Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Siapa yang akan keluar dengan selamat


__ADS_3

Liam yang sudah kembali lagi duduk dan melihat kembali keseruan ini, Gavin sedang berusaha merangkak dan terus saja merangkak "beri sebuah kejutan Tora "


"Baik tuan "


Gavin yang masih merangkak dikagetkan dengan lorong itu yang tiba tiba terbukan namun Gavin dengan cepat merangkak dan tidak masuk kedalam jebakan itu.


Namun Gavin yang penasaran segera mengbalikan badan dan mencelupkan satu jarinya dan terbakar "aw sakit sekali, untung saja aku tak masuk kesana "


Dan Gavin akhirnya bisa keluar dan melihat hutan yang begitu lebat, dan tak lama dari dirinya keluar adiknya pun keluar "Riri "


Riri yang mendengar teriakan kakaknya segera menghampirinya dan memeluknya dengan erat sekali, bahkan sangat erat sekali.


"Akhirnya kak kita selamat. Aku tidak menyangka kalau kita berdua bisa selamat seperti ini, tapi mana ibu kak. Kenapa Ibu tidak ada kenapa hanya kita berdua saja. Apakah ibu baik-baik saja apakah ibu selamat dari kekejaman orang itu"


"Kakak juga tidak tahu ke mana ibu, dari tadi kakak tidak menemukan ibu di dalam lorong itu. Ya sudah sekarang kita cari saja ya semoga saja Ibu sudah keluar" Gavin segera melepaskan pelukannya dan mengandeng tangan adiknya.

__ADS_1


"Sebentar kalian mau ke mana, aku belum menginstruksikan kalian berdua untuk pergi. Kalian hanya sampai di sini saja tidak boleh kemana-mana lagi. Jika kalian ingin selamat maka salah satu dari kalian berdua harus ada yang mati, kalau tidak kalian tidak akan bisa keluar dari tempat itu sampai kapanpun, kalian tidak akan bisa keluar jadi tentukan siapa yang akan berkorban dan mati di sana dan nanti yang selamat akan selamat dan keluar dari tempat itu bagaimana"


"Kami berdua tidak akan menuruti apa kemauan mu Liam lepaskan kami berdua, kami ingin bertemu dengan ibu kami lepaskan jangan lakukan permain gila seperti ini, kami adalah kakak adik dan kami juga tidak akan mungkin membunuh satu sama lain. Kami tidak akan mungkin melakukan itu jadi lepaskan kami berdua, lepaskan "


"Baiklah kalian akan lepas ya aku akan melepaskan kau ya kalian berdua namun Ibu kalian yang akan mati dan menggantikan nyawa kalian berdua, jika kalian setuju maka angkat tangan dan aku akan langsung membunuh ibu kalian dihadapan kalian, kalian bisa hidup tenang bisa keluar dari sini bisa melakukan hal apapun tapi tanpa ibumu kalian bagaimana bagaimana fikirkam dengan matang matang dan jangan gegabah aku akan memberi waktu kalian untuk berfikir"


Gavin dan Riri saling pandang, Riri mengelengkan kepalanya "jangan kak aku masih mau hidup, jangan bunuh aku Kak aku mohon padamu jangan apa-apakan aku ,aku ingin hidup bersama ibu, tolong masa depan ku masih panjang kak, jangan apa apa kan aku kak "


"Lalu aku bagaimana, aku juga sama ingin hidup bersama ibu Riri, aku pun ingin hidup aku tidak mau mati sia-sia di sini, aku masih ingin hidup aku juga tidak mau mati aku ingin menikmati kebebasanku yang sudah lama aku tidak nikmati, aku ingim keluar dari sini Riri. Sepertinya hidup mu sudah cukup Riri sampai disini saja"


Riri menggelengkan kepalanya lalu dia berlari untuk menjauhi kakaknya, dia yakin kalau kakaknya pasti akan membunuhnya "Riri kau jangan kabur kembalilah, kau harus bisa pasrah dengan semua ini, kemari Riri "


**


Sedangkan Liam yang ada di ruang control dia hanya tertawa melihat adik kakak yang akan saling bunuh "Bagaimana Ibu apakah senang melihat anakmu yang sedang kejar-kejaran seperti masa kecil mereka kan, bermain bersama kejar-kejaran namun ini bedanya mereka akan saling bunuh. Menurutmu siapa yang akan menang anak perempuanmu atau anak laki-lakimu, ternyata mereka tidak kompak ya"

__ADS_1


Ibu Gavin masih menangis dia tak habis pikir ada orang seperti ini seperti Liam yang sangat tidak punya hati nurani sama sekali, dia malah tertawa di atas kesengsaraan orang lain bukannya menolong atau melakukan apa dia malah tertawa seperti itu seperti semua ini hanyalah sebuah lelucon saja.


"Tolong sekali lagi aku meminta tolong padamu, untuk melepaskan anak-anakku aku minta tolong padamu jangan buat anakku saling membunuh, tolong aku bisa gila jika melihat itu tolong aku tidak mau kehilangan anakku. Bahkan aku akan menyerahkan nyawaku untuk menyelamatkan anak-anakku"


"Tapi kau lihat sendiri kan apa jawaban dari mereka, sudah terlihat kan kalau Gavin tidak mau dia keluar bersama adiknya Riri, dia hanya ingin hidup bersamamu berdua maka ya sudah aku akan mengikuti apa yang mereka pilih. Kau hanya perlu diam saja melihat anakmu yang mana yang akan menang dan lebih tangguh yang perempuan atau yang laki laki"


"Kenapa hatimu begitu keras dan kenapa kau begitu keji pada orang-orang, kesalahan anakku bukanlah kesalahan yang sangat fatal. Bahkan dia tidak sampai merebut istrimu kan. Tapi kenapa kau begitu memberi hukuman keras sekali pada anakku sampai-sampai kau mengurungnya berbulan-bulan dan sekarang kau malah mempermainkan adik kakak itu dengan cara membuat sebuah permainan"


"Aku sudah bilang kan siapapun yang bermain-main denganku maka nyawanya taruhannya, apa lagi berani-berani menyentuh istriku. Apa perlu aku mengatakan itu sampai mulutku berbusa. Sudah kita lihat saja siapa yang menang diantara anak mu ini"


Ibu Gavin menggebrak-ngebrak besi itu agar dia bisa keluar dari dalam sama dan menyelamatkan anak anaknya" lepaskan aku tolong lepaskan aku jangan seperti ini, aku ingin keluar dari sini lepaska aku. Aku ingin menolong anak-anakku lepaskan aku, jangan seperti ini "


"Diam aku sedang melihat permainan mereka. Diamlah aku tidak mau melukai perempuan tua seperti mu, jadi diamlah jangan banyak bicara anteng duduk yang manis dan lihat tontonan ini, ini sangat menyenangkan jangan memecahkan konsentrasi oke tenang rileks saja "


Lia kembali melihat komputer dan melihat kakak beradik itu berlari ke sana kemari, saling mengejar dan Gavin sudah berhasil mengejar adiknya dan menangkap adiknya.

__ADS_1


Lalu apa yang akan dia lakukan pada sang adik, kita lihat pastinya akan seru sekali kakak yang tega membunuh adiknya demi kebebasannya sendiri.


Kita lihat apakah Gavin akan benar-benar membunuh adiknya atau dia akan melepaskan adiknya dan merelakan nyawanya sendiri.


__ADS_2