
Ibu Airin menengok kearah kamar sang anak, namun masih terkunci dan tak dibuka buka dari tadi, apakah anaknya baik baik saja didalam sana, apa tak terjadi apa apa dengan sang anak.
Sekali lagi ibu Airin mengetuk pintunya "Nak buka pintunya kamu tidak apa apa kan didalam, kamu baik baik saja kan nak, jangan membuat ibu khawatir nak buka pintunya sayang, jangan seperti ini, buka sayang buka "
Namun sama sekali tak ada respon, "nak jangan seperti ini, jawab nak "
"Sudah ibu pergi jangan ganggu Airin, Airin mau sendiri jangan ganggu aku, aku mau sendiri jangan ganggu aku, sana pergi bu aku tidak mau melihat ibu untuk sekarang jadi lebih baik pergi saja bu, pergi jangan menganggu "
Ibu Airin sudah sedikit lega saat mendengar teriakan sang anak, namun tetap saja dirinya tak bisa masuk dan melihat keadaan sang anak ini semua gara gara nyonya nyonya itu, kalau saja mereka tak melakukan ini semua ini tak akan terjadi, semua itu tak mungkin terjadi.
Lalu tiba tiba saja ibu Airin mempunyai ide, dia akan melakukan sesuatu pada nyonya besar, dia sudah membuat dirinya malu dan harus dibalas dengan yang lebih memalukan lagi dari itu, lihat saja dirinya akan melakukan sesuatu padanya.
Dan gara gara nyonya besar itu, anaknya disiksa oleh suaminya, ya dirinya harus membalaskan semuanya, pembalasan yang sangat menyakitkan dan akan sangat berbekas untuknya.
"Awas saja kau berani macam-macam denganku, maka aku akan membalasnya dengan yang lebih-lebih lagi dari tadi kau sudah membuat aku malu di depan semua orang dan kau juga sudah membuat anakku disiksa oleh suaminya. Aku tidak akan memaafkanmu nyonya besar kau sungguh keterlaluan gara-gara dirimu aku dipermalukan dan dibenci oleh menantuku sendiri, lihat saja aku tak akan pernah main-main dengan apa yang aku katakan, aku sakit hati, aku bukan lah orang yang gampang melupakan tentang rasa sakit ini "
**
"Mill ayo makan dulu ayah udah buatin kamu makanan ayo nak "
"Emm ayah apakah Milla gak pantes bahagia ya "
"Kenapa kami bicara seperti itu, memangnya kenapa ada apa sampai kamu bertanya seperti itu "
"Ya rasanya dalam percintaan Mila ini tak pernah beruntung yah, kenapa sih laki-laki yang Milla cintai malah menikah dengan orang lain. Emang sih Mila dulu gak suka sama Andre tapi sama Liam, tapi entah kenapa sekarang waktu kebersamaan kita tuh aku jadi suka sama Andre, tapi ternyata dia udah nunggu seseorang yang udah lama banget dia tunggu bahkan aku sekarang susah untuk menggapainya "
"Namanya juga hidup kita gak akan pernah tahu ke depannya kayak gimana. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah ikhlas dan menerima, di sini banyak laki-laki dan banyak yang lajang tanpa kamu harus mengejar suami orang lain, mungkin Nona Syifa dan Pak Andre itu sudah jodoh mereka sudah ditakdirkan jodoh, jadi kamu tidak boleh menghancurkan rumah tangga mereka yang memang sudah terjalin sejak lama, meskipun kamu pernah ada di masa lalu Andre tapi tetap saja kita tidak pernah tahu di masa depan dia akan bersama siapa, Ayah yakin akan ada sosok laki-laki yang mencintaimu nanti "
"Iya yah tapi entahlah aku masih pusing dengan pikiran ku, lebih baik kita makan, ayo yah kita makan, aku sudah lama tidak makan, makanan yang ayah pasak, ayo ayo ayah makan aku sudah lapar "
"Baik nak ayo kita makan, ayo nak "
Mereka berdua segera duduk di meja makan dan hanya berdua saja tanpa ada siapa siapa lagi.
**
"Sayangg "
"Shutt mas Lucas lagi tidur "
Liam langsung membekap mulutnya dan menarik tangan sang istri ke balkon, lalu memeluknya dari belakang "ada apa sih mas"
"Aku pengen tanya sama kamu, apa ada laki laki yang lagi deketin kamu, atau berusaha rayu kamu "
Zeline akan membalikan badannya namun suaminya memeluknya dengan erat sampai sampi dirinya tak bisa melihat wajah sanh suami.
"Emm siapa ya mas, memang ny ada gitu "
"Ya aku tanya padamu, apa ada laki laki yang sering menelfon mu atau menganggumu jika keluar dari dalam rumah "
"Aku juga tidak tahu dia mendekatiku atau tidak mungkin temannya Jovanka. Siapa itu aku lupa lagi mas bahkan aku tidak mengingat namanya "
"Gavin "
"Ya kau benar, kenapa mas tau "
"Kau lupa dia datang ke ulang tahun mu dan dia juga penganti Bulan dari perusahaan yang bekerja sama dengan ku, apakah kau tak ingat sayang "
"Ohh ya aku baru ingat mas, karena aku tidak mungkin memikirkan tentang siapa itu laki-laki, yang terpenting aku memikirkan dirimu dan anakku, ya keluarga kecil kita semua keluarga kita, aku sama sekali tak mikirkan laki-laki lain, untuk apa tak ada gunanya untukku. Emang dia selalu menelponku tapi aku tidak pernah mengangkatnya, aku jujur padamu mas bukannya aku menyembunyikannya, tapi aku tidak mau kamu bunuh orang makanya aku tidak berbicara padamu selama ini, dia masih wajar-wajar saja hanya menelepon mengirim pesan itu saja tak ada hal yang sampai mengancam-ngancam "
"Baiklah sayang, tapi ingat jika dia mengancam kau langsung kirimkan pesannya padaku, jika dia ingin bertemu dengan mu, jangan sampai kau iyakan ,sepertinya dia orang yang nekat sama seperti Yuda dulu padamu, jadi kalau ada apa apa kau harus memberitahu aku, pokoknya apapun itu kau harus memberitahuku, jangan memendamnya sendirian ada aku suami mu "
__ADS_1
Liam segera membalikan badan sang istri dan menatap matanya, lalu tersenyum Liam mengecup ngecup kecil bibir istrinya "mas udah gak enak kalau ada yang liat, kita ini lagi di balkon loh, kamu mah "
"Gak apa apa sayang, mereka juga tau kita suami istri, kita gak lakuin Zina kok "
Liam terus saja menciumi wajah bibir dan leher sang istri, sampai sampai Zeline malah kegelian sendirian dan melepaskan pelukan dari sang suami, lalu masuk kedalam kamar dan Liam ikut mengejar sang istri.
**
"Kenapa paman udah pulang jam segini " tanya Syifa sambil menyimpan kopi dihadapan sang suami
"Tadi makan sama Liam sayang, jadi sekalian aja pulang karena makannya juga dirumah Liam "
"Loh kok gitu "
"Biasalah lagi ada masalah, oh ya sayang nanti malam aku izin ya mau pergi sama Liam "
"Mau kemana mas, beneran kan pergi sama paman Liam, awas aja kamu macem macem malah nengok mba Milla, aku gak akan mau ya itu sampai terjadi "
"Gak akan sayang kamu percaya sama aku, aku gak akan lakuin itu, kalau kamu gak percaya kamu tanya aja sama Liam, kita berangkat berdua aja aku mau temui temen nya Liam, tenang laki laki kok dia, kamu jangan khawatir ya sayang ku cintaku, aku tak akan mungkin membuat mu kecewa "
"Iya iya deh aku percaya sama paman tapi pulangnya jangan lama yang paman, "
"Iya sayang gak akan cium dulu dong "
Syifa langsung nengecup pipi sang suami dan melengos pergi karena malu, saat Andre akan mengejar sang istri Liam malah menelfonya.
"Kenapa sih Liam, ganggu aja deh lo "
"Gue cuma mau tanya ukuran bajumu apa sih, sekarang gie lupa kayaknya badan lu gemukan deh sekarang "
"Yaelah cuman mau nanyain ukuran baju gue aja ribet banget sih sampai nelpon, ukuran baju gue tetap sama gak berubah. Enak aja gue gak gemukannya lo kali yang gemukan makan mulu. Gue lihat lo ngemil mulu malem-malam ngemil siang ngemil, pagi ngemil udah kayak apa aja tuh perut nanti buncit loh tahu rasa, ukuran gue sama aja pokoknya buat apa sih lu mau beliin gue baju gitu kalau mau beliin gue jas satu lusin oke"
"Istt makin aneh aneh aja nih, ukuran sepatu gue 42 puas "
"Oke "
Sambungan pun langsung terputus "dasar orang ini ya selalu aja kayak gini dari dulu gak pernah berubah, awas saja ya "
Andre langsung pergi dan akan menyusul sang istri kalau memikirkan Liam yang ada kepalanya akan pecah.
**
Setelah Liam mendapatkan ukuran Andre dia langsung pergi ke mall untuk membeli sesuatu yang pastinya Andre akan menyukainya.
Sekarang bahkan dirinya sudah ada di mall dan ditoko pakaian "Ada yang bisa saya bantu pak "
"Tolong carikan pakaian seperti ini yanh sama persis tapi ukurannya l ya "
"Baik pak tunggu sebentar "
Liam hanya menganggukan kepalanya dan mencoba melihat lihat juga pakaian yang lain, siapa tau ada yang cocok untuk sang istri, namun rasanya tak ada, ini bukan selera sang istri dan juga dirinya.
"Pak ini sudah ada "
"Baik bungkus dan juga sepatu hils terserah kau saja ukurna 42"
"42 pak "
"Iya apakah ada "
"Coba kami cari dulu pak "
__ADS_1
"Hemm "
Kembali Liam mengelilingi pakaian itu sambil menunggu pesanan sepatunya semoga saja ada dan tak membuat dirinya menunggu lama.
"Pak sudah ada "
"Bungkus dan hitung "
"Baik pak "
Liam langsung kearah kasir dan membayar setelahnya langsung sana pergi dari toko pakaian itu, ternyata pakaian yang di beli oleh laki laki itu pasaran ya, mana mungkin sang istri akan cocok memakai pakaian ini, yang ada tak akan ada cocok cocoknya sama sekali.
Saat Liam akan masuk mobil malah ada yang menabraknya ternyata itu Gavin
"Tuan Liam ada disini "
"Ya kau pun ada disini "
"Iya pak saya mau berbelanja untuk acara malam "
"Oh begitu ya kenapa kau tidak mengundangku juga, apakah sangat meriah atau hanya pesta untuk dirimu dan kawan-kawanmu saja "
"Hanya pesta biasa sih Tuan untukku dan ya pacarku gitu., kami akan mengadakan pesta kecil-kecilan hanya berdua biasa lah lagi romantis-romantisnya. Jadi kita mau ngadain pesta. Nanti deh kalau saya punya pesta besar saya undang tuan gak mungkin saya gak undang tuan "
"Oke saya tunggu undangan kamu, sejak kapan kamu punya pacar kok gak pernah kelihatan ya, biasanya kamu kan pergi sama Jo aja "
"Iya nih tuan saya cuman gak mau aja gitu pacar saya kelihatan sama orang, cuman pengen kita berdua aja gitu tua, takutnya ada yang suka gitu sama pacar saya nantinya, jadi lebih baik kita kelihatan enggak pacaran aja tuan "
"Hemm jangan sampai kamu pacaran sama istri orang lo, nanti suaminya bisa marah dan gak tau kan apa yang akan suaminya lakukan, bisa aja nanti bunuh kamu atau hancurin masa depan kamu yang lagi kamu tata ini "
"Hahaha tuan bisa saja, mana mungkin saya pacaran dengan istri orang, tidak lah tuan saya tak pacaran dengan istri orang mana mungkin, gak deh tuan gak mungkin, yaudah saya permisi dulu ya tuan, saya mau ketemu teman "
"Baik silahkan "
Setelah Gavin pergi Liam hanya tersenyum miring, sambil menatap kepergian Gavin yang semakin menjauh dari jangkauannya.
"Memangnya aku tidak tahu kamu menganggap istriku adalah pacarmu, kau sudah bermain-main denganku. Maka nanti malam kita bermain-main ya, siapa yang akan menang dan siapa yang akan kalah kau belum tahu siapa aku dan kau belum tahu apa yang akan aku lakukan, jadi untuk sore hari ini kok bersenang-senanglah dengan teman mu "
"Nanti malam dan sampai seterusnya tidak akan pernah bisa menikmati hidupmu. Aku akan memberikan sesuatu permainan yang sangat menyenangkan untukmu, kau pasti akan menyukainya sekali rasanya tak sabar menunggu nanti jam 08.00 malam, aku ingin melihat bagaimana seorang laki-laki yang mencintai istri orang lain menangis merengek dan ketakutan "
Liam langsung masuk kedalam mobil, dan menjalankan mobilnya seperti biasa kejalan yang sepi karena memang dirinya menyukainya saja, ya sangat suka.
Tiba tiba saja ada yang memberhentikan mobilnya Liam segera berhenti dan melihat seorang perempuan yang seumuran dengannya "tuan apa anda bisa membantu saya "
Liam langsung keluar dan melihat mobil perempuan itu yang seperti bannya pecah, "apa yang bisa kubantu "
"Bisa kau bantu aku membenarkan ban mobil ku yang pecah, bisa kau mengantikannya "
Liam langsung mengambil dongrak perempuan itu namun rusak "ini rusak "
"Ya ampun apakah kau mau membantuku untuk membenarkannya, katanya disana ada ya tempat membenarkan dongrak ini, boleh kan "
"Tidak bisa saya sangat buru buru sekali, kau minta bantuan saja dengan orang lain, istriku sudah menunggu dirumah "
"Ayolah Tuan hanya sebentar, saya hanya meminta anda untuk membantu saya pergi ke tempat membenarkan dongkrak ini ya, sebentar ada di depan kok, tuan saya sendiri saya seorang perempuan mana mungkin saya bisa melakukannya sendiri, masa saya harus jalan tuan. Ayo tolong antar saya ke sana ya"
Liam diam lalu melihat sekeliling " baiklah ayo aku akan mengantarmu "
Liam segera masuk kedalam mobil dan menyimpan dongkrak itu disampingnya, dengan sang perempuan yang duduk disampingnya juga.
Segera Liam menjalan mobilnya dengan cepat, meninggalkan jalanan sepi ini dan sialnya malah dirinya harus mengantar perempuan tak dikenal ini.
__ADS_1