Psikopat Tampan Dosenku

Psikopat Tampan Dosenku
Kembali seperti itu


__ADS_3

"Gimana mas pijitan aku enak ga, berasa gak mas "


"Enak banget sayang, sampai sampai aku rileks dan badanku tak sakit sakit lagi serta fikiran ku sudah terbuka, kalau itu memang urusan mereka berdua aku tak akan ikut campur sayangg"


"Nah gitu dong mas "


"Balik kebelakang sayang "


"Kenapa mas "


"Udah balik belakang aja "


Zeline menghembuskan nafasnya , saat dirinya berbalik sudah ada kalung yang bertengker dilehernya, Zeline memegangnya dan merabanya "mas ini cantik banget kalungnya aku suka "


Zeline langsung memutar tubuhnya dan berhadapan dengan suaminya langsung, lalu mengalungkan tangannya pada leher suaminya.


"Kau suka "


"Sangat mas terimakasih "


Zeline langsung memeluk suaminya dan mencium leher sang suami dengan gemas, suaminya ini selalu saja penuh kejutan. Tak pernah gagal.


**


Gavin mengembuskan nafasnya, akhirnya beres juga akhirnya dirinya membereskan juga kamar Bulan dan Lia karena Ibu kosnya mengancamnya tadi, jadi mau tidak mau harus datang kemari sial kan,


"Bagaimana apakah sudah beres "

__ADS_1


"Sudah semuanya beres ibu saya permisi dulu pulang. Jadi Ibu jangan telepon-telepon lagi saya semuanya sudah seperti semula lagi. Apakah ibu puas"


"Emm ok saya cukup puas kamu silahkan pulang, Makanya jangan cuman acak-acakin aja beresin juga dong jangan kayak gitu. Ini juga saya capek loh kalau beresin sendiri kamu yang ngacak-acak saya jadi yang tanggung jawab"


"Saya kan ibu yang beres-beres udah kan semuanya jadi ibu jangan protes lagi, saya pulang awas aja kalau ibu laporin saya ke polisi, saya gak akan terima loh bu "


"Iya tenang aja kamu udah tanggung jawab kan saya gak akan laporan kamu sama polisi. Jadi udah pulang aja soalnya udah beres dan Ingat jangan pernah datang lagi ke kosan ini, saya menjadi ragu kalau kamu ini sebenarnya keluarga bulan atau bukan sih gak bertanggung jawab banget sih "


Gavin yang kesal langsung saja pergi tak mendengarkan kembali ocehan ibu kost, sungguh menyebalkan sekali kenapa harus beres-beres seperti ini, dan bodohnya lagi dirinya malah memberikan nomor ponselnya.


Seharusnya tadi memberikan nomor telepon lain saja kan jadi gak bertanggung jawab gini karena diancam mau di laporin polisi ya mau tidak mau harus beres-beres kan.


"Sial sial pokoknya sial banget deh, badan sakit sakit gini gara gara bu kos itu ,"


**


"Ayah mamah kapan bangun, kenapa mamah tidur terus, apa mamah tak kasian dengan ku, apakah dia tak menyayangiku lagi kenapa mamah tak bangun bangun terus apakah aku nakal sampai mamah tak bangun bangun ayah "


"Tidak nak, mamah mu sedang beristirahat, nanti juga dia akan kembali siuman kamu tenang ya sayang ibumu pasti akan baik-baik saja , sebentar lagi akan bangun dan akan seperti semula lagi"


"Kapan ayah mamah akan bangun kapan ini sudah terlalu lama, Mamah tertidur sebelumnya mamah tidak pernah tertidur selama ini tapi sekarang, mengapa sangat lama beberapa hari Bahkan aku sudah ingin diantar Mamah Aku Ingin diantar Mama sekolah"


"Yang sabar ya sayang sebentar lagi mamah akan bangun kamu terus berdoa aja ya semoga Mamah cepat bangun lagi samperti semula, kamu berdoa saja ya sayang "


Naura hanya bisa menganggukan kepalanya dan mengusap wajah mamahnya yang masih diperban "mamah Naura sayang mamah, mamah cepet bangun ya, Naura udah kangen deh bicara sama mamah, meskipun mamah suka marahi ku, tapi aku tak masalah mamah, aku sayang mamah, akan terus menyayangi mamah sampai kapan pun "


Ibrahim hanya bisa memeluk sang anak dan menciumnya dengan bertubi tubi. Sungguh malang nasib anaknya ini, gara gara dirinya.

__ADS_1


**


"Jo kamu jangan marah dong sama kamu Mami dia kan cuma tanya aja"


"Iya tapi aku kesel Yan kenapa harus itu terus udah tahu aku sulit punya anak tapi mamih terus aja tanya tanya, kenapa sih gak bisa bikin aku rileks dan bikin aku bisa tenang dan biasa biasa aja "


"Namanya juga orang tua wajar Mami tanya kayak gitu mungkin ya udah ngebet pengen punya cucu, kamu yang sabar aja jawabnya biasa aja sama mami, jelasin perlahan-lahan Pasti mami juga ngerti kok"


"Aku kan sudah pernah bilang sama mami kayak gitu, dia juga kan udah terima kalau aku akan lama mempunyai anak tapi kenapa dia sekarang nanya lagi nanya lagi nanya lagi, aku tuh pusing Yan aku pusing"


"Yang sabar kamu yang sabar ini mungkin ujian di rumah tangga kita tapi kita harus bisa hadapin semuanya ya, pokoknya kamu semangat aku akan tetap dukung kamu apapun yang terjadi sama kamu aku akan terima kamu aku gak akan ninggalin kamu"


Jo langsung memeluk suaminya menangis tersedu sedu, dirinya juga ingin punya anak, ingin punya teman ingin merasakan mengandung, ingin merasa menyusui tapi bagaimana lagi dirinya belum dikasih oleh yang maha kuasa, semoga saja secepatnya akan diberi.


Jo langsung melepaskan pelukannya dan Riyan langsung mengusap air mata sang istri, memegang tangan istrinya dan mencium tangannya.


"Kamu yang sabar ya, pokoknya semangat jangan nangis aku gak suka liat kamu nangis, kamu harus bisa semangat dan percaya kalau kamu suatu saat akan bisa mengandung, aku tak akan memaksamu untuk mempunyai anak, aku akan selalu menerima kekurangan kamu dan kelebihan kamu, kamu yang tenang ya sayang "


Jo hanya bisa mengangguk dan kembali memeluk suaminya, mencurahkan kesedihannya pada sang suami, lalu Riyan menepuk nepuk pungguh Jo dan tak terasa Jo malah tertidur.


Riyan dengan cepat menidurkan sang istri dan mencium kembali keningnya dengan sayang, "aku tak akan membebani mu sayang, aku akan terus berada disampingmu, sampai kapan pun itu, pegang kata kataku sayang, aku akan selalu bersama mu, tak akan kemana mana, disini bersama mu, "


"Aku akan menghabiskan masa tua ku dengan mu, meskipun nanti tanpa kehadiran anak, aku akan selalu mencintaimu, selalu tak akan memudar sedikit pun rasa cintaku dan sayang ku padaku "


"I Love You Jovanka "


Setelah mengecup kening sang istri, Riyan keluar dari kamar dan akan membawa barang barang dirinya bersama sang istri yang tertinggal di mobil tadi

__ADS_1


Willy memberikan banyak makanan dan harus dibawa tak boleh tidak.


__ADS_2