Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Firasat apa


__ADS_3

"Jadi bagaimana kapan kita akan melaksanakan penculikan itu, aku sudah tak sabar ingin membuat kedua orang tua mereka menderita "ucap sang nenek


"Besok kita akan lakukan, besok disekolahnya dan kita akan mendapatkan kedua anak kecil itu, tenang saja semuanya akam aman dan terkendali" ucap laki laki itu


"Hem baguslah, aku sudah tak sabar ingin membalas semua rasa sakit ini, karena mereka aku sudah tak bisa dekat dengan anak dan cucuku, dan juga aku sudah tak bisa diam dirumah besar itu, mereka harus merasakannya."


"Ya aku tau aku tau tenang saja, besok rencana kita akan berjalan dengan lancar, pokoknya semuanya akan berjalan sesuai rencana kita, kita berdua sudah menunggu bertahun tahun, jadi tak boleh gagal "


**


"Mamih besok aku dan temam taman ada kunjungan kesebuah musium tapi dari kelas 3 sampai kelas 6 saja "


"Berarti kelas tidak abang "


"Tidak mamih hanya aku dan Nabil nanti yang berangkat, ya maksudku anak kelas 1 dan 2 tak ikut mamih, jadi bagaimana apakah mamih membolehkan abang pergi "


Zeline mengernyitkan keningnya "apakah aman, apakah nanti akan selalu diawasi oleh guru nak "

__ADS_1


"Iya mamih pasti akan diawasi oleh guru kenapa mamih "


"Mamih tak enak hati apakah abang boleh tak ikut saja, abang belajar dirumah saja "


"Kenapa mamih, ini juga untuk nilai abang ada apa kenapa tidak boleh"


"Entahlah perasaan mamih tidak enak abang, mamih merasa akan ada yang terjadi nanti "


Lucas mendekati mamihnya dan memegang tangan sang ibu "mamih tenang saja Lucas pasti akan baik baik saja, Lucas sudah besar "


Zeline mencium kening sang anak lalu naik kelantai atas sedangkan Lucas sendiri berjalan keluar rumah dengan lesu, padahal dirinya ingin sekali ikut, tapi mamihnya belum bisa memutuskan semoga saja di izinkan.


Saat didepan pintu Lucas bertabrakan dengan papihnya, Liam yang melihat anaknya murung berjongkok dan bertatapan langsung dengan mata sang anak "ada apa kenapa kau cemberut terus "


"Papih apakah bisa papih bujuk mamih untuk mengizinkan abang pergi kemusium, disana banyak teman dan juga ada guru yang mengawasinya abang sangat ingin ikut "


Liam mengusap rambut anak sulungnya itu "baiklah papih akan berbicara dengan mamih, kau segeralah main, papih jamin mamih akan mengizinkannya "

__ADS_1


"Benarkah terimakasih papih atas bantuannya "


Lucas mencium pipi sang papih lalu berlari keluar rumah untuk bermain.


**


Liam yang sudah ada dikamar langsung melihat istrinya yang sedang diam, Liam mendekatinya dan memeluknya dari belakang "kenapa kau melamun terus sayang apa yang terjadi"


Zeline membalikan badannya "aku entah kenapa takut sekali melepaskan anak anak besok untuk sekolah terutama Lucas, besok dia ada kunjungan kemusium bagaimana ini mas "


"Biasanya juga tak apa sayang, kau percayakan guru guru pasti akan bisa menjaga anak anak dengan baik, kau tau Lucas begitu ingin berangkat kesana, kenapa tidak itukan kegiatan sekolah "


"Tapi mas firasatku begitu tak enak aku tak bisa melepaskan anak anak untuk pergi jauh "


"Mungkin itu hanya firasat karena Lucas akan ada kegiatan diluar sekolah, bisannya kan tak diluar sekolah, kau bisa tenang sayang semuanya akan baik baik saja aku jamin semuanya baik baik saja, kali ini biarkan Lucas untuk bermain bersama temannya yang lain, kan disana juga banyak pengawasnya ya, izinkan dia pergi "


Masih dengan hati yang berat Zeline memganggukan kepalanya dan Liam langsung memeluk kembali istrinya.

__ADS_1


__ADS_2