Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Menghilang


__ADS_3

Andre sudah menyiapkan semuanya, menyiapkan sarapannya . Ya dia sudah menyiapkan semuanya. Namun Syifa masih juga belum keluar dari dalam kamar. Andre segera mengambil kertas dan menuliskan pesan untuk Syifa


Tok tok " Syifa Aku akan pergi dulu kerja, aku sudah menyiapkan semuanya jangan lupa sarapan yahh aku pergi duju, jara dirimu demgan baik baik, aku mencintai mu dan aku menyayangimu "


Syifa yang sedang menyusir rambutnya hanya tersenyum kecut, lalu kembali menyisir rambutnya dengan sangat hati hati.


Setelah selesai Syifa keluar dan rumah sangat sepi sekali tak ada siapa pun hanya dirinya seorang.


"Rumah ini sunyi seperti hatiku "


Syifa duduk dimeja makan dan membuka tutup penyaji disana sudah lengkap ada susu, roto dan juga beberapa cemilan.


"Terimakasih paman kau sudah baik mau membantu aku, sungguh aku bersyukur bisa mengenalmu "


Syifa langsung memakan sarapannya demgan fokus, sampai makanan itu tandas dan juga susunya habis.


Namun syifa tiba tiba bangkit dan pergi dari rumah, sampai tidak ada yang tau Syifa pergi kemana.


**


Jo dan juga Riyan yang sedang ada didepan meja makan melongo kaget karena didepan mereka, sarapan mereka adalah berbagai tauge yang dipasak dengan berbeda beda.


"Ini kenpaa tauge semua bi "


"Begini bapak yang cantik agar kalian berdua subur bibi sudah membuatkan tumis tauge saus tiram, tumis tauge udang, sayur tauge tahu , oseng tauge kucai dan satu lagi tauge cah teri "


"Apa tidak bisa lebih banyak lagi bi nih " ucapkan Riyan seperti meledek.


"Tadinya mau buat banyak Pak, tapi saya baru ingat kalau ibu itu galak. Jadi saya nggak jadi deh buat banyak-banyak saya simpan lagi tauge nya di kulkas buat besok. Dan saya bikin aja dulu lima menu dimakan ya Pak Bu dijamin enak deh kalau nggak mau saya buat bekal kantor"


"Heh enak aja saya galak, galak-galak gini saya sayang keluarga. Perhatian sama kamu juga ya Neneng"


"Hehehe iya bu, ibu mah paling top deh, saya seneng kerja sama ibu, jadi gimana mau dibekel aja "


"Yaudah buat 2 ya bi, satu buat saya, satu buat tuan ya "


"Siapa bu "


Neneng segera pergi meninggalkan majikannya, untuk segera membuatkan bekal.


"Sayang kenapa bi neneng sampai memasak menu serba tauge seperti ini "


"Iya baby kemarin mamih telfon aku dan ada bi neneng, dia suruh aku cepet cepet punya anak dan ya begitulah bi neneng dengan inisiatif bikin itu "


"Hemm gitu ya"

__ADS_1


"Kamu kenapa baby "


"Engga kok aku gak apa apa "


***


"Hai Nabil, gimana keadaan kamu disana, baik baik aja kan. Aku kangen loh sama kamu, padahal baru ditinggal beberapa hari, tapi rasanya udah kaya ditinggalin lama aja sama kamu, aku pengen di peluk Nabil, aku pengen kaya dulu, tapi kenapa sangat sulit ya "


"Aku masih gak percaya Nabil, kamu begitu cepat meninggalkan aku dan anak kita, aku masih tak bisa menerima semua ini Nabil, apakah aku akan sanggup hidup tanpa mu nantinya "


"Neng ini lagi panas panasnya jangan disini ath, nanti pingsan "tegur penjaga makan.


"Gak akan pak, tenang aja, aku disini aja lagi pengen bicara sana Nabil "


"Panas neng, bapak ambilin payung mau ya, sebentar tunggu disini ya neng "


Bapak penjaga itu segera pergi tanpa mendengar jawaban dari Syifa sedikit pun, dirinya sangat kasian dari tadi pagi disana saja sampai siang seperti ini. apakah keluarganya gak ada yanf tau.


Bapak penjaga itu segera memberikan payungnya dan pergi begitu saja, membiarkan Syifa disana. Karena kalau dipaksa nanti marah gimana, bisa berabe kan.


"Nabil kenapa sih harus kaya gini kejadiannya, kenapa kau malah ninggalin aku, kenapa sih gak aku dulu aja. Kenapa dunia gak adil kaya gini. Kamu ninggalin aku sama anak kita berdua. Apakah kamu gak kasian gitu sama aku "


Syifa tiba tiba saja membaringkan kepalanya diatas kuburan Nabil, dan bapak penjaga itu diam menunggu Syifa takut terjadi apa apa.


**


"Ayo sapa tu "


"Itu adalah istrinya papih Andre "


Lucas hanya mengangguk angguk saja, sambil mengandeng tangan mamihnya. Berjalan dengan riang.


tok tok tok "Syifa, Syifa ini kakak, kamu ada didalam "


Namun sama sekali tak ada jawaban "Syifa kamu didalam tidak apa apa kan "


Zeline yang khawatir segera membuka pintu rumahnya, dan tak terkunci dengan cepat Zeline masuk sambil menggendong anaknya. Di ceknya satu persatu kamar dan juga kamar mandi, pokoknya semuanya tak ada yang terlewat.


Zeline segera mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Andre, dan untung saja langsung diangkat.


"Hallo Line "


Liam yang mendengar nama sang istri segera menengok dan menatap Andre.


"Kak aku sekarang lagi ada dirumah kakak dan aku mau temenin Syifa, tapi Syifa gak ada kak. Aku udah cek seluruh ruangan namun syifa gak ada "

__ADS_1


"Apa tapi kamu udah cek semuanya kan "


"Udah kak, gak ada yang terlewat sedikit pun , gak ada Syifa dimana pun "


"Yaudah makasih kakak akan cari dulu Syifa "


"Kenapa " tanya Liam saat sudah melihat Andre tak menelfon lagi dengan istrinya.


"Syifa gak ada dirumah Liam, padahal kan memarin masih ada, dia pergi kemana ya, gue mau cari dulu ya, maaf gue gak bisa kerja sampai sore "


"Yaudah gue ikut, gue mau cari juga, ayo cepat "


Mereka berdua segera pergi dan saat keluar dari ruangan ada Jo yang sedang makan "eh ada pak dosen sama kak Andre makan "


Andre segera menghampiri meja Jo "minta ya satu suap, touge semua nih ada apa "


"Gak kok kak "


"Yaudah deh makasih, enak masakannya "


Andre langsung berlari di ikuti Liam yang mengeleng gelengkan kepalanya, melihat tinggal sahabatnya yang aneh, kan dia sedang panik kenapa nasih sempat sempatnya minta makan pada Jo.


Kayanya kepalanya harus di jedotkan baru sadar dan akan normal kembali.


"Lo pasti tau kan tempat yang sering Syifa datengi, " ucap Liam


"Iya tau Liam, kita kesana sekarang ya, semoga aja dia ada disana "


Andre menjalankan mobil dengan sangat kencang dan sampai juga di tempat 1, mereka berdua segera turun tapi tak ada, kembali mencari ke tempat 2, 3 dan ke 4 sama sekali tak ada.


"Lo benerkan itu semua tempat kesukaan Syifa, lalu kenapa gak ada "


"Ya emang bener kok ,ini tempat kesukaannya "


"Ya udah gue mau hubungin Tora dulu, biar dia bantu cari, sama anak buahnya.


"Hallo Tora "


"Hallo tuan ada yang bisa saya bantu "


"Tentu kau cari Syifa dan bila sudah tau dimana lokasinya beri tahu aku "


"Baik Tuan"


Sambungan pun terputus, Andre memijat mijat keningnya ada apa dengan Syifa sampai menghilang dari rumah apa dia tak betah hidup dengannya.

__ADS_1


__ADS_2