
Asa segera bangun dengan tergesa-gesa dia lupa belum mencuci jamur itu dan belum memotong-motongnya juga segera Asa mengeluarkan jamur itu dan membersihkannya dikamar mandinya.
Lalu memotong-motongnya dengan kecil-kecil dimasukkan kedalam sebuah toples kecil nanti dijalan dia akan membelikan Yuda bubur dan akan dia campurkan kedalam makannanya itu.
Dimasukan toples itu kedalam tasnya, paling bawah dan tersembunyi takut-takut nanti tasnya terjatuh dan membuat racunnya jatuhkan berabe jadinya
Segera Asa siap-siap untuk pergi kerumah Yuda agar rencananya ini cepat-cepat terwujud memang racun ini tak akan membuat Yuda mati namun setidaknnya Yuda akan sakit. Itu lebih baik kan daripada tidak sama sekali dendamnya terbalaskan.
Segera Asa bergegas pergi menggunakan gojek tak lupa tadi sudah perpamitan pada paman dan bibinya. Selama diperjalanan Asa tak berhenti tersenyum memikirkan bagaimana nanti Yuda saat sudah memakan bubur yang sudah dicampur dengan racun.
Kamu pasti akan bangka pada kakakmu ini Line aku berjuang untuk mu, untuk keadilan mu kamu terlalu baik sampai tak mempenjarakan penjahat itu dan malah membiarkannya berkeliaran bebas sepeti ini.
***
Zeline yang bangun terlebih dahulu segera mencium kening suaminya cukup lama lalu kekamar mandi untuk cuci muka serta mengosok giginya agar tak bau jigong. Tak lupa menganti pakaiannya meskipun tak mandi.
Segera Zeline turun kebawah dan masuk kedalam dapur, masih sepi bengini pasti kak Asa dan kedua orang tuanya masuh tidur deh.
Sekarang Zeline memasak nasi goreng entah lah dia menjadi ingin sekali memakan nasi saat sarapan, biasanya kalau pagi seperti ini dirinya hanya memakan roti selai saja.
Tapi belakangan ini kalau tak makan nasi dipagi hari rasanya beda sekali, perutnya ini akan kelaparan terus menerus. Kalau sudah di isi nasi baru kenyang.
Dengan riang Zeline memasak sambil sesekali bernyayi. Mencicipinya sedikit dan sudah pas enak sekali pasti mas Liam akn suka. Setelah selesai memasak segera Zeline menyajikannya dan membuatkan kopi dahulu untuk suami tercintanya.
Sekarang dirinya sudah mulai terbiasa dengan rutinitas paginya, awalnya memang sangat kaku dan sebisa mungkin dirinya harus bisa untuk mengurus suaminya itu.
Segera Zeline membawa kopinya kekamar mereka dan membangunkan suaminya dengan perlahan-lahan "sayang bangun aku sudah menbuatkan kopi untukmu " sambil mengusap pipi suaminya.
__ADS_1
Namun bukannya terbangun Liam malah semakin mempererat selimbutnya dan menarik istrinya kembali untuk kembali tidur.
Zeline yang memang tak siap membaringkan badannya menatap wajah tampan suaminya yang mengemaskan ini "ayo sayang aku sudah memasak ayolah" bujuk Zeline sambil menciumi pipi suaminya yang tirus.
Saat mendengar istrinya sudah memasak untuknya segera Liam membuka matanya lebar-lebar lalu bangun dari tidurnya mencium bibir istrinya cukup lama lalu bergegas pergi kekamar mandi.
Zeline yang melihatnya hanya bengong saja kenapa itu suaminya, mendengarnya masak menjadi senang seperti itu.
Liam segera keluar dari kamar mandi dan meminum kopinya yang memang selalu pas bila istrinya yang buat tidak terlalu manis atau pahit.
"Ayo sayang kita makan " antusias Liam sambil mengendong istrinya untuk keluar kamar.
"Mas kita masih tinggal bersama ibu dan ayah " ucap Zeline sambil menepuk jidat Liam yang memang suka kebiasaan kalau dia lupa pasti menepuk jidatnya. Karena tangan Liam yang sedang mengendongnya dengan senang hati Zeline membantunya.
Liam tersenyum terbahak-bahak dengan kelakuan istrinya ini lalu memutar tubuh Zeline. Dia sangat gemas dengan setiap tingkah yang istrinya lakukan.
Segera Liam memberhentikannya dan menurunkan istrinya itu dengan perlahan, Zeline yang masih sedikit pusing masih mengalungkan tangannya keleher suaminya dengan siaga Liam memegang pinggang istrinya lalu berubah menjadi pelukan yang posisif.
Zeline segera memejamkan kedua matanya menikmati setiap hembusan nafas suaminya, Liam segera mengecup bibir istrinya lalu ********** dengan sedikit kasar dan memperdalam ciuman mereka, sampai setiap decapan itu terdengar nyaring.
Perlahan Liam memundurkan tubuh istrinya dan Zeline berbaring ditempat tidurnya, Liam lantas menindih tubuh istrinya dan sekarang ciumanya itu sudah beralih keleher Zeline.
"Eh maaf ibu ga sengaja " tiba-tiba saja ada suara ibu mertuanya segera Liam pangkit dan mengaruk kepalanya yang tidak gatal karena malu.
Sedangkan ibu Zeline sudah menutup kembali pintunya dan pergi dengan hati yang berdetak tak karuan sungguh dia tak bermaksud untuk menganggu pasutri itu tapi tadi sudah dipanggil-panggil namun tak nyaut juga kirain pada bobo eh ternyata lagi mau siap-siap buat cucu.
Jadi ya maaf maaf mengaggu nih, segera ibu Zeline turun kebawah dengan muka merahnya,"mana Zeline sama menantu bu " tanya ayah Zeline yang memang tadi menyuruh istrinya untuk memanggil mereka berdua.
__ADS_1
"Anu pak anu udah lah " jawab ibu Zeline dengan sinis sambil mengambilkan sarapan untuk suaminya serta dirinya.
"Ya udah yu sayang kita kebawah dulu " ucap Liam sambil membangunkan istrinya.
"Iya ayo mas sih ngasabaran jadi kepergok kan sama ibu "gerutu Zeline
"Ya kamu kenapa ngadikuci pintunya sayang "
"Ya karena tadinya aku kan hanya membangunkan mas saja"
"Iya iya lah gimana kamu aja, ayo sekarang kita sarapan dulu "sambil mengegengam tangan istrinya dan bergandengan turun kebawah.
Segera Liam dan Zeline duduk bergabung dengan orang tua mereka, Zeline dengan telaten melayani suaminya dengan penuh perhatian.
Sedangkan ibu Zeline masih menundukan kepalanya karena malu sudah menganggu pembuatan cucunya.
"Kak Asa mana bu " tanya Zeline sambil celingak-celinguk.
"Kakakmu tak ada dia sudah berangkat kerja " jawab ayahnya
Segera Liam memakan masakan istrinya dengan lahap. Liam tak pernah mengomentari jika masakan istrinya itu kurang enak dia akan selalu memakan setiap masakan istrinya meskipun kurang enak dia akan selalu menghargainya dan tak akan memaki istirinya karena pasakannya kurang enak.
Selalu saja Liam akan bilang kalau makanan yang dibuat istrinya itu enak dan Liam akan nambah lagi untuk menghargai istrinya yang sudah susah payah memasakannya untuk dirinya ini.
Karena ibunya pernah bilang "kamu kalau sudah menikah harus selalu menghargai pasakan yang dimasak oleh istrimu mau enak atau kurang enak kamu harus memakannya karena dia sudah mau melayanimu dan susah payah untuk membuatnya untukmu "
kata-kata itu selalu saja tergiang-ngiang dikepalannya setiap kata dari ibunya akan selalu dia dengarkan tanpa membantah sedikit pun. Nasihat dari ayah dan ibunya sangat penting untuknya.
__ADS_1
Mereka berdua sangat baik pada dirinya ini meski bukan anak kandungnya, mereka akan selalu menjadi orang tuanya sampai kapan pun tak akan pernah dirinya ini mengecewakan kedua orang tuanya.