Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kacau semuanya


__ADS_3

Singkat cerita sekarang kandungan Syifa sudah 4 bulan dan sudah menonjol.


"Kita harus pulang sekarang Syifa. Kamu mau sampai kapan gini terus, apa kamu mau tunggu sampai anak ini lahir "


"Ya engga Nabil, tapi aku takut "


"Kenapa sih selalu itu alesan kamu, udah pokoknya kita pulang sekarang, gak ada bantahan lagi, dan aku gak mau turutin kata kata kamu lagi "


"Iya karena aku belum siap denger mamih marah, denger papih marah, jadi aku gak bisa Nabil "


"Gak kita akan pulang ke indonesia sekarang juga, aku packing dulu semua barang kita "


"Nabil Nabil, jangan gitu dong Nabil, kamu mau jahat sama aku "


"Siapa yang mau jahat sama kamu, aku mau nikahin kamu, aku mau bertanggung jawab, apa kamu gak mau aku tanggung jawab gitu "


"Bukan gitu Nabil"


"Udah kamu duduk dan makan, makanan kamu "


Nabil segera membereskan barang barangnya, dan juga barang barang Syifa, dirinya tak akan kalah lagi dengan Syifa. Karena tak mungkin kan nanti anaknya lahir di luar nikah.


Syifa hanya memikirkan ketakutanya tanpa memikirkan anaknya yang ada dikandungannya.


"Ayo sekarang pergi kebandara"


"Tiketnya "


"Sudah aku pesankan tak usah risau mari kita pulang sekarang "


Syifa yang tadinya ingin menunda tak bisa, ternyata Nabil sudah mempersiapkan semuanya.


Selama perjalan kebandara Syifa hanya diam saja tak bisa berbicara apa apa, diam membeku..


**


Sedangkan Zeline dan juga Liam tak lupa Andre, sedang melihat Lucas yang sedang belajar jalan, Lucas dengan pelan pelan berjalan kearah mamihnya.


"Ayo anak mamih semangat semangat "sorak Zeline.


"Mam mam mam " ucap Lucas dengan senyum manisnya.


Lucas baru bisa mengatakan kata mam saja belum yang lain, namjn giginya sudah tumbuh , dan juga sekarang sedang belajar jalan kaki, jalan kakinya masih sempoyongan .

__ADS_1


"Semangat anak papih ayo, gapai mamih mu " teriak Liam sama menyemangati anaknya.


Sedangkan Andre dia sibuk memengan balon di belakang Zeline, agar Lucas tertarik untuk jalan lurus tak belok belok kemana mana lagi.


Dan happ "yey anak mamih udah pinter jalannya "


"Mam mam "


"Iya apa sayang, ini mamih "


Tangan Lucas terus saja mengapai ngapai keatas, Andre yang mengerti segera memberikan balon itu.


"Pastikan mau balon, udah ketebak "


Lucas hanya bertepuk tangan dan terdenyum memperlihatkan gigi kekincinya.


Liam segera memangku anaknya dan menciumi pipi sang anak "anak papih pinter ya, cepet bicara dong sayang, papih pengen ngobrol nih sama kamu "


"Ngoborol apa sih Liam " tanya Andre sambil mengusap ngusap rambut Lucas.


"Ngobrolin gimana cara bunuh Lo "


"Pih yo pih yo " ucap Lucas dengan terbata bata.


"Tau ah anak sama bapak sama aja "kesal Andre.


Namun tiba tiba saja Andre melihat sebuah mobil berhenti dan saat keluar Andre langsung tersenyum, itu Syifa namun dia datang dengan Nabil, sama seperti biasa selalu bersama Nabil.


Liam segera memberikan Lucas pada sang istri dan Zeline segera membawa anaknya kedalam rumah, karena memang sudah waktunya Lucas makan.


"Liam ayo kita kesana "


"Mau ngapain sih Dre, udahlah biarin dulu Syifa istirahat kita lihat aja dulu dari sini, dia bakal langsung pulang atau tetep disini dulu. Udah tenang dulu aja "


"Udah deh kita pantau aja ya disini "


"Iya lo teng aja ya "


**


Nabil dan juga Syifa segera masuk dan kebetulan sekali ada mamih dan papihnya Syifa. Syifa tak sama sekali tak mau mengangkat kepalanya hanya bisa menunduk saja.


"Ya ampun Syifa kamu pulang, mamih seneng banget, emang udah pada libur ya, udah pada boleh pulang " sambil memeluk anaknya.

__ADS_1


Namun Syifa hanya diam saja sedangkan Nabil segera menghampiri papih Syifa dan menyaliminya, lalu beralih ke mamih Syifa yang sudah melepaskan pelukanya dari sang anak.


"Udah mih biarin dulu mereka duduk, kenapa sih langsung ditanya tanya gitu " tegur suaminya.


"Iya iya mamih lupa, mamih tuh kangen banget sama mereka berdua pih, ayo duduk suyang Nabil "


Nabil segera mengangguk dan memengang tangan Syifa lalu menatap wajah Syifa dan menganggukan kepalanya, seolah mengatakan kalau semuanya akan baik baik saja.


"Gimana nih, pertanyaan mamih yang tadi kok belum dijawab, kalian ada libur kesini "


"Engga tante, ada yang perlu Nabil bicarain, "


"Apa tuh Nabil "


"Nabil mau nikahin Syifa "


"Kalian kan masih kulian dan juga kalian masih kecil, kenapa udah mutusin buat nikah ada apa ini, kok perasaan papih jadi gak enak ya, apa ada yang terjadi dengan kalian, ayo bicara dengan papih dan mamih "


"Begini om tante sebelumnya Nabil mau minta maaf, atas keteledoran Nabil yang tak bisa menjaga Syifa dan karena Nabil juga sudah tak bisa menjaga apa yang seharusnya Syifa jaga "


"Maksudnya apa Syifa jangan buat kami binggung " ucap mamih Syifa.


Sedangkan Syifa hanya diam menunduk tak berani menatap mamihnya, yang dari tadi ada didekatnya.


"Maafkan saya om, saya sudah menghamili Syifa, tapi saya akan mempertangung jawabkan semuanya, saya tak akan lari saya akan menikahi Syifa "


Seketika dunia mamih Syifa runtuh, apa anaknya hamil dan sekarang sedang mengandung, anaknya yang selama ini dirinya jaga.


Papih Syifa segera bangkit lalu mengusur Nabil keluar sampai Nabil terjungkal, lalu menghajar Nabil dengan membabi buta "Berani sekali kau menghamili anak om, om sudah percaya dengan mu Nabil, tapi kau telah menghancurkannya pergi kau sekarang dari sini "


Andre dan Liam yang menang tadi memutuskan untuk menunggu digerbang segera masuk saat mendengarkan keributan.


"Stop pih jangan pukul Nabil lagi " teriak Syifa namun papihnya tak mendengar sedangkan Nabil sama sekali tak melawan, dia pasrah karena akan tau akhirnya bagaimana, tapi itu tak masalah, dirinya faham orang tua mana yang tak akan marah saat melihat anaknya hamil di diluar nikah.


Liam dan juga Andre segera memisahkan mereka berdua, "jangan pisahkan om, om harus hajar laki laki ini, karena sudah berani menghamili Syifa "


Pegangan Andre pada Nabil melemah, Syifa cintanya, kesayangannya hamil oleh orang lain, dengan marah Andre sekarang memukul Nabil, menambah luka yang sudah Nabil terima dari papihnya Syifa.


"Stop stop Syifa bilang stop, kenapa semuanya malah memukul Nabil, aku yang awalnya salah, bukan Nabil, dia hanya menolongku, temanku jahat memberikan ku obat dan Nabil yang membantuku, tolong jangan pukul ayah dari anak ku tolong hik hik tolong "


Andre saat mendengar suara Syifa segera memberhentikan aksinyaa itu, lalu papihnya Syifa sekarang ada dihadapan Syifa dan akan menampar Syifa, namun Nabil segera berdiri dan menjadikan dirinya tameng.


Dan pada akhirnya Nabil yang terkena tamparan "jangan pukul Syifa om, cukup pukul saya saja, saya yang bertanggung jawab "

__ADS_1


Andre yang sudah kacau fikirannya, segera pergi diikuti oleh Liam, Andre sudah hancur, dunianya hancur, perempuan yang dirinya tunggu tunggu malah hamil oleh orang lain.


__ADS_2