
Asa segera duduk dan menghembuskan nafasnya terlebih dahulu, mempersiapkan dirinya yang akan bercerita pada kedua anak ini, mungkin saja kalau bercerita semuanya akan menjadi legakan. Tak terlalu menjadi beban seperti ini.
"Kakak sama Yuda udah menikah " ucap Asa sambil menatap Jo dan juga Zeline.
"Maksudnya, Yuda yang dulu temen kita ya kak, yang jahat itu, yang nyebelin " tanya Jo.
Zeline hanya diam, tiba-tiba kepalanya bleng tak tau harus berbicara apa. Semuanya seperti mimpi, semoga saja bukan Yuda yang sudah menyakitinya.
"Iya, Yuda yang udah mau perkosa Zeline, kakak nikah sama dia "
"Ini bukan mimpikan kak " tanya Zeline yang memang tak mau percaya
"Bukan Line, ini sama sekali bukan mimpi, kakak bener-bener udah nikah sama Yuda "
"Terus kakak kenapa baru bilang sekarang, kenapa kakak gak dari awal bilang sama Zeline, apa kakak udah gak anggap Zeline lagi sebagai adik kakak, terus keluarga yang lain gimana apa tau mereka kalau kakak nikah sama Yuda "
"Bukan gitu dek, ini tu tiba-tiba, kakak juga gak nyangka bakal sampai nikah sama Yuda. Yang awalnya kakak hanya ingin membalaskan apa yang sudah Yuda lakukan sama kamu. Kakak ingin Yuda hancur. Kakak gak bisa lihat Yuda bahagia sedangkan kamu trauma dengan masalu itu, gak ada yang tau keluarga kita, hanya orang tua kakak saja "
"Kakak mgelakuin buat mu dek, buat ngebales apa yang Yuda lakuin. Kakak gak bisa diem aja melihat orang sudah jahat sama kamu berkeliraan begitu saja dengan bebas rasanya kakak sangat marah "
"Awalnya kakak gak tau itu Yuda yang celakain kamu, tapi aaat dirumah sakit dia manggil nama kamu, disitu kakak mempunyai rencana untuk menhancurkan dia dan malah kakak terjebak oleh dia. Dia menjebak kakak supaya terikat terus dengan dia. "
"Kenapa kakak relain masa depan kakak buat aku, kenapa kakak lakuin itu" ucap Zeline sambil mengalirkan air matanya.
__ADS_1
"Kakak melakukan ini karena sayang sama kamu, maafkan kakak yang sudah gegabah melakukan semua ini"
"Terus sekarang gimana Yudanya kak apa udah mati " tanya Jo.
"Kakak gagal untuk yang ke 3 kalinya, kakak gak bisa ngelakuin itu sama Yuda, kakak gak bisa bunuh Yuda. Kakak terlanjur sudah menaruh hati dengan Yuda, maafin kakak Line, maaf kakak gagal buat balesin semua rasa sakit kamu" sambil menundukan kepalanya.
"Aku gak papa kak, yang peting kakak sudahi saja balas dendam ini, toh aku juga udah bahagia sama mas Liam, kakak jangan seperti itu. Lalu kakak ninggalin Yuda sekarang "
"Iya kakak ninghalin dia, kakak bisa harus terus sama dia"
"Kalau kakak memang yakin mencintai Yuda, kembali lah, aku tak akan marah jika kakak pulang pada suami kakak. Mungkin saat nya aku memaafkan kesalahan yang dibuat oleh Yuda. Aku akan melupakan semua kejadian itu"
"Kakak malu untuk kembali pada Yuda, dia terlalu baik, kakak gak bisa " ucap dengan tangisnya yang semakin kencang.
***
Diluar Andre sedang mondar mandir mencari seseorang namun tidak ketemu juga, dia ada dirumah Liam dan juga Zeline. Siapa lagi yang dicari Andre kalau bukan Asa pujaan hatinya.
Liam yang melihat sahabatnya kebingunggan segera menghampirinya. Pasti dia sedang mencari Asa.
"Lo cari siapa sih Dre " tanya Liam sambil menepuk bahunya.
"Eh Liam, gue lagi cari Asa, lo liat gak dia kemana "
__ADS_1
"Oh Asa dia lagi sama istri gue dan juga Jo ada keperluan apa sih "
"Oke lah gue tungguin aja disini, engga gue cuman pengen lebih deket aja sama dia Liam "
"Andre kenapa sih loh ngejar yang belum tentu dan pasti, sedangkan disini udah ada yang nunggu loh dan ngejar lo dengan sabar, apa sih kekurangan dia sampai lo tega tolak dia terus menerus"
"Maksud loh anak kecil itu s Syifa"
"Iya siapa lagi, Syifa itu bener-bener sayang sama Lo Andre, please lo jangan buat dia sakit hati, dia itu ada saatnya lelah ngejar lo dan bisa aja dia mudur "
"Gue gak pernah buat dia sakit hati ya Liam, dia aja ngejar-ngejar gue yang jelas-jelas dia tuh bukan type gue. Gue gak mau kalau sama anak kecil kaya Syifa pasti manja. Ya bagus kalau dia mundur gue gak perlu cape-cape untuk selalu nolak dia. Gue juga cape tau dikejar-kejar kaya gini sama Syifa gue tuh gak bebas mau kemana-mana pasti anak kecil itu ngikut "
"Gue aja sama istri gue umurnya cukup jauh, tapi liat kita bisa kok bahagia. Kita ini kalau punya pasangan gak dilihat dari umurnya Dre. Tolong lah lo fikir-fikir lagi gue liat Syifa sayang banget sama Loe, Perempuan itu emang udah tabiatnya manja kita sebagai lelaki hanya perlu memperhatikannya dan mencintai dengan tulus itu udah cukup buat mereka "
"Iya gue tau, tapikan gue bukan lo yang suka sama yang dibawah umur, gue bener bener gak mau sama Syifa , gue mau nya sama Asa, yang jelas-jelas dia dewasa dan tentunya gak manja tuh kelihatanya. Gue tu mau nya gue yang ngejar, bukan kaya gini perempuan yang ngejar-ngejar gue"
"Oke, kalau itu emang udah pilihan lo, gue gak bisa ngelarang, tapi suatu saat, saat tuhan membalikan keadaan, lo yang ngejar Syifa dan lo pasti akan sadar betapa lo udah sangat brengsek mengabaikan sosok Syifa yang ngejar -ngejar lo tanpa lelah. Jadi kalau emang lo gak mau sama Syifa lo jauhin dia ya. Gue gak mau orang yang udah gue anggap kaya adik gue sendiri lo hancurin hatinya , gue gak akan pernah rela sampai kapan pun. Jadi selalu inget apa kata-kata gue ya. Gue gak akan pernah main-main kalau Syifa sampai nangis sama lo , lo habis sama gue Andre"
Setelah mengatakan itu Liam segera pergi meninggalkan Andre sendirian biarkan dia memikirkan semua perkataan yang Liam lontarkan. Sudah sangat kesal dirinya inu melihat kelakuan Andre yang sudah seperti laki-laki playboy.
Andre segera duduk dikursi lalu kata-kata Liam berputar begitu saja dikepalanya. Tergianga-ngian semuanya dengan jelas.
"Kenapa sih gue harus ada di posisi ini, diposisi yang sangat tak menguntungkan " rutuk Andre.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang mengintip dan mendengar pembicaraan mereka. Diam membeku, mendengar semua pembicaraan itu.