
Liam sudah sampai dirumah penjagalnya dia melihat ada mobil Bulan juga, namun dirinya melihat ada bayangan seseorang sedang mengintip di luar kamar ruang tamu, dengan cepat Liam kesana dan menghampiri orang itu dengan cara mengendap endap dan hap.
"Kau mau apa disini Lia, kenapa kau ada di sini mau apa apakah kau mengikuti temanmu yang datang ke sini"
"Pak Liam tolong bantu aku di sana bulan disekap oleh seseorang di perkosa Pak tolong dia kasihan sekali dia disiksa seperti itu"
" Oh ya memangnya siapa yang menyiksa temanmu itu, ayo masuk kita lihat, kau tenang saja ada aku yang menjagamu"
Lia mengangguk dan mengikuti Liam dia tidak tahu bahayanya adalah Liam, tapi dengan polosnya dia mengikuti Liam, saat Lia sedang melihat ke arah kanan kiri dia langsung memukul tengkuknya dan Lia pingsan seketika.
Tanpa banyak bicara Liam langsung mengusur masuk Lia ke dalam ruangan eksekusinya menali kakinya dan juga tangannya "kau diam disini ya, aku akan memanggil teman mu "
Liam segera pergi dan membuka kamar tamu, saat Liam membukannya dia masih melihat Tora menunganggi Bulan "Tora sudah ayo bawa dia, sekarang waktunya membunuh dia, sudah kau jangan menyiksa pelacur itu, pakaiakan kembali pakaiannya dengan benar "
"Baik bos "
Tora segera menghentikannya dan melihat wajah Bulan yang babak belur, " kau hebat Bulan aku puas dengan tubuhmu tapi rasanya sekarang kau harus mati, ini adalah terakhir kalinya kau hidup tapi kau sudah merasakan enak enak ya, jadi hidup mu sudah enak "
Tora langsung membopong tubuh bulan yang sudah lemas berjalan dengan cepat ke arah tempat rahasia itu dan mendudukkannya di sebelah teman bulan.
"Siapa bos ini kenapa ada perempuan ini "
"Dia mengintip mu sedang melakukan hubungan *** dia adalah temannya bulan. Kenapa kau tidak lihat kalau ada yang mengikuti Bulan dari belakang dia sepertinya mau menguntit Bulan"
"Maafkan aku bos maaf aku sungguh minta maaf aku tidak melihatnya "
"Sudah tidak masalah aku sudah membawannya kemari, sekarang saatnya kita menyiksannya dan membuat mereka mati, apakau kau siap Tora "
"Tentu aku siap, aku sudah tak sabar ingin mengulitinya, atau tidak mengores ngores tubunya bos "
"Boleh saja, tapi kau bangun kan dulu Bulan ,aku ingin berbicara denganya "
"Baik tuan "
Tora keluar dan pulang membawa air menyiramkannya ketubuh Bulan dan itu membuat Bulan terbangun, Liam mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan Bulan.
Bulan terbangun dan langsung bertatapan dengan Liam "Liam tolong aku, tolong aku, pria itu telah memperkosaku "
"Hah apa aku tidak salah dengar, kau mungkin yang memberikan tubuhmu pada anak buahku, bagaimana apakah menyenangkan melakukan penyatuan diakhir hidup mu bagaimana "
"Anak buah "
"Ya anak buah, kau terlalu naif dan percaya padaku, dengarkan aku, aku tak akan sudi berpaling dari istriku demi perempuan seperti mu, aku tak sudi, Jadi kau jangan bermimpi terlalu jauh kau sudah berani menelponku dan mengganggu keluarga ku, membuat istri ku jadi marah padaku maka nyawamu taruhannya , kau sudah berani mengganggu rumah tangga ku dan kau mengganggu ku tiap malam dan aku tidak suka itu "
__ADS_1
"Tidak tidak aku tidak percaya pasti kau menyukai ku ayo lepaskan aku jangan berkata seperti itu, aku ingin mennjadi istrimu, aku ingin bersama mu Liam, apapun akan aku lakukan, lepaskan aku sekarang juga Liam jangan bermain main denganku, ayo lepaskan kau jangan munafik kau pasti suka kan denganku, tapi aku gengsi mengakuinya "
Liam malah tertawa mendengar ucapan Bulan, bahkan dia tertawa sampai mengeluarkan air mata dan menepuk nepuk pahanya.
"Kau sangat lucu Bulan lucu sekali sampai aku tak bisa menahan tawaku kau pede sekali aku sama sekali tak tertarik denganmu. Bahkan aku tak tertarik dengan tubuhmu, dengan wajah mu apalagi aku tak tertarik, istriku lebih segalanya dan lebih sempurna darimu aku tidak perlu mencari perempuan manapun lagi aku sudah memilih 1 perempuan dan itu istriku, maka jika ada yang mengganggu kerukunan rumah tangga kami aku akan membunuhnya kau tidak tahu aku sebenarnya"
"Tidak tidak tidak pasti kau hanya main main saja kan Liam, ingin menakut-nakuti saja, ayo lepaskan aku lepaskan aku jangan seperti ini Liam , jangan main-main dengan ku Liam kau gila lepaskan aku lepaskan aku "
"Aku tidak main main brengsek kau sagat berisik sekali "
Liam mengambil palunya dan memukulnya kedalah satu dengkul Bulan "ahhh sakit "
Teriakan Bulan sampai membuatnya ikut tersadar dan melihat kanan kiri melihat temannya yang sedang kesakitan "bulan kau kenapa, ada apa ini sebenarnya tolong lepaskan kami "
"Shutt kau Lia, kau akan dapat giliran sekarang teman mu dulu, diam kau ya "
Liam mengambil pisaunya dna mengoreskan satu hurus di paha Bulan "karena kau sangat mencintaiku, aku akan menuliskan namaku di pahamu yang cantik ini L I A M, sudah kau akan terus mempunyai tato ini "
Liam yang tak mau lama lama menusukan pisaunnya keleher Bulan dan membiarkannya untuk mati kehabisan darah "Tora kau urus perempuan mu ini"
Liam segera mengalihkan duduknya dan menatap Lia "apa yang kau inginkan Lia "
"Tolong lepaskan aku tuan, jangan membuatku seperti ini, aku minta maaf tuan yang salah Bulan bukan aku, jadi aku tak punya urusan tuan, lepaskan aku tuan aku masih mempunyai keluarga "
"Tidak tidak aku tidak mau aku tidak mau, aku ingin hidup tolong aku tolong aku, jangan seperti itu maafkan aku, aku akan menghilang tak akan muncul lagi dihadapan mu "
"Tidak bisa "
Liam mengambil pedangnya lalu tanpa aba aba langsung memotong kepala Lia dan tersenyum senang, "Akhirnya selesai juga, kau bereskan semuanya Tora, aku akan pulang istriku pasti mencariku, kau disini saja "
"Baik tuan saya akan membereskannya disini sendiri,"
Liam hanya mengangguk dan pergi begitu saja, membersihkan jasnya sedikit dan masuk kedalam mobil untuk pulang kerumah.
**
"Milla lihat Naura dia melamun terus dari tadi, ayo cepat hampiri dia, jangan seperti itu kasian dia, jangan keras pada anak mu sendiri tak apa kau keras padaku tapi jangan pada anak mu "
"Aku bilang tidak mau ya tidak mau, kau saja yang membujuknya jangan aku, aku dari awal tak mengiginkan anak mu itu lebih baik kau pergi dari sini, aku sedang berdandan jangan mengangguku "
Ibrahim yang marah menarik tangan Milla dan mendorongnya kearah kasur, "kesabaran ku sudah habis ya, kau sungguh keterlaluan pada anak mu sendiri, aku sudah muak dengan mu, kau tak mengurus anak mu, baik aku sekarang akan sedikit keras padamu "
Ibrahim membuka ikat pinggangnya dan mencambuk Milla "akhhh sakit sakit Ibrahim sakit "
__ADS_1
Namun Ibarahim tak mengatakan apa apa dia hanya diam sambil terus mencambuk Milla tanpa ampun dan tiba tiba datang Naura.
"Ayah jangan kenapa ayah memukul mamah jangan pukul mamah ayah, jangan ayah jangan tolong ayah "
"Naura awas ayah sudah muak dengan ibumu awas sayang "
"Tidak ayah jangan mamah baru pulang jangan buat mamah pergi lagi tolong ayah jangan ya, aku tak mau mamah terluka "
Ibarahim yang tak bisa membantah apa kata kata sang anak segera pergi meninggalkan mereka,"mamah apakah mamah tidak apa apa. mamah apa yang sakit "
"Lepaskan aku, kau ini ya tak usah membelaku aku tak sudi dipeluk oleh anak nakal seperti mu " sambil mendorong Naura.
"Aww sakit mamah tanganky sakit "
"Makannya kau jangan macam macam, aku tak sudi mempunyai anak sepertimu, aku tak sudi pergilah, pergi "
Naura dengan tertatih tatih segera mundur dan berlari keluar kamar ibunya, menangis dan memeluk ayahnya "Naura "
"Ayah tanganku sakit sakit sekali, lihat berdarah ayah,"
"Biar ayah temui ibumu "
"Tidak jangan ayah, jangan biarkan saja mamah mungkin membenciku karena aku tak baik dan nakal sudah tak apa ayah, aku sekarang hanya butuh ayah saja, ayah jangan kemana mana ya, "
"Iya ayah disini sayang, ayah tak akan kemana mana, kau anak baik jangan mengatakan kalau kau anak nakal, kau baik sayang, ayah akan selalu ada untuk mu, "
"Kapam mamah bisa berubah ayah, kapan aku ingin bersama mamah seperti orang lain yang bisa kemana mana dengan mamah "
"Kamu yang sabar ya kamu harus yakin kalau mamah akan bisa berubah dan baik pada mu dan ayah juga sekarang kau tidurlah jangan menangis terus ya, ayah disini tak kemana mana "
"Baiklah aku akan tidur ayahz, selamat malam ayah, aku menyayangi ayah dan juga menyayangin mamah "
Naura mencium pipi ayahnya dan langsung pergi begitu saja meninggalkan sang ayah sendirian "Kapan kau milla bisa berubah dan mencitai anak mu, aku tak meminta lebih aku hanya meminta kau untuk menyayangi anak mu Milla, huff rasannya kepalaku akan pecah gara gara memikirkan semua ini "
Saat Ibrahim akan masuk kedalam kamar dia malah melihat sang istri yang akan keluar rumah "mau kemana kau Milla diam dirumah jangan keluyuran ayo cepat masuk kembali "
"Tidak aku tidak mau, aku mau pergi jalan jalan, pusing dirumah bersama laki laki tua mu aku tak sudi "
Ibrahim tanpa banyak bicara segera mengusur tangan Milla, "lepaskan aku, lepaakan aku "
Ibrahim mendorong Milla kedalam kamar menguncinya tanpa mau mendengarkan teriakan Milla, Ibrahim masuk kedalam kamar tamu dan diam disana mendengarkan teriak Milla yang berisik.
"Lepaskan aku ibrahim, lihat saja aku akan pergi lagi dari rumah aku tak akan ada disini lagi aku tak sudi ada disini lagi, kau jahat ibrahim, awas kau ibrahim aku tak akan melepaskan mu, dasar kau laki laki tua tak atu diri dan menjijikan "
__ADS_1