
Selama Zeline cuti sungguh Jo sangat tak bersemagat untuk pergi ke kampus biasanya selalu kemana-mana pergi bersama sahabatnya itu tapi sekarang selalu sendiri kemana-mana sendiri.
Masih lama lagi Zeline cutinya, lagi apa ya sekarang Zeline. Apa dia kangen ga sama aku.
Sekarang Jo sedang menunggu pacarnya Riyan untuk menjemputnya. Jadi sekarang dia engan pergi sendiri dan selalu diantar jemput sama pacarnya itu.
Tapi lama sekali sudah hampis setengah jam menunggu tapi tak kunjung datang kemana sebenarnya Riyan.
Sudah ditelfon tak ada satupun yang dijawab oleh Rijan, Jo jadi khawatit takut kenapa-napa dengan pacarnya itu.
Satu jam kemudian mobil Riyan sudah terlihat, akhirnya Jo tenang juga.
Riyang segera turun dari mobil lalu pergi menghampiri pacarnya "sayang maafkan aku telah membuatmu menunggu lama " sambil mengecup kening Jo dengan sayang.
"Hemm kamu kemana dulu sih baby, aku tuh khawatir sama kamu. Aku telfon kamu ga angkat sama sekali kemana sih "marah Jo
"Maaf sayang tadi ada urusan sebentar "
"Urusan apa sih baby, sampai lama kaya gini, 1 jam loh baby kamu menghilang begitu aja "
"Iya maaf-maaf sayang ayo kita pulang ya "
Dengan segera Jo pun naik dan mengikuti pacarnya itu untuk mengantarkannya pulang. Dia sangat marah dan hanya diam saja dimobil tak mau memulai pembiraan dengan pacarnya itu.
Lebih baik diam saja, nanti takut kelepasan lagi Jo berbicara kasar pada pacarnya itu dan menuduhnya yang tidak-tidak lagi.
Akan dia cari tahu apa yang sedang pacarnya ini sembunyikan, dia sudah tau bagaimana sikap Riyan dan tau jika Riyan sedang berbohong padanya.
Awas saja kalau Riyan sampai selingkuh tak akan pernah dia maafkan Riyan sampai kapan pun.
Dan yang pastinya dia akan meninggalkan Riyan untuk selamanya. Jika Riyan datang dia tak akan menerimanya akan dia maki-maki.
Riyan yang melihat raut wajah pacarnya itu sangat marah segera meraih tangannya lalu mencium tangan itu bertubi-tubi lalu menggenggamnya dengan erat.
Agar pacarnya ini tahu bahwa dirinya tak mau sampai kehilangan Jo dan sangat mencintai Jo.
Jo yang diperlakukan seperti hanya diam tak tersenyum atau pun membalasa semua perlakukan sang pacar padanya.
***
__ADS_1
Yuda sudah bangun dan Asa masih setia menunggu Yuda ditempat yang tadi " sa boleh bantu aku "
"Iya Yud, kenapa "
"Aku ingin belajar berjalan Sa "
"Baiklah ayo "
Segera Asa pergi kehadapan Yuda lalu dengan perlahan Asa memegang tangan Yuda dan dengan perlahan Asa membimbing Yuda untuk belajar berjalan.
Dengan perlahan Yuda melangkahkan kakinya memang masih berat untuk melangkah namun sekuat tenaga dia harus bisa berjalan kembali.
Agar bisa seperti semula lagi dan melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda.
Dengan telaten Asa membantu Yuda dengan perlahan namun pasti.
Namun dia mempunyai rencana untuk mencelaki Yuda dengan tiba-tiba Asa melepaskan Yuda.
Yuda yang memang tak siap akhirnya jatuh dan badanya langsung jatuh, kepalanya terbentur cukup keras ke ubin kamarnya.
Asa yang pura-pura kasihan lantas menolong Yuda dengan wajah yang pura-pura khawatir "ya ampun Yud maafkan aku, aku tadi tak sengaja melepaskan mu, tadi ada kecoa jadi aku takut " ucap Asa sambil membantu Yuda duduk.
Asa segera mengeceknya "Tidak ada Yud, kepalamu baik-baik saja "
"Baiklah terimasih Asa "
"Maafkan aku Yud, ayo aku bantu kamu untuk bangun " dengan sekuat tenaga Asa membantu Yuda bangun, dengan memegang kedua tanganya dengan erat lalu mengangkatnya dengan telaten.
"Untuk hari inu cukup ya Yud, ayo kamu sekarang makan dulu lantas istirahat " ucap Asa setelah mendudukan Yuda dikursi rodan dan mendorongnya kemeja makan.
Selama mendorong Yuda, Asa hanya tersenyum gembira rencana pertama lancar. Yuda tak mencurigainya sungguh hebat ektingnya ini.
Setelah sampai meja makan segera Asa mengambilkan makanan untuk Yuda "kamu juga makan ya Sa "
"Engga Yud, aku nanti aja " tolak Asa.
"Engga sekarang aja ya Sa, ayo jangan malu Sa "
Dengan terpaksa Asa lantas makan menemani Yuda, Asa ingin hari ini segera usai dia sudah sangat muak dengan Yuda.
__ADS_1
Perlahan Asa akan membuat Yuda jatuh cinta dulu padanya meskipun dia sangat benci pada Yuda lalu dengan perlahan akan dia racuni Yuda dan juga mencelakai Yuda denga perlahan-lahan.
Asa melamun sambil tersenyum senyum dan tak memakan makanannya itu. Hari ini sukses hari-hari berikutnya harus lebih sukses lagi.
"Kamu kenapa Sa dimakan dong jangan ngelamun aja. Apa ga enak ya Sa makanannya "
"Eh engga kok Yud " segera Asa memakannya dengan cepat dan tak memikirkan lagi itu.
Biarkan rencananya itu berjalan dengan perlahan lahan tanpa ada yang curiga padanya.
Setelah makan selesai segera Asa memberikan obatnya kepada Yuda " Sa kamu nanti nginep disini ya selama aku belum sembuh " minta Yuda.
"Eh engga deh Yud, rumah aku ga jauh kok deket jadi mending aku pulang aja. Nanti takutnya jadi fitnah Yud " tolok Asa, mana mungkin dia sanggup untuk tinggal mersama Yuda.
"Emang rumah kamu dimana Sa "
"Emm pokonya deket deh Yud, jadi aku ga akan telat kok tenang aja "
"Hemm baik lah Sa kalau mau kamu begitu, nanti aku main ya kerumah kamu "
"Hemm boleh Yud "
Asa tak akan sudi kalau harus tinggal bersama Yuda meskipun tak tinggal berdua tetap saja tak sudi kalau harus seatap dengan laki-laki brengsek ini.
"Tunggu aku Yud, aku akan menghabisi nyawa mu jadi siap-siap" ucap Asa dalam hatinya.
Dari tadi Yuda mengajak Asa mengobrol namun Asa hanya menjawab dengan seadanya saja. Kebanyakan tak mengubris Yuda.
Yuda yang mendapatkan jawabannya yang tak memuaskan dari Asa sangat binggung sebenarnya Asa kenapa.
Tak seperti saat dirumah sakit Asa sangat baik dan ramah sekali saat diajak ngobrol Asa juga selalu menjawabnya dengan senyumnya yang manis itu.
Namun sekarang beda sekali tak ada senyum itu entah pergi kemana senyumnya itu.
Apa ad ayang Asa sembunyikan darinya, sampai-sampai sikap Asa cepat sekali berubah padanya.
Namun tadi saat ditanya katanya dia tak apa-apa jadi binggung Yuda memikirkannya. Nanti akan dia tanyakan lagi saja lah pada Asa apa dirinya punya salah yang sangat fatal pada Asa sampai-sampai Asa seperti ini padanya.
Jika memang ada dia akan meminta maaf dan akan mengulangi hal yang sama lagi pada Asa, dia tak mau hubungan yang sudah terjalin baik harus hancur dengan alasannya yang dia sama sekali tak tau.
__ADS_1