Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Lancang


__ADS_3

Sedangkan Asa sekarang sudah tertidur disamping Yuda, dengan nyeyak sekali. Sedangkan Yuda menyeringai senang jebakannya terlaksana.


Memangnya dirinya tak tau kalau Asa memberikan sesuatu pada makananya dan membuatnya menjadi sakit seperti ini. Asa bukan lah wanita yang bisa mengelabuinya. Permainanya terlalu berantakan untuk seorang wanita yang baru melakukan permainan licik seperti ini.


Seharunya Asa berguru dahulu dengan dirinya, lihat saja akan aku jebak dirimu Sa, sampai kamu tak bisa pergi dari hidupku dan akan selalu ada disampingku untuk selamanya tak akan aku lepaskan dirimu.


Dengan perlahan-lahan Yuda melepaskan pelukan Asa, menatap terlebih dahulu wajah Asa yang polos dan tertidur dengan wajah yang mengemaskan.


Dibukannya perlahan-lahan olehnya pakaian Asa semuanya tanpa ada yang terlewatkan. Lalu sekarang tinggal pakainnya saja. Kita lihat nanti pagi akan ada apa, pasti akan heboh sekali saat ada orang yang melihat mereka nantinya.


Kenapa Asa sampai nyenyak seperti ini tidurnya bahkan tak terganggu sedikit pun, tadi dirinya ini memasukan obat tidur pada minuman yang dibuat Asa, saat Asa sedang melamun dia masukan obat tidur itu dan akhirnya rencananya berhasil.


Satu persatu maksudmu ingin menyingkirkan ku akan terungkap Sa, lihat saja aku bukanlah laki-laki yang bisa dikelabui dengan mudah. Kau tak tau sebenarnya aku ini seperti apa.


Seharunya sebelum kau melakukan hal gegabah seperti ini, kenali dulu musuhmu ini bagaimana orangnya. Bukannya langsung melakukan aksimu yang sangat mudah sekali tertebak .


Segera Yuda memeluk Asa kembali sesekali mencium bibir Asa lalu memejamkan kedua matanya menikmati pelukan hangatnya ini.


***


Pagi pun tiba, Zeline sudah bangun sudah menyiapkan semua kebutuhan suaminya. Bahkan sekarang Zeline sudah mandi sedangkan suaminya masih nyenyak tertidur sambil memeluk boneka monyet kesayangan Zeline.


Setelah selesai berdandan Zeline segera menghampiri suami tercinta, sedikit menggoyang-goyangkan bahu suaminya agar bangun"sayang ayo bangun udah siang sayang " sambil menciumi seluruh wajah suaminya yang sangat putih, seputih salju bahkan dirinya saja kalah putihnya.


Liam perlahan-lahan membuka kedua matanya yang pertama dia lihat ada seorang bidadari cantik yang tersenyum dengan manis. Liam segera bangkit dan memeluk tubuh bidadari itu sambil mengoyang-ngoyangkannya.


"Kenapa kamu sudah cantik saja sayang " ucap Liam dengan suara memelasnya.


"Kan kita sudah berjanji akan selalu mandi bersama tapi kenapa kamu mengingkari janjimu sayangku, cintaku " sambung Liam.


"Hehehe maaf sayang, sekarang kan kita akan segera melakukan aktifitas kita kembali sayang. Kamu sih aku bangunin gabangun-bangun, sekarang cepetan mandi gih "


"Pokonya besok-besok ga boleh kaya gini lagi ya "


"Iya iya sayang"


Liam segera melepaskan pelukannya lalu memanyunkan bibirnya, Zeline yang tau apa maksudnya segera mengecupnya dengan bertubi-tubi. Liam lalu tersenyum dan langsung pergi kekamar mandi.


Zeline langsung membereskan tempat tidurnya, dia tak mau kalau sampai pelayan yang memeberkannya. untuk kamarnya dan suaminya biar dia lakukan sendiri. Lalu sekarang tinggal memasukan berkas-berkas ketas suaminya dan buku pelajarannya kedalam tasnya juga. Segera Zeline melaksanakan semuanya sambil menunggu suaminya selesai mandi.


Selesai jugakan berbarengan dengan keluarnya Liam dari kamar mandi, Zeline berjalan menghampiri suaminya dan mengambil handuk kecil yang ada ditangan suaminya membantu mengosok-ngosokan rambut basah suaminya.

__ADS_1


Setelahnya Zeline mengambil pakaian suaminya dan memberikanya pada suaminya untuk segera dipakai, terakhir tinggal pasang dasi dengan fokus Zeline memasangkannya tapi Liam malah jahil dengan mencium terus bibir istrinya tanpa henti "stop mas "ucap Zeline sambil menutup bibir suaminya dengan tangannya.


Liam malah tertawa terbahak-bahak dengan kelakuan istrinya ini dan sekarang dirinya diam saja menatap bidadarinya yang sedang fokus memasangkan dasi pada lehernya. "nah udah beres sayang. Ayo kita makan "ajak Zeline sambil mengendong tasnya dan tak lupa membawa tas kerja suaminya.


Liam langsung mengenggam tangan istrinya dengan lembut, Zeline yang memang baru melihat rumah ini sangat takjup saat dirinya menuruni anak tangga. Disebelahnya ditemboknya tertempel foto pernikahannya dengan suaminya dan tak lupa ada banyak sekali foto Zeline terpajang disana.


Zeline beralih menatap wajah suaminya yang sedang tersenyum padanya, saat sudah sampai tangga paling bawah Zeline segera memeluk suaminya mengucapkan rasa terimakasihnya dengan apa yang diberikan padanya sangat terharunya dirinya ini sampai air matanya terjatuh dengan deras.


"Kenapa kamu menangis sayang, apa kamu tak suka dengan rumahnya " ucap Liam dengan khawatir.


"Tidak, aku sangat menyukainya mas, sangat terimakasih "


Liam segera melepaskan pelukannya menangkup wajah istrinya, mencium seluruh wajahnya dan mengapus air mataya juga lalu membawanya untuk segera sarapan.


"Selamat pagi tuan,nyonya perkenalkan saya Nina" ucap seorang pelayang yang sedang menyajikan makanannya.


"Pagi, aku Zeline "


Sedangkan Liam tak menjawabnya hanya diam dengan wajah garangnya, saat Nina akan membuka piring Liam dan mengisinya dengan nasi, segera Liam memegang tangan Nina "mau apa kau, biarkan istriku yang melayaniku " ucap Liam dengan mata tajamnya.


Liam segera melepaskan cekalannya dan memalingkan wajahnya dari Nina, Nina yang malu segera mudur. Zeline segera mengambil piringnya lalu mengambil semua makanan yang disukai oleh suaminya.


Zeline yang tadi mau melayani suaminya memang tidak keburu, Nina tiba-tiba saja menghampiri suaminya dan akan menyajikan semuanya untuk suaminya. Benar-benar lancang sekali.


Selesai juga makan mereka, Nina lalu nyelonong mengabil tas Liam untuk diantarkan kedepan. Zeline yang melihatnya langsung mengambilnya "kenapa kau sangat lancang. Sini biar aku yang membawa tas suamiku " ucap Zeline dengan tegas.


Lalu melengos pergi kedepan dengan suaminya yang memeluk pinggangnya dengan posesif, segera Liam membuka pintunya dan Zeline masuk. Liam sedikit berlari dan langsung masuk kedalam mobil dan mengemudikannya untuk pergi kekampus.


Sedangkan Nina sedang menatap sengit kepada Zeline, berani sekali perempuan itu pada dirinya awas aja akan dia rebut suaminya itu dan akan aku depak kau dari rumah ini.


"Aku tak suka dengan pelayan itu " ucap Zeline dengan wajah yang masih cemberut.


"Iya sayang,aku tahu, dia adalah anak dari pelayan ibuku yang dijakarta yang memang sengaja dikirin oleh ibu "


"Kenapa harus dia, aku ingin diganti saja tak mau pelayan itu "


"Iya sayang, iya aku nanti bilang pada ibu, sekarang kamu jangan cemberut lagi " ucap Liam mengenggam tangan Zeline dan menciumnya. Zeline menyendekan kepalanya dibahu suaminya meredam kemarahannya pada pelayan lancang itu.


Sekarang sudah sampai mereka di kampus, ya memang sangat dekat hanya 10 menit saja tak lama kok. Segera mereka turun dan Zeline segera memeluk tangan suaminya, dia tak mau ada perempuan manapun yang menatap suaminya seperti dahulu lagi tatapan memuja mereka.


Liam hanya mengeleng-gelengkan kepalanya melihata sikap posesif istrinya yang mulai muncul, dulu rasanya tak seperti ini tapi tak apa dirinya bersyukur berarti istrinya juga sangat mencintainya.

__ADS_1


"Sekarang kamu masuk kekalas, aku masuk keruanganku dulu ya sayang "


"Iya tapi peluk dulu" sambil merentangkan kedua tanganya Liam segera mendekat dan memeluknya dengan erat.


"Pengantin baru tebar-tebar kemesraan saja nih " celetuk Jo yang baru datang.


Zelene saat mendengar suara sahabatnya langsung melepaskan pelukan suaminya beralih pada Jo, dia sangat kangen sekali dengan sahabat cerewetnya ini. Jo segera membalas pelukan sahabatnya yang lama sudah tak bertemu.


Sedangkan Liam sudah berpamitan untuk segera pergi keruangannya dan Zeline tak lupa sudah memberikan kecupannya pada suaminya.


Jo menarik tangan Zeline kekelasnya dan segera menceritakan semua yang dilalu oleh Zeline bersama suaminya "kamu cepetan nikah deh Jo"


"Iya nanti Line, sekarang aku lagi curiga banget sama Riyan "


"Emangnya kenapa sama kak Yan "


"Iya aku merasa dia selingkuh deh Line"


"Hah kok kamu tiba-tiba buat opini kaya gitu sih Jo"


"Ya emang bener kenyataannya gitu Line, sekarang tuh Riyan sikapnya beda banget ga kaya dulu dia tuh jadi banyak ngebohongnya sama aku. Aku bisa nilai lah gimana gelagatnya Riyan kalau lagi bohong"


"Kamu jangan kaya gitu, coba kamu ajak ngobrol baik-baik kak Yannya siapa tahu kan dia bisa terbuka sama kamu"


"Iya deh nanti aku coba, tapi nanti kamu temen aku ya buat nyelidikin keanehan Riyan "


"Cara selidikinnya gimana Jo "


"Tenang aku udah sadap maps nya, jadi aku tahu dia kemana nanti pulang ngampus kita cus Line sambil makan-makan gitu aku dah lama ga makan sama kamu"


"Iya ayo aku pasti bantuin kamu, apa sih engga buat sahabat aku ini. Nanti kamu main ya kerumah baru aku "


"Maacih sayangnya Jo, ga berubah deh kamu walau udah menikah. Kamu udah pindah rumah Line "


"Ya ga akan lah, aku ga mungkin berubah sama kamu. Iya udah dan aku punya pelayan yang nyebelin banget tahu "


"Oh yah emang gimana dia "


"Pokoknya dia itu nyebelin cari perhatian suami aku, masa iya aku ada didepan suamiku dia mau sajiin semua sarapan buat sumiku coba "


"Kurang ajar. Nanti aku kerjain deh tu pelayan, pokonya kita buat kapok tuh pelayan "

__ADS_1


"Ayo aku siap banget malahan udah ga sabar"


Mereka lalu tertawa bersama-sama, sudah membuat rencana untuk dua orang sekaligus pasti mereka akan sukses bila dilakukan bersama-sama seperti ini.


__ADS_2