
Usai sudah menonto Film hantunya dari tadi yang nonton hanya Liam saja, sedangkan Zeline kebanyakan memejamkan matanya, saat ada hantu cepat-cepat ditutup matanya kalau tidak ketahuan berteriak ada-ada saja Zeline ini, kalau memang takut dengan film hantu kenapa mengajaknya menonton.
Jam sudah menunjuk kan pukul 8 malam, Liam bergegas bersiap-siap mengantar Zeline untuk pulang, tak mungkin kan kalau harus menginap dia tak mau kalau harus kejadian seperti dikamar ruangannya itu.
"Ayo sayang segeralah siap-siap, aku akan mengantar mu pulang " titah Liam.
"iya sayang iya" ucap Zeline dengan riang.
"Hah apa sayang, coba ucapkan sekali lagi " Liam takut salah dengar benarkah tadi Zeline memangilnya dengan sebutan sayang atau hanya Liam yang salah dengar.
"Ih kakak masa sih ga kedengeran " rengek Zeline
"Ayolah sekali lagi sayang ucapkan , ayo lah " minta Liam sekali lagi.
"Iya sayang " ucap Zeline sambil bergegas berlari keluar menghampiri mobil Liam. Dia sangat malu sekali menyebutkan kata itu kepada Liam takut diledekin.
Yes Liam sangat senang sampai loncat-loncat saking senangnya dengan perubaha Zeline, Liam pun segera menghampiri Zeline dan membuka kan pintu mobilnya untuk Zeline dan menutupnya dengan perlahan.
Selama perjalan Liam terus saja tersenyum sama hal dengan Zeline.
Mereka pun sampai dirumah Zeline namun didepan rumah Zeline terparkir motor apa kah ada tamu, tapi Zeline seperti kenal motor itu.
Liam dan Zeline masuk kedalam rumah dan mengucapkan salam, ternyata orang tuanya sedang mengobrol dengan seorang laki-laki yang membelakangi Zeline dan Liam.
"Ibu ada tamu " tanya Zeline yang sudah ada diruang tamu itu dan dia ingin tau siapa tamu itu, karna dia sangat kenal dengan perawakan laki-laki ini namun untuk memastikannya lagi dia ingin melihatnya secara langsung.
Tamu itu pun menegok mendengar suara Zeline dan tamu itu Yuda, kenapa Yuda sampai ada dirumahnya ada apa ini.
"Iya na, Yuda udah dari tadi nunguin kamu, kamu kemana handphone ga aktif segala " jawab ibunya.
"Maaf tante Zeline tadi bersama saya " Liam yang menjawab pertanyaan ibunya Zeline.
Ibu Zeline pun mempersilahkan Liam untuk duduk, Liam pun duduk bersebelahan dengan Yuda sedangkan Zeline berhadapan dengan Liam duduk disebelah ibunya.
Zeline yang melihat kak Liam beserta Yuda yang duduk bersebelahan sambil tatap-tatapan takut terjadi sesuatu lagi nantinya takut berkelahi lagi.
__ADS_1
"Line aku mau balikin tas kamu, kamu tadi kemana ga ikut mata pelajaran kelas yang kedua " tanya Yuda.
Zeline pun kesal kenapa Yuda harus membahas hal ini didepan orang tuanya kalau dia tadi tidak ikut pelajaran kedua.
"Oh iya makasih kamu udah bawain tasnya aku " ucap Zeline hanya menjawab tentang tasnya saja.
"Memang kamu kemana Line sampai tak mengikuti pelajaran kedua " timpal ayang Zeline, semua mata melihat kepada Zeline.
Akhirnya karna Zeline diam saja Liam yang menjawabnya " Maaf om tadi Zeline membantu saya untuk mencari buku diperpustakaan karna tak ada saya mengajaknya pergi keluar untuk membeli bukunya "
Ayah Zeline percaya saja karna Zeline kan pergi dengan pacarnya dan pergi pula karna mencari buku untuk murid- murid yang lain belajar pula, jadi tak apa lah, diurungkan niatnya untuk memarahi Zeline anaknya itu.
Yuda berdecih dasar pembohong, padahal dosen itu membawa Zeline entah kemana dan Zeline tak membantah sama sekali.
Ibu Zeline pun sudah kembali lagi membawa minum untuk pak dosen dan Zeline tadi setelah menyuruh Zeline dan pak dosen duduk dia kedapur dulu.
Liam pun berterimakasih dan tersenyum pada calon mertuanya itu.
"Begini om tante maaf bila saja lancang, saya ingin melamar Zeline untuk menjadi istri saya " ucap Liam yang mengagetkan semua penghuni disana ,apalagi Yuda sampai menyemburkan minumnya dan cepat-cepat meminta maaf dan mengelap bibirnya serta bajunya yang basah karna terkena semburannya itu.
"Saya yakin om, saya akan membimbing Zeline, nanti ibu dan ayah saya akan datang kesini om, 1 minggu lagi mereka akan kesini " yakin Liam.
Ayah Zeline terus saja menatap wajah Liam apa kah benar anak ini bisa menjaga putri sematawayangnya ini. Namun melihat keseriusan didalam diri Liam akhirnya aya Zeline pun menyetujuinya.
"Baik lah nanti kau bawa ayah dan ibumu kesini, biar lihat dulu keadaan keluarga kami, karna memang kami bukan keluarga yang berada" ucap ayah Zeline kembali.
Liampun pamitan kepada ayah dan ibunya Zeline, karna sudah malam juga tak baik kan laki-laki, lama-lama dirumah perempuan nanti terjadi fitnah.
Zeline pun mengantar Liam sampai kedepan pintu. Zeline terus saja tersenyum saking senangnya Liam berbicara keseriusannya langsung kepada kedua orang tuanya.
"Apa kau senang sayang " tanya Liam sambil membelai pipi sebelah kanan Zeline.
"Iya aku senang kak " jawab Zeline dengan malu-malu padahal ini bukan pertama kalinya dia dilamar oleh lelaki namun sepertinya ini beda sangat berbeda.
"Aku pulang kamu langsung tidur ya sayang " titah Liam, Zeline pun menganggukan kepalanya dengan patuh.
__ADS_1
Yuda pun sudah berpamitan kepada orang tua Zeline dan saat akan keluar melihat Zeline dan dosen itu.
"Line aku pulang ya " ucap Yuda mencoba menarik perhatian Zeline.
Zeline hanya mengangguk saja dan langsung masuk kedalam rumah karna sudah disuruh masuk oleh Liam.
Sedangkan diluar Yuda dan Liam bertatapan dengan sengit.
"Kau segera lah menjauh dari calon istriku jangan menganggunya lagi atau pun sampai berharap merebutnya dariku" peringat Liam.
"Baru calon kan, belum jadi istri jadi aku masih ada peluang untuk merebut Zeline " jawab Yuda sambil melengos pergi dan memakai helmnya dan pergi begitu saja.
Ingin sekali Liam menghajar anak itu namun dia tak mau sampai membuat keributan dirumah Zeline, jadi ditahannya kemarahannya itu sungguh anak itu sangan menyebalkan.
Liam memang sudah ada niat untuk membicarakan hal ini dengan kedua orang tua Zeline dan sangat pas sekali ada anak tengil itu agar dia tau dan tak menganggu Zelinenya lagi.
Soal ibu dan ayahnya itu gampang mereka pasti akan senang mendengar kabar ini, ya karna mereka suka menuduh kalau Liam sesuka sesama jenis karna tak pernah membawa satu perempuan kerumah.
Malah pernah dia sampai dituduh berpacaran dengan Andre sang sahabat oleh ibunya karna selalu berdua terus, padahal wajarkan dia kan asistennya Liam dan ini alasan terbesar Liam dipindahkan kebandung agar tidak dekat-dekat dengan Adre dan mencari pacar, katanya kan perempuan perempuan bandung itu pada manis dan cantik kata ibunya.
Padahal kan Ande dan Liam normal menyukai perempaun. Hanya saja memang mereka tak pernah mengandeng satu pun perempuan kecuali Liam pernah yaitu Zeline hanya Zeline tak ada yang lain.
Semoga Zeline menjadi cinta pertama dan terakhirnya dan hanya Alloh yang bisa memisahkan mereka berdua.
Liam sampai tidak sabar untuk cepat-cepat mengabari kedua orang tuanya tentang dia yang akan melamar Zeline.
Nanti besok akan Liam telfon ibunya. Tak mungkin kalau hari ini kan sudah malam. liam tak mau mengganggu ibu dan ayahnya yang sedang istirahat.
***
Lain halnya dengan Yuda dia sangat kesal mendengar dosen itu akan melamar Zeline bagaimana pun caranya, dia harus mencari cara untuk mengagalkan semuanya, dia tak mau kalau Zeline sampai menikah dengan orang lain tak boleh.
Dia sudah mencintai Zeline sejak lama masa harus menyerah begitu saja tak bisa dia harus mendapatkan Zeline.
Dia yang terlebih dahulu mencintai Zeline jadi harus dia pula yang mendapatkan Zeline.
__ADS_1