Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Gampang sekali ya


__ADS_3

Tora sudah sampai di rumah Gavin, keluarga Gavin Bahkan dia sudah ada di dalam rumahnya dan sedang mengobrol dengan ibunya dan berpura pura menjadi suruhannya Gavin untuk menjemput ibunya dan adiknya untuk tinggal di Jakarta.


"Iya bu, Pak Gavin menyuruh saya untuk menjemput ibu dan adiknya untuk ke Jakarta, karena beliau ingin lebih dekat bersama ibu dan adiknya katanya seperti itu, makanya saya diutus ke sini mohon maaf bila Pak Gavin tidak menghubungi ibu langsung, karena dia sangat sibuk dan pekerjaannya sangat padat sekali makanya dia mengutus saya untuk ke sini, dan menjemput kalian berdua jadi bagaimana apa kalian mau ikut dengan saya dan bertemu dengan Pak Gavin"


Tiba-tiba saja adiknya Gavin menggelengkan kepalanya "Kami ingin berbicara dulu dengan kakakku Gavin, kami tidak mau langsung pergi begitu saja denganmu. Apa buktinya kalau kau memang orang yang disuruh oleh kakakku Gavin apa "


Tora memberikan ponselnya dengan memperlihatkan whatsapp-nya kepada adiknya Gavin "ini adalah pesan dari Pak Gavin pada saya, apa anda masih tidak percaya dek, mana mungkin saya tahu rumah kalian kalau Pak Gavin tidak memberitahu, saya kan di sana hanya pekerjaannya, jadi saya tidak mungkin tahu kan rumah Pak Gavin di mana, ini juga saya mendapatkan alamat dari pak Gavin "


"Coba telepon Kakak saya. Saya ingin berbicara dulu dengan kakak saya, baru percaya kalau kau adalah suruhanya, coba aku telfon dia "


"Saya sudah bilang Pak Gavin tidak bisa diganggu, pekerjaannya sangat banyak sekali makanya dia menyuruh saya datang ke sini tanpa mengabari kalian, saya kan tadi sudah menjelaskan itu dari awal jadi apakah anda ingin ikut atau tidak, kalau tidak ya sudah saya tidak masalah. Saya akan memberitahu pada Pak Gavin kalau kalian berdua tidak mau dan tidak percaya kalau saya adalah suruhnya untuk menjemput kalian berdua"


Tora segera bangkit dan pergi namun tiba-tiba saja ibunya Gavin memberhentikannya "Tunggu dulu Tora kami berdua akan ikut untuk bertemu dengan Gavin"


Tora tersenyum senang dia langsung membalikkan badannya dan menatap ibunya Gavin "tapi anak ibu yang bungsu ini apakah benar ingin ikut ke jakarta dan percaya pada saya, kalau saya ini adalah suruhannya Pak Gavin kalau masih ragu dan tidak percaya tidak usah. Lebih baik saya pulang dan berbicara langsung pada pak Gavin kalau ibu dan adik tidak mau dibawa ke Jakarta, karena alasan anak ibu yang bungsu tidak mau percaya pada saya, kalau saya ini adalah utusannya"

__ADS_1


"Tidak tidak saya akan pergi ke sana dengan anak bungsu saya, sebentar ya kami akan membereskan dulu barang-barang"


"Baiklah silakan saya tunggu di sini kita berangkat sekarang lebih cepat lebih baik kan, saya tidak mau nanti tuan Gavin marah pada saya karena telah lama membawa kalian berdua kejakarta "


"Iya Tora tunggu sebentar ya, saya dan anak bungsu saya akan ganti pakaian terlebih dahulu dan membawa barang-barang penting saja, tunggu jangan kemana mana, saya akan ikut kesana, saya akan ikut kejakarta tunggu ya sebentar Tora "


"Baiklah, saya akan menunggu kalian berdua "


**


"Tapi dia tahu alamat rumah kita, dia tahu dari Gavin mana mungkin dia tiba tiba kemari kalau gak kenal Gavin, bahkan dia tau ibu, ibu pengen ketemu sama Gavin pengen tahu keadaannya, beberapa bulan ini tuh dia nggak ada hubungin Ibu kenapa, ibu khawatir banget dan Ibu pengen ketemu sama dia, saat ada orang yang mau jemput kita dan ketemuin kita sama kakak kamu Gavin emang kamu nggak mau ketemu sama kakak kamu sendiri RI. Ibu pengen ketemu sama dia sama kakak kamu"


"Riri nggak mau ikut ya Bu , Riri di sini aja jaga rumah aja kalau ibu mau ikut sama dia ya udah Riri nggak mau ikut bu , Riri takutnya dia tuh orang jahat kita gak tahu lo bu sebelumnya dia siapa , dimana dia tinggal kapan kak Gavin punya orang suruhan, dia itu cuma pekerja kantor biasa Bu, apa Ibu nggak mikir ke sana kak Gavin di sana tuh nggak punya temen Bu. Kak Gavin ke sana merantau dan kita nggak tahu mana-mana aja temen kak Gavin itu apakah dia baik atau enggak"


"Terus kamu mau tinggalin ibu gitu aja gitu, bukannya Riri udah janji sama kak Gavin dimanapun Ibu kemanapun ibu Riri akan ikut Ibu. Terus sekarang tiba-tiba Ibu pergi sendiri ke Jakarta sedangkan kamu di sini. Emang kamu bisa di rumah sendiri gak kan, kamu ikut aja kita ketemu sama kakak kamu ya kita jangan berpikir negatif dulu aja, nanti kalau ada apa-apa kita kan bisa langsung hubungi polisi, kita ketemu ke sana sama kakak kamu dan kita ke Jakarta sekarang"

__ADS_1


"Ya udah deh Riri ini bakal ikut, kalau ada apa apa Riri gak akan bisa apa apa bu Riri ikut karena ibu ikut, kalau terjadi sesuatu entahlah "


Ibu Gavin menganggukan kepalanya dengan senang dia mengemas beberapa pakaiannya juga pakaian anaknya serta beberapa yang perlu dia bawa, lalu menemui kembali Tora, dirinya sudah tak sabar ingin bertemu dengan sang anak


"Bagaimana sudah siap kalian berdua untuk bertemu dengan pak Gavin"


"Sudah Tora mari kita bertemu dengan anak ibu Gavin, Ibu sudah tak sabar ingin bertemu dengannya sudah lama Ibu tidak bertemu. Ibu ingin cepat-cepat bertemu dengannya. Ayo cepat kita pergi sekarang agar ibu juga lebih cepat bertemu dengan anak ibu Tora"


" Baiklah mari ayo kita masuk ke dalam mobil"


Tora dengan senang hati segala membukakan pintu nya dan segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya, ternyata gampang juga membawa orang tua Gavin dan adiknya


Sedangkan Riri dari tadi melihat gerak-gerik Tora yang menurutnya aneh, dia masih tak percaya kalau laki-laki ini adalah suruhan kakaknya , tapi bagaimana lagi Ibunya ingin pergi.


Kalau dia meninggalkan Ibunya bisa gawat kan nanti kalau kakaknya menanyakan, dia bisa dimarahi oleh kakaknya karena meninggalkan ibunya pergi dengan orang tak di kenal.

__ADS_1


__ADS_2