
Loam dan jug Andre yang akan pulang tiba-tiba saja dihadang oleh seorang pria dan juga Wanita, dan ternyata itu Mila serta teman-teman merasa yang lain .
"Hei Liam Andre kalian akhirnya ketemu juga nih,ayo kita nongkrong nongkrong terus makan makan dulu yu, kita kan udah lama gak ketemu " kata Dean salah satu teman mereka.
"Tidak aku pulang istriku sudah menunggu di rumah " jawab Liam dengan dingin.
"Ayolah Liam sekali-sekali saja kenapa kau ini. Apakah kau takut istri " ucap Farhan
"Tidak aku tidak takut istri, istriku baik Dia takkan pernah marah padaku "
"Ya sudah kalau begitu ayo ikut Liam. kapan-kapan lagi sih kita ngumpul" ucap Mila mendukung teman-teman yang lain
"Mau ikut Lo Andre " tanya Liam
"Ya udah ayo yang kali kali aja pasti Zeline nggak akan marah, lo nanti bilang aja lewat telepon sama dia kalau lo lagi kumpul sama anak-anak lain. Ayo lah kali kali aja kita kan jarang kumpul sama anak-anak. Gue juga kesepian gak punya pacar gak punya pasangan ini gue, ayo kali kali ikutlah jangan di rumah mulu lu "
"Ya udah Ayo let's go"
Mereka semua segera pergi untuk mencari tempat nongkrong dan ngobrol-ngobrol membahas tentang saat mereka sekolah , kenakalan kenakalan mereka dan tentu saja prestasi presentasinya juga.
**
Zelin dirumah sudah berdandan cantik sesuai apa yang disuruh oleh suaminya, katanya dia harus berpakaian yang bagus berdandan, namun sudah jam 8 malam suaminya nggak pulang-pulang nih.
Udah ditelepon udah di video call udah segala cara dilakuin, tapi tetep aja gak ada satupun yang ditespon . Zeline yang kesal segera memencet nomor suaminya dan mencoba sekali lagi untuk menelpon dia awas sampai tak diangkat lihat saja apa yang akan dia lakukan.
Liam yang sedang asyik-asyiknya minum bir dan juga makan cemilan yang lain, ia baru teringan belum mengabari istrinya , saat dia mengeluarkan ponselnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari sang istri dan sekarang ini istrinya menelponnya.
"Gue keluar dulu sebentar ya istri gue nelpon takutnya di sini berisik"
Mereka semua segera mengangguk membiarkan Liam untuk menjawab dahulu telepon dari sang istri.
" Halo Sayang "
"Kamu di mana sih mas, aku hubungi kamu nggak diangkat. Biasanya kalau kamu lembur kamu suka bilangan sama aku, kamu lembur atau di mana sekarang "
"Maaf sayang, aku nggak bilang sama kamu kalau aku lagi jalan sama temen-temen aku, di sini juga ada Andre kok kamu tenang aja di sini cuman ada satu perempuan Milla aja , tenang di sini cuman ada Andre, Mila ,Farhan dan juga Dean, aku enggak macam-macam. Maaf banget aku nggak kasih tahu kamu. Aku tadi sampai lupa"
"Iya kamu sampai lupa, bahkan kamu sampai lupa kalau kamu udah janji sama aku buat pulang siang dan nyuruh aku dandan yang cantik pakai baju yang bagus, dan aku udah ngelakuin itu, kamu tanpa bilang sama aku tiba-tiba aja sekarang udah nongkrong nongkrong sama temen kamu, kenapa sampai lupa"
"Ya ampun sayang aku lupa, maaf ya, tadi tuh temen-temen aku datang ke kantor dan ngajak aku sama andre pergi aja gitu aja, aku juga gak tau bakal sampai jam segini sayang"
"Tuh kan kamu sama perintah kamu aja lupa, apalagi sama aku ya udah deh terserah kamu pulang atau nggak juga"
" sayang sayang Jangan gitu dong Sayang "
__ADS_1
Sambungan tiba-tiba saja terputus istrinya sudah mematikanny, pasti dia sangat marah sekali. Dirinya yang salah memang dia menyuruh istrinya untuk berdandan cantik karena sekarang dia akan mengajak istrinya untuk menonton film, tapi semuanya gagal karena dia lupa dan ikut nongkrong dengan teman-temannya.
Saat Liam berbalik teman-temannya sudah ada di belakang tersenyum menatap Liam.
"Sekarang kita let's go ke rumah Liam, kita sapa istrinya Liam pasti dia seneng deh" Ucap Farhan.
"Nanti aja deh nanti deh hari-hari lain jangan sekarang ya"ucap Liam menolak dengan halus, istrinya sedang marah masa iya dirinya membawa orang kerumah.
"Pasti tadi isti lo marah-marah ya Liam, udah deh ngaku aja lo takut istri kan " sambung Dean
"Enggak kok gue nggak takut istri,siapa sih lu sok tau banget" bentak Liam.
" Ya udah kalau gitu kita kesana aja kita pergi ke rumah Liam. Kita sapa istrinya kita ajak ngobrol dia, dan kita berbincang bincang sama dia, kita senang-senang di sana " teriak Milla yang lagi lagi menyemagati mereka.
Dan akhirnya Liam dengan pasrah menyetujuinya. Mengikuti teman-temannya yang akan pulang ke rumahnya, semoga saja istrinya tak marah padanya, tadi aja udah marah apalagi sekarang bawa temen-temennya makin marah aja kan tuh istrinya.
Sebelum pulang mereka sudah membeli bir dan cemilan cemilan yang lainnya juga.
Sedangkan di rumah Zeline sedang menghapus make up nya, membuka pakaiannya dan mengganti pakaiannya menjadi baju tidur Doraemon. Kesel banget sama suaminya bukannya pulang malah diem aja di sana, kalau bilangdari awal dia nggak akan kayak gini, dia akan izin suaminya buat nongkrong nongkrong sama temennya itu.
Namun baru juga Zeline mau membaringkan tubuhnya, dia mendengar suara bising di bawah di lantai bawah, dengan kemarahan yang memuncak Zeline turun ke bawah dan melihat suaminya dan juga teman-temannya sedang tertawa terbahak-bahak sambil membawa minuman beralkohol dan menjajarkan nya di meja ruang tamu, serta cemilan-cemilan nya pula.
" Mas "Panggil Zeline dengan suara yang melengking.
" Aku mau bicara sama kamu Mas, ayo cepet ikut aku dulu ke kamar "
Liam dengan patuh segera mengikuti sang istri yang sudah berjalan terlebih dahulu ke atas meninggalkan dirinya.
Setelah ada di kamar Zeline melipat kedua tangannya dan menatap suaminya yang baru saja masuk. "Sejak kapan kamu minum-minum kayak gitu mas"
"Sayang cuman kali ini aja. Aku nggak akan minum-minum lagi kok, ini aku buat ngerhargain temen temen aku aja. Mereka kan udah ajak aku nongkrong dan mereka juga pengen tahu kamu makanya mereka ke sini"
" Emang nggak ada waktu besok ya , emang nggak ada waktu siang ya. Ini udah malam mas ini tuh udah jam 10 malam ini udah waktunya tidur, bukannya waktunya kenalan atau pun berbincang-bincang kamu tahu kan kita punya anak punya Lucas, dia kalo keganggu gimana, kalian tuh ya bicara kaya lagi di hutan aja gitu, teriak-teriak terus senyumnya terbahak-bahak kamu ngerti nggak sih di sini, bukan kamu aja yang tinggal bukan aku aja, tapi kita punya anak Lucas. Baru aja tidur aku baru aja tidurin dia, mas bisa enggak sih Kamu ngerti"
"Iya aku tahu, bukan aku aja yang tinggal di sini ada kamu ada Lucas ada bi Sari ada Tora pokoknya banyak. Masa aku mau usir temen-temen aku gitu aja, kamu juga harus ngerti dong mereka temen-temen lama aku, ini baru ketemu lagi Line kita baru ketemu"
"Yaudah kalau gitu, kamu temuin aja temen temen kamu. Sana kamu ke sana ngobrol sama mereka puas puasin aja ketemu sama mereka nggak usah kamu khawatir kalau nanti Licas nangis atau pun dia rewel, sana biar aku aja yang ngurus "
"Kamu jangan egois Line , aku baru kali ini loh bawa temen-temen aku keruma, kamu hargain dong kamu temuin msrak coba kamu ngobrol sama mereka, sebentar aja aku minta tolong sama kamu sayang, jangan kaya gini "
Tanpa banyak bicara segera turun ke bawah diikuti oleh suaminya. Dia hanya berdiri menatap teman-teman suaminya yang sibuk mengobrol dan tersenyum dengan keras.
"Ini dong kenalan dulu sama istri gue. Katanya tadi mau kenalan ini orangnya udah di depan kalian "
" Eh iya sorry sorry Liam, ini istrinya Liam cantik manis banget, kenalin gue Dean yang ini Farhan dan yang ini Mila dia satu-satunya teman kita yang perempuan gue"
__ADS_1
" Halo semuanya salam kenal Zeline istrinya Liam "
"Liam kirain aku istri kamu lebih cantik lagi dari dia ternyata biasa-biasa aja ya Liam " celetuk Milla, Farhan segera menyenggol Mila.
"Maaf nih maaf Line Mila kayaknya lagi mabuk banget deh dia " malah Farhan yang minta maaf sama Zeline.
"Enggak kok enggak gue berkata Jujur, emang bener kok istrinya Liam biasa-biasa aja, nggak secantik apa yang dikatain Dean dia aja lebay lo lebay "
" Maaf mbak kita baru ketemu ya, kenapa ya udah nyinyir banget mulutnya nya, saya gak peduli mba nggak suka ataupun apapun sama, kalau bicara dijaga "
" Apa sih kamu baperan banget cuman bercanda Kenapa sih" nyinyin Milla.
" Oh lagi bercanda ya oke deh. Oh iya Mbak juga nggak cantik kok malahan ya mba itu udah tua . Terus kerutan di matanya Kelihatan banget mba, jarang ke salon ya oh bukan jarang ke klinik ya terus terus rambutnya juga iuh kering banget mba , beda sama saya bercanda mba saya bercanda. Enggak kok saya nggak bilang gitu kok " ucap Zeline sambil tertawa renyah.
"Kamu keterlaluan ya kalau bicara "marah Milla
"Loh loh loh marah. Saya kan bercanda kok apa kata mba tadi mba juga sama saya bicarakan kaya giru, dan saya juga sekarang becanda baperan banget sih mba, lebay tau nggak sih mbak Mila yang tercantik sedunia"
Setelah mengatakan itu Zeline langsung pergi lagi ke lantai atas.
" Udah ya kalian pulang aja deh, kalian udah ganggu istri gue udah pulang pulang. Gue nggak suka ya Mila kalau lo bilang kayak gitu sama istri gue. Dia itu cantik dia itu pilihan gue dan gue suka dia, kenapa lo komentari dia kayak gitu, kalo emang gak suka sama istri gue nggak usah kayak gitu juga. Kalau lo ada di posisi istri gue dan lo bilang kayak gitu gimana rasanya. Udahlah gue nggak mau lagi berurusan sama kalian pokoknya mulai sekarang kalian nggak usah main-main lagi ke rumah gue"
" Liam Liam Jangan gitu dong tadi kan Milla udah bilang kalau dia cuman main-main aja, Liam jangan marah dong kita di sini mau main kita di sini mau ngobrol-ngobrol sama lo dan sama Andre" ucap Dean
"Udah gue nggak mau denger, ada yang berani hina istri gue lagi sampai dia sakit hati gue nggak akan tinggal diam aja. Lo udah keterlaluan Mila. Bukannya gue lebay ataupun gue baperan, dia udah berani hina istri gue kayak gitu, jadi meskipun lo temen deket gue tapi lu nggak berhak bilang kayak gitu sama istri gue"
" Udahlah Liam, kita lanjutin aka ya, ayo kita ngobrol-ngobrol lagi udah lupain lah yang tadi Milla juga nggak sengaja bilang kayak gitu sama istri loh. Ayo lah kapan lagi kita kumpul-kumpul kayak gini. Jaraang-jarang kan Liam tanda"ucap Dean kembali membela Milla.
"Gak sengaja kata loh, lihat aja Mila ngomong enggak dia minta maaf gak sama gue atau sama istri gue, jangan ikut campur terus lo Dean. Pokoknya gue mau sekarang lo semua pergi dari sini pergi dari rumah gue. Apa perlu gue panggil anak gue buah gue semuanya ke sini buat usir kalian, Milla udah keterlaluan gue nggak suka sama orang kayak gitu. dan loh Andre jangan dekatin lagi Mila dia itu bukan perempuan baik dan bukan ibu yang baik nantinya bukat anak loh"
Andre yang nama dibawa bawa segera menatap Liam dan mengangukan kepalanya. Mila yang melihat Andre mengangguk kan kepalanya langsung memegang tangan Andre dan menggelengkan ke palanya.
"Kamu kenapa sih kok malah jadi ikut-ikutan sih "
" Udah lah kalian semua pergi dari sini, Liam udah bilang kan pergi masa iya gue harus bertindak. kalau kalian gak pergi dari sini nanti kemarahan Liam makin memuncak nyasa kalian yang jadi taruhannya udah mengalah mengalah. Andre segera membantu mereka bangun dan membawa mereka semua keluar dari rumah Liam.
Sebelum mereka semua masuk ke dalam mobil. Dean memberhentikan mereka semua dahulu " kenapa sih sama Liam Kenapa segitunya banget sih sama istrinya itu"
" dengar ya Dean, kalau nanti lo ada di posisi Liam dan lihat istri lo dihina kayak gitu, meskipun enggak disengaja atau main-main ya pasti akan marah. Apalagi Liam sangat mencintai istrinya lebih dari apapun ,sedikit saja melukai istrinya Liam nggak akan tinggal diam, apalagi kalian semua bagi dia itu seperti nyamuk, sekali tepuk kalian mati"
Dean dan Farhan tanpa banyak bicara lagi langsung pergi meninggalkan rumah Liam, namun tidak dengan Mila dia masih menatap Andre yang menatap langit.
" Andre kamu jangan diemin aku kayak gitu dong, Apa kamu nggak ada niatan buat nganterin aku pulang "
"Kamu pulang aja deh sendirian ya Milla, aku capek aku mau istirahat, aku kecewa sama sikap kamu yang kayak gitu. Seharusnya kamu kan sama-sama perempuan kamu hargain dong istrinya Liam, iya sih hanya main-main aja, tapi itu tug nggak baik, kamu tuh baru ketemu sama dia tapi udah kayak gitu sih " Andre segera masuk meninggalkan Milla sendirian di luar rumah.
__ADS_1