
Choki sedikit menjauh dari Riyan dan menghubungi nomor Jovanka, dan untungnya langsung diangkat. Semoga saja Jovanka mau dan bisa bertemu dengan Riyan, bisa membicarakan tentang rumah tangga mereka lagi.
"Halo Jo apa kabar, kamu baik baik aja kan "
"Baik ada apa, ada perlu apa kau menelponku tidak biasanya aku sedang bekerja, jika ingin berbicara nanti saja ya tidak enak, kalau mau telfon sore saja atau kirim pesan saja karena aku sedang bekerja "
"Jangan dimatikan dulu aku ingin berbicara sesuatu padamu, hanya sebentar aku janji tak akan lama dan kita berbicara sebentar saja"
"Ingin berbicara apa, langsung to the point saja , karena aku tak bisa lama lama mendengarkannya "
"Riyan masuk rumah sakit, bisa gak lo dateng kesini dan tengokin suami lo sebentar aja "
Jo hanya diam saja tidak menjawab sama sekali Choki segera melihat ponselnya tapi masih menyambung "Jo apakah kau baik-baik saja, kau tidak apa apa kan"
"Iya aku baik-baik saja, kenapa kau tidak menghubungi Lisa saja selingkuhannya. Mungkin saja dia bisa mengurus Riyan dengan baik dari pada aku tidak biasa melakukan apa apa, hubungi saja selingkuhannya karena aku tidak becus mengurusnya dan Lisa lebih bisa mengurusnya jadi lebih baik kau hubungi saja Lisa karena aku tidak akan bisa mengurusnya dengan baik seperti Lisa mengurusnya"
"Jo tapi__"
Choki melihat sambungannya dan ternyata sudah dimatikan, Choki melihat kearah Riyan dan mengelengkan kepalanya, sedangkan Riyan tak berbicara apa apa, karena sudah tau kalau Jovanka tak akan mungkin mau.
Sudah tertebak kalau istrinya itu tak akan mau, dan semuanya pasti akan sulit sekali, ya semuanya akan menjadi rumit sekali menghadapi Jo dan juga keluargannya, apa lagi mamih Jo sudah tau, pasti dia tak akan memaafkan dirinya sampai kapanpun
"Gimana dong Yan, Jo malah langsung matiin sambungannya, dia cuman bilang Lisa aja yang urus lo, dia udah kecewa banget sama lo Yan"
"Ya udah makasih atas bantuannya gue udah tahu kok jawabannya akan seperti itu Jovanka itu orangnya keras dia nggak akan mungkin mau datang ke sini. Apa lagi gue udah nyakitin dia kayak gitu, dia pasti enggan dan yang pasti dia akan ninggalin gue "
__ADS_1
"Sorry yah, gue gak bisa bantu loh, Sorry banget gue cuman bisa bantu itu, gue gak mau terlalu dalam masuk kedalam rumah tangga kalian, takutnya gue malah jadi penganggu aja"
"Iya gak apa apa tenang aja, makasih loh udah tolong gue tadinya gue mau bunuh diri tapi lo malah tolongin gue, gue udah gak sanggup hidup, gue lebih baik mati aja dari pada kayak gini "
"Lo ngapain bunuh diri. Emangnya dengan cara lo bunuh diri semua masalah lo yang lagi lo hadapin ini bakal selesai nggak kan, yang ada semuanya akan makin tambah rumit lo itu laki-laki masa gitu aja sih bunuh diri nggak banget, harusnya lo bisa hadapin masalah lo sendirian dan tanpa melakukan hal bodoh kayak gitu "
"Ya mungkin dengan cara itu Jovanka bisa lagi sama gue, Jovanka bisa lagi kasihan sama gue dan balik lagi sama gue, gue gak bisa ditinggalin sama Jovanka kayak gitu aja, gue bener bener gak bisa dan gak akan pernah sanggup "
"Ya kalau lo udah mati ya Jovanka bakal kawin lagi sama laki-laki lain mau ngapain setia sama orang mati, lo ini ya kalau lakuin apa apa itu gak mikir ya, main lakuin aja, kalau lo mau minta maaf sama Jovanka itu tunggu dia sampai benar-benar nggak ada marah lagi sama lo, baru lo minta maaf bukannya main minum obat nyamuk lah apa lah itu malah bikin rugi dan lo malu tau nggak sih, gue tuh masih gak habis fikir lo gak mau kehilangan Jovanka tapi lo selingkuh di belakangnya gila tau nggak lo tuh, kenapa sih ngelakuin hal yang pernah gue lakuin juga dulu sama istri gue. Harusnya lu jangan lakuin itu, lo tahu gue temen lo selalu selingkuh dari istrinya. Tapi lu juga jangan ikutan dong meskipun istri gue selalu memaafkan gue, tapi Jovanka itu beda nggak semua perempuan itu bisa memaafkan suami yang berselingkuh, apa lagi masih bisa menjalani rumah tangganya, jadi lu jangan samain jovanka sama istri gue "
"Iya gue tau, gue salah, gue emang bodoh gue terlalu terbawa suasana dan akhirnya kayak gini, gue gelap mata padahal Jo selalu aja perhatiin gue, selalu layanin gue dengan baik meskipun dia sibuk kerja, tapi gue malah ngebalasnya kayak gini, gue memang bodoh dan tak tau diri "
Riyan membalikan badannya dan membelakangi Choki, dirinya binggung harus melakukan apa lagi, apa yang harus dirinya lakukan. Semuanya sudah dilakukan lalu sekarang apa yanh harus dirinya lakukan untuk membuat Jovanka kembali lagi pada dirinya.
Choki mendekati Riyan dan duduk di kursi yang ada didepan ranjang Riyan " Gue pulang dulu ya nanti sore gue ke sini lagi soalnya gue harus kerja nggak papa kan gue tinggal sendirian di sini, lo jangan pernah lakuin apa-apa lagi, jangan pernah bunuh diri lagi, karena itu hanya akan mempermalukan diri lo sendiri, lo itu laki-laki seperti apa yang gue bilang tadi lo harus menghadapi masalah lo sendiri tanpa menyerah, dan harus semangat gak boleh lakuin yang aneh aneh lagi "
"Tenang aja istri gue juga udah nggak ada, jadi gak akan ada yang khawatir sama gue. Ya udah gue pamit ya lo hati hati sama perempuan licik itu "
Choki segera pergi meninggalkan Riyan sendirian di ruangan itu. Sedangkan Riyan menarik selimutnya dan mencoba untuk tidur beristirahat, karena tubuhnya sangat lemas dan pokoknya tidak ada tenaga sama sekali, dirinya lelah dan ingin beristirahat saja tanpa gangguan siapa siapa.
**
Jo masih belum memulai pekerjaan setelah dapat telfon dari Choki "ada apa dengan mu Jo, apakah kau khawatir dengan suami mu, kenapa kau tidak temui saja dia, aku akan mengizinkan mu jika kau ingin pergi kesana "
Jo mendongakan kepalanya dan mengelengkan kepalanya " sepertinya aku tidak akan mampu pak dosen. Aku tidak mau membuat lukaku semakin dalam setiap aku bertemu dengannya luka di dalam hatiku makin membesar. Sepertinya itu tidak akan baik untukku dan juga kebaikan diriku sendiri, karena aku tidak mau sampai tergoda lagi untuk memaafkannya dan kembali lagi padanya, mungkin aku bisa berbicara dengannya baik-baik ditelepon tapi tidak untuk bertemu langsung, aku tidak akan sanggup sama sekali "
__ADS_1
"Baiklah aku pun mengerti bagaimana perasaanmu, tapi dia kan masih suamimu. Kenapa tidak mendatanginya aku tahu kau mungkin sudah berbicara baik-baik dengan dia, cobalah berbicara kembali agar nanti perpisahan kalian berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala sama sesama sekali agar nanti Riyan tidak membuat drama saat perceraian kalian , apakah kau sudah memikirkan dengan matang-matanng tentang perceraian kalian berdua "
"Udah pak dosen saya sudah memikirkan dengan matang-matang kalau saya akan bercerai dengan Riyan. Saya tidak akan mampu dan saya tidak akan pernah bisa menjalankan rumah tangga yang sudah hancur seperti ini, saya tidak mau sampai kejadian ini terulang kembali, jika suatu saat saya memaafkan Riyan dan kembali padanya saya tidak akan sanggup dan saya tidak akan kuat menghadapi semuanya .Saya bukan perempuan yang bisa menerima semua itu pak dosen "
"Baiklah aku mengerti jika suatu saat nanti kamu membutuhkam bantuan aku atau istriku kami pasti akan membantumu sebisa kami berdua, kami tak akan melupakan mu dan juga anak mu "
"Iya pak terima kasih"
Liam hanya mengangguk saja dan kembali fokus pada laptopnya, tak pernah dirinya sangka-sangka kalau Riyan akan seperti ini akan berselingkuh dari Jovanka.
Apakah dirinya salah dulu membantu Jovanka dan Riyan bersatu lagi, dirinya kan yang melakukan itu agar mereka berdua menikah dan akhirnya mereka menikah juga kan.
Jadi merasa bersalah atas kelakuannya itu, kalau saja dirinya tidak melakukan itu mungkin semua ini tidak akan terjadi, Jovanka juga tidak akan diselingkuhi.
**
Saat Choki keluar dari ruangan Riyan dia berpapasan dengan Lisa yang membawa makanan yang cukup banyak.
"Kutitipkan Riyan padamu jangan sampai kau malah menghasutnya, aku tahu kau bukan perempuan baik-baik, jadi aku meninggalkan Riyan pun karena aku harus bekerja kalau saja aku tidak bekerja. Aku tidak akan meninggalkannya karena aku tidak percaya kau bisa menjaganya dengan baik"
Lisa berbalik dan menatap Choki " kau tidak usah khawatir aku bisa menjaga Riyan. Kau itu hanya orang lain kau itu hanya temannya saja, bukan siapa-siapanya sedangkan aku adalah pacarnya. Jadi kau tidak usah khawatir pulang saja, kami juga tidak membutuhkanmu di sini"
"Kau itu bukan pacarnya tapi selingkuhannya, kau itu perebut suami orang, kau itu pelakor jadi jangan bangga dengan apa yang telah kau lakukan yang telah menghancurkan rumah tangga orang lain, karena karma tidak pernah salah bisa saja nanti anakmu yang akan merasakan apa yang pernah Jovanka rasakan, jadi kau harus hati-hati dan jaga anakmu dengan baik-baik dan pilihlah pria yang memang mencintainya suatu saat nanti, aku tahu kamu punya anak perempuan tapi kau tidak memikirkan ke arah sana, kalau anak mu nanti yang akan menanggup perbuatan ibunya"
"Terserah apapun yang kau bicarakan karena aku pastikan karma itu tidak akan pernah datang pada anakku. Jadi kau jangan selalu membawa karma karma dan karma, anakku Chelsea tidak akan mengalami apa yang Jovanka rasakan. Jadi kau tidak usah berbicara terus itu padaku lebih baik kau pulang saja, aku sudah bilang kan tadi kau pulang saja tidak usah ada di sini, di sini juga kau hanya merepotkan saja dan mengungkit ngungkit karma karma dan karma urusi saja hidupmu yang belum tentu kau benar kan, jadi enyahlah jangan mengangguku dan membuat aku seperti merasa bersalah karena sudah menghancurkan Jovanka "
__ADS_1
"Ya aku pun akan pergi, aku juga sudah muak berbicara denganmu perempuan yang hanya bisa menghancurkan kebahagian orang lain menghancurkan rumah tangga orang lain, aku juga muak melihat mukamu, aku ingin muntah"
Choki langsung pergi begitu saja.