Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menjadi istri Yuda


__ADS_3

"Maaf pak saya menganggu" ucap asisten Andre yang tiba-tiba saja sudah masuk kedalam ruangannya. Dia sangat kaget saat atasannya sedang membuka kancing anak kecil yang nyebelin itu. Apa pak Andre seorang pedofil ?


Andre yang gelagapan segera memutar kursinya agar asistennya tak melihat kelakuan bejatnya. Tapi pasti sudah lihat deh. "Kenapa kamu ga ketuk pintu dulu " ucap Andre sedikit marah.


"Maaf pak, tadi sudah mengetok pintunya "


"Ya sudah simpan dokumennya dimeja pak Liam "


"Baik pak, permisi " Segera asistennya pergi sambil menutup pintunya.


Andre segera membalikan kembali kursinya seperti semula, sudahlah sekarang dirinya tak ingin sudah tak nafsu lagi. Kalau saja tak ada gangguan pasti dirinya sudah melihat kembali benda kenyal itu.


Sungguh ini bukan hari keberuntungannya, kapan lagi coba. Nanti setelah Liam pulang aku ingin meminta ruangan sendiri ah supaya kalau Syifa datang kembali kesini dirinya bisa leluasa. Entahlah sekarang dirinya menjadi sangat candu pada tubuh Syifa.


Jika nanti dirinya kalau sampai kebablasan pada Syifa bagaimana ya, diakan masih kecil dan polos pasti kalau di apa-apain pasti mau ga akan nolak "sudah turunlah anak kecil aku ingin bekerja "


"Tapi paman"


"Udah jangan banyak tapi-tapian sana hus hus " usir Andre sambil sedikit mendorong tubuh Syifa agar turun.


Dengan malas Syifa segera turun lalu duduk dikursi paman Liam dengan wajah yang ditekuk, ist selalu saja asisten itu peganggu nanti harus dikunci pintunya tak boleh dibiarkan tak dikunci sama sekali.


Kan jadi gagal dirinya ingin memikat paman Andre. Padahalkan susah banget dapetin paman Andre itu susahnya itu kebangetan tau ga sih. Kesel ah udah.


Paman Andre itu jual mahal banget tau, kalau saja tadi berhasil pasti paman Andre lama-lama akan kecanduan dan menyukainya lalu menikahinya.

__ADS_1


Lihatlah sekarang dia malah fokus lagi pada laptopnya, selalu saja begitu apakah dirinya harus menjadi laptop dulu gitu. Tapi kalau kaya gitu dirinya ga akan jadi istrinya paman Andre dong dasar Syifa oon.


Andre selama mengerjakan tugasnya, sekali-kali mencuri pandang kearah Syifa, agar tidak ketahuan Andre selalu berpura-bura seperti sedang memikirkan sesuatu padahal dia sedang menatap anak kecil yang selalu dirinya tolak namun sekarang malah menganggu fikirannya.


Padahalkan dirinya sudah ingin mengejar Asa, namun tak ada waktu terus untuk menemui Asa di bandung, pekerjaannya sungguh sangat banyak dan menumpuk tak ada habis-habisnya sama sekali selalu ada tak pernah dirinya ini sehari santai untuk merilekskan badannya.


Bagaimana kalau dirinya mati muda coba, terus belum menikah. Kasian burungnya dong belum sama sekali masuk kesarangnya, sungguh naaskan nasib burungnya masih perjaka sampai akhir hayatnya. Itu tak boleh sampai terjadi. Nanti dirinya harus meminta cuti pada Liam.


****


Asa sekarang sedang dirias dia sudah memakai kebaya putih sangat cantik bahkan ibunya yang menunguinya sangat kagum dan terharu anaknya akan menikah sekarang, meskipun karena kesalah fahaman. Namun dirinya akan selalu berdoa semoga saja Yuda memang jodohnya agar anaknya tak merasan menjadi janda.


Mungkin nanti lama kelaman anaknya akan mencintai Yuda, siapa taukan tak ada yang tau hati seseorang. Hanya allah yang tahu dan bisa membolak balikan hati seseorang.


"Aku benar-benar tak melakukan itu bu, apa tak ada jalan lain bu "


"Maaf sayang memang tak ada"


"Ibu harus berjanji padaku agar tak memberi tahu paman,bibi, keluarga besar kita serta Zeline. Biarkan aku nanti yang berbicara pada meraka" ucap Asa sambil menangis.


"Iya nak ibu janji, tapi kau jangan menangis "


Mereka berdua lalu berpelukan menumpahkan rasa sedih mereka dan kasih sayang. Segera Asa menyusut air matanya dan segera ibunya untuk mengantar Asa kebawah untuk ijab kabul.


Asa yang masih menahan tangis menundukan kepalanya, inikah awal kehancurannya. Apakah harus seperti ini pada akhirnya dirinya ini.

__ADS_1


Yuda malah terkagum-kagum melihat Asa yang sangat cantik mengenakan kebaya putih dan riasanya yang sangat pas dimuka Asa.


Segera ibunya Asa mendudukan Asa disisi Yuda, Asa bahkan tak sudi untuk melihat wajah Yuda, sungguh dirinya sangat muak dengan laki-laki brengsek ini.


Segera ijab kabih dimulai ayah Asa segera memegang tangan Yuda, selama Yuda mengucapkan ijab kabul Asa menahan marah serta tangisnya yang tiba-tiba saja ingin dikeluarkan.


"Sah " ucap saksi serentak. Asa segera menghela nafasnya, Asa diminta untuk segera mencium tangan Yuda namun Asa hanya diam dan sama sekali tak mau melakukan itu.


"Asa " tegur ayahnya.


Asa segera mengangkat kepalanya dan melihat mata ayahnya yang sudah melotot, dengan malas malasan Asa mengambil tangan Yuda dan menyaliminya lalu menciumnya juga. Yuda pun segera mencium kening Asa.


Acara pun selesai bahkan Asa tak lama dirumah orang tuanya, karena ya sekarang dirinya harus ikut Yuda lalu dirinya juga harus bisa menjelaskan semuanya pada paman dan bibinya kalau dia tak akan tinggal kembali dengan paman dan bibinya. Untuk kali ini dia akan berbohong pada paman bibinya itu.


Selama diperjalanan Asa sama sekali tak mau menghiraukan Yuda yang dari tadi mengajaknya bicara, sungguh dia nanti tak sudi kalau harus tidur satu tempat tidur dengan Yuda kembali.


Tak mau dirinya ini sampai terjebak kembali oleh buaya darat ini, harus diberi pelajaran sepertinya laki-laki ini lihat saja aku akan memikirkan sesuatu yang sangat licik untukmu Yud. Dan sekarang aku jamin kau tak akan tahu tentang semua ini.


Aku akan bermain dengan rapih sekarang, sampai sedikit pun kau tak akan tahu. Aku sudah sangat geram padamu Yud jadi lihatlah bagaimana seorang perempuan melakukan balas dendam yang sangat kejam.


Aku akan selalu mengamatimu terus Yud, tak akan ada satu pun yang aku lewatkan. Aku akan mencoba memahami jalan fikiranmu itu yang menurutku cukup cerdas karena kau bisa tau rencanaku.


Sekarang kita lihat siapa yang menang dan kalah. Aku tak akan pernah mau kalah darimu Yud sampai kapan pun aku tak akan mau. Meskipun nanti aku harus menaruhkan nyawaku untuk balas dendam ku ini.


Sekarang aku balas dendan tak hanya untuk adikku saja tapi untuk diriku juga, aku juga menjadi korbanmu jadi tak masalahkan jika dendamnya menjadi double bada dirimu laki-laki pengecut tak tau diri dan menyebalkan ini. Kau ini sudah lumpuh namun banyak sekali bertingkah Yud seharunya kau tobat.

__ADS_1


__ADS_2