangg "
Liam segera pergi dengan Andre yang sudah lelah menunggu dari tadi.
"Lama banget sih "
"Biasa ritual suami istri, makannya cepet nikah "
"Ya deh iya yang udah nikah mah beda "
Liam hanya tertawa dan pergi meninggalkan Andre sendirian, sudah menjadi rutinitas untuknya menjahili Andre.
***
Jo yang sudah ada dikantor akan menonton film yang dikirim oleh suaminya.
"Ini film apa ya, kok pakiannya seksi seksi banget, apa Yan salah kirim film ya, tapi tonton dulu aja deh. "
Saat Jo mereplay ya alangkah kagetnya saat melihat dua orang bercumbu dan melakukan sesuatu yang membuat Jo mual dengan tertatih tatih Jo berlari akan pergi kekamar mandi, ini sudah tak kuat ingin memuntahkan sarapannya.
Eh malah tabrakan sama Andre. "Kamu kenapa Jo "
Jo hanya geleng geleng kepala sambil membekap mulutnya
"Kamu pasti hamil, ayo aku antar kamu kerumah sakit yu " Andre tanpa mendengarkan dahulu jawaban dari Jo, langsung saja mengusurnya dan memasukannya Jo kedalam mobil.
"Tenang tenang, sebentar lagi kita sampai, jangan panik oke Jo, nanti gue hubungin suami lo "
"Kak dengerin aku dulu "
"Udah diem jangan banyak bicara nanti kamu mual ya "
Akhirnya mereka sampai dan membawa Jo keruangan dokter kandunga bahkan tanpa mengambil dahulu anterian langsung masuk dan duduk di hadapan dokter.
__ADS_1
"Mohon maaf pak, bu harus mengantri dulu " tegur dokter.
"Ini gawat bu dok, gawat, Jojo muntah muntah kayanya hamil, cepat periksa dia ya, cepat dok cepat " teriak Andre dengan heboh.
"Ba baik pak, tunggu disini sebentar biar saja cek dulu istri bapak "
"Hah istri, ya sudah tak apa silahkan dokter periksa istri bohong bohongan saya "
"Maksudnya pak "
"Udah dok udah cepet nanti keburu lahiran ni Jonya "
"Tapikan pak "
"Sudah dok sudah periksa "
Dokter itu segera nenurut membawa Jo keruangan pemeriksaan lalu saat akan memerikasannya Jo menahan tangan itu.
"Mau apa dok "
"Tenang saya hanya memeriksannya saja ya bu, tenang ya "
Jo hanya mengangguk sambil memejamkan kedua matanya takut sakit.
"Sudah bu mari "
"Selamat pak, istri bapak masih perawan "
"What, apa ini Jo "
"Hehehe yaudah saya permisi dulu ya dok, Ayo cepetan bangun kak "
Mereka berdua segera pergi dari ruangan dokter itu. Bahkan sang dokter sampai geleng geleng kepala
"Masa suami gak tau kalau istri masih perawan, apa dia tak benar ya memasukannya, masa sih "
"Jo apa tadi maksud dokter jadi lo gak hamil "
"Ist kakak malu maluin aja, aku tuh gak hamil setiap aku mau jelasin sama kakak malah di potong terus "
"Ya gue panik Jo, panik liat lo yang mau muntah kirain gue, gue mau punya keponakan lagi dan Lucas bakan ada temennya "
"Engga gue muntah karena hamil, tapi liat fidio ini nih " sambil memberikannya pada Andre.
"Uwow hot banget, suka nih gue yang kaya gini kirim ya kirim "
__ADS_1
"Au ah sini " Jo segera mematikannya dan pergi sambil menarik kak Andre.
"Jadi kenapa lo masih perawan kan udah nikah, harusnya Riyan udah cetak gol dong "
"Gue gak bisa kasih yang seharusnya gue kasih sama suami gue, gue gak bisa kak "
"Kenapa alasannya apa, itu kan udah seharusnya suami lo dapet apa yang membuat lo ragu buat kasih itu sama suami lo hah "
"Gue punya trauma kak, gue pernah bantuin temen gue yang lahiran dan dia malah mati sama anaknya, anaknya sama sekali gak keluar cuman setegah dan itu membuat gue takut, takut untuk mengandung dan juga takut melakukan sesuatu yang lebih dengan suami gue "
"Terus suami lo udah tau "
"Gak dia sama sekali gak tau, gue sama sekali gak berani untuk bilang sama dia, dia pasti akan kecewa banget sama gue, karena gue udah bohongin dia, jadi lebih baik gue diem aja deh dari pada banyak omong dan akhirnya bertengkar nanti "
"Iya tapi itu gak bagus seharusnya lo jujur, biar suami lo bisa ngerti dan gak bertanya tanya dengan keadaan lo yang kaya gini, gue cuman mau ingetin itu adalah kebutuhan biologis laki laki, jadi lo gak bisa biarin suami lo gak di kasih jatah, laki laki bisa aja lo berpaling sama cewe lain kalau gak dikasih, mungkin sekarang Riyan biasa aja gak masalah, tapi kelama, lamaran akan berubah Jo, lo harus lawan rasa takut lo itu, sebelum lo kehilangan suami lo"
"Iya iya gue akan belajar, mencoba belajar untuk melakukan itu, udah yu kita pulang gue takut nanti pak dosen marah kita gak ada dikantor."
"Oh iya bener juga, gue sampai gak inget, kalau kita punya bos yang galak "
"Lets go kita pergi kekantor lagi dan menghabiskan waktu yang melelahkan itu "
**
Riyan yang sedang mengecek dokumen tiba dihampiri oleh Dini dan duduk diatas menja dengan tersenyum manja.
Riyan melihat penampilan Dini dari atas sampai bawah lalu tersenyum "Ada apa Din "
"Ini saya di suruh pak Chiko untuk memberikan surat proposal ini pada bapak, silahkan bapak cek dulu ya, nanti kalau ada yang kurang saya dan pak Chiko akan merefisinya. "
"Baiklah sebentar "
Dini hanya diam sajaa menatap Riyan dengan intens sesekali tersenyum dan meraba tangan Riyan yang sangat dekat dengan pahanya.
"Ada apa Din "
"Tidak saya hanya aneh saja, pada istri bapak kenapa dia menolak melakukan itu dengan bapak "
"Maksudnya "
"Ya membuat anak pak, kenapa dia gak mau ada apa sebenarnya"
"Entahlah Din, mungkin masih malu, saya gak masalah kok "
"Beruntung banget ya istri bapak dapetin suami kaya bapak, yang sabar pengertian dan penyayang ini, hebat banget sih "
__ADS_1
"Kamu bisa aja Din "
Dini sedikit mendekat meraba rambut Riyan, lalu berpindah pada telinga dan yang terakhir meraba bibir dan Riyan hanya diam saja dengan matanya menatap wajah Dini dan seluruh badannya juga. Menatap seperti orang kelaparan.