Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Sudah sembuh


__ADS_3

Sekarang sedang makan siang, Liam sedang memvidio call istrinya dan anaknya Lucas "hallo kesayangan kesayangan papih lagi apa nih "


"Kita lagi main di taman papih, papih cepatlah makan "


"Lahh kok papihnya gak diajak sih "


"Kan papih kerja jadi Lucas sama mamih dulu aja yang main ditaman nanti papih lagi libur kita main sama-sama ya"


"Iya deh iya, papih udah kangen banget sama kalian berdua, pengen cepet-cepet pulang "


"Sabar dong papih, sekarang papih makan dulu gih, mamih sama Lucas mau bobo siang dulu ya, gak papakan papih "


"Iya papi sekarang makan, yaudah mamih sama Lucas bobo ya jangan lupa mimpiin papih "


"Iya pasti papih sayang, dadah "


"Dadah kesayangan kesayangan papih " Segera panggilan berakhir.


"Bahagia banget ya lo sama keluarga lo Liam, gue jadi iri, seharusnya gue juga sama kaya lo udah punya pasangan dan juga anak, padahal umur kita samakan tapi jalan hidup kita beda ya "


"Iya dong. Gue sangat sangat bahagia apalagi dapetin istri gue itu adalah sebuah anugrah sekarang ditambah anak yang sangat kita nanti nantikan "


"Ya gak akan sama lah, meski umur kita sama tapi takdir kita beda Andre jadi lo jangan sama-samain karena gak mungkin sama "


"Gue kapan gitu ya Liam, bisa kaya lo menikmakti hidup yang sementara ini "


"Ya makannya lo jangan nyia-nyian Syifa, udah dikasih jodoh yang baik perhatian gak banyak neko-neko, apalagi mau terima loh yang udah tua, seharusnya lo bersyukur bukannya jual mahal "


"Gue gak mau sama Syifa, gue maunya sama Asa aja, parah ya lo, bilang gue tua, lo juga udah tua Liam"


"Ok lo bakal nyesel sebenernya gue gak boleh bicarain ini, tapi demi kebaikan lo gue bilang aja bahwa Asa udah nikah, jadi lebih baik lo mundur aja dari pada sakit hati, gak papa gue tua yang penting udah punya bini dan anak dari pada lo masih jomblo "


"Lo sama aja ya kaya Syifa, apa kalian berdua bersekongkol untuk buat gue mundur hah, buat gue benci sama Asa, apa sih sebenernya yang kalian mau dari gue "

__ADS_1


"Apaan sih loh, kenapa lo sewot sama gue, gue cuman kasih tau lo aja, kalau Asa udah punya suami, suami Asa adalah Yuda jadi lo jangan berharap bisa dapetin Asa dia udah ada yang punya, Yuda temennya Zeline dan juga Jo"


"Gue gak perncaya, gue mau buktinya dan gue mau biktiin sendiri kata kata kalian berdua "


"Silahkan, lo bakan nyesel udah sia siain yang tulus cinta sama lo "


Dengan marah Andre segera keluar dari ruangan untuk menenangkan hatinya yang tiba-tiba saja tak enak, Andre segera duduk di taman depan kantor sambil merokok.


"Kamu kemana sih anak kecil. Biasanya suka nyuruh paman makan tapi sekarang ponsel paman sepi banget, ets inget Dre lo kan yang mau Syifa pergi dari hidup lo, jadi udah jangan fikirin dia lagi " Andre segera memasukan kembali ponselnya.


"Udah dua orang yang bilang kamu udah nikah Sa, lalu sekarang aku harus percaya atau tidak , aku jadi ragu buat nyatain perasaan aku sama kamu. Tapi itu perlu aku lakuin"


Andre segera menyenderkan badannya dan menutup kedua matanya, sungguh fikirannya menjadi bercabang seperti ini.


**


Yuda yang sedang belajar dikamarnya entah kenapa tiba-tiba bisa berjalan dengan lancar meski dengan mengunakan tonngkat dengan senang Yuda segera pergi keluar berjalan dengan hati-hati untuk menemui ayahnya.


"Apa Yud, ayah lagi siram tanaman nih, "


"Iya tapi liat dulu Yuda deh "


Ayahnya segera mengalihkan pandangannya malah langsung memelotkan pandangannya, alangakah kagetnya saat anaknya bisa berdiri kembali.


"Ya alloh gusti, beneran ini kamu bisa jalan lagi nak. Gak pake kursi roda "


"Iya yah Yuda bisa jalan lagi "


"Ya allah tuhan terimasih, kau telah mengabulkan doa doa hampa dan perjuangan anak hamba tak sia sia "


Ayah Yuda segera memeluk anaknya dengan erat lalu melepaskan pelukannya dan melemparkan selang tanaman dan masuk kedalam rumah dengan senyum senang dan tangis bahagianya.


"Ayah sungguh tak percaya, kamu bisa sembuh Yud ayah sangat senang "

__ADS_1


"Iya yah, Yuda juga sangat senang sekali, yah apa bisa besok kita pergi untuk menemui Asa, Yuda ingin segera menemuinya dan memintanya untuk kembali lagi pada Yuda "


"Apa tak nanti saja, setelah kau benar-bebar pulih baru kau temui istrimu "


"Gak bisa yah, Yuda pengen besok, Yuda pengen minta maaf sama Zeline atas semua kelakuan Yuda yang dulu, semoga saja Zeline memaafkan aku dan tak mengusirku yah "


"Baiklah jika itu mau mu, ayah akan mengantar mu untuk menemui istrimu, pasti Zeline akan memafkanmu dia orang baik pasti dia akan memafkanmu nak"


"Iya ya semoga saja ya "


"Apakah kau tak ingin memeriksakan dahulu kakimu lagi ke dokter "


"Engga yah, nanti aja sekarang yang aku mau cuman satu, aku mau ketemu Asa dan memperbaiki semuanya dari awal lagi, aku pengen rumah tangga aku baik-baik lagi seperti dulu yah, aku gak mau mencari yang lain, Asa udah yang terbaik untuk ku, aku sangat mencintainya lebih dari apapun "


"Iya ayah tau nak, ayah tak bisa melarang kamu untuk mencintai siapa, kalau memang sudah yakin kepada Asa kejarlah, namun ayah tak mau kejadian yang dulu-dulu lagi terulang, jika itu sampai terulang akan ayah jebloskan langsung Asa kedalam penjara "


"Iya yah, aku yakin Asa gak akan seperti itu lagi, ayah percaya sama aku ya, aku akan mendidik istriku dengan sangat baik, aku berjanji pada ayah "


"Baiklah ayah pegang janjimu nak, jangan kecewakan ayah "


"Iya yah, Yuda masuk kamar dulu ya "


"Iya nak "


Dengan perlahan Yuda berdiri dan berjalan dengan perlahan-lahan ingin mengabari istrinya bahwa sekarang dirinya sudah sembuh dan akan segera menyusulnya kejakarta, sebentar lagi akan bertemu dan kembali baik baik saja.


Namun sama sekali tak diangkat oleh Asa, istrinya itu sebenarnya kemana sampai tak mengangkat telfonya apa benar dugaannya kalau Asa sedang dekat dengan yang lain.


Ah jangan berfikir kesana, jangan sampai dirinya menuduh yang tidak-tidak pada istrinya. Jangan sampai ada masalah lagi dalam rumah tanganya.


Harus baik-baik lagi seperti dulu, dirinya juga ingin bahagia bersama istrinya seperti orang lain. Doakan saja semoga saja niatnya terkabulkan dan tak ada rintangannya.


"Asa tunggu aku akan menjemputmu kesana, jangan kemana mana ya sayang tunggu aku "

__ADS_1


__ADS_2