Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sudah ketahuan semuanya


__ADS_3

Riyan langsung mengambil mobilnya dan segera menyusul kemana istrinya akan pergi, sambil sesekali menelfonnya "Jo kamu mau kemana coba ayo angkat "


Riyan kembali lagi fokus kearah jalan dan kembali menelfon istrinya, namun masih saja belum diangkat, baru juga akan menelfon istrinya yang ketiga kalinya dirinya malah mendapatkan telfon dari Lisa.


Riyan langsung mengangkatnya "ada apa lagi Lisa "


'Aku sudah sampai di rumah dan Chelsea juga sudah dengan pengasuhnya, kau di mana sepertinya kau sedang di jalan memangnya ada meeting di luar ya dan kau kenapa tidak bilang padaku"


"Ini bukan meeting ini tentang rumah tangga ku, apa yang kau bicarakan pada jovanka tadi saat ketemu, apa yang kalian bicarakan"


"Tidak ada aku tidak membicarakan apa-apa. Memangnya kenapa dia mengadu ketemu denganku gitu terus dia marah-marah gitu sama kamu, gara-gara aku cuman bilang kalau aku bertemu dengan pacarku"


"Pokoknya aku nggak tahu apa yang kamu bicarain sama Jovanka, dia tahu dia pergi sekarang udah kamu jangan telepon aku dulu. Aku akan mengejar Jovanka dan jelasin semuanya"


"Ya udah bagus sih kalau dia tahu kenapa harus dikejar ngapain. Aku juga udah bilang kan lambat laun Jovanka juga bakal tahu tentang hubungan ini, kamu emang anggap aku sebagai teman tapi aku enggak, kamu udah pakai aku rmangnya aku perempuan apa habis kamu pakai terus kamu buang gitu aja gitu"


"Udah please jangan buat aku pusing, sekarang aku lagi mempertahankan rumah tangga aku jangan ganggu Lisa please oke"


Riyan langsung mematikan sambungannya dan kembali fokus kejalan sambil sesekali menghubungi sang istri.


***


"Linee "


Zeline mengalihkan pandangannya ternyata itu kak Andre "eh kak Andre baru pulang honeymoon ya, buat adik buat Nabil "


"Hehehe iya nih baru pulang, ini ada oleh oleh dari kakak sama Syifa. Liam mana kok nggak kelihatan sih kakak pengen ketemu nih sama Liam "


"Makasih kak, Mas Liam lagi ada kerjaan tuh sama Tora juga pergi ke luar kota, katanya antara pulang sekarang malam atau enggak besoknya. Dia sih bilangnya kayak gitu coba kak Andre Telpon dia deh "


"Oh oke deh kakak kira Liam nggak pergi-pergi gitu"


"Iya kak sekarang dia lagi sibuk banget apa lagi Jo udah hamil jadi dia kerjanya setengah hari makanya sekarang Tora ikut kerja sama Mas Liam, kasihan juga kan Jovanka kalau suruh kerja full "


"Alhamdullilah akhirnya Jovanka hamil juga, kakak juga udah lama gak ketemu sama Jovanka "


"Iya kak alhamdullilah, nanti kalau dia kesini aku kasih tau kakak, "


Tiba tiba ada masuk mobil Zeline yang melihatnya tersenyum "baru juga diomongin jak itu Jovanka datang ke sini"


"Oh iya bener "


Jo yang sudah keluar dari dalam mobil segera menghampiri Zeline dan memeluknya "Jo kamu kenapa kamu baik baik aja kan "


Jo segera melepaskan pelukannya, lalu menatap Zeline "aku baik kok, eh ada kak Andre udah lama nih gak ketemu "

__ADS_1


"Iya lama banget Jo kenapa sih gak ada kabar banget, gak pernah WhatsApp lagi atau telepon, biasanya kan kamu cerewet banget ingatin kakak apa-apa"


"Begini ya kak Andre yang pikirannya dangkal banget. Kakak tuh udah punya istri mana mungkin aku telepon telepon kakak WhatsApp WhatsApp kak Andre nanti Syifa malah pikir yang nggak-nggak, aku nggak mau disebut orang ketiga atau pengganggu rumah tangga orang lain, aku benar-benar nggak mau ya kak, makanya aku nggak suka lagi telepon kakak atau Whatsapp kakak lagi karena kan kita juga udah punya masing-masing keluarga, aku nggak mau ada salah paham gitu aja aku tuh mau jaga perasaan Syifa"


"Iya kakak juga tahu tapi kan seenggaknya tanya-tanya kabar kek. Kakak juga suka kan tanya kamu tanya kabar kamu dan Syifa juga tahu sebelum Wa kamu kakak juga udah bilang sama Syifa. Kalau kakak mau ya silaturahmi sama kamu dan dia juga nggak apa-apa kok dia nggak marah tapi kamu kok jarang bales sih"


"Karena aku takutnya Syifa nggak tahu, kalau kakak wa aku. Aku nggak mau deh buat perempuan lain sakit hati. Abis dari mana nih kak kayaknya fresh banget tuh muka"


"Biasa Jo yang udah honeymoon kamu tahu sendiri kan kalau yang udah honeymoon tuh fresh banget"


"Pantesan bikin adik ya buat Nabil, mana nih hadiahnya buat aku oleh-olehnya gitu"


"Ada tenang aja kakak udah siapin oleh-oleh buat kamu dan kamu juga selamat ya udah hamil kan sekarang, semoga bayi yang ada di perut kamu tuh baik-baik aja ya. Ya udah kakak mau ambil dulu oleh-oleh buat kamu tunggu di sini ya"


"Oke Kak oke"


Setelah Andre pergi Zeline memegang tangan Jovanka " Aku tahu kamu lagi nggak baik-baik aja, yuk masuk cerita sama aku ada apa, apa yang terjadi "


"Kamu tau aja sih apa yang lagi aku rasain, kamu selalu tau"


" Kenapa nangis jangan gitu dong ayo masuk yuk, ayo masuk jangan nangis nanti dede bayinya ikut nangis loh "


Zeline mengusap air mata Jovanka dan segera membawanya untuk masuk ke dalam rumah.


"Oh iya tentu ayo duduk Hamzah, duduk dan bicaralah bersama Jo"


Hamzah menganggukan kepala dan segera duduk berhadapan dengan Jo , sedangkan Zeline pergi kedapur untuk mengambil minuman.


"Jadi bagaimana apa yang kau temukan Hamzah tentang suamiku, apa "


"Mungkin Nona tidak akan menyangka kalau suami Nona akan seperti ini, saya sama sekali tidak menambah-nambahinnya atau menguranginya, saya memberikan semuanya tanpa ada yang saya buang, atau saya sembunyikan saya memberikan semua ini dengan jujur, saya melihat dengan kepala mata saya sendiri dan juga saya memotretnya dan saya juga merekam beberapa percakapan mereka, ini semua hasilnya nona, mungkin belum lengkap 100% nona"


Hamzah memberikan sebuah amplop pada Jo dan Jovanka berusaha menguatkan hatinya, dirinya sudah menyangka kalau suaminya ada main di belakangnya, tadi Hamzah bilang "percakapan mereka" berarti itu memang sudah terjadi, ada yang terjadi berarti.


Zeline yang sudah kembali dan menyimpan minumannya dan Andre juga kembali"Apa aku boleh bergabung disini "


"Tentukan duduk saja kak " jawab Jovanka


Zeline menggenggam tangan Jovanka dan Jovanka segera membuka amplop itu mengeluarkan semua isinya, di sana ada beberapa foto suaminya dan juga Lisa jadi benar kan dugaannya tadi kalau suaminya memang ada hubungan dengan Lisa.


Bahkan saat di hotel pun ada fotonya mereka bersama, sebelum pak dosen memberikannya ide ternyata pak dosen sudah lebih dulu memiliki foto ini foto di mana suaminya pergi menghilang dan tinggal di hotel.


Lalu foto-foto kebersamaan suaminya dengan Lisa dan juga anaknya yang tadi dibawa oleh Lisa dan banyak lagi fotonya, bahkan ada yang mereka sedang bermesraan dan yang paling parah berciuman, sungguh suaminya sangat tega padannya, kenapa begitu tega suaminya pada dirinya, apa salahnya sebenarnya.


Jo menahan agar dirinya tak menangis, Jo mengedip gedip matanya dan mengigit bibirnya "ini rekaman suara mereka nona "

__ADS_1


Jo mengangguk dan hanya diam saja " ini saja sudah cukup aku sudah bisa menyimpulkan semuanya, ini sudah cukup untuk membuat suamiku mengakuinya "


Andre yang ada disana melihat semua foto itu, membukanya satu persatu lalu melemparkannya "apa sebenarnya ini yang terjadi ada yang bisa menjelaskan padaku, apa ini maksudnya "


Hamzah menatap Andre " maaf tuan suami nona Jovanka telah menghianati nona Jovanka dan saya disuruh oleh tuan Liam untuk menyelidiki semuanya, dan ini hasilnya saya permisi pergi dulu"


"Terimakasih Hamzah " ucap Zeline mewakili Jo


"Sama sama nyonya "


Hamzah pergi dan Andre pun sama pergi, dia sangat marah dengan kelakuan suami Jo, apa maksudnya ini setelah kejadian yang dulu dan Jovankan memberikan kesempatan lagi namun Riyan kembali mengkhianati Jo.


Saat Andre akan keluar dan akan mengambil mobil dia melihat mobil Riyan yang baru datang, Andre langsung memberhentikan mobil itu dan membuka pintu mobil Riyan dan menariknya keluar.


"Ada apa Andre tiba-tiba kau menarik ku keluar dengan kasar, ada apa dengan mu, apakah kau sudah gila "


"Inilah yang pantas kau terima, kau pantas dikasari kau laki lagi yang sungguh menjijikan. Kau menghianati istrimu yang sedang mengandung, kau di luar sana berhurah-hura berpacaran dengan perempuan lain. Apa kau gila istrimu sedang hamil"


"Apa yang kau maksud, awas aku ingin bertemu dengan istriku aku ini menjemputnya pulang , pasti kalian semua sudah membuat istriku membenciku kan, pasti kalian sudah meracuni otak istriku jadi awas kalian jangan menghalangi ku, awas jangan diam saja disini "


Andre mendorong Riyan sampai sampai Riyan tersungkur " kami di sini tidak menerima laki-laki busuk sepertimu dan Jovanka pun tidak akan pernah menerimamu lagi untuk menjadi suaminya, kau sudah menghianati Jovanka untuk yang ke berapa kalinya dan berapa kali lagi Jovanka memaafkanmu berapa kali lagi"


"Kauu ya jangan ikut campur rumah tanggaku awas"


Riyan menyerang Andre namun Andre menahanya dan mereka akhirnya berkelahi, sedangkan anak buah Liam yang ada disana langsung memishkan mereka namun malah terkena pukulan.


Sedangan didalam rumah Jovanka masih tak bisa berkata kata apa apa lagi, Zeline langsung memeluk Jovanka dan disitulah air mata Jovanka keluar bahkan Jo menangis dengan pilu.


"Kenapa Line kenapa aku tak seberuntung dirimu mempunyai suami yang setia padamu kenapa"


Zeline makin mempererat pelukannya pada sahabatnya itu, diam diam Zeline pun menangis, dirinya juga sedih melihat ini, melihat sahabatnya kembali dikhianati.


"Nyonya nyonya diluar tuan Riyan dan tuan Andre berkelahi "


Zeline dan juga Jovanka segera keluar dan melihat pertengkarang itu.


"Tolong semuanya stop jangan berkelahi seperti ini tolong "


Namun mereka sama sekali tak memberhentikan perkelahian mereka, malah terus saja, Jo tiba tiba saja memegang perutnya.


"Jo kamu kenapa Jo "


Namun belum juga menjawab Jovanka langsung pingsan "tolong berhenti Jovanka pingsan tolong"


Mereka berdua segera berhenti berkelahi dan berbalik arah kearag Jo yang pingsan.

__ADS_1


__ADS_2