
Jo masih saja mondar mandir menunggu suaminya ini sudah jam 12 tiba tiba saja mati lampu, Jo segera berlari kearah sakral namun tak nyala, dengan hanya penyinaran ponsel saja Jo keluar dan mencari cari keberadaan mamihnya.
"Mamih mamih dimana, kenapa ini begitu gelap, mamih aku takut jangan main main "
Namun tak ada jawaban sama sekali "yaelah pada kemana sih, semuanya aja gak ada ihh kesel deh kalau udah kaya gini "
"Mamih dimana mamih "
Tiba tiba saja ada yang lewat didepan Jo, dan "Joo tolong aku "
"Yan itu kamu, Yan kamu dimana Yan " teriak Jo
Namun tak ada sama sekali Riyan, tiba tiba saja cahaya dan Riyan sedang dipegang oleh seseorang bertopeng dan memegang pisau mengarah pada perut suaminya.
"Riyannn apa yang terjadi, jangan macam macam dengan suamiku, lepaskam suamiku, lepaskann "
Teriak Jo namun orang itu tak mendengarkan terikan Jo sama sekali dia malah menancapkan pisau itu diperut Riyan, dan Jo dengan histeris menghampiri suaminya dan memeluknya, darah sudah mengalir hebat di perut sang suami.
"Riyan kenapa seperti ini, apa sebenarnya yang terjadi kenapa sada laki-laki bertopeng itu siapa. Hei kau jangan pergi jangan pergi kau sudah menusuk suamiku kau harus membawanya kerumah sakitu "saat Joakan mengajar orang itu Riya megang tangannya
"Sudah biarkan dia mungkin ini sudah akhir hidup aku Jo, sudah kau harus merelakan aku "
"Tidak jangan Yan tidak jangannn "
Riyan sudah menutup kedua bola matanya, namun tiba tiba lampu menyala dan ada Zeline, pak dosen mamihnya dan juga bi Neneng, "selamat ulang tahun, selamat ulang tahun, selamat ulang taun Jovanka selamat ulang taunnn "
"Yeyeey "
Ryan segera bangkit dan setengah memeluk istrinya, Jo yang kesal segera memukul dada suaminya cukup keras "ini apa maksudnya tadi siapa yang menusuk suamiku jahat kalian ya, suamiku jadi korban penusukan "
"Tidak ini hanya main main Jo, aku yany menusuk suami mu, aku jangan marah ya "
"Oh ternyata pak dosen ya "
"Udah udah ayo tiup lilinnya dong, jangan marah marah terus "
"Aku tiup ya lilinya " Jo segera meniupnya dan berdoa.
__ADS_1
"Apa doanya " tanya suaminya
"Kau tak boleh tau hanya aku saja yang boleh tau, bagaimana carannya kalian bisa bertemu dan merayakan ulang tahunku ayo ceritakan dong "
flasback
" Halo kak Yan kenapa"
" Kamu di mana Line kamu enggak ingat sekarang ulang tahun sahabat kamu kakak ini lagi beli kue nih mau nggak kita rayain ulang tahunnya Jo, dia juga nggak tahu kok, Kakak sengaja nggak pulang ke rumah, nanti aja jam 12 malam Kamu mau enggak ajak suami kamu juga ya"
"Aku siap-siap aja sih Kak, aku ajak dulu Mas Liam pasti dia juga mau kok. Terus mamihnya Jo udah dikasih tau, aku juga sekarang lagi sama mas Liam "
"Kalau Mamih tenang aja udah dikasih tahu kok dari tadi, malahan dia udah siap-siap, tadi juga Kakak sempet kaget liat Jo ada di luar nunggu kakak pulang, tapi untungnya Pak satpam nyuruh Jo masuk ke rumah, ya udah kamu bicara sama suami kamu nanti kita ketemuan di depan rumah ya di rumah kakak ok"
"Siap kak aku matiin dulu ya telponnya aku sebentar lagi sampai kok "
"Siapa sayang " tanya Liam
"Ini kak Yan sekarang kan ulang tahunnya Jo. Dia ngajak ngerayain gimana mas Liam mau kan kak Yan udah nunggu di depan rumahnya nanti jam 12 teng Kita bakal Rayain ulang tahunnya gimana"
"Iya mas "
Mereka berdua akhirnya sampai dan Zeline langsung turun dan menghampiri kak Yan "Line Liam, gimana kaliam punya ide gak buat bikin Jo ketakutan "
Liam segera menceritakan idealnya kepada Riyan dan juga istrinya dan terjadilah kejadian tadi saat suami Jo ditusuk oleh Liam yang memakai topeng, untung saja Liam membawa topeng-topengan anaknya yang selalu ada di dalam mobil jadi semuanya berhasil.
flasback of
" Oh jadi begitu ya, pantesan kalian ini ya ada ada saja bikin aku kaget tau gak sih "
"Jo ayo kasih tau dong, apa doanya kita kan pengen tahu Jo. Ayo dong bilang Cepetan jangan gitu kita kan teman kita sahabat kita Keluarga Masa nggak mau kasih tahu sih, Apa doanya Ayo bocoran-bocoran sedikit Aja Jo, jangan bikin aku penasaran Jo aku juga kan selalu cerita sama kamu nggak pernah tutupin apapun dari kamu ayo sekarang kamu bilang apa doa kamu" paksa Zeline.
" Ya udah deh karena sahabat aku yang paksa Pengen tahu Doaku di tahun ini aku pengen cepat cepat punya momongan dan bisa kasih Mami cucu dan juga bisa bikin Ryian bahagia, karena kalain udah punya Dede bayi Aku juga pengen kaya kamu Line pengen kaya Syifa yang udah punya anak, jadi doaku cuman itu satu nggak ada lagi, kalian semua doain juga ya semoga aku cepet cepet punya Dede bayi. Semoga Allah secepatnya memberikan aku keturunan , dan aku tak kesepian lagi bersama Riyan biar seperti Zeline dan pak dosen yang si disibukkan dengan Lucas dan sekarang Kak Andre dan juga Syifa disibukkan dengan Nabil"
"Amin amin kami mendoakan semoga kalian berdua cepat mendapatkan momongan " ucap mereka.
Mamih Jo segera memeluk anaknya dengan erat " Maafkan mamih yang selalu ingin kau cepat cepat mempunyai anak, sekarang kau malah jadi kepikiran pokoknya Mami akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu Jo, kamu Jangan pikirkan tentang omongan dulu sudah tidak apa-apa Mami akan menunggu sampai kamu mempunyai anak dan diberi kepercayaan oleh Allah, Mami tidak akan kembali meminta-minta padamu untuk cepat-cepat hamil Maafkan mamiya membuatmu jadi pusing seperti ini"
__ADS_1
"Tidak apa-apa mi itu memang sudah biasa .Pasti mami ingin cepat-cepat mempunyai cucu kan Mi, Jo juga ingin cepat cepat mempunyai anak mih, tapi Allah belum memberikan nya Allah belum percaya kan anak itu pada jo, jadi bersabar ya mih. Semoga aja di tahun ini juga Jo sama Riyan bisa dikasih kepercayaan sama Allah karena umur Jo juga kan udah tua Mungkin aja umur Jo berkurang Allah memberikan kesempatan untuk bisa mengurus anak bukan begitu mi"
"Iya nak iya mamih akan sekalu mendoakan mu, mamih ingin yang terbaik untuk mu sayang, ayo sini semuanya peluk dong mamih sama yang ulang taunya "
Mereka semua segera masuk kedalam pelukan itu dan saling memeluk erat.
**
Syifa yang terbangun melihat suaminya tidak memakai selimut tidur di kursi sambil memeluk tangannya dengan perlahan-lahan Syifa turun dan mengambil selimut yang ada di dalam lemari Kak Zeline yang membawanya waktu dia kemar .untung saja, dengan perlahan Syifa menyelimuti suaminya namun saat akan kembali lagi tangannya dipegang.
"Kenapa kau turun dari tempat tidurmu Syifa Apakah tidak sakit"
"Aku hanya ingin menyelimuti Paman saja. Apakah tidak boleh sepertinya Paman kedinginan makanya aku mengambil selimut Kenapa Paman tidak mengecek lemari di dalam sana ada selimut yang dibawakan ka Zeline untukku dan untuk paman"
Andre segera bangkit dan memapah istrinya untuk kembali tidur di tempat tidurnya, lalu menyelimutinya kembali "jangan turun kau bisa bangunkan paman panggil saja paman, Paman pasti akan bangun, paman tidak akan tidur kamu jangan berjalan seperti tadi perut kamu masih sakit kan, kamu baru saja selesai dijahit Kan itunya Jadi jangan terlalu banyak berjalan nanti saja ada paman di sini untuk apa paman di sini kalau kau masih saja melakukannya sendiri "
" Iya paman Maafkan aku, aku merasa paman sangat lelah makanya aku tidak mau membangunkan paman aku hanya sekedar menyelimuti Paman saja, kalau aku ingin ke air pasti aku akan membangunkan paman, tidak kok ini tidak terlalu sakit Paman Tenang saja aku baik-baik saja paman"
" Iya tetap saja kau harus membangunkan paman, paman tidak capek Kok jadi kamu tak perlu khawatir bangunkan sama saja ya kalau perlu apa-apa maupun itu kamu menyelimuti paman atau memberikan bantal bangunkan Paman, nanti Paman akan ambil sendiri jangan kau gegabah mengambilnya dan berjalan tanpa Paman pegangi"
" Iya Paman Kenapa paman ini cerewet sekali aku akan memintanya Jika perlu ya sudah sekarang paman kembali tidur dan aku pun akan tidur . Aku tidak akan ke mana-mana paman Aku janji aku akan tidur di sini tak akan berjalan jalan lagi"
" Baiklah Awas aja kalau kau berjalan-jalan kembali Paman akan menghukummu lihat saja hukumannya saat kau sudah beres lahiran Paman tidak akan main-main dan Paman akan memberikan Nabil adik nanti kalau kau nakal terus, jadi menurut lah pada Paman karena Paman tidak mau terjadi sesuatu padamu"
" Iya paman aku tidak akan membantah Paman, jangan berikan Nabil adik Saat usianya masih kecil paman aku tidak mau nanti dia kurang meminum ASI"
" Iya makanya kau jangan nakal harus selalu harus selalu mematuhi apa kata kata paman harus menurut kata paman awas aja kalau tidak menurut paman sentil telingamu itu"
"Iya paman "
Andre yang sudah yakin kalau Syifa tidak akan berjalan jalan lagi kembali ke kursi, dan membaringkan dirinya melihat sekilas pada sang istri lalu tidur terlelap, memang dirinya sebenarnya capek tapi tidak boleh memperlihatkan kalau memang dia capek karena harus menjaga istrinya yang baru saja melahirkan.
Kalau bukan dirinya yang menjaga siapa lagi, mamih Syifa tak bisa kesini sedangkan dia tak mempunyai siapa siapa lagi selain Liam dam keluargannya tak ada lagi, beginilah nasibnya,
Nasib seorang Andre yang tak punya siapa siapa, ya beginilah, harus bagaimana lagi. Sudahlah memang ini nasibnya tak usah difikirkan kembali, pusing pusing pusing pusing
**
__ADS_1