
Zeline dan Liam sekarang akan pergi jalan jalan mengelilingi Kota jakarta, "mas tapi gimana Lucas, masa ditinggal, kasiankan Lucasnya"
"Kan sekarang udah ada bi Sari sayang, sekali kali kita pergi berdua, kan semenjak kamu hamil dan melahirkan kita gak pernah pergi berdua ayolah, aku udah beli sepedah motor "
"Baiklah mas, tapi sebentar ya, sepeda motor apa nih "
"Motor vespa sayang, kamu kan pengen banget naik motor itu"
"Ok deh mas, kamu panasin dulu motornya aku mau pamitan dulu sama Lucas "
Zeline segera berlari kekamar anaknya dan melihat sang anak sedang bermain dengan Bi Sari, "sayang mamih sama papih mau pergi dulu ya, kamu mamih tinggal dulu jangan rewel ya sama bi Sari. Mamih gak lama kok sayang sebentar, kamu bobo ya sayang" setelah berpamitan pada anaknya Zeline beralih pada bi Sari.
"Bi aku titip Lucas ya, tolong bibi jangan kasih ke bi Sarah, pokoknya jangan pernah ya bi, bibi bawa bawa terus Lucasnnya ya "
"Iya siap nyonya tenang saja, saya gak akan kasih kasih kesiapa-siapa pokoknya nyonya yang tenang aja ya sama tuan, saya akan menjaga den Lucas dengan nyawa saya "
"Baiklah, bibi hati hati dirumah ya, aku pergi ya bi, selalu waspada bi"
"Iya nyonya "
Zeline segera keluar dan berjalan untuk menemui suaminya, namun kenapa hatinya seperti tak enak saja, seperti akan terjadi hal yang tak terduga.
Liam yang sedang memanaskan motornya,sesekali bersiul dan sembari mengobrol dengan Andre.
"Mau kemana sih Liam, pagi pagi udah rapih aja nih, bukannya tidur lagi libur gini, malah jalan jalan " tanya Andre yang sedang menyiram bunga
"Mau jalan jalan aja Dre ajak Zeline keliling keliling, udah lama gak jalan jalan soalnya, gue minta tolong sama lo ya, jaga anak gue lagi sama bi Sari, kalau gak sama lo, gue minta tolong pada siapa"
"Siap siap lah, tenang nanti gue beres sama kerjaan rumah, langsung kerumah lo ya, awas mogok loh "
"Jangan doa doain yang engga dong, lo harusnya doain yang baik sama gue "
"Ya siapa suruh lo panas panasin gue, selalu mesra mesraan mulu, seharusnya kalau ada gue kalian jangan mesra mesraan dong"
"Ya makannya cepetan nikah, sana kejar cinta lo yang udah pergi, jangan didiemin aja terus"
Baru juga Andre akan menjawab muncul Zeline "mas kayanya gak usah pergi aja deh aku khawatir sama Lucas "
"Line tenang aja, ada kakak, kamu gih sana jalan jalan sama suami kamu ya, jangan dirumah terus, apa gak bosen"
"Tapi kak "
"Udah nanti kakak yang jagain Lucas sama bi Sari, kakak kan jagoan jadi jangan khawatir ya"
"Tuh sayang, dengerkan apa kata Andre, yu sekarang kita pergi, gak lama kok sayang, biar cepet pulang sekarang kita harus cepet cepet pergi"
Zeline segera mengangukan kepalanya , lalu Liam segera naik dan menunggu istrinya yang juga baru naik.
"Dadah Line, Liam hati hati ya " teriak Andre.
Zeline dan juga Liam segera melambaikan tangannya kepada Andre yang heboh sendiri.
"Sayang "
"Apa mas, agak besar ya suaranya soalnya gak kedengeran "
"Sayang kamu jangan murung dong, kitakan mau seru seru sayang, jangan cemberut terus ya sayang "
"Iya mas engga kok, aku tadi cuman khawatir aja sama Lucas, takut terjadi apa apa ditinggal berdua sama bi Sari, mas tau sendirikan gimana bi Sarah, bi Sarah tuh udah kelihatan dari gerak geriknya kalau dia merencanakan sesuatu yang tak baik"
"Iya sayang, tapi dia gak mungkin macem macem kamu yang tenang ya sayang, sekarang kita jalan jalan dulu"
"Iya mas "
Selama perjalan Zeline memeluk suaminya, baru pertama nih naik motor sama suaminya, serasa dunia milik berdua saja.
"Mas berenti aku mau beli es krim sama gulali "
"Yaudah sebentar sayang "
Liam segera memberhentikan motornya dan menuntun istrinya untuk duduk menunggu di sebuah kursi.
"Sayang kamu tunggu aku disini ya, aku beli dulu es krim sama gulalinya "
"Iya mas "
Liam bergegas pergi dan mengantri dengan anak anak yang juga sedang membeli. Zeline yang memang sangat khawatir segera menghubungi bi Sari.
Dan untungnya langsung diangkat "Hallo nyonga ada apa "
"Hallo bi, bibi sama Lucas baik baik aja kan "
"Iya nyonya kita baik baik aja kok, nyonya yang tenang ya, saya pasti akan selalu menjaga den Lucas "
__ADS_1
"Baiklah bi saya tutup dulu ya " saat Zeline menutup sambungannya berbarengan dengab datangnya Liam.
"Kamu lagi nelfon siapa sayang "
"Nelfon bi Sari, nanya keadaan mereka mas, aku khawatir"
Liam segera membalikan tubuh istrinya untuk menatap kearahnya lalu menatap matanya "sayang kamu harus percaya sama bi Sari kalau dia bisa jaga Lucas, kamu jangan terlalu khawatir ya "
"Iya mas aku cuman takut aja mas "
"Yaudah mending sekarang kamu makan dulu es krimnya takutnya nanti meleleh sayang "
"Mana mas " Liam segera memberikannya pada istrinya. Zeline dengab senang segera memakannya dan tersenyum senang pada suaminya.
Sampai sampai es krim itu belepotan di bibir Zeline, dengan telaten Liam segera mengelapnya mengunakan tangannya.
"Pacaran tuh jangan dijalan dong mas mba gak punya modal banget sih" tegur seorang ibu ibu
"Eh ini istri saya jadi wajar dong, ibu kenapa sih nyinyir banget jadi orang, urus aja diri ibu sendiri jangan urusin urusan orang "
"Sewot amat mas, saya kan cuman kasih tau aja"
Liam yang akan berdiri segera ditarik oleh Zeline untuk tak menghampiri ibu ibu itu dan membalasnya.
"Udah sayang udah, jangan diladenin gak ada gunanya juga deh, udah ya kamu tenang dong sayang, jangan selalu emosi ya "
"Habisnya kesel banget sayang, sama ibu ibu yang selalu ingin tau urusan orang lain, itu tuh gak baik, seharusnya dia urus saja urusannya sendiri gak usah ikut ikut urusan kita "
"Udah namanya juga orang tua, jadi kamu harus ngerti mas"
"Yaudah yu sayang, kita cari tempat lain aja "
Liam segera naik keatas motornya disusul oleh Zeline yang langsung memeluk suaminya. Zeline sangat menikmati perjalan ini, tapi tetep saja fikirannya tertuju pada sang anak Lucas.
Tiba tiba saja motor berhenti "loh loh kenapa nih mas, kenapa sama motornya mas"
"Sebentar sayang, kamu turun dulu ya "
Dengan menurut Zeline segera turun dan hanya melihat suaminya yang sedang mencoba menghidupkan motornya "kenapa mas sama motornya "
"Kayanya mogok deh sayang "
"Yaudah ayo kita dorong mas sama sama "
"Engga mas, mana tega aku biarin suami aku dorong motor sendirian aku bantu mas, gak ada bantahan "
"Tapi kalau cape kamu bilang ya sayang "
"Iya mas ayo kita dorong motornya"
"Ayo sayang "
Segera mereka berdua mendorong motornya sambil mengobrol agar tak jenuh dan capenya tak terasa. Namun tiba tiba turun hujan yang lebat.
Liam segera mensetandarkan motornya, lalu menarik istrinya untuk berteduh disebuah pohon. Liam membuka jaketnya dan memakaikan pada istrinya.
"Mas udah kamu pakai aja, aku kan pakai baju panjang, sedangkan kamu pakai baju pendek, nanti kamu sakit lagi mas "
"Gak papa sayang, aku kuat kamu tenang aja sini aku peluk "
Akhirnya mereka hanya bisa diam saja menunggu hujan yang tiba tiba saja mengujur kota jakarta, jalan jalan mereka menjadi gagal, tapi tak apa yang terpenting sudahkan jalan jalannya.
"Nah sayang itu udah gak ujan lagi yu kita pulang "
"Ayo mas "
Mereka berdua kembali mendorong motor itu dengan canda tawa yang menghiasi perjalan mereka berdua. Ternyata sangat menyenangkan sekali.
**
Sedangkan dirumah, bi Sarah yang melihat rumah kosong dan tau bahwa nyonya dan tuannya pergi segera menelfon Aryo yang ada dirumah sebelah.
"Hallo Aryo cepat kesini, nyonya dan tuan mumpung gak ada ini kesempatan kita berdua ayo. Cepatlah kemari, kalau tidak sekarang kapan lagi Aryo"
"Siapa bu, tunggu Aryo, Aryo akan memberikan minuman dulu pada pak satpam agar misi kita tak gagal,"
"Baiklah Aryo ibu tunggu "
Dengan cepat bi Sarah mengambil pisau dan mencari keberadaan Lucas dan juga Sari. Pasti mereka berdua sedang ada dikamar.
Dengan cepat bi Sarah segera pergi kearah kamar membuka pintu dengan sangat keras sampai membuat Lucas kaget dan menagis.
"Apa yang mba lakukan, kenapa buka pintunya keras sekali, Lucas jadi bangunkan"
__ADS_1
"Serahkan anak itu, berikan pada mba , cepat Sari"
"Maksud mba apa, saya gak akan kasih den Lucas pada siapa-siapa saya sudah berjanji pada Nyonya untuk selalu menjaga den Lucas jangan sampai den Lucas di berikan pada siapa siapa, termasuk pada mba"
"Cepat berikan Sari, aku sudah bilangkan aku akan membalas dendam atas kematain Nina, kau tau yang membunuh anak ku adalah Liam tuan mu, jadi berikan Lucas nyawa harus dibayar nyawa "
"Jangan seperti itu mba eling eling, semua ini bisa di bicarakan dengan baik baik jangan gegabah, mba bisa menyelakakan diri sendiri, kita ini orang kecil, jangan melawan pada orang yang punya uang, kita kalah mba "
"Ya maka dari itu, karena kita gak punya uang harus di ganti dengan nyawa Sari, kita gak akan punya keadilan kalau tidak bergerak sendirian"
"Tidak mba, tidak aku tak akan memberikan den Lucas pada mba, dia tak bersalah sama sekali, yang bersalah papihnya bukan anaknnya"
Bi Sari segera mundur mundur dan bi Sarah maju terus mepet kearah bi Sari. Sekarang bi Sari sudah tak bisa kemana mana lagi, bi Sarah segera mengacungkan pisaunya keasah bi Sari dan...
Diluar Aryo sedang memberikan minuman yang dicampur obat tidur "makasih ya mas Aryo "
"Iya sama sama pak, saya masuk dulu ya mau antar bi Sarah kepasar "
"Iya baik mas, silahkan"
Setelah Aryo pergi cukup jauh, pak satpam segera masuk kedalam pos karena tiba tiba ngantuk.
"Tidur sebentar kayanya enak nih, tuankan sama nyonta juga lagi gak ada " pak satpam sampai menguap beberapa kali dan akhirnya tertidur.
Andre yang sudah tampan segera bergegas keluar untuk menumui Lucas sudah kangen tak ketemu kan. Pasti Lucas merindukannya.
"Loh kok sepi banget, pada kemana nih yang lainnga" Andre yang takut terjadi apa apa segera berlari untuk segera masuk kedalam rumah.
Bi Sari segera memegang pisau itu, memenganya langsung dengan tangan kosong, tanpa memperdulikan sakitnya sedangkan tangan satunya memegang Lucas.
Dengan sekuat tenaga bi Sari mendorong bi Sarah sampai tersungkur.
Bi sari yang mempunyai kesempatan segera berlari keluar dengan darah yang bercucuran dari tangannya.
"Awas kau Sari " bi Sarah segera bangkit dan kembali berlari mengejar Sari yang turun kebawah.
Saat bi Sari sudah sampai di lantai bawah malah bertemu dengan Aryo "Hayo mau kemana bi Sari, sudah sini berikan anak itu pada saya, jangan sok untuk melindungi anak penjahat ini "
"Tolong Aryo kamu lepaskan bibi dan den Lucas jangan seperti ini, jangan gegabah kalian ini, ini tuh masalah nyawa loh" teriak bi Sari.
"Aryo jaga dia jangan sampai lepas "
Sekarang bi Sari dikepung oleh dua orang sekaligus, Andre yang baru masuk rumah segera mengendap endap masuk dan melihat bi Sari sedang dikepung oleh kedua orang itu, Andre mencoba untuk mendengarkan dahulu ada apa ini sebenarnya.
"Lepaskan saya tolong, lepas jangan seperti ini"
"Yasudah kalau kamu ingin lepas, berikan Lucas pada Aryo, bibi ini kenapa sih ini tuh anak orang, jadi berikan pada saya "
"Gak bisa, ini tuh orang Aryo dan berhak hidup, bibi akan selalu melindungi den Lucas meski nyawa bibi taruhannya, sampai kapan pun bibi gak akan memberikan pada kalian berdua, dasar penjahat kalian "
Andre yang mendengarnya segera pergi untuk mencari benda tumpul, nah ketemu tongkat bisbol Liam, dengan perlahan lahan Andre maju dan menyuruh bi Sari untuk diam.
"Sini bi, kerja sama dengan saya, ini juga untuk membalaskan kematian keponakan bibi"
"Tidak tidak saya gak mau, saya bukan orang jahat saya tak mau mencelakakan den Lucas, lebih baik kalian pergi dari pada nanti tuan Liam tau"
Andre segeea memukul Aryo dan itu membuat Aryo terjatuh "lari bi Sari lari " dengan cepat bi Sari segera berlari dengan cepat. Bi Sarah yang tak mau kehilangan mangsanya segera ikut berlari juga..
Tak ingin mangsanya kabur, bi Sarah terus mengejarnya sedangkan Aryo segera bangun dan menghajar Andre dan akhirnya saling tonjok tonjokan.
"Sari berhenti kamu Sari "
Namun bi Sari sama sekali tak mendengarkan kata kata itu, terus saja berlari keluar rumah dan mencari pertolongan saat dirinya ingat bahwa nyonya besar rumahnya bersebelahan segera Sari masuk kedalam rumah nyonya besar.
Namun sebelum memegang pintu gerbang sang nyonya, bi Sarah berhasil menangkap tangan Sari.
"Kemari Sari kemarikan anak itu, jangan kau pertahankan terus"
"Tidak tidak mba,sampai kapan pun aku tak akan melepaskan den Lucas" untuk yang kedua kalinya bi Sari mendorong bi Sarah dan segera membuka gerbang dan masuk kedalam sambil berteriak.
"Tolong nyonya tolong " teriak bi Sari yang sudah sangat lelah berlari.
"Tolong tolong " bi Sari segera membuka pintu utama dan segera menguncinya dan bersender kearah pintu.
Bi Sarah yang tau ini akan gagal segera masuk kedalam rumah Liam untuk menyuruh Aryo pergi.
Sedangkan didalam rumah Andre masih berkelahi dengan Argo, Aryo yang memegang pisau segera menusukan pisau itu keperut Andre yang membuat Andre langsung tumbang dan tak bisa melakukan apa apa lagi.
Andre melihat kearah perutnya dan tubuhnya langsung tergeletak dilantai dengan masih sadarkan diri. Aryo yang akan mengabisi Andre.
Segera ditarik oleh bi Sarah "ayo kita pergi Aryo, kacau semuanya, Sari lari kerumah utama."
Aryo segera menarik ibunya dan pergi meninggalkan rumah, tanpa membawa apapun dan meninggalkan Andre begitu saja...
__ADS_1