Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Firasat buruk


__ADS_3

Ayah Yuda yang mendengar ada kegaduhan dikamar anaknya itu segera pergi ke kamar anaknya takut terjadi apa-apa.


Dibukanya pintu kamar anaknya itu dan ayah Yuda sangat kaget berserakan foto seorang perempuan yang ayah Yuda tau itu sahabatnya Yuda Zeline.


Dihampiranya sang anak yang sedang mengelus foto Zeline "na kenapa berantakan sekali "


Yuda tersentak kaget, ayahnya ada disini dia lupa mengunci pintu "eh tidak yah " dengan suara yang gugup


"Kenapa banyak sekali foto Zeline bukanya Zeline akan menikah yah Yud "


"Iya yah "


"Lalu untuk apa kamu menyimpan sebanyak ini foto Zeline, apa kamu mencintainya Yud"ucap ayahnya menebaknya


"Iya yah aku mencintai Zeline, aku tak mau dia menikah dengan laki-laki lain selain dengan ku yah, akan ku lakukan segala cara untuk mendapatkanya " dengan mata yang berbinar serta senyum yang merekah.


Ayah Yuda yang mendengar itu lantas menampar Yuda agar sadar karena yang dilakukannya ini salah besar.


"Apa kamu sudah gila, ayah pernah menasehatimu agar jangan seperti itu, perempuan banyak Yud kamu jangan terpaku sama satu perempuan saja " marah ayahnya


"Ga bisa yah, ga bisa, Yuda ga bisa gantiin Zeline sama perempuan lain " Lirih Yuda dengan wajah yang frustasi


"Akan ayah awasi setiap gerak-gerik mu Yud, ayah tak mau kau sampai melakukan tindakan yang gegabah "


Ayah Yuda langsung melenggos meninggalkan kamar anaknya itu dengan menutup pintunya cukup keras.


Yuda yang melihat ayahnya marah hanya bisa menundukan kepalanya dan membereskan kekacauan yang sudah ia lakukan di tempel-tempel kan kembali foto Zeline yang masih bagus.


***


Sedangkan dilain sisi Zeline dan Liam sedang diperjalanan pulang kerumah Zeline karena waktu sudah menunjukan pukul 22:00 . Zeline sampai ketiduran sudah mengantuk.


Liam yang tak tega membangunkan calon istrinya itu jadi memangkunya dan untungnya ayah Zeline ada diluar jadi tak usah mengetuk dulu pintu.


"Zeline kenapa nak " tanya ayah Zeline


"Tidak apa-apa yah cuman kecapean aja "


"Baik lah na " ucap ayah Zeline sambil membantu membukakan pintu dan masuk pula.


Liam menidurkan Zeline dengan perlahan namun sebelum itu Liam membantu membersihkan muka Zeline dulu dan pergi ke lemari calon istrinya itu mengambil baju tidurnya.

__ADS_1


Perlahan Liam membuka gaun Zeline dan dengan cepat memakaikan pakaianya takut nanti dia tergoda kan bisa gawat.


Bisa-bisa nanti dia dihajar sama mertuanya, setelah selesai Liam mencium kening Zeline cukup lama dan membelai pipinya sekejap lalu turun kebawah untuk pamitan kepada ayah nya Zeline.


"Yah Liam pulang dulu ya" pamit Liam sambil menghampiri mertuanya yang sedang menonton tv


"Iya nak hati-hati ya dijalannya "


Liam keluar dari rumah Zeline bergegas menghampiri mobilnya dan pulang kerumahnya.


Dia sudah tak sabar menunggu hari bahagianya bersama Zeline untuk masalah pernikahannya ibunya serta ibunya Zeline yang mengaturnya.


Dia dan Zeline hanya tinggal memcoba baju pernikahannya nanti besok dan membeli cincin pernikahannya kembali.


Sampai juga Liam dirumahnya diparkirkan dahulu mobilnya lalu pergi kedalam rumahnya.


Sampai kamar Liam langsung tidur tak berganti pakaian entah lah dia ingin cepat-cepat merebahkan badannya ini, ingin segera tidur dan menyambut hari esok bersama Zeline.


***


Zeline terbangun dari tidurnya namun kenapa pakaiannya sudah berganti dengan baju tidurnya padahal seingat Zeline kemarin dia tertidur didalam mobil kak Liam dan sekarang sudah ada dikamar dengan baju yang berbeda.


Sudah selesai semuanya Zeline bergegas pergi kebawah dan sarapan bersama ayah dan ibunya dengan tenang tak ada pembicaraan sama sekali.


Zeline pamit kepada ayah dan ibunya dan pergi sendiri dari tadi kak Liam susah dihubungi, ya sudah dia pergi sendiri saja daripada nanti kesiangan.


Zeline sudah sampai dikampusnya dan pergi kekelasnya ternyata belum ada siapa-siapa masih sepi hanya dia seorang yang baru datang.


**


Liam bangun kesiangan jarang-jarang dia bangun kesiangankan, cepat-cepat Liam mandi dan berpakaian rapih pasti Zeline marah. Banyak sekali pangilan tak terjawab dari Zeline.


Liam pergi kekampus dengan terburu-buru ingin mengecek apakah Zeline sudah sampai atau belum karna telfonya tak diangkat-angkat dari tadi.


Liam secara asal memarkirkan mobilnya dan berlari ke kelas Zeline dengan tergesa-gesa.


Perlahan Liam menongok dari jendela ternyata ada didalam kelas Liam sangat khawatir sekali, langsung saja Liam pergi ke ruangannya.


Liam duduk dengan menyenderkan punggungnya lelah juga lari dari parkiran ke kelas Zeline.


Nanti saat jam istirahat dia akan menyuruh Zeline untuk keruanganya, Liam akan mengajak calon istrinya itu untuk makan siang bersama.

__ADS_1


Segera Liam mengirimkan pesan kepada calon istrinya itu dan segera memesan makanan pula.


***


Zeline yang memang kesal dengan Liam dia tak mengangkat satu pun pangilan dari calon suaminya itu dibiarkan saja begitu saja biarin aja biar dia tau rasakan.


Namun ada satu pesan dari calon suaminya itu untuk nanti saat makan siang pergi keruangannya, yasudah lah nanti dia akan kesana.


istirahat tiba Zeline pergi keruangan Liam dia juga sudah bilang kepada Jo kalau dia akan pergi keruangan calon suaminya dan tanpa Zeline sadari ada yang mengikutinya.


Diketuknya pintu itu, namun tak ada yang membukanya perlahan Zeline buka pintunya dan masuk lalu ditutupnya kembali ruangan itu.


Saat Zeline memutarkan tubuhnya tiba-tiba ada yang mengangkat kedua tangannya sambil dicekal dan membuat tubuh Zeline terdorong dan menempel ke pintu itu ternyata itu Liam.


"Apa sih kak lepasin " ucap Zeline sambil meronta.


Liam hanya diam saja dan secara tiba-tiba diciumnya bibir Zeline dengan ganasnya oleh Liam dengan ******* setiap bagian bibir Zeline tak ada yang terlewat sedikit pun.


Makin kesini ciuman itu makin menuntun dan Liam secara perlahan mundur dan mencekal pinggang Zeline dengan tangan yang satunya dan mau tak mau Zeline harus mengikuti langkah Liam.


berakhirlah mereka dikursi Liam, Liam memangku Zeline dan kembali memperdalam ciumannya itu.


Setelah merasa puas Liam melepaskan pangutannya dan memeluk Zeline lebih erat lagi sambil menyandarkan kepalanya di dada Zeline dengan refleks Zeline memeluk kepala Liam.


"Aku sudah bilang kan sayang, kamu harus selalu bilang padaku, tapi kenapa kamu tadi tak mengangkat telfonku sama sekali. Aku khawatir " cerocos Liam.


"Habisnya aku kesel sama kakak aku telfon ga diangkat-angkat lagi "


"Ya sudah maafkan aku sayang, sekarang ayo kita makan"


Zeline pun mengangguk dan segera melepaskan pelukan dari Liam lalu pergi kearah kursi dan langsung menyantap makanan yang sudah ada didepan matanya itu tanpa menunggu Liam terlebih dahulu.


Liam hanya geleng-geleng kepala lalu menghampiri Zeline dan makan bersama-sama.


Makan siang pun usai Zeline sudah berpamitan kepada Liam akan masuk ke kelasnya lagi, tadinya Liam akan mengantarkan Zeline ke kelasnya karena entah kenapa firasatnya tiba-tiba tidak enak namun Zeline menolaknya katanya biar sendiri saja tak akan terjadi apa-apa.


****


Saat Zeline sedang berjalan di lorong Zeline merasa ada yang mengikutinya, Zeline pun mempercepat langkahnya takut terjadi apa -apa.


Namun tanpa diduga orang yang mengikuti Zeline itu langsung membekap mulut Zeline dan membawa Zeline kedalam mobil lalu pergi begitu saja.

__ADS_1


__ADS_2