
Syifa yang sudah siap segera pergi kerumah paman Andre, tok tok tok pintu terbuka. dan paman Andre segera menatap Syifa yang sudah cantik dengan penampilannya, bahkan dirinya sampai melongo tak percaya kalau Syifa bisa berdandan cantik seperti ini tak seperti biasanya yang selalu memakai pakaian tomboy.
Sekarang Syifa memakai pakain dres selutut bunga bunga dipadukan dengan jaket krop yang pas ditubuhnya dan rambutnya di ikat cantik memakai pita merah sama seperti pakaiannya.
"Aku dan kak Asa akan pergi sekarang, jadi paman bersiaplah untuk kesana juga nanti kita ketemuan disana saja, tak usah pergi bersama " tanpa mendengarkan jawaban terlebih dahulu dari paman Andre Syifa langsung pergi begitu saja, membiarkan tatapan itu terus menatap tubuhnya.
"Tu anak makin dingin aja, apa bener dia mau lupain gue, tapi biarin deh siap-siap dulu ah mau ketemu pujaan hati bebeb Asa tersayang"
Segera Andre masuk kembali untuk bersiap-siap dan berpentampilan tampan agar bisa mengoyahkan hati Asa.
Syifa segera masuk dan didalam tak ada siapa-siapa hanya ada kak Asa yang baru saja keluar dari dalam kamarnya. Memang ya Syifa begitu sudah biasa masuk keluar rumah paman Liam dan juga kak Zeline, jadi pelayan pelayan disini juga tak ada yang marah atau pun melarangnya untuk masuk kedalam rumah ini, karena itu sudah perintah tuan rumah.
"Eh ada Syifa udah dari tadi kesininya, kakak lama gak "
"Baru aja kak, ayo kak kita pergi sekarang biar gak macet nanti dijalannya pasti bakal banyak yang dateng kesana "
"Ayo Syifa "
Segera mereka berdua pergi naik taxi, Syifa sudah memesankannya dan sudah datang juga jadi mereka berdua tak usah menunggu lagi.
Selama perjalanan hanya ada kehiningan saja, namun karena Asa tak mau seperti ini segera Asa menoel Syifa untuk mengajak ngobrol.
"Syifa gak papakan , kok diem aja sih, apa ada masalah, gak kaya biasanya. Biasanya Syifa suka banyak bicara tapi sekarang diem terus. Apa kakak buat salah sama Syifa "
"Engga kok, aku baik-baik aja, aku cuman rubah sikap aku menjadi lebih dewasa aja kak, aku sama sekali gak marah sama kakak, toh kakak gak bernah kok buat aku sakit hati "
"Tapi jangan dipaksain, kakak tau kamu sakit hatikan karena kata-kata Andre kemarin waktu didalam mobil, jangan didengirin, jadilah diri sendiri jangan merubah sikap kamu yang sudah ada, kakak lebih suka kamu yang cerewet dan aktif dibanding dengan sekarang yang hanya diam saja. Kakak seperti sedang pergi dengan orang asing, bukan dengan Syifa yang pertama kakak kenal"
"Engga kok kak, aku udah biasa dikaya gituin sama paman Andre, jadi bukan masalah untuk ku kak, kakak tenang aja ya, iya tapi banyak yang gak suka dengan sikap yang itu makannya aku pengen rubah semuanya kak, aku pengen terlihat seperti wanita lain"
"Emangnya wanita yang lain itu gimana "
"Ya kaya kakak gini, anggun gak pecicilan kaya aku. gak cerewet gak banyak tingkah kaya aku"
"Dengerin kakak, lebih baik menjadi diri sendiri, kakak suka kok dengan sikap kamu dan apa adanya kamu, kakak suka, kamu jangan berpaku sama satu orang aja karena dibenci sikap kamu, kamu malah rubah semuanya, itu gak baik Syifa. Terima semuanya kamu jangan siksa diri kamu sendiri, nanti kamu sendiri yang akan lelah, kamu harus pervaya dengan diri kamu sendiri ya, jangan seperti itu, tolong untuk yang satu ini kamu dengerin kakak ya "
"Iya kak, aku hanya takut aja, tapi aku juga akan sedikit kontrol tentang sikap aku ini"
"Baiklah, kalau ada apa apa, kalau ada masalah apa-apa kamu cerita ya sama kakak, kakak dengan terbuka akan mendengarkan semuanya
"Iya kak, makasih untuk semuanya, atas nasihat yang kakak berikan padaku "
"Iya sama-sama Syifa, kamu jangan sungkan"
***
Nabil yang sudah ada dibandara dan sudah ada di indonesia segera menyetopkan taxi dan bergegas memberikan alamat Syifa kepada sang supir. Rasanya sudah tak sabar untuk menemui sahabat tercintanya itu. Ingin memeluknya dan juga memarahinya karena sudah salah menyimpam hatinya pada orang yang salah
"Pak agak cepat ya "
"Iya siap"
"Ternyata sekarang jakarta udah berubah ya, berarti gue udah lama tinggalim tanah air ini " gumam Nabil
Eh ternyata sudah sampai Nabil segera turun dan mengambil barangnya pula tidak lupa bayar, memencet bell rumah Syifa ting tong ting tong dan gerbang pun terbuka menampilkan pak satpam.
"Malam tuan, mau ketemu siapa ya " tanya pak satpam dengan ramah.
"Malam saya Nabil sahabat Syifa , Syifa ada "
"Non Syifa gak ada tuan dia pergi tadi mau ke pesta kembang api sama non Asa "
"Baiklah pak. Terimakasih saya titip tas saya ya "
"Sama sama tuan, iya tuan "
Segera Nabil bergegas pergi kesana untuk menyusul Syifa yang pasti nanti akan sendirian disana. Dia masih ingat kok tempatnya dulukan sering dirinya mengabiskan waktu bersama Syifa disana.
**
Syifa dan Asa sudah sampai lalu berkeliling sebentar dan duduk menungu Andre, tak lama datang juga Andre sambil melambaikan tangan pada mereka berdua.
"Eh Sa, kalian berdua udah lama disininya, maaf ya bikin kalian berdua nunggu"
"Engga baru aja kita datang ya Shif "
"Iya kak baru aja kok "
Namun tiba-tiba ada yang menutup kedua mata Syifa "ayo tebak siapa ini " tanya orang itu dengan sangat semangatnya.
Andre yang melihatnya sangat kesal, ada apa dengan laki-laki ini berani-beraninya pegang pegang Syifa.
__ADS_1
"Emmm dari suaranya sih ahhh Nabil " segera Syifa membuka tangan itu dan membalikan badannya kearah orang itu.
"Tuh kan benerkan Nabil " teriak Syifa sambil memukul tangan Nabil dengan pelan.
"Iya dong ini gue, gimana kejutan gue bagus gak, tiba-tiba ada disini, tanpa lo sadari "
"Bagus banget, sini peluk dong Syifa kangen "dengan suara manjanya
Dengan senang hati Nabil segera memeluk Syifa sambil sesekali mencium kening Syifa dengan sayang.
Andre yang melihatnya segera melepaskan pelukan mereka berdua,dirinya saja tak pernah diperlakukan seperti itu oleh Syifa, lalu laki-laki ini dengan mudahnya langsung melakukan hal itu"apa yang kau lakukan berpelukan di depan umum apa tak malu "
"Apa urusannya dengan om perkenalkan saya Nabil, pacarnya Syifa yang di korea " sambil mengasongkan tangannya untuk bersalaman namun Andre sama sekali tak mengabil jabatan tangan itu.
"Sejak kapan kalian pacaran, kok saya gak pernah tau "
"Om gak perlu tau kita kapan pacaran, emang om siapa nya Syifa sampai perlu tau semua tentang Syifa"
"Tentu saya perlu tau dong, kamu ini masih kecil tapi sudah berani dengan saya "
"Sudah, sudah, paman , Nabil jangan bertengkar ok, kita kan disini mau seneng seneng bukan mau bertengkar "ucap Syifa memisahkan mereka berdua.
Syifa tadi sampai kaget saat Nabil bilang bawah dia pacarnya, ni anak kenapa sih.
"Yaudah sayangnya Nabil, Nabil mau beli minum sekalin beliin kalian minum juga ya "
"Ayo dengan saya " ajak Andre
Syifa dan Asa kembali duduk "jadi Syifa udah punya pacar ya " tanya Asa.
"Iya kak, Nabil pacar aku " bohong Syifa.
"Ohh tapi kayanya Andre cemburu deh sama kalian berdua "
"Masa sih kak cemburu , gak akan pernah mungkin paman Andre tuh cemburu sama aku jangan berharap kak, dia aja gak suka sama aku apalagi cemburu itu gak akan mungkin banget kak "
"Tapi beneran kakak liat itu, kalau Andre emang cemburu liat kamu sama Nabil pelukan "
"Ah kakak salah liat kali "
**
"Apa maksud lo bilang kalau Syifa pacar lo " tanya Andre tiba-tiba sampai memberhentikan langkah mereka.
"Kalau lo mau tau pacar lo itu sukanya sama gue, bahkan die ngejar ngejar gue terus "
"Gak peduli gue, mau Syifa ngejar ngejar lo sampai ke planet sampai ke liang lahat pun gue gak peduli, yang terpenting Syifa masih pacar gue sampai saat ini, jadi lo jangan berharap bisa dapetin dia "
"Ok gue gak pernah kok berharap sampai kesana, gue cuman mau bilang, kalau Syifa udah gue pake gimana "
"An**** lo ya " sambil melayangkan pukulan pada Andre.
Andre yang tak mau kalah segera membalas pukulan itu dan pada akhirnya saling pukul dan terjadilah baku hantam antara mereka berdua. Yang lain bukannya memisahkan malah menyorakinya dan mendukung.
"Syifa kok rame banget ya disana, coba kita liat yu "
"Ayo kak "
Segera mereka berdua menerobos kedalam kerumunan itu, Syifa alangkah kagetnya saat melihat paman Andre dan juga Nabil sedang beradu jotos Syifa segera berteriak "Stoopppp , apa yang kalian lakuin, kalian ini bukan anak kecil lagi "
Mereka berdua pun akhirnya berhenti berkelahi saat mendengar suara Syifa, orang yang berkerumunan pun segera pergi dan menyoraki Syifa yang sudah memberhentikan keseruan ini.
"Ayo pulang " ucap Andre pada Syifa sambil memegang tangan Syifa dan juga Asa. Namun tangan Syifa yang sebelahnya sudah dipegang erat pula oleh Nabil.
Syifa segera melepaskan tangan Nabil dan Andre langsung tersenyum sinis pada Nabil. Namun tanpa di duga duga Syifa juga melepaskan tangan Andre. Lalu berjalan kearah Nabil dan menautkan tangan mereka berdua.
"Paman pulang saja sama kak Asa, aku mau disini dulu sama Nabil, aku mau obati luka Nabil , kan kakak bukannya mau minta maaf sama kak Asa, udah aku bawa kak Asanya kesini masa dianggurin"
Segera Syifa pergi beriringan dengan Nabil, menbawa Nabil menjauh dan tanpa Andre sadari Syifa menagis sambil menatap lurus kedepan.
**
Asa segera membawa duduk terlebih dahulu Andre dan menatap kearah Andre yang sedang menahan amarah.
"Aku sekarang tau, kamu juga mencintai Syifa, kejarlah dia sebelum kamu terlambat, jangan sampai kehilangan dia ya Andre, Syifa orang baik dan sangat pegertian jangan sampai kamu menyia nyiakan dia. Sebelum dia nanti akan berubah fikiran dan tak akan menghiraukan dirimu lagi seperti tadi, apakah kau mau itu sampai terjad "
"Kejarlah dia, aku tau kamu sayang dia, makannya kamu melakukan semua hal itu tadi. Kamu gak rela kalau Syifa sama laki laki lain "
"Kamu bicara apa sih Sa, aku gak pernah mencintai dia, aku hanya melindungi dia, aku sebagai paman yang baik harus menjaga dia terus, aku menghajar laki-laki itu bukan karena aku mencintai Syifa namun hanya bentuk perlindungan saja ku pada Syifa "
"Baiklah namun nanti jangan menyesal ya "
__ADS_1
"Kenapa sih dari kemarin, banyak yang bilang aku jangan menyesal, emang aku menyesal kenapa "
"Ya nanti juga kamu bakal tau kok, menyesal karena apa, aku hanya bisa memberi tau mu saja "
"Yaudah deh, ayo gak usah bahas bahas tentang penyesalan kita pulang saja "
Andre segera bangkit lalu mengandengan tangan Asa untuk segera pergi dari tempan ini, tadinya dirinya ingin mengungkapkan perasaannya namun semuanya kacau gara gara anak ingusan yang bernama Nabil Nabil itu..
**
"Nih es batunya dong dong" ucap Syifa sambil memberikan es batunya pada Nabil.
Nabil segera mengompresnya dengan pelan pelan sekali"Napa sih sewot banget "
"Ya kamu kenapa malah tonjok paman Andre dan berantem sama dia, apa coba "
"Ya karena dianya yang duluan pancing aku, aku mau tanya sama kamu "
"Tanya apa sih Nabil, biasanya juga langsung tanya "
"Kamu udah bernah dipake sama om om itu "
"Apaan sih emang aku baju sampai di pake segala "
"Ihh kamu tuh jangan terlalu polos kalau jadi orang, maksud aku dipake tuh ngelakuin hubungan suami istri sama om om tua itu "
"Ya gak pernah lah gila aja kamu "
"Berarti dia boong dong "
"Boong apaan sih "
"Engga engga diem aja deh lo "
"Yaudah gue pengen pinjem bahu loh boleh kan Nabil "
"Boleh bahkan kalau lo mau pinjem dada gue juga boleh "
'Yaudah gue mau dada aja "Syifa segera nenangis dengan sekencang kencangnya dan membuat Nabil jadi binggung bahkan orang orang sudah banyak yang menatap mereka berdua.
"Ehh eh kenapa lo nangis gini udah dong udah malu, udah senderannya dada gue kesemutan "dengan cepat Nabil mendorong kepala Syifa. Dan disana juga kembang api muncul.
"Udah udah jangan nangis itu liat kembang apinya "
"Mana mana Nabil " segera Syifa menegakan kepalannya dan menatap kembang api yang saling menyaut nyaut. Tapi Syifa bahkan sempat-sempatnya mengusap ingusnya dengan jaket Nabil.
"Sekarang seneng kan Syifa "
"Iya seneng banget Nabil "
"Terus tadi kenapa nangia coba, bikin malu aja "
"Ya maaf aku tadi sedih liat paman Andre babak belur sama kamu, kenapa kamu lakuin itu tega banget "
"Masih aja ya kamu bela dia, lupain dia"
"Iya aku akan lupain dia tapi perlu waktu Nabil "
"Iya iya tau udah sekarang mending liat kembang api aja dari pada mikirin om om telolet itu "
"Ye emang dia bis gitu "
**
Zeline yang memang tak bisa pergi untuk melihat langsung pesta kembang api hanya bisa melihatnya dibalkon sendirian karena suaminya sudah tidur dan Lucas tidur dengan omanya dirumah sebelah.
Liam yang akan memeluk istrinya tak merasakan ada tubuh istrinya, Liam segera bangun dan bangkit untuk mencari istrinya, saat akan keluar kamar dia melihat siluet tubuh istrinya,Liam langsung saja pergi kearah balkon.
Memeluk istrinya dengan erat "sayang kenapa malam malam begini keluar kamar "
"Eh mas kamu bangun, aku sedang melihat kembang api "
"Iya aku bangun karena gak ada kamu di samping aku jadinya aku bangun "
"Masa sih mas "
"Iya beneran sayang, sekarang aku gak bisa tidur kalau gak ada kamu "
"Ahhh kamu ngombal aja mas "
"Engga sayang emang bener adanya kok "
__ADS_1
Zeline segera membalikan badan dan menatap wajah suaminya yang tampam namun seperti anak kecil wajahnya ini imut.
Zeline segera mendekatkan bibirnya dan menyatukan dengan bibir suaminya akhirnya terjadilah sebuah ciuman kasih sayang disaksikam oleh langit yang sedang indah oleh bercakan kembang api.