Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Gavin Gavin


__ADS_3

Gavin sudah ada di dalam kosannya Bulan, tadi dia sudah meminta tolong pada yang punya kosan ini untuk sebentar dirinya melihat-lihat dahulu barang-barang yang ditinggalkan oleh Bulan.


Karena dia tadi berpura-pura sebagai keluarganya, keluarga tunggal karena orang tuanya kan sudah tidak ada, mudah sekali kan membohongi ibu kos itu.


"Apa yang bisa aku temukan di sini. Ayolah Bulan kau kasih petunjuk padaku, siapa sebenarnya yang menculikmu siapa orang yang kau temui sebelum kau menghilang, ayo kasih aku petunjuk "


Gavin segera menggobrak abrik tempat itu dan membuka setiap laci yang ada disana, namun hasilnya nihil dirinya tidak menemukan apa-apa kosong tak ada yang dirinya temukan.


"Kenapa aku jadi sia-sia datang ke sini ya, tak menemukan satu pun barang bukti yang menyatakan kalau memang Liam yang bersama dengan Bulan , kalau dapatkan aku bisa cepat juga mendapatkan Zeline dan aku bisa cepat juga bosan dengannya dan mengembalikannya pada suaminya, tapi ini tidak ada satupun tanda-tanda kalau Liam memang orang yang di dimaksud oleh ibunya Bulan"


"Karena di dunia ini yang berawalan hurufnya Litu bukan suaminya Zeline saja ada banyak orang, Lia juga hilang sama dia tak ada di sini menghilang bersama sahabatnya dikubur oleh bumi, apa yang harus aku cari lagi disini, tak ada apa apa lagi, bahkan bukti pun tak ada sama sekali, kesal aku tak mendapatkan apa apa, dasar Bulan bodoh "


"Aku tak menyangka kau begitu bodoh Bulan, kalau saja kau meninggalkan sesuatu pasti akan lebih gampangkan, ist mengesalkan sekali, aku sia sia datang kesini" sambil menendang gelas yang ada disana sampai pecah.


Namun saat Gavin akan keluar dia melihat ada selembar kertas di meja Bulan, segera mengambilnya dan membacanya. Memang ada yang sudah terhapus namun itu tak masalah selagi ada yang bisa dibaca kenapa tidak dibaca kan.


Rasanya aku senang sekali akhirnya aku bisa bertemu dan berkencan dengan laki-laki yang aku damba dambakan selama ini. Maksudku bukan bertemu kami memang sering bertemu tapi baru kali ini dia mau makan malam bersamaku dan tak memikirkan bagaimana perasaan istrinya.


Rasanya sebentar lagi aku akan memilikinya dia orang terpandang, kaya raya tampan apa lagi yang kurang dari dia semuanya sudah lengkap, tak ada kekurangan atau cacat sedikitpun, aku sudah sangat bersemangat untuk menjadi istrinya dan mendepak istrinya dari rumahnya.


Dan Oh ya dia juga baru punya anak laki-laki, akan aku dapatkan hati anaknya dan akan aku ambil ayahnya hari ini, kami akan berkencan di sebuah rumah, tapi aku merasa aneh kenapa rumahnya itu di pinggir hutan.


Apakah tidak salah, apakah dia sengaja agar hubungan kami berdua tidak diketahui oleh istrinya, tapi ya sudahlah aku mengiyakannya saja dan akan pergi sekarang ke sana memakai pakaian andalanku.


Agar dia terkesan dengan tubuhku tunggu aku Tuan aku akan ke sana menemuimu sendirian ,tanpa ada yang menemaniku Kita habiskan waktu bersama di sana. Aku sangat senang sekali bisa mengenalmu dan menjadi bagian hidup mu, aku senang sekali aahh rasanya makin tak sabar sekali.


"Kenapa tidak ada inisial namanya atau namanya sekalian kek , bulan-bulan kau ini sangat bodoh kalau menulis diary itu yang benar sebut nama laki-lakinya, bukan hanya kalian bertemu di mana memakai baju apa kau ini dasar perempuan bodoh makanya kau hilang seperti ini karena kau bodoh bulan, dasar perempuan gak berguna aku menjadi kesal padamu Bulan sangat kesal rasannya saat kau ada disini aku ingin menjambakmu awas saja kau "


Setelah merasa pencariannya sia-sia, Gavin segera pulang tanpa membereskan terlebih dahulu kamar dari bulan ,di biarlah berantakan seperti itu , malas dirinya untuk membereskannya, sudah tak mood.


Semua yamg dirinya lakukan hanyalah sia-sia. Tak ada satupun yang dia temukan tanda bukti atau apapun itu atau ponselnya cadangan Bulan, dirinya sangat tau sekali kalau Bulan mempunyai ponsel yang lainnya kan.


Lalu tiba tiba saja Gavin ingat kalau Lia pasti mengetahui sesuatu, pasti dikosannya ada, Gavin berbalik kembali dan masuk kekamar Lia yang masih utuh, masih lengkap dengan barang barangnya.


Gavin menelusiri semuanya, sama membuka laci dan pakaian Lia " Bulan dan juga Lia ternyata sama-sama bodoh sampai-sampai tidak meninggalkan apa-apa. Barang bukti yang harus ditemukan tak ada satupun di kamar mereka berdua, apa mereka berdua diciptakan berbarengan sampai-sampai bodohnya pun sama dan berteman pula"


"Tuan kenapa kau juga masuk kekamarnya Lia " tanya ibu kos itu.


"Oh ya aku minta maaf Lia kan teman dekatnya bulan, jadi aku ingin melihat-lihat juga kamar Lia. Apakah ada sesuatu yang di tinggalkan bulan di rumah Lia, maksudku di kamar Lia karena yang aku tahu Bulan mempunyai dua ponsel. Siapa tahu aku bisa mendapatkan sesuatu dari sana karena keluarga kami belum bisa menerima tentang kematian keluarga bulan dan juga bulan yang menghilang begitu saja, kami ingin ada sesuatu petunjuk yang bisa mendapatkan bulan kembali dan dia kembali pulang bersama kami saya tidak akan melakukan apa-apa Bu"


"Ya sudah tapi jangan lama ya seharusnya tadi kamu berbicara dulu pada saya, kalau kamu ingin mengecek juga kamarnya Lia jadi saya kan bisa mengawasi kamu, ini masih banyak barang-barang mereka. Saya tidak mungkin memasukkan orang asing begitu saja Jadi kalau ada apa-apa Saya tidak akan tanggung jawab ya, kalau ada kehilangan apa-apa di dalam kamar ini, saya tidak mau nanti polisi bertanya-tanya pada saya dan mencurigai saya atas kehilangan bulan dan juga Lia "


"Iya Ibu tenang saja saya keluarganya. Saya yang bertanggung jawab Jadi Ibu tidak usah takut kalau ibu akan dituduh menjadi pembunuhnya bulan atau Lia"

__ADS_1


"Kamu tahu mereka dibunuh. Apakah mereka benar-benar dibunuh"


"Entahlah saya juga tidak tahu Bu cuman ya saya hanya mendapat-nabak saja, karena di antara mereka berdua tak ada satupun yang kembali, saya curiga kalau mereka memang dibunuh, ini sudah beberapa bulan bu mereka hilang bahkan hampir 1 tahun kan, masa hilang tidak ketemu, bahkan tak ada bukti sedikitpun malah orang tuanya menjadi korban dan meninggal begitu saja, dalam kebakaran saya sebagai keluarganya sangat terpukul Bu atas meninggalnya keluarga bulan dan hilangnya dia, dan saya juga bingung harus mencari apa lagi mencari bukti apa lagi agar bulan bisa ketemu dan bisa berkumpul lagi dengan keluarga yang lain"


"Baiklah jangan lama lama ya "


"Baik bu "


Setelah yakin kalau ibu kos pergi, Gavin tersenyum senang dan masuk kedalam kamar Lia "ternyata semuanya sama dama bodoh ya, tak ada yang pintar disini, sungguh gampang sekali mengelabuinya "


**


Jo dan Riyan sekarang sedang menuju ke rumah Willy yang menolong Jo dan juga Zeline waktu itu, sungguh dirinya waktu itu belum berterima kasih dengan tulus karena tiba-tiba saja pulang kan, tadinya ingin mengajak Zeline tapi katanya Zeline sedang tidak ada di rumah dia tidak ada.


Mungkin dia sedang kontrolkan, dia juga belum mengecek keadaan sahabatnya atau menelfonya, takutnya malah menganggukan mending nanti aja kesana menemui sahabatnya secara langsung.


"Apakah kau yakin ini alamat rumahnya Willy, ini sungguh menyeramkan, aku menjadi merasa takut ada di sini Yan, apakah kita pulang saja aku sungguh takut berada disini"


"Iya aku yakin saat itu waktu aku mengobrol dengan Willy dia memberikan alamat rumahnya ini alamat ini, pasti benar tak akan mungkin salah, jangan pulang lagi nanti kalau misalnya kita pulang sia-sia dan ini kita udah hampir sampai ni"


"Mengapa rumahnya sangat terpencil sekali. Apakah dia sengaja untuk menyesatkan kita atau gimana sih, gak habis fikir deh sama oranv kaya Willy, nyebelin deh harus kedaerah terpencil seperti ini "


"Ya gak mungkin lah gak mungkin dia menyesatkan kita, mungkin dia lebih suka menyendiri makanya kan rumahnya terkecil kayak gini. Udahlah sayang kita ke sana dulu aja kalau emang dia bohongin kita ya udah kita berterima kasih tanpa ada orangnya juga, orangnya aja gak kasih alamat kita yang benar kan, jadi kita temuin aja dia di sana siapa tahu emang bener ini alamatnya Willy . Kita kan gak pernah tahu di mana dia tinggal dan sama siapa kita datangin dulu aja lah"


Tak lama kemudian mereka sampai dan benar di sana ada rumah besar sangat besar sekali mereka segera turun dan bertanya pada penjaga yang ada di depan rumah "Maaf Pak saya mau bertanya apakah ini rumah Willy, "


"Mohon maaf anda siapa, Ada urusan apa mencari Tuan Willy""


"Saya temannya Riyan dan ini Jovanka istri saya dia yang ditolong oleh Willy waktu itu saat kecelakaan. Apakah Willy ada didalam "


"Tentu ada tunggu sebentar saya akan memanggil kan dulu tuan Willy dan bertanya terlebih dahulu pada dia "


"Baiklah saya tunggu di sini"


Tak lama kemudian penjaga itu keluar dari dalam rumah dan membuka gerbangnya dengan lebar agar mobil mereka bisa masuk kedalam halaman.


"Silakan masuk Tuan Willy sudah memperbolehkan kalian untuk masuk"


"Baiklah terima kasih"


Riyan dan juga Jo segala naik ke dalam mobil dan masuk ke mobilnya, rumahnya cukup besar samalah dengan rumah Zeline dan juga Liam besarnya dan Luasnya sama.


Saat mereka turun dari mobil , masuk ke dalam rumah mereka sudah ditunggu oleh Willy yang menunggu di depan ruang tamu, sambil tersenyum senang kearah mereka berdua.

__ADS_1


"Akhirnya kalian berdua datang juga kemari, aku sudah menunggu kalian Kukira kalian tidak ingat akan mengunjungiku terutama suamimu sudah berjanji akan menemuiku di sini"


"Kau masih ingat ternyata tentang janji itu Willy . Maaf kami baru mempunyai waktu sekarang karena kan Jo harus memulihkan dulu badannya, dia masih sedikit sakit "


"Tidak apa-apa tidak apa-apa yang terpenting kalian datang kemari aku senang dikunjungi oleh kalian, ayo masuk ayo masuk lebih dalam lagi ya kita mengobrol di taman belakang saja agar lebih enak dan santai"


Mereka berdua segera mengikuti Willy dari belakang tiba-tiba saja ada pelayan Willy dan menyapa Willy "Bi tolong siapkan tiga minuman dan cemilannya kalian berdua ingin apa minuman apa gitu


"Apa saja kami apapun akan diminum, tak akan menawar dan tak akan merengek "


"Baiklah baik kau ini Yan, masih saja bisa bergurau, buatkan jus yang enak ya dan cemilannya yang banyak rasanya kami akan ngobrol-ngobrol sangat lama"


"Baik Tuan"


Setelah itu mereka berdua segala pergi lagi mengikuti Willy dan duduk di sebuah taman yang cantik dengan pohon-pohon hijau dan juga tanaman-tanaman bunga yang cantik" Apakah ini istrimu yang punya Taman ini begitu cantik "


"Iya ini dulu Istriku yang mengurusnya namun dia sudah tidak ada dia sudah meninggal makannya ini adalah salah satu kenangan darinya, untuk ku kenang sekalu selamanya"


"Kau sudah menikah kapan kau menikah apakah kamu menikah waktu umurmu masih kecil, maksudku sata masih belasan" tanya Rian yang penasaran


"Iya aku sudah menikah, biasalah anak muda kebablasannya dan akhirnya beginilah aku sudah menikah dengannya beberapa tahun, karena kecelakaan istriku sampai meninggal."


"Oh maafkan kami sudah benyak bertanya, sungguh kami sangat berduka cita atas kematian istrimu "


"Sudah sudah sudah tidak apa-apa sudah berlalu. Aku sudah tidak apa-apa, aku sudah baik baik saja dan sudah merelakan istriku juga "


"Aku dan suamiku kemari ingin berterima kasih atas bantuanmu yang telah membantu kami, tadinya kami ingin mengajak Zeline tapi sepertinya dia belum sembuh, karena luka di kakinya itu tapi nanti kamu akan kemari lagi mengajak Zeline dan suaminya. Terima kasih atas bantuanmu dan membuat kami berdua bisa selamat dan pulang kembali pada suami-suami kami"


"Iya tenang aja kau ini seperti pada siapa saja, aku menolong kalin secara tulus, aku dulu tidak sempat untuk menyelamatkan istrimu tapi aku bersyukur bisa menyelamatkan kalian berdua , dan kali yang bisa kembali pada suami suami kalian, ya aku senang sekali "


Pelayan Willy datang dan menyediakan semuanya "Silakan diminum Tuhan Nyonya "


"" Terima kasih Bi " ucap Jo dengan senyum manisnya


"Ayo minum-minum ayo silakan diminum kita ngobrol-ngobrol santai saja ya di sini kalian menginap tidak di sini "


"Tidak sepertinya, kami pulang soalnya kan bekerja nanti besok jadi tak bisa menginap "


"Oh iya ya aku lupa kalian pasti sibuk dengan pekerjaan tidak apalah nanti main-main ya. Nanti aku juga akan bermain-main deh ke rumah kalian, agar tau dan lebih dekat lagi "


"Ya mainlah ke sana ,pasti kami akan senang dan seru sekali Jika kau main ke sana"


"Baiklah dengan senang hati aku akan bermain nanti ke sana" Mereka mengobrol dengan senang banyak sekali pembicaraan yang mereka bicarakan.

__ADS_1


__ADS_2