Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kembali hadir


__ADS_3

"Kenapa nyonya minta maaf padaku, "


"Maafkan aku yang telah menuduhmu yang tidak-tidak dan juga memarahi istrimu dengan sangat kasar.Apakah aku boleh bertemu dengan dia dan juga ibunya. Aku ingin meminta maaf padanya pada mereka berdua karena kata-kata kemarin"


"Seharusnya nyonya tak usah meminta maaf memang itu kesalahanku tidak berbicara dulu pada tuan tentang Airin yang ada di sini jug bersama ibunya bukan nyonya yang salah "


"Tetap saja aku yang salah karena sudah menuduh suami ku yang tidak tidak dan juga aku ingin meminta maaf langsung atas kata-kataku kemarin pada mereka berdua bolehkah"


"Tentu nyonya, tuan ayo masuk, mereka ada didalam ayo "


"Airin, bu ini ada nyonya dan tuan ingin bertemu dengan kalian "


Airin dan juga ibunya segera muncul dan menundukan kepalanya saat melihat Zeline disana.


Liam mendorong kursi roda istrinya dan langsung berhadapan dengan Airin dan juga ibuanya, Zeline memegang tangan Airin, Airin yang kaget menatap Zeline.


"Apakah kau marah padaku"


Airin langsung mengelengkan kepalanya dan menatap ibunya " aku sama sekali tidak marah dengan nyonya, kenapa aku harus marah dengan diri mu, tak ada alasan untuk aku marah padamu"


"Maafkan aku kemarin telah marah padamu dan mencaci maki mu begitu saja. Seharusnya aku tidak melakukan itu, seharusnya aku berbicara baik-baik denganmu tapi karena aku yang tersulut emosi aku menjadi mengeluarkan semua kata-kata busuk ku padamu. Aku sungguh minta maaf aku menyesal telah mengatakan itu semua padamu dan juga ibumu .Aku tak bermaksud berkata seperti itu"


"Tidak Nyonya tidak jangan berkata seperti itu, nyonya tak perlu meminta maaf padaku aku memang salah karena menyembunyikan semuanya dari mu dan suamimu tentang aku dan Tora kalau kami berdua jujur pasti tidak akan seperti ini, pasti tak akan terjadi "


"Sekali lagi maafkan aku, meskipun kau berkata seperti itu, tetap aku merasa bersalah jadi maafkan aku dan aku tidak akan gegabah lagi dalam mengambil sebuah keputusan dan kau dan ibumu sampai kapanpun boleh tinggal di rumah ini takkan ada yang mengusir kalian di sini"


"Terimasih Nyonya atas kebaikan bu, aku sungguh berterimakasih "


Zeline menganggukan kepalanya lalu menatap suaminya "baiklah saya dan istri saya permisi dulu, "


"Apa tuan tidak mau makan dulu "


"Lain kali Tora, kami akan makan disini "


Liam kembali lagi mendorong kursi roda istrinya dan membantu istrinya masuk, lalu melajukan mobilnya meninggalkan rumah hutan.


Setelah itu Ibu Airin langsung pergi meninggalkan Tora dan juga Airin berdua"Terima kasih karena kau sudah memaafkan Nyonya tanpa harus bertele-tele dan membuat drama"


" Tenang saja aku tidak mungkin menyalahkan nyonyamu itu yang ada aku malah akan dimarahi olehmu kan jadi tenang saja gak usah takut"


"Baguslah aku suka dengan dirimu yang sekarang dewasa dan aku tegaskan kembali kalau aku tidak akan pernah menceraikan mu jadi kau tak bisa mengejar mimpimu dan tak akan pernah bisa mengejar masa depan mu, aku akam membuatmu tetap ada disampingku mengurus anakku dan mengurus rumah tak ada pekerjaan lain dan aku tidak mengizinkan kau bekerja"


"Bukannya kita sudah membuat perjanjian kita hanya menikah Siri jadi kapanpun aku bisa pergi darimu "


"Setelah anak itu lahir aku akan menikahimu dengan cepat dan tak akan menunda-nunda lagi "


"Sampai kapanpun aku tidak akan mau "


Airin langsung pergi dari hadapan Tora masuk ke dalam kamar menutup pintu dengan keras, Tora selalu saja ingin menang sendiri lalu dirinya dianggap apa. Apakah hanya sebuah boneka dan hanya dijadikan wadah untuk mengandung anaknya saja.


"Awas saja kalau sampai itu tak terjadi sampai dirinya tak di bolehkan pergi, dirinya akan nekat lihat saja nanti permainannya akan bagus dan sangat menyenangkan lihat saja.


**


"Mas kita ada dimana rumah ini indah sekali "


Zeline menatap bangunan itu dengan kagum, seperti sebuah kastil di tengah hutan bagus sekali, Liam langsung memangku istrinya dan berjalan masuk kedalam.


"Inilah kenapa aku pulang larut terus, karena aku ingin membuatkan kejutan untuk mu, dan ini hasilnya, mengapa aku lembur terus ya karena ini aku ingin membuat kejutan ini menjadi sangat berharga untukmu dan aku juga mendesain rumah ini sendiri aku harus mengecek setiap detail dari rumah ini dan itu yang aku mau jadi ini alasan aku pulang malam. Kenapa aku tak pernah memberitahumu kenapa aku pulang malam karena aku ingin memberikanmu kejutan bukan karena aku selingkuh ataupun ada hal lainnya sayang "

__ADS_1


"Iya mas maaf, karena aku yang ceroboh menjadi seperti ini, terimakasih mas terimakasih aku sangat suka dengan rumah ini, kapan kapan kita bawa Lucas ya mas, bawa dia kemari, aku pun ingin mengelilingi rumah itu bersamanya, "


"Iya sayang kita akan membawanya nanti, lalu kau akan memberiku apa, setelah aku memberikan mu hadih kastil ini, apa yang akan kau berikan padaku " Liam segera membaringan sang istri di kamar utama dengan dirinya yanh ikut berbaring juga sambil berhadap hadapan.


"Emm apa ya, kau maunya apa mas, aku akan memberikannya apa yang kau inginkan "


"Aku ingin Lucas mempunyai teman dan juga adik, jadi aku meminta padamu satu orang lagi anak, agar rumah tangga kita makin lengkap dan tambah rame, mau ya tambah satu lagi, sekarang juga kan Lucas udah gede masa kamu gak kasih dia adik kasian kan "


"Iya mas aku akan memberikannya "


"Beneran sayang, ayo kita lakuin sekarang "


"Jangan sekarang dong mas, lihat aku masih sakit "


"Gak akan, kamu hanya perlu diam dan mendesah saja untuk ku, dan aku yang akan bergerak ya "


"Masss "


"Apa sayang, apa "


"Jangan seperti itu berbicaranya "


"Kenapa apa kah kau malu "


"Iya aku malu mas, kamu ini ih nyebelin deh "


"Gak usah malu aku kan suami kamu, masa kamu malu sih sama aku "


"Ya tetep aja mas "


Liam segera membuka satu persatu pakain istrinya, lalu membuka pakainnya, setelah itu membuka pakainnya juga, menarik selimbut dan melakukan apa yang dirinya katakan tadi.


**


"Tidak sama sekali baby, aku lupa bagaimana ini "


"Baiklah nanti kita bicarakan dengan Liam semuanya agar kita bisa mengundangnya untuk makan malam bersama kita, nanti sebentar lagi kan ulang tahun Zeline bagus kan kalau misalnya kita undang dia dan juga mengajak dia makan malam"


"Benar sekali baby kenapa kau sangat-ingat, kenapa kau mengigatnya "


"Tentu saja karena kalender di kamar, kau membulatinya paling besar dan ditulis ulang tahun Zeine makanya aku tahu dari situ"


"Hehehe iya bener juga ya, aku lupa baby. "


"Terus gimana ini kaki kamu apa masih sakit "


"Sedikit lagi sih baby, udah kamu berhenti pijatin aku, aku udah agak enakan kok baby "


"Beneran "


"Iya beneran baby, aku gak sama sekali berbohong "


"Baiklah sayang kita nonton tv ya, kita lihat akan ada berita apa hari ini "


Dan sangat kebetulan sekali saat mereka menyalakannya langsung muncul siaran berita tentang hilangnya Bulan dan Lia, kembali di buka " loh bukannya pencariannya itu udah dihentikan ya kenapa mulai lagi" ucap Jo dengan binggung


"Kamu tahu kasus ini dari siapa sayang "


"Dari Gavin baby, katanya udah gak ada lagi, katanya udah diberhentiin kasusnya, apa menemukan titik terang, atau ada bukti gitu "

__ADS_1


"Gak tau sayang, aku pun kurang faham "


Tiba tiba saja ada seorang ibu ibu maju dan mengatakan sesuatu pada media " Iya begini saya juga awalnya memang tidak menyangka dengan apa yang saya ketahui. Namun yang pasti waktu itu Bulan akan berkencan dengan seorang pengusaha kaya di sini, tapi saya tidak bisa menyebutkan namanya langsung di sini karena dia juga sudah mempunyai istri tapi yang pasti dia orang terpandang dan akan melakukan makan malam bersama anak saya Bulan "


"Lalu ibu mendapatkan kabar itu dari siapa dari mana kenapa Ibu bisa berbicara kalau memang benar Bulan pergi dengan laki-laki itu atau disembunyikan oleh laki-laki itu" tanya wartawan


"Karena anak saya menulis catatan di bukunya kalau dia di hari kehilangannya dia, akan berkencan dengan seseorang berinisial L huruf depannya dan mereka akan melakukan makan malam di sebuah rumah dan saya juga tidak tahu rumah itu di mana, karena anak saya tidak memberikan di mana lokasi rumah itu makanya saya ingin membuka kembali kasus anak saya, saya ingin anak saya mendapatkan keadilan yang sesungguhnya"


Dan dirumah lain Tora yang juga sedang menonton berita itu sangat kaget, Tora langsung pergi keluar rumah dan menelfon bosnya, untung saja diangkat.


Liam yang baru selesai melakukan kewajibannya bersama sang istri segera mengangkat telfon Tora.


"Hallo Tora ada apa, "


"Bos gawat, ternyata Bulan meninggalkan sebuah catatan di rumahnya kalau dia akan berkencan denganmu dan di rumah ini, di rumah hutan dia menulis semuanya tapi tidak menulis alamat rumah ini lalu kita harus bagaimana sekarang"


"Kau segeralah pulang ke rumah dan aku akan menjelaskan semuanya di sana"


"Baik Tuan aku akan izin dulu dengan istriku nanti aku akan ke sana dan menemuimu"


"Baiklah "


Tora segera masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang sedang berbaring sambil menonton tv.


"Mungkin aku tidak akan pulang kemari beberapa hari. Kau jaga dirimu baik-baik beserta ibu"


"Baiklah kau tenang saja aku sudah biasa kan ditinggal olehmu sendiri dan dikurung bedanya sekarang aku dibebaskan karena menyandang istrimu dan juga ada ibuku, aku tidak peduli kau mau pulang lagi ataupun tidak jadi silakan kau mau pergi pun aku tidak akan peduli"


Tora yang marah mendekati istrinya dan memegang rahangnya dengan sangat kuat "bicara kau sekali lagi "


"Lepaskan ini sakit lepaskan "


Tora melepaskannya dengan kasar lalu menatap mata Airin dengan tajam, namun Airin malah balik menatapnya tak kalah tajam nya juga.


"Aku sudah sedikit mengalah padamu dan tidak terlalu keras padamu, tapi kau selalu memancing-mancing kemarahanku saja. Apa maumu sebenarnya apakah kau ingin selalu aku kasari seperti tadi, apakah kau ingin selalu aku marahi aku siksa itu yang kau mau agar ibumu melihat bagaimana aku yang sebenarnya itu kan yang kamu mau"


"Yah itu yang aku mau, aku ingin melihat ibuku melihat dirimu yang kasar padaku dan kau adalah seorang penipu kau telah menipuku dan menipu Ibuku sekaligus, Aku ingin ibuku sadar dan melihat siapa kau sebenarnya, kau itu hanyalah seorang penjahat yang menculikku dan menghamiliku itu yang aku tahu aku ingin ibuku tahu semuanya, tidak seperti ini disembunyikan dan aku harus berbohong kalau aku hilang ingatan dan juga aku jatuh ke sungai. Aku tidak mau itu semua kau memaksaku dan aku ingin semua rahasia itu diketahui oleh ibuku .Aku tidak mau ada yang disembunyi-sembunyikan lagi diantara aku dan ibuku"


"Silahkan kau berbicara pada ibumu tapi kau jangan menangis pada keesokan harinya, karena aku akan menghabisi nya meskipun aku sudah menyayanginya, tapi aku tidak akan segan-segan membunuhnya dan membunuhmu juga tentunya dan mimpi-mimpimu akan hilang bersamamu yang mati dikubur di dalam tanah untuk selamanya. Bagaimana siapkah kau menanggung semua itu"


"Dasar kau laki-laki licik. Aku tidak suka denganmu sampai kapanpun aku tidak akan pernah suka denganmu Tora, kau keluar dari kamarku keluar sekarang juga , jangan ada di hadapanku Aku muak melihat mukamu yang seperti ini , aku tak mau lihat dirimu yang selalu ada di sampingku keluar dari sini jangan ganggu aku lagi"


Tora dengan kesal segera keluar menutup pintunya dengan keras sampai sampi bu mertuanya datang dan menghampiri Tora.


"Ada apa Tora, kenapa makin hari kalian makin sering bertengkar ada apa ini "


"Entahlah bu Airin sekalu saja membuatku marah entah apa maunya, aku akan bekerja dulu ya bu, Tuan sudah menelfonku, aku pamit "


"Hati hati nak "


Setelah Tora pergi ibunya masuk kedalam kamar Airin "ada apa ini nak, kenapa kau selalu saja bertengkar dengan Tora ada apa ini, kenapa sekalu saja begitu, "


"Tidak ada Bu dia hanya melarangku untuk aku mengejar mimpiku nanti setelah melahirkan Aku ingin bekerja "


"Sekarang kamu bukan lagi memikirkan tentang diri kamu sendiri. Kamu sekarang sudah menikah dan akan segera mempunyai anak wajar Tora tidak membolehkan kamu bekerja karena kamu kan harus mengurus anakmu dan juga Tora, jadi kamu harus selalu mematuhi apa kata-kata dia karena dia suami kamu kan, kamu jangan selalu membantah apa kata-kata dia jangan selalu membuat dia marah, laki-laki itu punya batas kesabaran. Nanti kalau dia tiba-tiba marah meluap-luap dan melakukan kekerasan padamu bagaimana"


"Entahlah Bu aku belum bisa melakukan apa yang Ibu katakan. Bolehkah ibu keluar dari kamarku sepertinya aku ingin istirahat dan menenangkan pikiranku dulu, agar semuanya terbuka dan aku bisa menerima semuanya, tapi aku akan tetap meminta pada Tora untuk aku bekerja untuk satu hal yang itu aku tidak akan mau mengalah"


"Haah ibu jadi pusing baiklah kamu istirahat saja, entah harus bagaimana lagi ibu menasehati mu nak, ibu pusing "

__ADS_1


Ibunya Airin keluar dengan wajah lelahnya membiarkan sang anak sendirian.


__ADS_2