
Asa segera bangun dari tidurnya, kok rasanya ada yang anehnya ya. Seperti ada yang keras-keras tapi panjang dipegang olehnya.
Segera dirinya membuka kedua bola matanya alangkah kagetnya saat melihat ada Yuda disampingnya, dengan telanjang lalu menyingkap selimbutnya dan dirinya juga tak memakai busana sama sekali.
"Akhhh " teriak Asa sambil menutup kembali tubunya memakai selimbut.
Yuda segera bangun karena teriakan yang dibuat Asa "ada apa sih Sa pagi-pagi berisik "
"Apa yang kamu lakukan sama aku Yud, kenapa aku telanjang seperti ini "
"Hah telanjang bukannya kamu ya yang semalem minta sama aku "
"Minta apa Yud, aku ga pernah minta apa-apa sama kamu "
"Lalu yang semalam apa, kamu minta *** Sa sama aku "
"Ga itu gamungkin, aku gamungkin serendah itu ngelakuin hal yang gila seperti itu Yud "
"Ada apa ini berisik sekali " ucap ayah Yuda yang tiba-tiba saja masuk kedalam kamar anaknya.
Dirinya sangat kaget saat melihat Asa yang ada dihadapan mereka sedang bobo bareng dengan Yuda dan dia yakin bahwa Asa tak memakai pakaian sama sekali. Karena sudah terlihat dari bahunya yang polos.
"Apa yang kalian lakukan hah " teriak ayah Yuda sambil menghampiri mereka berdua.
"Tidah om, kami tak melakukan apa-apa ini semua salah faham om " jelas Asa menjelaskan sambil menangis.
"Salah faham seperti apa Sa. Kenapa kalian berdua bisa satu kamar dan tak memaki apa-apa seperti ini, cepat kalian segera pakai pakaian kalian lalu jelaskan semuanya apa yang terjadi pada ayah " segera ayah Yuda melengos pergi dari kamar anaknya dirinya kecewa dengan anaknya dan suster Asa.
Dirinya pergi miting malah disalah gunakan seperti ini, padahal mereka berdua sudah dewasa bisa membedakan mana yang benar dan salah.
"Yud gimana ini " ucap Asa sambil menguncang-nguncang tangan Yuda.
"Ya kita nikah aja Sa, aku siapa nikahin kamu kok "
"Ga aku ga mau. Aku juga yakin aku ga lakuin apa-apa sama kamu dan ini hanyalah sebuah salah faham saja Yud"
__ADS_1
"Entahlah tapi aku akan tetap menikahimu Sa"
Asa yang marah segera menarik selimbut dan memunguti satu persatu pakaiannya, tanpa menghiraukan Yuda sama sekali langsung masuk kedalam kamar mandi lalu menguncinya dengan rapat.
Kenapa ini bisa terjadi, kenapa dirinya bisa lengah seperti ini oleh Yuda. Tak mungkin dia melakukan hal sehina itu sampai dirinya yang meminta untuk melakukan *** pada Yuda, dirinya bukan perempuan murahan. Ini pasti Yuda menjebaknya.
Asa segera melepas selimbut itu lalu pergi kearah bathtub dan merendam dirinya disana, menenangkan dahulu pikirannya yang kacau ini.
Yuda tersenyum melihat kemarahan Asa, berhasil rencannya tinggal meyakinkan ayahnya bahwa dirinya memang melakukan sesuatu diluar batas bersama Asa dan menikahkan mereka berdua segera. Kalau bisa hari ini juga menikahnya.
Agar Asa bisa selalu ada disampingnya dan hanya mengabdi padanya saja. Salah sendiri ingin bermain-main dengannya sekarang tanggung sendiri akibatnya.
Yuda segera memakai kembali pakaiannya dan mengapai kursi rodanya lalu menaikinya. Segera dirinya keluar untuk menemui ayahnya yang sudah menunggu.
"Mana Asa Yud "
"Sedang dikamar mandi yah "
"Jelaskan sebenarnya apa yang terjadi saat ayah tak ada. Kenapa baru ayah tinggalkan sehari saja sudah kejadia seperti ini Yud "
"Apakah benar kalian melakukannya "
"Tidak om, aku tak melakukan apa-apa dengan Yuda " ucap Asa yang tiba-tiba saja sudah ada dibelakang Yuda lalu duduk agak jauh dari Yuda.
'Saya yakin, saya tak melakukan apa-apa dengan Yuda om ini semua salah faham " Asa mencoba untuk mempertahan kembali harga dirinya.
"Mana, apa kamu mempunyai buktinya Sa, kalau kalian tak melakukan apa-apa "
"Tidak om tapi saya yakin, saya tak melakukan Zina sama sekali dengan Yuda"
"Ya sudah sekarang kita semua akan kerumah orang tua kamu dan membicarakan tentang masalah ini, lebih baik berunding dulu apa yang harus kita lakukan selanjutnya"
"Tidak om tidak, lebih baik kerumah sakit saja. Saya siap dicek "
"Jangan kamu kan seorang suster bisa saja kamu nantinya beserta dokter mengelabui kami " ucap Yuda tak ingin sampai rencananya gagal.
__ADS_1
"Aku tidak selicik itu " ucap Asa dengan wajah marahnya.
"Sudah ayah putuskan sekarang kita semua pergi kerumah Asa, berbicara dengan orang tua mu dan akan seperti apa nantinya " putus ayah Yuda melengos untuk menganti pakaian.
"Dasar gila kamu Yud " bisik Asa
"Siapa suruh kau bermain-main denganku. Bagaimana apa kau mengaku kalah"
Asa tak mengubris ucapan Yuda, dia langsung melengos keluar dan duduk dikursi yang ada diteras. Sial rencananya teryata sudah diketahui oleh Yuda. Kenapa dirinya ini tak merasakan kalau Yuda sudah mengatahui rencananya.
Bodoh sekali dirinya ini, padahal dirinya sudah menyusun dengan rapih rencannya ini tapi kenapa gagal seperti ini. Kenapa malah menjadi bumerang untuknya. Sekarang malah dirinya yang dijebak oleh Yuda.
Ternyata laki-laki itu licik sekali, dia salah menganggap remeh Yuda. Sekarang apa yang harus dirinya lakukan tak mungkin kan dirinya sekarang pulang kerumah paman dan bibinya. Bisa- bisa bibi dan pamannya kecewa.
Lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya pasti akan sama kecewanya, mereka akan percaya pada siapa nantinya, percaya pada dirinya atau pada Yuda.
Memikirkannya saja sudah membuat kepalanya ingin pecah, apalagi nanti mendengarkan keputusan ayahnya yang tak mudah dibantah.
"Ayo Sa segera masuk kedalam mobil sekarang kita akan pergi kesana " ucap Ayah Yuda yang sedang mendorong kursi roda anaknya yang sudah rapih menganti pakainnya.
Dengan terpaksa Asa ikut masuk dan duduk dikursi belakang melamun, bagaimana ini jadinya dirinya sungguh binggung sekali apa yang harus dirinya lakukan. Apa harus kabur saja nanti saat disana tapi bagaimana nanti dengan perasaan orang tuanya apakah dia akan malu atau bagaimana.
Yuda dari kaca sedang menatap wajah Asa yang tegang, sepertinya Asa sangat takut sekali dengan masalah ini. Kita lihat apa kedua orang tua Asa akan menikahkannya tapi itu harus terjadi bagaimana pun caranya.
Dirinya akan menyakinkan kedua orang tua Asa bahwa memang dirinya melakukan hal yang tidak senonoh itu bersama Asa. Untuknya itu sangat mudah.
Untuk kali pertama lagi dirinya sangat senang karena bisa menjebak Asa, dulu Zeline gagal tapi tak apa sekarang sudah ada gantinya Asa yang wajahnya sama dengan Zeline jadi ya sama-sama saja kan tak ada bedanya.
Rasanya tak sabar ingin segera sampai dirumah Asa dan berbicara pada kedua orang tuanya yang sebentar lagi akan menjadi mertuanya.
Asa yang merasa dirinya sedang diawasi segera memalingkan wajahnya lalu melihat kearah Yuda dari kaca yang ada didepan, Yuda sedang menyeringai senang kearah Asa.
Asa yang melihatnya sangat muak sekali segera Asa memutuskan padandangannya itu, lalu beralih menatap jalanan. Melamunkan kembali semuanya yang terjadi pada dirinya.
Aku seperti ada diposisi Zeline sekarang, saat laki-laki ini menjebak adiknya dan sekarang dirinya yang dijebak oleh laki-laki berengsek ini. Makin menjadi-jadi saja kebenciannya ini pada Yuda lelaki brengsek.
__ADS_1