Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Ingin melakukan bunuh diri


__ADS_3

Dia tak sanggup untuk menerima kenyataan bahwa suaminya sudah menerimanya dengan semua kekurangan dan masalalunya. Dia seperti dibutakan dengan memikirannya.


Seharunya dia senang suaminya menerimanya namun entah kenapa hatinya selalu saja merasa tak pantas untuk suami itu.


Zeline segera mengambil selendang panjang didalam lemarinya dan mengaitkan keatas kipas angin yang ada dikepalanya.


Dengan kesunguhan dan tekadnya dia akan mengakhiri hidupnya ini.


Diambilnya kursi yang ada dimeja belajar. Segera Zeline naik keatasnya dan mengikat kuat selendang itu saat dia akan mengaitkannya pada lehernya.


Tiba-tiba saja bayangan ayah dan ibunya muncul dihadapanya lalu bayangan dia saat kecil muncul semuanya dan yang terakhir muncul bayangan kak Liam yang sedang tersenyum.


Dan muncul semua perjuangan yang suaminya lakukan selama ini untuk mendapatkan hatinya, kebaikannya semuanya bermunculan.


Kak Asa, Jo semuanya tiba-tiba saja muncul. Tiba-tiba saja muncul Abi, seperti yang terhipnotis Zeline turun lantas mendekati Abi yang sedang tersenyum padanya.


"Abi apakah ini nyata kamu ada dihadapanku, aku ingin ikut dengan mu saja hidupku sudah hancur Abi, tak ada yang menyayangiku Abi " adu Zeline sambil menangis histeris.


"Apa yang kamu katakan sayang, dengan cara kamu bunuh diri tak akan menyelesaikan masalah, kamu harus lebih kuat menghadapi semua masalah itu. Kata siapa tak ada yang menyayangimu lihat lah dengan hatimu bagaimana suami mu itu menyayangimu. Dia sangat menyayangimu lebih dari dirinya sendiri, kau masih mempunyai orang tua yang menyayangimu tak sepantasnya kamu melakukan hal yang lebih hina sayang, kamu akan menyakiti semua orang yang menyayangimu " ucap Abi.


Tiba-tiba saja akal sehatnya kembali saat Abinya mengatan itu dan sudah sadar kembali. Kenapa tiba-tiba dia seperti itu ingin bunuh diri.


"Aku sekarang sudah tenang dan tak harus khawatir kembali padamu sayang, sudah ada yang menjagamu dan mencintaimu dengan tulus aku menjadi tak berat lagi untuk meninggalkan mu, hadapi semua masalah dengan tenang dan jangan mengikut emosimu itu ya sayang, aku akan selalu ada didalam hatimu itu " sambil Abi menujuk kedada Zeline.


Dengan perlahan bayangan Abi memudar dia tersenyum kearah Zeline, Zeline yang melihatnya lantas memegang tangan Abi tapi tak bisa dia pegang sama sekali. Bahkan tak bisa dia gapai.


Lalu bayangan itu hilang dihadapan Zeline, kamarnya menjadi sunyi kembali. Dihapusnya air matanya itu.


Segera dia copotkan selendang itu dan membereskan kamarnya kembali seperti semula benar yang dikatakan Abi dia harus bisa menghadapi masalahnya ini.

__ADS_1


Dia sudah dewasa seharusnya lebih bijak lagi dalam mengambil keputusan benar kata Abi, masih banyak yang menyayanginya tak sepantasnya dia menyerah dengan masalah ini.


Dia harus kembali semangat dan percaya diri kembali, ya dia layak untuk suaminya dan dia tak akan membirkan suaminya itu sampai berpaling dengan perempuan mana pun.


Dia akan menjaga yang memang sudah menjadi haknya dan akan selalu menghadapi masalah dengan tenang tak seperti ini.


Tak seharunya kan dia berfikaran untuk melakukan bunuh diri, lalu sekarang suaminya kemana, dia pergi kemana dia sudah sangat keterlaluan tak mempercayai cinta yang tulus diberikan oleh suaminya padanya.


Dasar dia perempuan bodoh tak bisa melihat bagaimana suaminya itu mencintainya.


Dia harus mencari suaminya tapi kemana apa dia harus menelfon ibu mertuanya saja dan menanyakan apa Liam pulang kesana, karena dari tadi dia menelfon Liam tak dijawab sama sekali.


Pasti dia sangat marah padanya, sampai-sampai pergi dari rumah pasti dia sedang meredakan amarahnya itu padanya.


Zeline takut nantinya kak Liam sampai membunuh kembali, dia tak mau ada korban kembali. Dia tak mau suaminya menjadi pembunuh kembali dan haus akan darah.


Tapi mana mungkin kak Liam melakikan itu dan ternyta ibu mertuanya menelfonnya kembali segera diangkatnya telfon itu.


"Hallo assalamualaikum bu, maaf aku menganggu ibu apa kak Liam pulang kerumah ibu " ucap Zeline langsung to the poin.


"Hallo walaikumsalam sayang, bukannya Liam bersama mu na, ibu sudah pulang sayang, maaf kan ibu yang tak memberitahu mu"


"Oh seperti itu ya bu, tadi soalnya kak Liam pergi dan tak memberitahuku aku hanya khawatir saja bu, tak apa bu aku tau pasti ibu sibuk "


"Owalah seperti itu na mungkin dia sekarang sedang diperjalan pulang, kamu tunggu saja sebentar lagi sayang . Pengantin baru ya jadi suaminya dicari terus gamau jauh-jauh ya"


Zeline terus saja berbincang dengan ibu mertuanya itu sampai tiba-tiba ibunya itu undur diri katanya ingin memasak.


Zeline tak menceritakan satu pun masalah yang sedang dia hadapi dengan kak Liam dia tak mau membuat ibu mertuanya itu khawatir.

__ADS_1


Karena sumber masalahnya ada pada dia, yang tidak percaya diri akan dirinya sendiri.


Jika dia membicarakan semuanya pada ibu mertuanya, nantinya akan kak Liam yang dimarahi oleh ibunya itu dan akan membuat masalah menjadi semakin besar saja kan.


Saat sebelum menikah dia sudah bertekad untuk tak membawa-bawa kedua orang tua mereka jika mereka sedang ada masalah.


Zeline ingin masalahnya itu diselesaikan berdua saja tanpa ada campur tangan dari kedua orang tuanya apalagi orang lain.


Harus kemana Zeline mencari suami itu, dia baru melihat kembali kemarahan suaminya itu.


Terakhir melihat kemarahan yang seperti ini saat dulu dia diculik oleh suminya dan suaminya melukainnya, yang Zeline ingat sampai sekarang namun itu yang paling menakutkan sih.


Awalnya dulu dia berfikir bahwa dia akan kembali terancam saat suaminya itu muncul dikampus dan menjadi dosennya.


Dia berfikir bahwa hidupnya tak lama lagi tapi tuhan berkehendak lain dia malah dipersatukan dengan kak Liam dengan cara yang memang dia sudah mencintai suaminya itu. Bukan karena terpaksa.


Lalu sekarang apa yang harus dia lakukan supaya suaminya itu tak marah lagi padanya.


Seharusnya sekarang dia sedang bersenang-senang dengan suaminya menikmati kebersamaan mereka.


Namun yang sekarang dia hadapi malah kesedihan dan masalah yang membuat suaminya pergi meninggalkannya dan dia tak tau itu kemana.


Apa dia harus menyusul saja Kak Liam kerumahnya itu sendirian sekarang juga.


Ya memang itu yang harus dia lakukan dari pada hanya berdiam diri dan sibuk menerka-nerka kemana suaminya mending dia cari sajakan sendiri.


Tak mungkin kan sampai suaminya itu pulang kejakarta dan meninggalkannya begitu saja.


Dia tau suaminya itu bukan laki-laki pengecut jadi tak akan mungkin melakukan hal semacam itu.

__ADS_1


__ADS_2