Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kembali membuat Nina marah


__ADS_3

Jo yang sudah selesai mandi segera mengecek handphone banyak sekali telfon masuk dari Riyan s tukang selingkuh. Diabaikannya saja panggilan itu bahkan banyak sekali pesan yang masuk.


Pasti sekarang Riyan sudah ada didepan rumahnya sedang gedor-gedor pintu. Tapikan ini selingkuh pasti ga mungkin deh sampai nyusul-nyusul kerumahnya. Pasti lagi seneng-seneng sama selingkuhannya.


Jo yang tak mau menangapinya segera mematikan telfonnya dan bergegas segera memakai pakaiannya biarkan saja. Dirinya sekarang ingin segera menikmati sore yang pasti akan menyenangkan sambil melihat-lihat bunga-bunga yang ada ditaman Zeline.


Segera Jo keluar sambil membawa teh yang baru saja tadi dia buat sebelum pergi ketaman. Jo duduk disebuah bangku menikmati angin yang sejuk. Ternyata rumah Zeline dan pak dosen sangat menenangkan sekali.


Namun dirinya melihat suara seseorang yang sedang marah-marah siapa ya itu, seperti para pelayan sedang bertengkar tapi kenapa siapa coba. Dengan penasaran Jo segera menuju kesana dan melihat Nina sedang memarahi pelayan yang lain.


Kenapa tuh si Nina bobo, marah-marah kaya nenek lampir, udah mah mukannya emang udah kaya nenek sekarang tambah marah-marah udah pas banget.


"Kau bekerjalah yang benar jangan malas-malasan begitu "ucap Nina sambil mendorong pelayan itu


"Kau juga jangan kurang ajar Nina, kau juga sama pelayan kenapa kau seperti ini "


"Kata siapa aku pelayan sebentar lagi aku akan menjadi nyonya dirumah ini. Lihat saja aku akan menikah dengan Liam " ucap Nina


"Hahhh mengahayal saja kamu Nin, awas loh nanti kamu gila " jawab pelayan itu sambil terkekeh


"Kurang ajar kamu " sambil menampar pelayan itu, lalu pergi dari sana sambil memegang perutnya.


Jo segera pergi kembali, oh begitu ya ternyata pelayan itu punya hati sama dosennya dan ingin menyingkirkan Zeline awas saja akan dirinya adukan semuanya pada pak dosen.


Enak aja mau nyingkirin sahabatnya, kalau mau lakuin itu harus berurusan dulu dengan Jo yang cantik ini. Sepertinya harus diberi pelajaran yang lebih tuh pelayan biar sadar diri dan tak melunjak seperti ini terus.

__ADS_1


Harusnya dipecat aja tuh pelayan gatau diri kalau misalnya terus dipekerjakan nantinya malah makin ngelunjak dan kapan saja akan melukai Zeline dengan leluasa.


Kenapa coba harus ada pelakor didunia ini, adeh apa mereka tak laku dengan laki-laki lajang dan lebih memilih suami orang. Ini nih Nina sebentar lagi bakal jadi pelakor dia ini akan menjadi pelakor licik dan tak tau diri dan harus segera di enyahkan dari dunia ini.


Sekarang saja sudah terlihat bagaimana kelicikan Nina, apalagi nanti kalau sampai jadi pelakor sudahlah habis istri pertama di fitnah oleh Nina nenek lampir sejati.


Baru ajakan sahabatnya bahagia ada aja rintangannya, kenapa coba gamulus gitu gaya jalan toll lurus aja gitu rumah tangganya jangan ada lubang-lubang gitu. Udah dirinya aja yang diselingkuhin jangan sampiai sahabatnya merasakan juga.


Dirinya tak mau kalau nanti sahabatnya itu menjadi seperti dahulu kembali, yang tak punya tujuan hidup sama sekali. Oh iya tadi Nina kan lagi pegang perut pasti sekarang sedang ada dikamar mandi. Jailin ah mumpung masih ada orangnya.


Dengan riang Jo masuk kedalam rumah kembali,dan dirinya bertanya pada pelayan-pelayan yang lain. Menanyakan Nina masuk kedalam kamar mandi yang mana dan ternyata yang diujung sana.


"Mba ada ember ga " tanya Jo pada pelayan yang sedang beres-beres.


Segera Jo mengisinya dengan air sampai penuh dan menunggu Nina keluar. Pelayan yang tadi membantu Jo mencari ember hanya diam tak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh teman nyonya.


Nina yang sedang didalam sangat sakit perutnya, gara-gara minuman itu jadi bolak-balik kamar mandi begini. Rencanannya gagal total dan dirinya yang menerima akibatnya.


Jo yang sudah mendengar suara pintu yang akan dibuka segera mengangkat embernya, 1 2 3 byuurr Jo menyiram Nina tepat saat pintu itu dibuka dengan lebar.


Bahkan Nina sampai memelototkan matanya mendapatkan semua ini, dilihatnya orang yang berani menyiramnya. Ternyata teman nyonya jeleknya "maksud kamu apa menyiram saya seperti ini"


"Hehehe tadi gue habis bersihin kolam renang dan mau airnya surut jadi ya gue masukin sini aja. Eh kebetulan banget ada elo yang lagi bersembayang dikamar mandi gue ga salah dong. Dikirain ga ada siapa-siapa, tapi enakan airnya " jawab Jo sambil menggerak-gerakan kepalanya.


Nina yang kesal langsung melewati Jo begitu saja. Dengan hati yang sudah senang Jo pergi juga dari sama. Sebelum pergi dirinya sudah meminta maaf pada pelayan yang tadi karena harus membereskan kekacawan ini.

__ADS_1


***


Jo dan Yuda serta ayah Yuda sudah sampai dirumah keluarga Yuda. Mereka semua segera turun dari mobil. Dengan terpaksa Asa mendorong kursi roda Yuda ya masa mertuanya yang mendorong. Dirinya tak akan marah dengan mertuanya karena mertuanya ini tak jahat jadi untuk apa dirinya membencinya.


Bibi segera membantu membawakan koper Asa dan memasukkannya kedalam kamar Yuda. Setelah Asa dan Yuda ada dikamar hanya ada keheningan tak ada suara sedikitpun .


Asa yang sudah kegerahan segera masuk kedalam kamar mandi dengan cara membanting pintu kamar mandi dengan keras, Yuda hanya tersenyum saja lantas pergi dan mengambil pakaian tidurnya lalu memakainya dengan susah payah namun berhasil juga.


Segera Yuda membawa kursi rodanya kearah tempat tidur dan segera setelah dekat dengan tempat tidur Yuda segera berbaring sambil menunggu istrinya selesai mandi memang ini belum malam namun dirinya sangat lelah sekali dengan kegiatan hari ini namun juga menyenangkan bisa menikahi Asa dengan mudahnya.


Asa yang sudah selesai segera keluar sudah lengkap dengan baju tidurnya tubuhnya sudah sangat lelah sekali. Ingin segera tidur. Asa segera membuka lemari Yuda lalu mengambil selimbut dan bantal.


Segera Asa menyimpannya di kursi lalu membaringkan tubuhnya "kenapa kau tidur disitu " ucap Yuda yang sudah dari tadi menunggu istrinya.


Tapi Asa sama sekali tak menjawabnya sama sekali Asa malah menarik selimbutnya dan malah membelakangi Yuda sungguh dirinya sedang tak mau diajak bicara oleh laki-laki sialan itu.


"Asa kalau suami berbicara kau jawab bukannya seperti itu, cepat kesini dan tidur disampingku "teriak Yuda dengan marah.


"Tidur saja sendiri aku tak berminat untuk tidur dengan laki-laki brengsek "


"Meskipun aku lelaki brengsek tapi aku adalah suamimu kau jangan kurang ajar "


"Aku tak menganggapmu sebagai suamiku tuh "


Setelah Asa berbicara seperti itu tak ada kembali pembicaraan hening dan itu membuat Asa tertidur dengan nyenyak namun tidak dengan Yuda dirinya sedang menahan marah yang sedang memuncak pada istrinya.

__ADS_1


__ADS_2