Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Patah hati


__ADS_3

Pagi tiba dirumah Yuda sedang sibuk mengemas pakainnya untuk pergi kejakarnya, untuk mendatangi istrinya untuk membawanya pulang kembali kebandung dan tinggal kembali bersama dirinya.


"Apakah semuanya sudah siap Yud "


"Sudah yah, semuanya sudah siap, ayo kita pergi sekarang "


"Ayo nak, agar tak terkena macet nanti dijalannya "


" Ayo yah "


Segera Yuda mengendong tasnya sambil memakai tongkat utuk membantu jalannya. Ayah Yuda sengaja membiarkannya agar anaknya itu belajar kembali dan bisa berjalan seperti sedia kala lagi.


"Bi saya sama Yuda mau pergi dulu, mungkin akan perlu beberapa hari tolong jaga rumah ya, kalau ada apa-apa hubungi saya "


"Baik tuan, hati hatilah dijalannya "


"Pasti bi "


Segera mereka berdua pergi meninggalkan rumah, ayah Yuda menyetir sendiri karena memang tak mau membawa supir agar leluasa saja.


**


Zeline dan yang lainnya sekarang sedang berkumpul diruang tamu, mengobrol dan bercanda ria, namun tiba-tiba datang Andre dihadapan mereka dan duduk di sebelah Asa.


"Apa boleh aku pinjam Asanya sebentar "


"Tiap hari banget lo minjem Asanya, apa perlu lo bawa aja dia " ucap Liam.


"Ya biarin dong, kenapa si lo sewot aja, liat sahabat lagi seneng gini bukannya di dukung malahnya diolok olok seperti itu "


"Berisik lo " jawab Liam.


"Boleh bawa aja Asanya jalan jalan biar dia gak di rumah terus" jawab ibunya Zeline.


"Makasih loh tante "


"Iya sama-sama "


Segera mereka berdua pamitan , Asa tak menganti pakaian karena ya sudah yang ini saja. Tinggal ambil tas saja sudah kan. Mereka berdua beriringan keluar rumah.


"Kita mau kemana sih Andre "


"Aku mau ajak kamu nonton film nih, mau ya dan ada yang perlu aku bicarain "


"Yaudah ayo ayo serius banget deh kayanya "


"Ya emang serius Sa, ini tentang masa depan kita"


"Hah masa depan emang apa "


"Ada deh "


***


Zeline dan Jo segera pergi kedapur untuk mengambil cemilan yang sudah menipis didepan.


"Line menurut kamu, sekarang kak Andre mau ungkapin perasaan nya gak ya sama kak Asa"


"Kayanya gitunya sih, tapi gimana ya kalau tau kak Asa udah nikah "


"Aku juga gak tau, mungkin akan lebih sakit hati, kenapa sih kak Andre itu udah ada yang mau cari yang lain "


"Namanya juga laki-laki mereka ingin puas dulu untuk mengejar seseorag yang dia mau, meskipun dihadapannya sudah ada orang yang mencintainya "

__ADS_1


"Iya ya bener banget Line"


"Kamu sama kak Yan sekarang gimana apa udah balikan lagi"


"Udah kok semalem, dia telfon aku dan minta kesempatan kedua, dia udah janji sana aku gak akan mengulangi kesalahan yang sama untuk yang kedua kalinya " sambil tersenyum senang


"Wah aku seneng banget, mana pjnya dong kalian udah balikan lagi "


"Iya nanti ya, setelah Lucas besar, baru aku kasih pj "


"Masih lama dong, Lucas aja baru 1 minggu lahir "


"Sabar ya ibu, mohon sabar bu "


"Yaudah, yu kita kedepan pasti mereka udah nunggun "


"Yaudah ayoo"


Mereka segera membawa nampan itu ke depan, keruang tamu namun disana ada Syifa dan seorang laki-laki, duduk sedang mengobrol segera Zeline dan Jo menghamipiri mereka semua.


Zeline dan Jo segera duduk "nah sekarang kan udah lengkap, Syifa mau paminta sama kalian semua nih"


"Emang nya kamu mau kemana Syifa sampai harus pamitan segala "tanya Zeline.


"Sebelumnya perkenalkan ini Nabil sahabat aku" Nabil segera menyatukan tangannya dan menunduk memberi salam.


"Emm Syifa mau pamit, pergi kek korea, Syifa mau terusin sekolah disana aja "


"Kenapa bukannya mau disini sekolahnya Syifa "


"Engga paman Liam, Syifa berubah fikiran, Syifa mau sekolah disana aja, Syifa mau sama Nabil aja disana. Mungkin disana akan ada yang lebih menghargain Syifa"


"Maksud Syifa, kita disini menghargai kamu kok, kenapa bilang kaya gitu " jawab Zeline.


"Aku terlalu bodoh memberikan hatiku begitu saja untuk disakiti, aku pamit bukan berarti tak akan kembali kesini, aku pasti akan kembali kesini namun mungkin akan lama aku bisa kembali ke sini, karena akan sulit untuk melupakan seseorang yang sudah tertanam namanya dihatiku begitu dalam "


"Terimakasih untuk kebaikan kalian semua padaku, aku pergi sekarang bersama Nabil, aku akan belajar melupakana paman Andre disana. Aku akan fokus belajar dan mengapai semua cita citaku disana bersama Nabil, mungkin ini adalah sebuah perpisahan yang sama sekali aku gak mau, tapi demi memulihkan hatiku aku pergi " Syifa mengucapkan itu sambil menagis dan menundukan kepalanya


"Apakah kau sudah yakin dengan semua keputusan mu Syifa, apa tak bisa dipertimbangkan lagi " tanya Zeline kembali dia sampai menangis tak ingin kehilangan sosok anak baik ini yang selalu menemani hari harinya kalau suaminya bekerja.


"Keputusanku sudah bulat kak, aku akan pergi dari sini, bukannya aku pengecut hanya saja aku harus menyesuaikan semuanya. Nanti setelah hati aku siap dan bisa menghadapi paman Andre lagi aku akan kembali kesini, dan berkumpul bersama kalian semua "


Zeline segera menghampiri Syifa memeluknya dengan sangat erat dan akhirnya mereka berdua menangis bersama.


"Kamu jangan lupain kakak ya selalu hubungi kakak, pokoknya jangan sampai kamu gak ngabarin kakak, kenapa ngedadak kaya gini kamu tinggalin kakak, kalau gak sama kamu kakak sama siapa dirumah, kakak nanti berdua sana Lucas , bukannya udah janji mau temen kakak terus " bisik Zeline.


"Iya kak, tapi maaf aku ingkar janji sama kakak aku akan selalu kabarin kakak, tapi kakak ingat jangan beritau paman Andre kalau aku nanti sering menghubungi kakak "


"Baik kakak akan pegang janji itu, tapi kamu harus janji segera lah kemari lagi kakak pasti akan sangat merindukan kamu, pasti kakak akan kesepian disini "


"Iya kak pasti "


Mereka berdua segera melepaskan pelukan itu lalu Syifa berpamitan pada semua orang dan mereka juga mengantarkan Syifa sampai masuk mobil meninggalkan mereka semua.


Bahkan Syifa didalam mobil masih menagis menghabiskan semua tissu yang ada didalam mobil dan berceceran dibawah.


"Udah jangan nangis dong, kita makan dulu ya biar kamu seneng lagi gitu"


"Makan dimana Nabil, emang gak akan ketinggalan pesawat ya "


"Ada deh pokoknya kamu bakalan suka, aku kemarin liat tempat itu rame banget, pasti enak enak makanannya "


"Ok deh ok, aku ikut kamu aja "

__ADS_1


Asa dan Juga Andre ada disebuah kafe sedang makan tadi sudah mereka menonton filmnya sekarang tinggal makan saja.


Saat makanan mereka sudah habis, Andre segera mengeluarkan cincin, lalu berjongkok dibawah Asa dan Asa sampai bingung sekali apa yang akan dilakukan oleh Andre. Jangan sampai Andre melamarnya.


"Sa mungkin baru hari ini aku berani ungkapin perasaan yang sebenernya sama kamu, saat aku pertama liat kamu aku udah jatuh cinta dan ini adalah kesepatan yang aku tunggu tunggu kamu mau kan nikah sama aku, jadi ibu dari anak anak aku dan menghabiskan sisa waktu kita kelak berdua"


Tanpa mereka sadari Syifa dan Nabil ada disana akan masuk, sampai Syifa tak jadi masuk dan hanya mematung diam disana melihat laki-laki yang dia cintai sedang menyatakan perasaanya pada perempuan lain.


Sekuat tenaga Syifa menahan air mata yang akan mengalir, namun percuma air mata itu mengalir juga dengan deras dengan isakan tertahan, Nabil yang tak ingin sahabatnya makin sakit hati segera menariknya dan menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil dan segera menyuruh pak supir untuk segera melajukam mobilnya.


Nabil langsung saja memeluk Syifa dengan erat, Syifa menangis dengan histeris "sakit banget Nabil, hati aku sakit aku gak bisa nahan semua ini, kenapa sih harus aku, kenapa aku yang harus rasain semua rasa sakit ini :sambil memukul-mukul dadanya.


Nabil segera memegang tangan itu, agar Syifa tak melukai tubuhnya.


"Menangislah Syifa, menangis habiskan semua rasa sakit itu, namun nanti saat sudah ada dikorea aku tak mau kau menangis lagi, cukup sampai hari ini saja kau mengeluarkan air matamu untuk laki-laki brengsek itu sudah cukup aku tak mau melihatnya lagi, kamu berharga jadi jangan sampai membuang-buang tenaga untuk orang yang sama sekali gak ngehargain kamu "


"Kamu harus bangkit dan lebih bisa mengontrol semua rasa itu, memang mukin awal kamu akan sulit melupakan orang itu namun lambat laun aku yakin kami bisa melupakan orang itu selamanya"


Diam diam Nabil menghapus air matanya dia tak bisa melihat sahabatnya tersakiti seperti ini. Hatinya juga sama merasakan sakit yang dirasakan oleh Syifa.


Keterlaluan sekali lelaki itu, sampai tak memikirkan perasaan sahabatnya, dan malah sekarang sedang asyik asyik melamar perempuan lain, dirinya bersumpah laki-laki itu akan merasakan apa yang dirasakan Syifa sekarang.


Kita kembali ke Asa dan juga Andre.


"Terima, terima terima " teriak orang orang yang ada di cafe.


Asa yang binggung segera melepaskan tangan Andre dan berlari keluar, Andre yang binggung segera keluar dan mengejar Asa. Saat Asa akan menyembrang Andre segera menarik Asa dan memasukan Asa kedalam mobilnya meski dengan sediikit paksaan.


"Kenapa kau berlari Sa, apakah kau tak mau denganku, apakah kau tak mempunyai rasa padaku, sampai kau berlari menjauh dariku"


"Maaf aku gak bisa Andre, aku bener bener gak bisa "


"Kenapa kenapa gak bisa apa alasannya beri aku satu alasan yang masuk aakal, dan falid "


"Aku sudah menikah, aku sudah menikah dengan Yuda, jadi mana mungkin aku bisa menerima lamaran mu, aku gak bisa aku punya suami, aku masih sah menjadi istri Yuda "


"Sejak kapan, kenapa aku gak tau kamu udah nikah, kenapa kamu gak bilang dari awal sama aku kalau kamu udah punya pasangan dan menikah juga, " dengan suara paraunya.


"Udah lama aku nikah sama Yuda, bukan kamu aja kok yang gak tau tentang hubungan aku dan juga Yuda namun seluruh keluarga ku juga gak tau kalau aku sudah menikah selain kedua orang tua ku yang tau, apa hak ku untuk memberi tau mu kalau aku sudah menikah "


"Jika aku tau mungkin aku gak akan sejauh ini ngejar kamu, aku pasti dengan sebisa mungkin melupakan kamu Sa, aku gak akan berjuang kaya gini buat dapetin kamu "


"Aku kira kamu deketin aku karena hanya ingin berteman saja denganku, aku tak sampai berfikir kesana, maafkan aku yang sudah membuat kamu patah hati, aku gak bisa buat khianatin suami aku, aku gak mungkin bisa "


"Ya memang aku yang salah disini, seharusnya aku tanya dulu sama kamu, emang aku yang salah. Maaf sudah membuatmu malu dihadapan orang lain, dan selalu mengajak kamu pergi tanpa sepengetauan suami mu "


"Seharusnya aku yang meminta maaf sama kamu, karena telah membuat kamu malu dan membuat kamu kecewa juga, aku disini yang salah, karena sudah memberikan sebuah harapan sama kamu Andre, seharusnya saat kamu mengajakku aku menolak mu dan membiarkan kamu sakit hati di awal dari pada sekarang saat kamu sudah mengatakan semua isi hati kamu ke aku, aku emang salah dan patut untuk disalahkan " Asa segera membuka pintu untuk keluar namun Andre menutupnya kembali dan menguncinya.


"Kamu gak usah turun, kamu dateng kesini sama aku dan aku juga yang harus anterin kamu pulang kerumah sampai selamat "


Segera Andre melajukan mobil dengan hati yang tercabik-cabik dia kira Asa belum ada yang punya dirinya kira dia akan bisa bahagai dengan Asa, namun semua itu sirna dengan sekejap bahkan dengan mengedipkan matanya saja hidupnya dan hatinya hancur.


Seharusnya dari awal dirinya percaya kepada Syifa dna juga Liam, tapi dirinya malah mengatakan mereka berdua seorang pembohong dan membuat Syifa menjadi dingin padanya.


Seharusnya dia mewanti-wanti apa kata-kata dari Zeline kemarin, dia sudah memberi nasihat tapi dirinya acuh dengan semua itu, sungguh dirinya malang sekali. Cinta ternyata memang menyakitkan.


Asa segera mengalihkan pandangannya kearah Andre menatap wajah kekecewaan itu, Asa langsung menundukan kepalanya. Kalau saja dirinya memberi jarak kepada Andre pasti tak akan seperti ini.


Pasti tak akan ada yang tersakiti antara mereka berdua bahkan bertika bersama Syifa. Kenapa kedatanganya malah menghancurkam Syif adan Andre apa kedatangannya ini malah menimbulkan masalah seperti ini.


Seharusnya kalau seperti itu dirinya minum saja sianida yang dirinya buat untuk Yuda. Pasti semua ini gak akan terjadi dan semuanya akan kembali seperti semula lagi.


Semuanya akan baik-baik saja, kalau tak dirinya didunia ini, untuk kedua kalinya dirinya menghancur hati laki-laki yang mencintainya, memang dirinya ini tak tau diri sampai bisa melakukan semua ini dengan sangat mudah.

__ADS_1


Asa segera melihat keluar jalan menatap pepohona yang rindang dan juga jalanan yang macet. Memikirkan apa yang harus dirinya lakukan sekarang, pergi dari dunia ini atau tetep hidup dengan sebuah penyesalan.


__ADS_2