
Singkat cerita hari ini sudah pagi, Jo yang sudah siap akan pergi bekerja di hentikan oleh sang mamih.
"Kamu mau kemana Jo "
"Ya aku mau kerjalah mih, kan setiap hari juga aku kerja, kemana lagi coba aku pagi pagi gini, gak mungkin kan aku jalan jalan mih "
"Gak gak boleh kamu gak boleh kerja. Kamu lagi hamil kamu gimana sih orang hamil tuh harusnya diam di rumah, jangan kerja udah kamu keluar aja ya biar nanti suami kamu yang bilang sama bos kamu biar kamu ngundurin aja ya "
"Gak bisa mih aku gak bisa, aku masih mau kerja aku baik baik aja dan aku akan hati hati mamih gak usah khawatir gitu deh udah Jo mau pergi dulu ya dah mih "
"Jo Jovanka kamu ini ya " teriak sang mamih
Namun Jo sama sekali tak mendengarkan ucapan mamihnya dia terus saja berjalan dan masuk kedalam mobil, sedangkan sang suami sudah berangkat bekerja dari tadi pagi, karena ada meeting dibandung, dirinya harus kesana.
"Aku harus menelfon suaminya, bagaimana inu suaminya gak becus banget istri lagi hamil bukannya dilarang buat gak kerja malah dia udah duluan gak ada dirumah "
Segera mamihnya Jo menghubungi menantunya "iya mih "
"Kamu ini gimana sih istri kamu tuh lagi hamil, kenapa kamu gak larang dia buat gak kerja kenapa dia sekarang pergi kerja, kamu mikirin kandungannya gak gimana kalau kenapa-napa sama kandungannya, kamu itu sebagai suami harus bertindak cepat bukannya diam aja kayak gitu gimana sih, ini tuh kehamilan pertama istri kamu "
"Dengerin mih, Jo juga yang pengen kerja dia juga gak mau terus terusan dirumah katanya jenuh, nanti kalau kandungannya udah besar baru dia akan resign mih, udahlah biarin aja, kerjaannya juga gak terlalu banyak , Jo kebanyakan duduk mih "
__ADS_1
"Tetap aja dia kerjaannya duduk tapi otaknya tuh yang kerja, kamu ya gimana sebagai suami kamu kan bisa biayain dia gak usah Istri kamu kerja juga kan, gak usah kalian berdua kerja juga kan, ini tuh hamil pertama seharusnya kamu tuh menjaga dia dengan baik bukannya ngebolehin dia pergi kerja gitu aja, gimana sih kamu telepon istri kamu dan bilang Pulang lagi ke rumah Mami gak mau tahu dia harus keluar dari pekerjaannya, kamu ini jadi suami yang bener dong jangan kayak gini dulu aja Papinya Jo saat Mami hamil gak kayak gini "
"Baik mih, Riyan akan menelfonnya, Riyan akan menelfon Jo untuk pulang "
Sambungan langsung dimatikan, Riyan yang masih dijalan menghembuskan nafas lelahnya "gini ni kalau diem sama mertua, pasti gak karuan banget, susah hidup sama mertua gak bebas, padahal kan gak kenapa napa kalau kerja juga gak akan membuat Jo kenapa napa kan "
Jo segera menghubungi sang istri "kenapa Yan ada apa aku lagi nyetir "
"Mamih kamu nelpon aku dan marah-marah katanya kamu harus resign dari pekerjaan kamu, lebih baik kamu udah aja gak usah kerja dari pada nanti mami kamu terus marah-marah sama aku gimana kamu mau resign aja kan, udah ya jangan kerja "
"Aku gak mau Yan aku gak mau kalau gak kerja, sudahlah biarkan mamih berbicara aku tak mau kalau dirumah, kalau dirumah aku hanya diam saja tak ada kerjaan, kalau dikantorkan banyak teman, kerjaan aku gak sulit kok dan aku betah kerja disana "
"Yan denger aku pengen kerja dan aku gak mau keluar biar aku nanti yang bicara sama mamih, kamu tenang aja, kalau mamih telfon kamu, jangan kamu angkat aja, udah ya aku lagi dijalan takut kenapa napa, kamu fokus kerja aja ya, bayy "
Jo segera menyimpan ponselnya lagi dan kembali fokus menjalankan mobilnya.
**
Zeline yang masih menunggu suaminya menonton berita terlebih dahulu, namun dirinya melihat pemberitaan pembunuhan ditempat dirinya bersama sang suami main kemarin malam.
Liam yang baru turun segera mencium kening sang istri" mas liat deh ada pembunuhan ditempat yang kemarin kita datengin "
__ADS_1
"Mana sayang, udahlah kamu gak usah nonton yang kayak gini" sambil mematikan tvnya
"Kenapa di matiin sih mas aku lagi nonton mas "
"Udah kamu gak usah nonton, jangan nonton berita-berita yang kayak gitu udahlah kamu nonton yang lain aja, jangan itu ah nonton kartun atau apa gitu"
"Gak mas aku pengen liat, kamu kenapa apa kamu takut, apa kamu terlibat dalam hal ini mas, dalam pembunuhan ini mas"
"Enggak sayang aku gak terlibat mana mungkin aku terlibat, Kalau iya aku terlibat mungkin ada polisi yang datang ke sini ada sidik jari aku. Aku kan kemarin sama kamu langsung pulang dan itu kejadian kayaknya jauh deh dari tempat kita nyimpen mobil, aku gak tau tentang kejadian itu sayang, soalnya waktu aku beli minum juga kan masih banyak orang, pasti dia dibunuhnya malam malem "
"Kamu jujur kan sama aku mas gak lagi bohong sama aku supaya gak ketahuan kalau kamu udah terlibat dalam pembunuhan itu, kamu jujur kan mas "
"Enggak aku jujur kok aku sama sekali gak terlibat sayang, mana mungkin aku membunuh orang lagi, aku kan sudah berjanji padamu tidak akan membunuh orang lagi, aku berangkat kerja dulu ya apakah kau ingin mengantarkanku sampai depan rumah atau mau duduk saja di sini dan melanjutkan menonton berita"
"Ya sudah ayo mas aku antarkan kamu sampai depan ya, ayo mas aku akan mengantarkan mu "
Mereka berdua segera berjalan ke arah depan rumah, Zeline segera memberikan tasnya pada suaminya dan menyalami tangannya, lalu Liam setelah mencium kening sang istri langsung masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangannya.
"Beneran gak sih mas Liam gak terlibat. Terus kemarin di pipi Mas Liam itu daerah apa. Masa darah nyamuk banyak banget kalau darah nyamuk kan ditepuk gitu aja kena tangan nempel, tapi kan ini kayak bulatan gitu darahnya kayak keciprat gitu. Semoga aja suami aku gak terlibat dalam pembunuhan ini aku belum siap buat menerima kalau dia memang terlibat dalam masalah ini dan aku belum siap untuk dibohongin lagi sama dia, aku tak akan siap sampai kapan pun "
Zeline segera masuk ke dalam rumah untuk menemui anaknya yang masih tidur di dalam kamar. Padahal dia tidurnya siang tapi jam segini belum bangun gak biasanya kan.
__ADS_1