
Tora yang sudah sampai di hutan, dirumah ibu Airin yang dulu segera mengeluarkan barang barangnya dan juga melemparkanya. Dia kesal sekali makannya bersikap seperti ini
"Lebih baik ibu pulang saja ke rumah ibu yang sesungguhnya karena Ibu itu tidak tahu diri, di bawa ke rumah yang enak bisa makan yang enak, tidak usah memikirkan kerja atau apapun tapi malah melunjak seperti itu, seenaknya saja mau melebihi dari yang punya dan malah ingin memiliki harta mereka. Aku tak habis pikir kalau aku menikahi seorang perempuan yang ibunya serakah seperti ibu, bersikaplah baik bu jika Ibu seperti ini terus aku tak akan pernah membiarkan Airin untuk bertemu dengan ibu akan lebih baik jika ibu tinggal di sini sendiri dan urus diri ibu sendiri seperti dulu tidak usah merepotkan kami berdua"
Ibu Airin sama sekali tidak menjawab dia hanya menunduk saja dan tak tahu harus menjawab apa, sedangkan Tora langsung saja masuk ke dalam mobil dan mobil melaju meninggalkan ibunya Airin sendirian di sana.?
"Bos apa yakin Bos tinggalin ibu mertua bos di sini, apa gak akan kenapa-napa gak dikasih uang sepeser pun dia kan udah tua bos. Masa ditinggalin gitu aja sih kasih uang sepeser aja bos buat dia makan gitu Bos, kasian dia "
"Udah Hamzah gak usah pikirin dia, itu pelajaran buat dia biar gak gitu terus kalau dia dikasih uang dan dibaikin lagi yang ada dia makin ngelunjak. Sekarang aja dia udah ngaku-ngaku kalau istri saya itu adalah istri kedua dari tuan Liam, ya gak marah gimana dong Tuan Liam saya juga kesel yang dengernyal, kita pulang aja biarin dia pikirin semuanya"
"Ya udah deh Bos aku nurut-nurut aja deh apa kata bos emang udah keterlaluan banget ya itu kirain aku tuh dia tuh baik bisa mengayomi kita semua tapi ternyatanya kok bisa kayak gitu ya, dari wajahnya kelihatan dia itu keibuan tapi kenyataannya kok gini "
"Dulu dia gak kayak gitu Hamzah dia baik malahan baik banget, sampai-sampai aku sudah menganggapnya seperti Ibuku sendiri tapi ke sini ke sini kok dia makin ngelunjak ya, makin menyebalkan dan makin kemana-mana saja mengomentari semua tentang Nyonya Tuan pokoknya semua tentang pekerjaanku, aku sudah tak habis pikir apa yang dia pikirkan sampai melakukan itu jika dia baik-baik mungkin semua ini enggak akan terjadi"
"Ya udahlah kita maklumin aja dia kan udah tua mungkin udah kembali lagi kayak anak kecil, Soalnya Ibu aku dulu pernah bilang kalau udah tua itu kadang-kadang sifatnya suka kembali lagi kayak anak kecil gitu sih, tapi gak tau bener gak tau engga, itu juga aku dengar dari ibuku sih"
"Itu mah bukan kembali seperti anak kecil tapi itu mah orang dewasa yang gak tahu diri dan serakah. Kamu ini gimana sih Hamzah gak bisa bedain mana sifat anak kecil mana sifat orang yang serakah. Nah ini salah satunya adalah ibunya Airin dia terlalu serakah dan ingin mendapatkan harta yang bukan miliknya dan serta ingin merebut suami orang lain hanya untuk anaknya demi anaknya, demi dia terlihat kaya mewah dan mempunyai segalanya, itulah yang dia mau makanya pas ketemu siapa pun dia mengaku kalau Tuan Liam adalah suami anaknya, kalau rumor ini sampai naik dan ketahuan atau malah jadi berita utama gimana gak ngamuk tuan Liam"
"Iya juga ya serem soalnya kalau Tuan Liam ngamuk bisa-bisa kita di digeplak loh"
"Ya makannya jangan macam macam deh sama tuan yang ada kita bisa mati konyol lagi"
"Kita harus berhati hati terus ya kalau sama tuan Liam jangan gegabah dan malah buat masalah sama dia, "
"Hemm Iya "
Tora melihat kebelakang dan ibu Airin masih diam mematung dirumahnya, dirumahnya yang dulu, yang pernah Tora datangi , Tora kembali fokus dan kedepan dan tak mau melihat kembali kebelakang yang ada dia akan kasian lagi.
**
Ibu Airin segera mengambil tasnya dan masuk perlahan kedalam rumah, membukannya pintunya karena memang tak di kunci, lalu menutupnya kembali, melihat rumahnya dan dia tertunduk menangis.
__ADS_1
"Kenapa aku malah kembali lagi ke rumah ini, aku ingin tidur di rumah besar, aku ingin ada disana kenapa malah jadi seperti ini, aku tidak mau tinggal disini sedangkan untuk kembali lagi ke rumah besar itu sangat sulit aku harus mencari yang mau mengantarkan ku dan aku pun tidak tahu alamat rumahnya di mana mengapa aku tidak meminta pada Jill alamatnya mungkin aku bisa pulang kembali ke rumah besar itu "
"Awas aja Tora sudah berani membuatku kembali ke rumah ini dasar menantu tidak tahu diri, dia seharusnya tidak melakukan ini dan anakku juga kenapa tidak bilang yang sebenarnya kalau Tora itu laki-laki jahat yang telah memperkosanya, dia malah menikah dengan laki-laki itu kenapa harus bertemu terlebih dahulu dengan laki-laki jahat itu, lebih baik bertemu dulu dengan Liam pasti hidupnya akan senang dan bahagia dia akan banyak uang dan aku pun akan banyak uang kami akan hidup bahagia tidak seperti ini, aku harus kembali lagi ke gubuk ini"
Ibu Airin segera masuk kedalam kamarnya dan menutup hidungnya "kenapa bau sekali, ya ampun berdebu sekali, rumah ini tak layak huni, aku harus kembali lagi kerumah besar itu, tapi kalau misalnya aku kembali apakah akan di usir lagi gak yah, hemm diusir gak yah "
Ibu Airin keluar lagi dalam kamarnya dan duduk diruang tamu sebelumnya menepuk nepuk dulu debunya yang sangat banyak.
"Hidup miskin lagi miskin lagi gak pernah ada perkembangan nya kapan sih bisa hidup senang bahagia tinggal di tempat mewah, banyak uang bisa belanja ini itu kapan aku bisa merasakan itu sulit banget, aku sudah bersyukur anakku menikah dengan Tora dan semua yang aku mau memang dia berikan tapi setelah melihat rumah besar itu dan melihat betapa kayanya tuannya itu, aku makin tergiur dan ingin memiliki semuanya ya"
"Jalan satu-satunya anakku lah menikah dengannya masa iya aku yang harus menikah dengan Liam ya gak akan mungkin lah dia mau aku harus membujuk anakku tapi kapan kami bisa bertemu sekarang saja aku sudah ada di sini sedangkan anakku ada di sana bersama Tora yang tidak tahu diri dan seorang penjahat"
"Terus aku tinggal di sini tidak punya uang aku makan dengan apa aku sudah terbiasa makan yang enak dan sekarang harus kembali lagi seperti ini, mencari makanan di hutan dan Ya kembali ke rutinitas awal lagi hidupku sulit ya ingin menjadi kaya dengan instan harus banyak pengorbanan rasanya anakku juga susah untuk di bujuk "
Ibu Airin segera berbaring dengan beberapa pakaian yang dia bawa dan dijadikan selimbut karena barang barangnya sudah tak ada, selimbutnya saja tak ada ya mau tak mau mengunakan pakainnya saja.
**
"Kamu bawa Ibu aku ke mana Tora, kamu bawa dia ke mana kamu gak buat dia celaka kan"
"Belum tidur ternyata ya, aku sudah mengembalikan dia ke tempat semula. Aku ingin tahu apakah dia akan kembali lagi ke sini dan mengaku-ngaku kalau dirimu adalah istri kedua Tuan Liam itu sangat memalukan dan membuat aku sangat malu di hadapan Tuan, bisa tidak ibumu tidak membuat ulah jangan seperti itu apakah uang yang selalu aku berikan kurang. Apakah aku yang selalu memberikan barang-barang untuknya itu masih kurang sebenarnya yang dia mau itu apa"
"Aku juga tidak tahu apa yang diinginkan oleh ibuku aku tidak tahu kenapa ibuku tiba-tiba saja berubah seperti itu aku sudah tidak mengenali ibuku kembali dia menjadi egois dan ingin menang sendiri, aku tidak tahu Tora kenapa dia seperti itu, namun jika dia makin melunjak dan makin membuat kalian kesal aku tak akan melarang kau akan melakuan apapun padannya nanti"
Tora langsung membalikan badang sang istri dan Airin tidak melawan sama sekali, dia berbalik dan saling bertatapan dengan Tora.
"Apakah kau mau menjalani rumah tangga denganku dari awal kita menikah kembali tidak menikah Siri seperti ini, kita jalani hidup kita kembali dari awal Memang dari awal aku memang salah tapi setidaknya.Apakah kau mau memperbaiki rumah tangga ini yang sudah mulai kacau tapi aku tidak mau kalau sampai tiba-tiba kita berakhir dengan tidak baik-baik saja, di sini ada anak kita yang harus kita urus jadi bagaimana"
Airin masih diam dan hanya menatap Tora saja " aku berjanji tidak akan pernahkah melukai mu lagi Airin. aku akan berubah aku akan berubah tak akan pernah main tangan lagi padamu atau membentak dirimu asalkan dirimu tidak membuatku emosional dan membuat aku kecewa itu saja"
Airin memeluk Tora dan menyembunyikan kepalanya " Aku ingin melihat dulu buktinya darimu sebelum menerima dirimu kembali, jika memang kau benar-benar berubah dan tidak seperti itu lagi padaku, aku akan memikirkan semuanya tapi aku ingin bukti dulu terlebih dahulu. Aku tidak mau gegabah mengambil keputusan , ini tentang masa depanku dan anakku jadi aku harus memikirkannya kembali"
__ADS_1
"Baiklah aku akan membuktikan semuanya padamu kalau aku bisa berubah dan bisa menjadi laki-laki baik yang bisa menjagamu sampai nanti menjaga anakmu pula anak kita"
Tora juga memeluk istrinya, ini adalah pertama kalinnya dirinya berbicara seperti ini dengan sang istri dan tak ada emosi sama sekali.
Sebenarnya Tora ingin melepaskan sang istri ingin melihat dia bahagia dengan laki-laki yang dia cintai, namun setelah dipikir-pikir dia melihat sikap ibunya yang seperti itu sedangkan Airin dia terlalu polos dan nanti pastinya ibunya akan memanfaatkan kepolosan anaknya.
Dengan mencari laki-laki kaya dan menikahkannya meskipun anaknya itu menjadi istri kedua pasti ibunya akan terima hanya demi harta.
Jadi lebih baik dirinya akan memperbaiki lagi rumah tangganya dan ditata kembali dari awal dengan sang anak yang baru saja lahir.
Dia akan mencoba menjadi laki-laki baik dan menjadi laki-laki pelindung untuk anak dan istrinya. Dia akan mencoba semuanya yang terbaik untuk mereka berdua tanpa ada campur tangan Ibu mertuanya sedikitpun.
**
Ibunya Airin terbangun dan membuka selimbut yang terbuat dari pakaiannya
"Aiss menyebalkan sekali, kenapa aku harus tidur seperti ini, kursinya begitu keras sampai-sampai aku tidak bisa tidur lagi di sini, biasanya aku tidur di kasur yang empuk selimut yang hangat AC yang dingin tapi sekarang kembali seperti semula, aku harus cepat-cepat menemui Airin dan berbicara padanya hanya empat mata, tidak ada Tora suaminya karena kalau begitu semuanya akan hancur oleh laki-laki itu, laki-laki tidak tahu diri itu dengan cara apa aku menemui anaknya."
Ibu Airin segera bangkit dan pergi keluar rumah masih gelap tak ada orang tak ada siapa-siapa memang rumahnya ini sangat terpencil dan hanya satu-satunya yang mendekati hutan makanya Airin dari kecil itu mainnya ya di hutan dan dia tahu seluk-beluk hutan ini.
"Airin lihat ibu mu menjadi seperti ini sedangkan kau enak di sana tidur nyenyak sedangkan ibu di sini banyak nyamuk kedinginan dan hanya beralaskan kursi bolong itu. Ibu ingin kembali nak ke sana tapi untuk bertemu denganmu saja sangat sulit. Jilk juga dia tidak bisa melakukan apa-apa dia hanya mengantarkan ibu dan tidak memaksa anak buahnya Liam itu untuk memasukkan Ibu ke dalam rumah rasanya percuma aja Jill mengantarkan aku lebih baik kan aku tidur saja di Panti Jompo jelek itu dari pada di sini"
Ibu Airin kembali lagi masuk dan duduk di kursinya menatap rumahnya yang gelap gulita, tak ada penerangan sedikitpun tapi ya memang dari dulu sudah seperti ini.
Dirinya sudah terbiasa namun karena kebiasaan tidur di rumah hutan yang Torak tinggali jadi seperti ini deh jadinya tidak mau tinggal di rumahnya yang bertahun-tahun sudah dirinya tempati.
Namun setelah mengetahui kalau enak menjadi orang kaya dirinya jadi enggak mau tinggal lagi disini, yang ada nanti bisa gatal gatal lagi kalau bobo disini kan.
"Siapa orang yang bisa membantuku masuk lagi ke dalam rumah itu agar aku bisa tidur nyenyak makan yang enak dan berkuasa di sana. Siapa ya yang bisa membantuku di sini di desa ini pasti tak akan ada yang tahu tentang Liam"
"Karena dia kan orang kota dia juga orang kaya terkenal tapi Masa sih mereka gak tahu ya. Ya udah deh nanti coba pagi-pagi keliling daerah sini dan tanya-tanya mereka ada yang tahu gak alamatnya Tuan Liam, kalau ada yang tahu anterin aku ke sana. Aku pengen pulang ke sana gak mau di sini lagi di sini tuh dingin dan gak ada selimut tebal. Aku juga pengen minum susu anget-anget"
__ADS_1